
Charly bersikeras untuk meneruskan pertunangan mereka, berbeda dengan Valencia yang terlihat tidak peduli dengan pertunangan tersebut. Valencia menepis tangan Charly yang melingkar di pergelangan tangannya. Valencia terlihat sangat marah, dirinya nyaris menghantam Charly dari hadapannya.
“Jangan sentuh aku! Kau membuatku muak. Apa mungkin kau masih belum sadar dengan apa yang telah kau lakukan padaku? Kesalahanmu terlalu besar, bahkan aku sendiri tidak bisa memaafkanmu begitu saja. Dari awal kau berpura-pura baik lalu memanfaatkanku, seusai aku berubah seperti ini kau baru berbalik memandangku. Memangnya kau pikir aku ini bodoh? Aku sudah sering bertemu pria seperti dirimu!”
Valencia mengomeli Charly, dia mengoceh panjang lebar menjelaskan betapa besar rasa bencinya terhadap Charly kala itu. Namun, pria itu tak kunjung mengerti, dia malah semakin bersikeras ingin melanjutkan pertunangannya dengan Valencia.
“Aku mohon, Valencia, apa pun yang terjadi pertunangan ini tetap harus diadakan, aku tidak mungkin bisa melepaskanmu begitu saja. Bukankah kau dulu selalu mengatakan bahwa kau sangat mencintaiku? Aku yakin sampai sekarang kau belum melupakan perasaanmu padaku.”
Charly menggenggam kedua sisi lengan Valencia, dia seperti orang gila yang terus menerus mendesak Valencia melanjutkan pertunangan di antara mereka. Genggaman tangan Charly semakin lama semakin menguat.
“Aku tidak mencintaimu lagi, jadi singkirkan tanganmu dariku!” Valencia memberontak meminta agar Charly segera menjauhkan tangannya. Tetapi, Charly tidak mempedulikannya, dia benar-benar semakin lancang memperlakukan Valencia.
“Tolong hentikan, Tuan Muda Nerio! Anda hanya akan menyakiti Valencia.”
Seorang pria bertangan kekar membawa tubuh Valencia ke belakang dan memisahkan tangan Charly dari lengan si gadis. Charly terpaku melihat kedatangan sosok yang tidak asing baginya, pria tersebut adalah Reibert. Dia datang mengunjungi mansion untuk menjemput Valencia atas undangan makan siang di kediamannya nanti. Akan tetapi, dia malah mendapati kejadian tidak mengenakkan dan membuatnya sempat naik pitam.
“Reibert! Kau sudah datang? Kebetulan sekali.” Valencia menyambut ramah Reibert, senyum sumringah terpancar dari bibirnya.
Ekspresi Reibert terlihat sangat dingin menatap Charly, tapi ketika dia beralih pandang ke Valencia, raut dinginnya seketika luntur. Tanpa sadar dia terus bereaksi seperti demikian, lebih tepatnya Reibert tampak seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. Hatinya berbunga-bunga sesaat bertemu Valencia, bahkan dia menjemput langsung Valencia ke paviliunnya untuk dibawa ke kediamannya memenuhi janjinya yang sebelumnya ingin mengundang Valencia makan siang sebagai bentuk rasa terima kasih dirinya.
__ADS_1
“Ya, aku baru saja datang tapi mengapa ada Tuan Muda Nerio di sini? Ditambah lagi dia berencana untuk melukaimu.”
Reibert mengarahkan kembali pandangannya ke arah Charly, tatapannya begitu mematikan dan dipenuhi aura membunuh. Charly meneguk salivanya, dia tahu pasti seberapa menakutkannya Reiber, seluruh orang di kekaisaran ini tahu akan hal tersebut.
“Komandan kesatria! Kenapa Anda bisa ada di sini? Lalu apa Anda mengenal calon tunangan saya?” Suara Charly terdengar bergetar, jelas sekali Charly takut dengan Reibert.
“Saya mengenalnya dengan baik, sekarang saya ingin menjemput Valencia karena kami ada janji penting hari ini. Sebaiknya Anda pulang sekarang, Tuan Muda, sebelum saya membuat Anda babak belur di sini.” Reibert menyeliptkan gertakan halus nan menakutkan di antara kalimatnya hingga membuat Charly tak bisa berbuat banyak.
Reibert menarik tangan Valencia meninggalkan Charly yang masih tercengang di ruang tamu. Valencia melayangkan senyum miring seraya melambaikan tangan kepada Charly, dia berharap untuk tidak pernah bertemu dengan pria itu lagi.
‘Kenapa mereka berdua bisa saling kenal? Dan juga mereka terlihat mesra. Mungkinkah mereka punya hubungan spesial tanpa sepengetahuanku? Tidak, aku tidak boleh membiarkannya terjadi. Valencia adalah milikku, dia tidak boleh menjadi milik orang lain, aku harus melakukan sesuatu untuk memecah hubungan mereka berdua,’ batin Charly.
“Apa kau berencana untuk membatalkan rencana pertunanganmu dengan Tuan Muda Nerio?” Reibert akhirnya bertanya dan membuka suara memecah keheningan di antara mereka berdua.
“Aku memang berencana untuk membatalkannya, hanya saja pria itu sangat keras kepala. Dia tidak tahu malu memaksaku meneruskan pertunangan ini, padahal sebelumnya dia telah menyelingkuhiku. Tidak bisa dimaafkan, aku akan membuatnya sadar sesegera mungkin,” gerutu Valencia geram.
“Sebenarnya kau bisa saja meminta Kaisar membantu membatalkan pertunangan kalian, Kaisar pasti akan membantumu. Bagaimana pun juga perintah Kaisar adalah mutlak, bila beliau memberi perintah pembatalan pertunangan antar dua keluarga bangsawan, maka mau tidak mau mereka harus mematuhinya.”
Valencia baru memikirkannya, tidak ada yang salah dari apa yang dikatakan Reibert bahwasanya dia dapat meminta bantuan Abraham membatalkan rencana pertunangan ini. Hanya saja kala itu tiba-tiba Valencia terpikirkan sebuah ide gila.
__ADS_1
“Tidak apa-apa, aku masih bisa mengatasinya, menjelang rencana pertunangannya resmi dibatalkan, aku harus mempermalukan Charly dan keluarganya.”
Valencia terkikik memikirkan betapa memalukannya nanti jika dia menjalankan rencananya. Reibert tidak berkomentar apa pun, dia hanya senang melihat Valencia dapat mengatasi masalahnya sendiri.
***
Pada waktu yang bersamaan di mansion kediaman Reibert, para kesatria ramai membicarakan soal Reibert yang akan membawa Valencia ke kediaman tersebut. Mereka tidak menyangka dan masih tidak percaya kalau Komandan mereka hari ini membawa seorang perempuan. Padahal mereka tahu pasti kalau Reibert merupakan pria dingin yang tidak peduli soal wanita.
“Komandan akan membawa Nona Valencia kemari, aku penasaran kira-kira ada apa sampai Komandan mengundangnya ke mansion?”
“Sudah jelas itu karena mereka ada sesuatu, hubungan mereka mungkin saja sudah sangat jauh dari yang kita bayangkan.”
“Aku setuju saja Komandan menikahi Nona Valencia, beliau wanita yang cantik dan imut, siapa pun pasti akan berlomba mendekatinya. Hanya saja Nona Valencia sangat menakutkan, paras imutnya seolah luntur bila beliau sedang mengamuk.”
“Itu tidak masalah, yang terpenting Komandan bisa hidup bahagia dengan wanita yang dicintainya. Itu sudah lebih dari cukup, lagi pula Nona Valencia itu sangat baik dan peduli dengan kehidupan rakyat biasa. Bahkan beliau tidak pernah memperlakukan rakyat biasa secara berbeda.”
Tanpa mereka sadari, percakapan mereka tengah didengarkan oleh seorang pelayan wanita muda. Pelayan tersebut tampak tidak senang dengan apa yang dia dengar, sepanjang obrolan para kesatria dia terus menerus menggerutu tak menentu.
“Omong kosong apa yang mereka katakan? Komandan Reibert membawa perempuan ke mansion? Itu mustahil! Apabila itu memang benar adanya, aku tidak boleh membiarkannya terjadi. Hanya aku satu-satunya wanita yang boleh mendekati Komandan dan hanya aku satu-satunya wanita yang pantas menjadi Nyonya kediaman ini.”
__ADS_1