Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Rumor Mengenai Joseth


__ADS_3

"Hei, apakah kalian tahu?" Rachel mulai membuka obrolan serius ketika tengah asik menyantap potongan cake cokelat.


"Ada apa? Apakah ada berita mengejutkan kali ini?" tanya Valencia.


"Ini lebih mengejutkan, tapi sebenarnya rumor ini sudah lama menyebar di akademi. Hanya saja rumornya lenyap begitu saja. Lalu hari ini aku membawa rumornya kembali karena aku baru saja menemukan bukti yang valid terkait masalah ini."


Valencia dan Devina mendengar baik-baik apa yang hendak dibicarakan oleh Rachel kali ini. Melihat dari gelagat cara berbicara Rachel, tampaknya rumor yang beredar pernah begitu menggemparkan akademi.


"Aku tahu kalian pasti pernah mendengar rumor soal Kepala Akademi yang melecehkan anak-anak yang terlibat beasiswa. Siswa dari bangsawan kalangan bawah mendapatkan beasiswa khusus dari akademi. Namun, apa kalian tahu? Sebenarnya cara anak-anak itu mempertahankan beasiswanya adalah dengan tubuh mereka," ujar Rachel.


Valencia dan Devina tercengung, mereka berdua tidak pernah mempedulikan soal rumor yang ada di akademi ini. Dan baru saja mereka mengetahui bahwa pernah ada rumor seperti demikian di akademi yang terkenal di Kekaisaran Alegra.


"Dengan tubuh mereka? Apa maksudnya itu?" tanya Devina berekspresi polos.


"Aduh, Devina, kau itu polos sekali. Apa kau tidak tahu maksud menggunakan tubuh? Mereka berhubungan badan dengan Kepala Akademi demi mempertahankan beasiswa mereka," terang Rachel.


Devina syok mendengarnya. "Tidak mungkin, gadis-gadis itu bodoh sekali mau menyerahkan tubuh mereka kepada si tua bangka menjijikkan itu."


"Apa saja bisa terjadi jika itu demi uang," celetuk Valencia.


Rachel mengangguk setuju, dia sendiri masih tidak menyangka akan menyaksikan sesuatu yang tidak terduga tadi malam.


"Jadi, bagaimana kau bisa mengetahuinya? Kau menemukan bukti yang seperti apa?"


Rachel terdiam sejenak, dia mulai menyusun kata-kata untuk memberi penjelasan kepada mereka terhadap apa yang ia saksikan semalam.


"Tadi malam aku berjalan sendirian di lorong utama akademi karena aku baru saja selesai mengembalikan buku yang aku pinjam dari asrama temanku yang berada di lantai satu. Lalu seorang teman sekelasku yang mendapatkan beasiswa itu diam-diam pergi ke ruang pribadi Kepala Akademi. Dan aku pun mencoba menguping dari luar, aku sangat terkejut ketika mendengar suara desah*n."


Valencia dan Devina saling bertatap pandang, ini merupakan masalah yang sangat serius menyangkut pelecehan terhadap gadis di bawah umur.


"Bagaimana setelahnya? Apa kau tetap mendengarnya sampai akhir?"

__ADS_1


Rachel menggeleng cepat. "Aku langsung pergi karena tidak tahan mendengar suara menjijikkan itu. Tetapi, ada satu hal lagi yang mengganggu pikiranku. Ketika aku ke kamar mandi, aku menemukan tespek positif dan tidak tahu itu punya siapa."


Penjelasan dari cerita Rachel barusan membuat dada Valencia terbakar. Kepalanya memanas karena masalah ini sudah menjalar terlalu jauh. Tanpa dicari tahu pun Valencia sudah tahu bahwa tespek itu sudah pasti punya gadis yang telah dilecehkan oleh Kepala Akademi.


"Mungkin itu milik gadis yang dihamili oleh Kepala Akademi," ujar Devian mempunyai pikiran yang sama dengan Valencia.


"Aku tidak menyangkalnya, tadi memang mungkin saja begitu. Bukankah masalah ini bukan masalah biasa lagi? Haruskah kita melaporkannya kepada Kaisar atau Permaisuri?"


"Jangan laporkan dulu sebab kita tidak punya bukti apa-apa. Sebaiknya sekarang kita diam saja sementara waktu sampai kita menemukan bukti yang tepat untuk menjatuhkan si tua bangka itu ke penjara," saran Valencia.


"Benar juga yang kau katakan itu, kita tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk menjatuhkan hukuman terhadap Kepala Akademi."


Sebenarnya kala itu Valencia sudah punya rencana tersendiri untuk menjatuhkan Kepala Akademi. Namun, ia tidak mungkin melibatkan Devina dan Rachel ke dalam rencananya. Lagi pula dendam pribadinya masih belum terselesaikan. Dan sekarang lah saat yang tepat untuk menjatuhkan Kepala Akademi.


Waktu bergulir begitu cepat, jam sekarang menunjukkan pukul sebelas malam. Menurut info dari Rachel, ia melihat gadis sebelumnya keluar pukul sebelas malam saat semua orang sedang tertidur.


Valencia menyelinap diam-diam menggunakan sihir lalu di tengah lorong dia menemukan sesuatu yang mengagetkan.


"Tenanglah, kita akan cari solusinya bersama."


Ya, itu benar! Valencia memergoki seorang gadis muda dengan Joseth — Kepala Akademi. Mereka membicarakan soal kehamilam si gadis, bahkan gadis itu diperkirakan seumuran dengan Valencia.


'Hamil? Jadi, gadis itu yang hamil? Dasar tua bangka! Beraninya kau menghamili gadis kecil! Aku tidak akan memaafkanmu,' gerutu Valencia dalam hati.


Setelahnya, Joseth menyuruh gadis itu pergi, dia juga pergi buru-buru ke arah ruang pribadinya. Di sana dia menemui seseorang dengan wajah yang tidak terlalu tampak oleh penglihatan Valencia.


"Bagaimana? Apa kau sudah menangkap gadis itu? Dia tahu terlalu banyak soal rahasiaku."


"Sudah, Tuan, saya telah menangkapnya. Silakan Anda lihat sendiri di ruangan Anda."


Bergegas Joseth masuk ke dalam ruang pribadinya dan di sana ada seorang gadis tengah tidak sadarkan diri di atas sofa. Valencia terkesiap sesaat melihat siapa gadis itu.

__ADS_1


'Rachel! Kenapa Rachel bisa tertangkap oleh si bajing*n itu?!'


Joseth memindai sekujur badan Rachel, dia bahkan menatap dengan tatapan liar dan ekspresi penuh hasrat.


"Kau sudah mengetahui hal yang tidak boleh kau ketahui, gadis kecil. Kau melihat adalah saksi dari segala perbuatanku. Mulai dari sini kau tidak akan bisa ke mana-mana lagi. Aku akan membuatmu bungkam."


Rupanya itulah yang membuat Joseth menangkap Rachel. Dia sudah tahu kalau Rachel rupanya mengetahui rahasia terbesarnya. Ketika Joseth hendak menyentuh dada Rachel, gadis itu tibat-tiba terbangun.


"KYAAAAAA!" Rachel memekik sekencang mungkin hingga memekakkan dan nyaris memecah gendang telinga Joseth.


"Diam kau, jal*ng!" Joseth buru-buru membekap mulut Rachel. "Kau sudah tahu rahasiaku, bukan? Padahal aku bersusah payah menenggelamkan rumor buruk soal diriku. Tetapi, kau malah memergokiku meniduri gadis-gadis itu. Jika aku membiarkanmu membocorkan rahasiaku, maka aku akan kehilangan seluruh harta yang susah payah aku dapatkan."


Rachel mencoba meronta sekuat tenaga, tapi tenaga Joseth jauh lebih kuat darinya. Rachel perlahan menangis, ia tidak mau ditiduri oleh si tua bangka itu. Tetapi, rasanya percuma saja ia meronta-ronta karena Joseth takkan melepaskan dirinya.


BRAK!


Pintu masuk tiba-tiba hancur, seseorang telah mendobrak paksa pintu tersebut. Kedua mata Joseth membulat sempurna sesaat ia melihat Valencia muncul dari balik kehancuran pintu itu.


"Hei, tua bangka! Tampaknya kau sudah bosan hidup. Beraninya kau berniat buruk kepada temanku."


Amarah Valencia tidak terbendungkan, dia kehilangan kontrol diri akibat menemukan langsung temannya nyaris ditiduri oleh pria jelek seperti Joseth.


Rachel nampak lega melihat Valencia datang untuk menyelamatkan dirinya.


"Kurang ajar! Kau merusak ruanganku. Apa kau—"


BUGH!


Valencia geram, dia menerjang ke arah Joseth dan menjauhkan Joseth dari atas tubuh Rachel.


"Kau baru saja meninggikan suaramu padaku? Memangnya setinggi apa posisimu sampai kau merasa pantas meneriakiku, manusia sampah?!"

__ADS_1


__ADS_2