Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Lagi-lagi Endry Datang


__ADS_3

Situasi kian memanas, Linnea mendapat tamparan keras dari Valencia, gadis itu tersungkur ke atas lantai karena tak kuasa menahan kekuatan dari tamparan Valencia. Seberapa marah Valencia kala itu bisa dilihat dari pancaran aura yang menyelimuti dirinya. Valencia telah berusaha memberi beberapa kali peringatan untuk Linnea, tapi dia tak mengindahkannya. Hingga tibalah di puncak kemarahan Valencia, dia pun tak bisa berkutik.


“Linnea, apa kau sekarang sudah merasa hebat? Kau merasa dirimu pantas mendapatkan apa yang aku miliki? Kau mencoba untuk berdiri setara denganku, tapi lihatlah sekarang apa yang terjadi! Kau menghancurkan keluarga orang lain demi memuaskan keinginanmu. Sesekali kau perlu diberi pelajaran agar kau memahami dengan baik posisimu sendiri!”


Tidak sampai di sana saja, kini Valencia menyeret paksa Linnea menuju gerbang utama kediaman Grand Duke Allerick. Kala itu tidak ada yang bisa dilakukan Adarian maupun Guilla untuk mencegah perbuatan Valencia. Aura menyeramkan Valencia malah membekukan semua orang yang ada di mansion.


“Tunggu dulu, Valencia! Jangan menuduhku sembarangan! Aku tidak pernah mencoba merebut apa pun darimu. Aku hanya bermaksud menjadi teman yang baik untukmu, jadi aku mohon tolong lepaskan aku.”


Linnea sampai akhir masih saja tidak menyadari kesalahannya sendiri sehingga tingkahnya yang seperti ini malah semakin membuat Valencia naik pitam.


“Tutup mulutmu! Aku tidak mau mendengar suaramu lagi. Jangan lakukan pembelaan apa pun itu sebab aku tidak akan pernah mempercayaimu. Apa kau pikir seusai aku memergokimu selingkuh dengan Charly aku akan tetap memberimu perlakuan yang sama?!”


Valencia menghempaskan tubuh Linnea ke luar gerbang utama mansion, seketika seluruh mata yang berlalu lalang di depan terhenti menyaksikan keributan yang tengah berlangsung. Mereka menonton kemarahan Valencia terhadap Linnea tanpa ada yang tahu apa masalah yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua. Namun, dari situasinya Valencia malah lebih terlihat seperti seorang perundung yang menyiksa Linnea. Akan tetapi, tiada satu pun dari mereka yang menghentikan Valencia.


“Pergi kau dari sini! Jangan pernah datang lagi ke kediaman ini dan jangan pernah menganggapku teman lagi! Tidak ada tempat untuk perebut di kediaman Grand Duke Allerick.”


Valencia secara lantang mengusir Linnea di hadapan banyak orang, situasi ini menciptakan salah satu pihak menjadi salah paham. Mereka yang tidak tahu ceritanya akan menganggap buruk Valencia karena telah mengusir Linnea secara tidak hormat. Linnea memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut simpati orang lain. Air mata palsunya menitik deras dari matanya hingga membasahi kedua pipi.

__ADS_1


“Memangnya apa salahku sampai kau harus mengusirku seperti ini? Aku tahu aku salah, tapi kau tidak bisa memperlakukanku dengan sangat buruk. Kau bahkan menamparku hingga membuat sudut bibirku terluka. Aku sudah meminta maaf, aku meminta maaf karena aku tadi di istana tidak sengaja menumpahkan teh ke pakaianmu. Maafkan aku, Valencia,” lirih Linnea menangis tersedu-sedu sambil berlutut di hadapan Valencia.


Valencia menghela napas panjang, dia sudah tahu situasinya akan menjadi seperti ini karena akting Linnea yang muda mengambil hati orang lain. Namun, dia tidak peduli, yang dia pedulikan hanyalah cara agar Linnea tidak datang lagi ke kediaman ini. Orang-orang mulai berbisik buruk soal Valencia, tidak sedikit dari mereka yang menilai Valencia sebagai Nona bangsawan yang mempunyai perilaku tak beradab sekaligus tidak punya hati.


“Aku janji akan melakukan apa pun demi mendapatkan maaf darimu, bisakah kau memaafkanku kali ini saja?” lanjut Linnea memelas.


Valencia menyeringai sembari melipat kedua tangan di dada. “Benarkah kau akan melakukan apa pun demi mendapatkan maaf dariku?”


Perasaan Linnea mendadak memburuk, dia melihat ada sesuatu yang hendak direncanakan Valencia untuk membuatnya malu. Tetapi, karena situasinya sudah seperti ini maka Linnea tidak punya pilihan lain lagi selain mengiyakan.


“Benar, aku akan melakukan apa pun demi mendapat maaf darimu,” jawab Linnea seraya menganggukkan kepala.


“Kalau begitu kau berlututlah di depan gerbang ini salama seharian penuh lalu setelah itu jangan pernah muncul lagi di hadapanku.”


Sepasang manik mata Linnea membulat sempurna, mau bagaimana pun dia memikirkannya ini merupakan sebuah perintah yang tidak mungkin dia lakukan. Apabila dia berlutut seharian penuh di depan gerbang, maka harga dirinya akan hancur berkeping-keping. Hal tersebut tidak setimpal dengan apa yang akan dia dapatkan.


Linnea tertunduk diam, bingung apa yang harus dia lakukan untuk bebas dari masalah ini dan bebas dari tuntutan Valencia yang menginginkan dirinya dipermalukan. Valencia masih menunggu jawaban dari Linnea walau dia tahu jika Linnea sedang berpikir untuk menghindarinya.

__ADS_1


“Valencia, apa yang kau lakukan kepada Linnea?! Apa kau merundungnya lagi?!”


Valencia memutar bola mata malas melihat kedatangan Endry, dia lagi-lagi mengganggu rencananya mempermalukan Linnea. Endry bergegas membantu Linnea untuk berdiri kembali, sekali lagi Linnea memperlihatkan ekspresi penuh melas an dan kesedihan.


“Memangnya apa yang kau lihat sekarang? Aku hanya sedang mencoba untuk memberinya pelajaran. Wanita ini tidak bisa dibiarkan berlama-lama berkeliaran di hidupku, dia membuat makananku yang berharga tumpah dan sekarang dia juga mencoba memfitnahku. Apa-apaan ini? Apa kau pikir aku punya stok rasa sabar setinggi gunung dan seluas samudra? Tidak, sialan!”


Kedua mata Valencia menatap Endry dengan tatapan melotot dipenuhi kejengkelan. Endry menelan saliva karena tanpa sadar dia merasakan adanya bahaya besar terpancar dari aura Valencia. Namun, Endry mengabaikannya, baginya saat ini yang terpenting ialah keadilan untuk Linnea.


“Kau wanita liar! Kenapa kau ingin mempermalukan Linnea? Dia tidak salah apa pun padamu. Padahal selama ini hanya Linnea yang bersedia menjadi temanmu, tapi lihatlah apa yang kau lakukan sekarang! Dasar gadis tidak tahu terima kasih!”


“Aku tidak pernah memintanya menjadi temanku,” jawab Valencia singkat.


“Apa?”


“Aku bilang aku tidak pernah memintanya menjadi temanku! Dia saja yang selalu mendekatiku duluan dan berpura-pura baik demi mendapatkan perhatian,” tekan Valencia.


Endry menggeram mendengar balasan dari Valencia. “Apa yang kau katakan? Untuk apa Linnea mendekati wanita sepertimu? Jangan mentang-mentang sekarang kau berubah menjadi sedikit lebih cantik lalu kau melupakan seperti apa kau di masa lal—”

__ADS_1


“Terima kasih telah memuji aku cantik, tapi asal kau tahu aku sekarang jauh lebih cantik dari Linnea. Kau hanya tidak mau mengakuinya, bukan? Linnea ini tidak ada apa-apanya bagiku, dia tidak lebih dari seekor kutu yang berkeliaran merugikan orang lain.”


Valencia menyibakkan rambutnya bersamaan ekspresi angkuh yang terukir dari garis wajahnya. Valencia sengaja memantulkan aura kecantikannya dan keimutannya di hadapan semua orang, hal ini membuat orang-orang terpesona akan dirinya. Linnea melihatnya dengan pandangan mata memanas, sepenuhnya yang dikatakan Valencia merupakan kebenaran bahwa saat ini Linnea tertinggal jauh di belakang Valencia.


__ADS_2