
Selepas Valencia selesai mengurus kecurigaan dan kebingungan Sammy, gadis itu langsung kembali ke mansion. Ada berbagai jenis pertanyaan masuk silih berganti ke kepalanya, untung saja dia masih bisa menata pikirannya supaya dia tidak terlalu stress memikirkannya.
‘Aku tidak bisa membiarkan siapa pun tahu soal sihir yang ada di diriku karena jika ada orang yang tahu, maka mungkin saja perihal sihirku bisa tersebar luas. Kalau begitu situasinya, aku tidak bisa menangkap pemimpin penyihir bayangan. Setidaknya aku harus melindungi identitasku sampai pemimpin penyihir bayangan berhasil aku singkirkan,’ batin Valencia.
Sesaat Valencia menginjakkan kakinya di halaman mansion, dirinya langsung disuguhkan oleh pemandangan yang tidak mengenakkan. Meskipun di tengah ibu kota semua orang tengah heboh, tapi berbeda dengan tempat ini sebab Adarian menanggapi kejadian sebelumnya dengan santai tanpa mengirimkan satu pun kesatrianya untuk pergi ke ibu kota.
Penglihatan Valencia menangkap sepasang suami istri yang tidak asing wajahnya tengah ribut meninggikan suaranya kepada seorang kesatria. Mereka berdua meneriakkan bahwa mereka ingin bertemu Adarian. Valencia berdecak sebal, dia jelas mengenal kedua orang itu, mereka adalah Baron dan Baroness Vayro yang tak lain yaitu orang tua kandung Linnea.
“Panggil Grand Duke Allerick keluar sekarang juga! Beliau harus menjelaskan kepada kami! Sebenarnya apa yang terjadi pada Linnea?! Cepat panggil beliau keluar!”
“Anakku terluka dan sedang terbaring lemah, mengapa beliau tidak memberikan tanggapan apa pun? Seharusnya beliau menjenguk anak kami dan memberikan penjelasan yang runut soal apa yang menimpa Linnea!”
Mereka berdua bersikeras hendak menemui Adarian, tapi kesatria penjaga tidak membiarkan mereka masuk karena itu akan mengganggu pekerjaan Adarian. Valencia pun akhirnya memutuskan untuk menemui mereka berdua. Meskipun dia sudah memperkirakan apa yang akan terjadi bila dia bersitatap langsung dengan orang tua Linnea.
“Baron, Baroness, ini bukan tempat untuk kalian berbuat kegaduhan. Berhenti mendesak kesatria itu, dia tidak tahu apa-apa karena dia hanya menjalankan tugas dari Grand Duke saja. Kalian bisa berbicara denganku jika kalian mau,” celetuk Valencia menengahi kegaduhan mereka.
Baron dan Baroness Vayro serentak menoleh ke arah Valencia, raut muka mereka langsung berubah seketika Valencia mendekati mereka. Terselip raut kemarahan yang teramat sangat karena mereka tahu penyebab utama putri mereka terluka adalah Valencia.
“Anda Nona Valencia?” tanya Baron Vayro.
__ADS_1
“Benar, tidak bisakah kau melihat parasku yang mirip dengan Grand Duke?” ketus Valencia.
Baroness Vayro langsung berhadapan dengan Valencia. “Jadi, Anda yang sudah mencelakai putri saya? Anda telah membuat putri saya nyaris kehilangan nyawa. Tetapi, apa yang Anda lakukan sekarang?! Anda malah pergi bersenang-senang keluar tanpa merasa bersalah sedikit pun!”
Baroness Vayro tanpa pikir panjang menghakimi Valencia, padahal sebenarnya mereka berdua tahu cerita yang sebenarnya. Hanya saja mereka sengaja menutup telinga demi meminta ganti rugi kepada Adarian. Valencia tahu bagaimana kedua orang tua Linnea, mereka tidak lebih dari bangsawan jatuh yang mata duitan.
Mereka kemari bukan karena mereka khawatir dengan apa yang menimpa putrinya melainkan ingin meminta uang pertanggungjawaban dalam jumlah besar. Oleh sebab itulah, Valencia meladeni kemarahan mereka yang tidak berdasar. Dia bisa saja dengan mudah mengusir orang tau Linnea. Hanya saja, itu tidak cukup untuk memberi mereka pelajaran supaya bisa lebih sopan lagi berhadapan dengannya.
“Aku memang melukainya, bahkan aku berniat untuk membunuhnya. Namun, sepertinya dia punya nyawa lebih dari satu, jadi dia masih bisa bertahan sampai sekarang. Lalu untuk apa pula aku merasa bersalah? Yang membuatku marah lebih dulu adalah anak kalian berdua.”
Baron dan Baroness membelalak tidak percaya dengan apa yang baru saja terlontar dari mulut Valencia. Sepengetahuan mereka, Linnea adalah teman baik Valencia, jadi mereka berpikir tidak mungkin Valencia akan senekat itu menghabisi nyawa putri mereka. Akan tetapi, sekarang mereka tahu bahwa Valencia yang saat ini bukanlah Valencia teman baik Linnea dahulu.
“Nona, apa Anda sedang bercanda? Menghabisi nyawa putri kami? Anda sekarang tengah mencoba melawan hukum kekaisaran? Membunuh putri kami sama saja dengan melakukan tindak kriminal!”
Mereka berdua nyaris lupa siapa Valencia, tidak ada orang yang tidak tahu di kekaisaran ini. Betapa besarnya kasih sayang yang dicurahkan Kaisar dan Permaisuri kepada Valencia. Pemimpin Kekaisaran Alegra senantiasa melakukan apa pun demi kesenangan Valencia.
Sebelum mereka berbicara lebih panjang lagi, Valencia melempar satu kantong koin emas. Itulah tujuan mereka pergi ke mansion Grand Duke Allerick.
“Apa ini?” tanya Baron Vayro.
__ADS_1
“Itu adalah uang ganti rugi, kalian mengincar itu kan? Sekarang pergilah dari sini. Kalian telah mendapatkan apa yang kalian inginkan.”
Mereka membuka kantong tersebut, alangkah tertegunnya mereka menyaksikan kumpulan koin emas yang sangat banyak di kantong itu. Mata mereka berbinar tak percaya terhadap apa yang barusan diberikan Valencia.
“Banyak sekali. Kalau begitu, kami akan menerimanya, terima kasih.”
Keduanya akhirnya angkat kaki dari kediaman Grand Duke Allerick, mereka membawa rasa puas seusai mendapatkan uang dari Valencia.
‘Mereka lebih mementingkan uang daripada anak mereka sendiri. Sungguh, malang sekali nasibmu, Linnea.’
***
Serangan tidak terduga dari kabut hitam tadi menelan banyak kerugian, meskipun pemukiman penduduk kembali lagi tapi tidak sedikit gedung dan rumah yang hancur karenanya. Selain itu, ada banyak sekali orang yang terluka. Sammy mengerahkan tenaga medis untuk membantu korban, pria itu terlihat sibuk melakukan penyelamatan. Leano pun turut membantu Sammy, dengan dibantu oleh kesatria pria, Leano membuatkan makanan untuk orang-orang yang terluka.
Sementara itu, Reibert sebagai Komandan pasukan utama kesatria istana pergi melaporkan situasi terkini kepada Abraham dan Linita. Kondisi istana porak-poranda karena gemuruh yang menggetarkan tanah kekaisaran. Terdapat banyak kerusakan pada istana, mungkin akan memakan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
“Reibert, aku dengar kau bersama Sammy dan Leano menghentikan penyebaran kabut itu. Apakah benar?” tanya Abraham duduk di ruang kerjanya dengan didampingi oleh Linita.
“Benar, Yang Mulia, tapi sebenarnya orang yang berkontribusi besar dalam penyelesaian masalah ini adalah Valencia. Dia yang mengarahkan kami untuk menyerang dan juga Valencia lah yang melenyapkan lubang tempat keluarnya kabut itu,” jelas Reibert.
__ADS_1
“Apa? Valencia? Benarkah dia yang melakukannya? Bagaimana anak itu bisa berbuat sejauh itu?” Abraham dan Linita melotot tak percaya atas penjelasan Reibert barusan.
“Ini adalah kenyataannya. Valencia memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa dan juga Valencia mengaku bahwasanya dia mendapatkan kekuatan tersebut pada saat dirinya mengalami kematian setelah bunuh diri.”