
Para wanita bangsawan tersebut terpancing amarah sesaat mendengar Valencia menghina mereka terang-terangan. Gadis yang jauh lebih kecil umurnya dari mereka sangat tidak tahu sopan santun, bahkan berani menggunakan bahasa informal di hadapan mereka.
"Anda benar-benar kurang ajar! Beraninya Anda menghina kami dengan mengatakan kami beban suami!"
Mereka semua mengarahkan tatapan marah kepada Valencia. Rachel dan Devina hanya menjadi penonton kegilaan Valencia. Gadis yang tidak tahu malu dan tidak tahu etika itu tengah membela temannya yang sedang dihina.
"Tetapi, bukankah kenyataannya seperti itu? Kalian pergi ke sana kemari dengan membanggakan suami kalian. Tidak sedikit di antara kalian yang naik status setelah menikah. Tidak sedikit juga di antara kalian yang rela menjadi istri kedua, ketiga, seterusnya. Tidak sedikit juga yang mau menikah dengan lelaki tua hanya demi ketenaran. Betapa rendahnya cara kalian mendapatkan posisi yang kalian inginkan."
Perkataan Valencia sudah sangat keterlaluan, mereka tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak marah. Salah satu dari mereka tiba-tiba mencoba melempar satu cangkir air ke arah Valencia. Namun, sayangnya Valencia berhasil menghindari air yang hampir membasahi tubuhnya.
"Tutup mulut Anda, Nona! Anda sudah sangat keterlaluan menghina kami. Kalau bukan karena Anda anak dari Grand Duke Allerick, mungkin sekarang kami sudah menyeret Anda keluar dari sini!"
Satu persatu atensi di restoran tersebut mengarah pada kegaduhan yang mereka ciptakan. Valencia menyunggingkan senyum miring, dia berdiri dari tempatnya duduk sambil menatap lekat mereka satu persatu.
"Kalau kalian tidak mau dihina, tolong jangan pernah menghina temanku." Valencia menarik taplak meja hingga menjatuhkan seluruh makanan yang ada di atas sana dan mengenai pakaian mereka yang mempunyai harga super duper mahal.
"Nona Valencia! Apakah Anda tidak tahu berapa harga gaun saya ini?! Kenapa Anda sebegitu marahnya kepada kami? Anda benar-benar gila!"
"Kalian masih bertanya kenapa aku marah? Aku mendengar dengan telingaku sendiri kalau kalian menghina Devina. Kalian sudah tidak punya otak lagi sampai menghina keluarga kekaisaran?! Oh mungkin saja otak kalian digadaikan saat menikah dengan suami kalian," sarkas Valencia.
"Itu memang kenyataannya! Seorang wanita tidak akan bisa menjadi pemimpin! Seharusnya baik Anda maupun Tuan Putri sadar diri akan hal—"
"Kalau begitu, jelaskan padaku, mengapa Klarybell sang Penyihir Agung bisa menjadi pemimpin sekaligus penguasa benua Mihovil? Benua paling besar di dunia, kenapa dipimpin seorang wanita? Coba sekarang kalian keluarkan kata-kata hinaan kalian dengan pencapaian Klarybell."
__ADS_1
Mereka saling bertukar pandang, mereka kehilangan kata-kata untuk menjawab apa yang dikatakan Valencia. Sebuah fakta yang tak terbantahkan, bahkan Klarybell diberi gelar sebagai pemimpin wanita paling kompeten sekaligus pemimpin wanita paling kejam di dalam sejarah.
Di dunia ini tidak ada yang tidak tahu siapa Klarybell, tidak ada yang tidak tahu seberapa gilanya dia memperluas benua Mihovil dengan merampas beberapa benua yang ada di sekitar Mihovil. Tak bisa dibantah, seorang wanita bisa menyaingi kepemimpinan laki-laki.
"Kalian tidak bisa menjawab? Astaga, asal kalian tahu, di benua Mihovil rata-rata pemimpin adalah seorang wanita. Mereka tidak mengandalkan pernikahan untuk naik ke jenjang sosial yang lebih tinggi, jadi harap pikirkan kembali kata-kata kalian," ujar Valencia.
"Tetapi, itu hanya terjadi pada benua Mihovil dan tidak terjadi di benua Solvey. Anda tidak bisa menyama ratakan semuanya."
Valencia mengukir senyum tipis. "Kaisar pertama, Kaisar kelima, serta Kaisar ke delapan Kekaisaran Alegra adalah seorang perempuan. Adakah yang bisa membantah?"
Mereka melupakan sesuatu yang amat penting, mereka lupa bahwa Alegra didirikan oleh seorang perempuan. Tepat sebelum larangan perempuan menjadi pemimpin merambah, dahulunya menjadi Kaisar Alegra tidak dibatasi untuk wanita atau pria. Semuanya sama saja, selama sanggup dan tidak merugikan, maka lakukanlah.
"Jadi, tolong lain kali jaga tutur kata kalian sebelum aku membuat kalian mati di dalam kesengsaraan. Dan asal kalian tahu, sedari tadi sebenarnya temanku yang bernama Devina mendengar setiap kalimat hinaan yang kalian lontarkan. Ingatlah untuk meminta maaf nanti sebelum kepala kalian dipenggal karena sudah menghina anggota keluarga kekaisaran.".
Kemudian Valencia mengeluarkan satu kantong kecil koin emas untuk diberikan kepada mereka.
"Ini uang ganti rugi gaun kalian, gantilah dengan gaun yang paling mahal dan mewah." Lalu Valencia melemparkan satu kantong lagi ke arah pelayan restoran. "Ini untuk ganti rugi karena telah mengganggu suasana tenang restoran ini."
Mereka tercengang mendapatkan uang sebegitu banyaknya dari Valencia. Dia memang suka sekali menghamburkan uang seraya pamer kepada orang-orang.
Valencia mengajak Devina dan Rachel untuk keluar dari sana. Mereka berencana pindah ke restoran lain karena mereka kehilangan selera untuk makan di restoran tersebut.
'Syukurlah aku berteman dengan mereka, jadi aku tidak perlu merasa rendah lagi setelah dihina para bangsawan,' batin Devina.
__ADS_1
Di tengah perbincangan mereka, Valencia sontak menoleh ke belakang karena dia merasakan adanya tanda-tanda seseorang sedang memantau mereka sejak tadi. Akan tetapi, setelah menoleh, tidak ditemukan siapa pun di sana selain orang yang berlalu lalang.
'Aku yakin, aku merasakan aura keberadaan seseorang yang terus membuntuti kita. Bukan kita, melainkan membuntuti Devina. Kira-kira siapa itu? Apakah ada seseorang yang hendak mencelakai Devina?' pikir Valencia.
Selepas itu, Valencia mencoba menyisir tempat sekitar untuk menemukan apakah ada tanda-tanda keberadaan orang lain yang mengikuti Devina. Namun, percuma saja, Valencia malah kehilangan jejaknya.
'Orang itu menghilang ke mana? Dia sangat cepat. Aku rasa dia memang berencana mencelakai Devina, mungkin aku harus mengawasi Devina selama beberapa waktu. Kali ini target pembunuhan mereka adalah Devina.'
Valencia tidak menurunkan kewaspadaannya, dia mengawasi Devina agar tidak dicelakai orang lain. Kemudian ketika mereka bertiga tengah berbincang di halaman taman akademi, dari jauh muncul anak panah yang melesat ke arah Devina.
"Devina, merunduk!" Spontan Devina merunduk sesuai perintah Valencia.
Valencia menangkap anak panah tersebut, untungnya Valencia berhasil mencegah anak panah itu melesat ke inti tubuh Devina.
"Apa itu? Apakah seseorang sedang berencana untuk membunuh Devina?" Rachel terlihat terkejut menyaksikan Valencia menangkap anak panah yang menargetkan Devina.
Valencia mengangguk, Devina tampak syok akibat serangan mendadak dan tersembunyi.
"Devina, sepertinya para musuh yang bersembunyi selama ini mulai menunjukkan batang hidungnya untuk membunuhmu. Apa mungkin beberapa hari ini ada hal yang janggal menghantuimu?"
Devina mengangguk pelan. "Sebenarnya, ada beberapa hal aneh yang terjadi belakangan ini. Aku ragu menceritakannya padamu, tapi sekarang adalah waktu yang tepat bagiku memberitahukan padamu."
"Bisakah kau menceritakan padaku semuanya? Tolong jangan lewatkan satu pun, aku harus melakukan penyelidikan sesegera mungkin."
__ADS_1