
“Uhukk uhukk.”
Terdengar suara batuk dari Valencia, lagi-lagi batuknya mengeluarkan darah, kondisi tubuhnya dari hari ke hari semakin bertambah buruk. Valencia lekas menyeka darahnya, dia tidak mau membuat orang lain khawatir karena kondisinya tersebut. Selain itu, kepalanya terasa pusing, rasa sakit tak hanya mendera bagian luar tubuhnya saja, melainkan tubuh bagian dalamnya juga terasa tercabik-cabik.
“Tubuh ini berada di ambang kehancuran, jika aku tidak berhati-hati dalam menggunakan sihir maka aku tidak akan bisa menyelesaikan tugasku di Kekaisaran Alegra. Tolong bertahanlah sebentar lagi, aku akan segera menyelesaikan semuanya,” ujar Valencia ke dirinya sendiri.
Pada saat bersamaan, seorang kesatria mendatangi Valencia membawa laporan untuk Valencia.
“Nona, sudah saatnya kita pergi ke kediaman Grand Duke Allerick,” ucap kesatria tersebut.
“Baiklah, ayo kita pergi sekarang.”
Hari ini hari di mana Valencia akan menangkap langsung Linnea atas tuduhan pembunuhan terhadap kedua orang tuanya. Hal tersebut telah diketahui oleh Abraham, dia tidak menyangka kalau Linnea begitu kejinya membunuh orang tuanya demi mendapatkan posisi sebagai anak angkat Adarian.
Adarian dan Helen begitu mengetahui kenyataan itu pun mengaku syok, tidak bisa dipercaya Linnea sangat tega kepada orang tua yang telah menyayanginya sepenuh hati. Mereka mengecam tindakan Linnea dan menyuruh Valencia untuk menangkapnya sendiri secara langsung.
Valencia bergegas ke kediaman Grand Duke Allerick, dia membawa beberapa orang kesatria untuk membantu dalam penangkapan Linnea. Setibanya di sana, tanpa berlama-lama Valencia langsung menuju ke paviliun kediaman Linnea. Berbagai jenis tatapan mengarah kepada Valencia. Gadis itu tidak peduli, hanya ada pikiran menangkap Linnea di kepalanya dan menjebloskan wanita itu ke penjara istana.
BRAK!
Valencia mendobrak pintu kamar Linnea, kala itu dia sedang berdandan di depan cermin. Linnea tampak sangat terkejut, dia belum mengetahui alasan mengapa Valencia bisa berada di tempat tinggalnya. Valencia pun menyelonong masuk tanpa mengucap permisi kepada Linnea, gadis itu langsung berdiri berhadapan dengan Linnea.
__ADS_1
“Dasar tidak sopan! Siapa yang memberimu izin masuk ke kamarku?!” bentak Linnea menunjuk-nunjuki wajah Valencia.
Senyum seringai terbit di bibir Valencia, Linnea yang bodoh sedang menghadapi akhir dari dirinya. Tanpa berkata-kata, Valencia memperlihatkan surat resmi penangkapan Linnea. Ketika itu, Linnea amat terkejut sampai terdiam seribu bahasa.
“Linnea, kau ditangkap atas dugaan pembunuhan terhadap kedua orang tuamu. Ini adalah surat penangkapan resmi dari pihak istana. Sekarang kau harus ikut denganku untuk mempertanggung jawabkan segala yang telah kau perbuat.”
Linnea tidak bisa mempercayainya, raut mukanya dipenuhi ketakutan hebat, hidupnya yang bergelimangan harta dalam sekejap hilang begitu saja. Para pelayan pun satu persatu mulai menggosipkan Linnea.
“Tidak! Ini pasti bohong! Aku tahu, ini akal-akalanmu, kau tidak bisa menangkapku! Sekarang hanya akulah anak satu-satunya dari Grand Duke Allerick. Kau tidak boleh menangkapku, aku juga tunangan dari Pangeran Rudolf, orang yang akan menjadi Kaisar kelak,” kata Linnea mulai kehilangan kewarasannya.
“Apa gunanya aku memanipulasi ini semua? Aku telah menemukan bukti atas kejahatan yang telah kau perbuat. Aku tidak asal-asalan melakukannya, ini telah mendapatkan persetujuan dari Kaisar. Apa kau pikir aku berani berbohong atas nama Kaisar?”
“Aku tidak mau! Aku tidak mau dipenjara! Kalian tidak bisa menangkapku. Aku akan mengadukan ini semua kepada Grand Duke.”
Suara Linnea terdenga bergetar, itu artinya ketakutannya telah berada di luar batas. Sekarang dia mencoba mencari pembelaan atas apa yang sudah dia lakukan. Kasus pembunuhan bukanlah kasus sederhana. Terlebih lagi tidak ada hal buruk yang dilakukan pihak korban terhadap pelaku pembunuhan.
“Jangan mencoba mengelak lagi!” Valencia menangkap pergelangan tangan Linnea dan menarik paksa membawa keluar gadis itu dari kamarnya. “Bertanggung jawablah, Linnea! Kau tidak bisa lari dari kenyataan ini. Sadarilah tempatmu! Kau itu hanya anak angkat yang tidak tahu diri!”
Tiba-tiba di tengah keributan tersebut, Adarian datang bersama Helen untuk menyaksikan langsung penangkapan yang dilakukan Valencia. Melihat kedatangan Adarian, Linnea berlari ke arah Adarian demi meminta perlindungan atas nama keluarga Grand Duke Allerick.
“Ayah, tolong saya! Valencia membuat tuduhan palsu untuk menangkap saya. Bukankah hanya saya satu-satunya anak Ayah yang tersisa? Jadi, saya mohon lindungi saya dari tuduhan palsu itu.”
__ADS_1
Valencia menggeleng-geleng tidak menyangka atas kebodohan Linnea, gadis itu terlalu mengandalkan gelar Adarian demi menyelamatkan hidupnya. Akan tetapi, Adarian menanggapinya secara dingin, dia menyentak tangan Linnea yang menggenggam erat tangannya.
“Kau bukan lagi putri angkatku, aku tidak menerima seorang kriminal di silsilah keluargaku. Jangan membuat malu dan turutilah apa yang dikatakan Valencia karena semua bukti telah sampai ke tangan Kaisar,” ucap Adarian.
Linnea membeku, Adarian terang-terangan mengeluarkan Linnea dari silsilah keluarga Grand Duke Allerick. Tiada lagi tempat bagi Linnea berlindung, dia telah terjepit di antara jurang kematian yang menjemput nyawanya.
“Tidak, Ayah! Aku tidak bersalah! Tolong aku sekali saja. Aku mohon,” lirih Linnea bergelayutan di kaki Adarian.
“Menyingkirlah! Jangan lagi panggil aku Ayah! Aku tidak sudi mempunyai putri sepertimu! Pergi dan penuhi hukuman yang telah ditetapkan Kaisar untuk orang yang telah membunuh orang tuanya.”
Valencia mengisyaratkan kepada para kesatria untuk meringkus paksa Linnea, ini tidak akan ada habisnya jika mereka menunggu inisiatif dari Linnea.
“Tidak! Jangan masukkan aku ke dalam penjara! Aku tidak mau mati membusuk di penjara! Aku tidak membunuh mereka, aku tidak membunuh siapa pun. Tolong aku, bebaskan aku … aku mohon.”
Tidak ada orang yang menaruh iba terhadap Linnea, semua orang mendukung Valencia untuk menjerumuskan Linnea ke dalam penjara. Sudah saatnya gadis itu menyadari bahwa tidak semua yang ada di dunia harus berjalan sesuai kehendaknya.
Sesampainya di penjara istana, Linnea didorong untuk masuk ke balik jeruji besi. Apabila tidak didorong seperti itu, dia akan mencari cara untuk kabur dari cekalan Valencia.
“Valencia, aku mohon, keluarkan aku dari sini. Aku tidak mau tinggal di tempat sempit dan gelap seperti ini. Aku tidak membunuh siapa-siapa, ini hanyalah kesalahpahaman saja, tolong dengarkan aku kali ini saja. Aku minta tolong kepadamu, Valencia … bagaimana pun dulunya kita adalah sahabat, jangan lupakan kenangan itu. Di masa lalu hanya aku yang baik padamu saat kau dirundung orang lain, aku juga—”
“Tutup mulutmu! Aku tidak pernah menganggapmu sebagai sahabatku. Kau lebih baik mati di sini karena aku telah memberimu peringatan berulang kali. Namun, kau malah mengabaikan peringatanku. Ini adalah hukuman dunia untuk gadis yang berhati jahat layaknya dirimu.”
__ADS_1