Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Kecurigaan


__ADS_3

Valencia merasa pusing seusai kekuatan yang tidak dikenal bercampur di dalam tubuhnya. Kekuatan itu menjalar dan menekan aliran sihir di inti tubuh Valencia. Gadis itu pun akhirnya tak kuasa menahan rasa pusing yang menghantam kepalanya.


Valencia pun berakhir pingsan dan terjatuh dari atas langit. Sean bergegas bergerak lalu menangkap tubuh Valencia. Untung saja dia tepat waktu sehingga tubuh Valencia berhasil mendarat dengan selamat.


'Benar, ini adalah tanda kekuatan Yang Mulia Davey. Aku tidak paham, mengapa kekuatan beliau berpindah ke tubuh Klarybell? Entah sudah berapa kali aku menanyakan hal ini sejak tadi.'


Punggung tangan kanan Valencia terukir gambar semanggi biru berdaun lima. Tanda itu tidak kunjung hilang meski ia telah berhasil menyingkirkan Raja bayangan.


Lalu kala itu, dalam sekejap Valencia dikelilingi oleh lima orang pria lainnya. Sammy lekas memeriksa kondisi tubuh Valencia.


"Syukurlah, sepertinya Valencia pingsan karena kelelahan," ucap Sammy.


Mereka serentak menghela napas lega, untungnya tidak ada cedera serius di tubuh Valencia sehingga kini mereka hanya perlu menunggu gadis itu siuman kembali.


Sean bangkit dari posisinya, dia mendongak ke hamparan langit yang sepenuhnya telah kembali ke situasi semula. Sihir hitam di Kekaisaran Alegra telah tersapu bersih oleh kekuatan yang diduga merupakan kekuatan Davey.


Tiba-tiba saja Sean dentingan lonceng pertanda bahaya dari kastil Davey. Suara itu hanya bisa didengar olehnya seorang. Firasat buruk pun berdatangan menguasai diri Sean.


"Kalian segera bawa Valencia masuk, aku akan pergi sebentar menyelesaikan sesuatu," kata Sean menghilang dari hadapan mereka berlima.


Sean pergi menuju alam akhirat, ia mempercepat langkahnya ke kastil Davey. Di sana telah ramai orang yang berkumpul untuk melihat kondisi Davey.


"Ada apa ini? Apa yang sedang terjadi?" tanya Sean penuh khawatir.


"Tuan Sean, Anda telah kembali. Kondisi Yang Mulia mendadak menurun drastis. Sejak tadi beliau tidak menggubris panggilan kami," jawab seorang pelayan menjelaskan kondisi Davey.


"Apa?"


Sean kaget bukan main, dia pun langsung menyelip ke kerumunan orang. Segera saja Sean mengecek kondisi tubuh Davey yang terbujur kaku di atas ranjang.


"Huh? Ke mana tanda kekuatan Yang Mulia? Mengapa tanda semanggi biru berdaun lima tiba-tiba menghilang? Adakah yang bisa menjelaskan padaku?"

__ADS_1


Sean terlihat syok ketika dia tidak menemukan tanda kekuatan Davey. Semanggi biru berdaun lima merupakan tanda kekuatan dari dewa kedamaian. Siapa pun mengetahui dengan pasti tanda tersebut.


Lalu sekarang Sean tak menemukan tandanya di mana-mana. Bahkan, tubuh Davey mulai membeku karena dingin. Sean benar-benar panik bukan main.


"Izin menjawab, Tuan. Tadi saya melihat jelas cahaya biru keluar dari tangan Yang Mulia. Kemudian cahaya itu membentuk gumpalan dan terbang entah ke mana. Saya tidak tahu cahaya apa itu, tapi itulah yang saya lihat sebelumnya," jawab seorang pelayan.


Detik itu pula Sean menyadari bahwasanya kekuatan Davey telah berpindah ke tubuh Valencia tanpa alasan yang pasti. Sekarang terjawab sudah keraguannya, Valencia kini mempunyai dua kekuatan besar di tubuhnya.


'Jadi, Anda sungguh memberikan kekuatan Anda kepada Klarybell? Kenapa Anda berbuat sejauh itu? Tolong bangun, Yang Mulia, dan jawab pertanyaan saya. Sebenarnya, hubungan seperti apa yang Anda miliki dengan Klarybell? Jelaskan kepada saya, Yang Mulia. Saya mohon ...,' lirih Sean dalam hati.


Sean mencoba untuk tetap tegar, dia memeriksa sekali lagi kondisi tubuh Davey. Pria itu masih hidup, dia hanya sedang tertidur.


"Yang Mulia Davey sedang terlelap, beliau mungkin tidak akan bangun selama beberapa saat. Maka dari itu, aku memohon kepada kalian untuk menjaga keamanan di sekitar Yang Mulia. Aku sudah memasang penghangat supaya tubuh Yang Mulia tetap hangat sampai beliau terbangun. Kalian paham?" ujar Sean kepada seluruh penghuni kastil.


"Kami paham, Tuan." Mereka menjawab bersamaan.


"Baiklah, aku akan kembali ke dunia manusia. Masih ada pekerjaan yang perlu aku selesaikan di sana."


'Aku harus segera mengetahuinya, beliau berbuat sampai sejauh ini untuk Klarybell, berarti hubungan mereka tidak sesederhana kelihatannya. Aku harus menyelidikinya sekaligus memantau aktivitas Klarybell setiap hari,' batin Sean.


***


Valencia terbaring semalaman di atas ranjang kamarnya di asrama. Tidak ada hal serius yang menimpa Valencia. Hanya saja tubuhnya masih terasa berat seusai menghadapi Raja bayangan. Bukan karena dia kewalahan, melainkan karena kekuatan Davey yang bentrok semalaman dengan sihir di tubuhnya.


Begitu mendapati dirinya telah sadar, Valencia lekas bangun dari tempat tidur. Pikirannya saat ini sangat liar. Berbagai masalah silih berganti masuk ke dalam kepalanya. Berbagai jenis pertanyaannya nyaris tak ditemukan jawabannya.


'Apa yang terjadi? Kekuatan apa yang merasuki tubuhku?'


Kemudian penglihatan Valencia tanpa sengaja menangkap tanda semanggi biru berdaun lima di punggung tangannya. Seketika sepasang matanya membulat sempurna.


"Tanda apa ini?" Valencia mencoba mengusap-usap tanda itu untuk menghapusnya, tapi ternyata itu tidak bisa dihapus sama sekali.

__ADS_1


"Yang benar saja ini tidak bisa dihapus." Valencia masih berusaha untuk menghapusnya sampai tangannya merah, tapi hasilnya nihil. Tanda semanggi tersebut telah melekat ke tangannya.


Di sela kebingungan yang melanda, tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar. Lima wajah pria yang dia kenal muncul dari sana.


"Oh, kau sudah bangun? Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Sammy.


"Aku baik-baik saja, tapi perutku sepertinya tidak sedang baik-baik saja," jawab Valencia ceria.


"Pas sekali, aku baru saja selesai membuatkanmu makanan spesial! Anggap saja ini sebagai pengobat rasa letihmu."


Leano menghidangkan beberapa jenis makanan lezat di hadapan Valencia. Obat terbaik saat lelah ialah makanan. Setiap kali merasa lelah, Valencia akan melampiaskan pada segala jenis makanan.


"Wah, terima kasih!" ucap Valencia. "Oh iya, bagaimana situasi saat ini? Apakah semua orang sudah sadar?" lanjutnya bertanya.


"Sudah, mereka telah sadar. Tetapi, mereka tidak mengingat kejadian semalam. Bahkan Rachel pun juga tidak mengingatnya," jelas Xeros diangguki yang lain.


"Wajar saja mereka tidak ingat, kejadian ini otomatis terhapus dari ingatan mereka karena semalam mereka diperdaya oleh sihir hitam. Apabila sihir itu menghilang, maka ingatan mereka juga akan hilang. Maka dari itu, mereka tidak ingat terhadap apa pun yang terjadi kepada diri mereka masing-masing," papar Valencia.


Mereka saling bertukar pandang, tampaknya ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan dengan Valencia.


"Valencia, bagaimana bisa kau begitu mahir menggunakan sihir? Ini baru beberapa bulan setelah kau sadar dari percobaan bunuh diri. Kau menggunakan sihir seperti orang yang telah lama berkutat dengan sihir itu sendiri," tanya Frintz menatap lekat Valencia.


Valencia kehilangan kata-kata, sebagai seseorang yang selalu blak-blakkan dan tidak pernah berbohong, sejujurnya lidahnya cukup berat setiap kali ia berdusta terhadap semua orang di kekaisaran ini. Namun, apa daya, tidak semua orang bisa menerima kenyataan tentang apa yang terjadi terhadap dirinya.


"Haha, itu—"


"Apa kau benar-benar Valencia? Kau bukan orang lain yang merasuki tubuh Valencia kan?" potong Reibert memandang curiga ke arah Valencia.


Jantung Valencia berdebar begitu cepat, suara jantungnya berpacu dan membuat dadanya terasa sempit.


"Haha, apa yang kalian katakan? Aku—"

__ADS_1


BRAK!


__ADS_2