
Seisi ruangan melongo tak percaya, Henzo mengirim sekretaris pribadi kepercayaannya ke akademi hanya untuk membela Valencia. Padahal mereka tahu seberapa tidak pedulinya Henzo terhadap urusan orang lain sehingga tidak pernah sekali pun ia menaruh perhatian kepada orang-orang yang dilaluinya. Namun, hari ini berbeda, Valencia sebagai orang pertama dan satu-satunya yang diperlakukan begitu spesial.
“Apa Anda semua paham? Saya harap Anda tidak lagi melakukan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Archduke. Beliau tidak pernah main-main dengan perkataannya, begitu pula dengan perintah yang baru saja dilayangkan.”
Para bangsawan itu saling bertukar pandang, mereka tidak punya pilihan selain mengiyakan perkataan Arian.
“Tetapi, mengapa Archduke membela Nona Valencia? Biasanya beliau tidak peduli terhadap urusan orang lain,” tanya Duke Noslen.
Arian menghembuskan napas kasar, ia berharap tidak ada orang lain yang akan bertanya padanya tapi apa daya dia harus mengeluarkan sedikit lagi energi untuk membuat orang-orang ini paham.
“Nona Valencia pernah menyelamatkan nyawa Archduke, beliau menjadi satu-satunya orang kehormatan Archduke. Selain itu, ada sejumlah kontribusi Nona Valencia terkait orang-orang yang datang berencana membunuh Archduke. Tolong kalau sudah paham, segera tinggalkan ruangan ini sesegera mungkin! Saya tidak punya energi lagi menjawab pertanyaan Anda sekalian.”
Arian tidak kalah mengerikannya ketika ia sedang didera rasa lelah akibat semalaman bekerja dan belum beristirahat sama sekali.
“B-Baik, kami segera pergi sekarang.”
Mereka pun akhirnya hengkang dari ruangan tersebut, kini hanya tersisa Valencia dan Joseth yang mematung di tempat. Arian baru bisa bernapas lega seusai para bangsawan berhasil ia usir dari sana, sejujurnya ini memang merepotkan. Terlebih lagi energinya telah terkuras habis karena dia baru saja kembali dari tugas di luar kekaisaran sehingga tubuhnya masih lemas dan perlu istirahat lebih. Namun, Henzo malah melimpahkan padanya sebuah tugas untuk mengunjungi akademi.
“Kepala Akademi, ke depannya tolong perhatikan langkah Anda, selama ini Anda telah membuat Nona Valencia kesulitan. Apabila Archduke menemukan hal semacam itu lagi, kepala Anda akan ditebas oleh beliau,” gertak Arian.
“Baiklah, saya tidak akan mengulanginya lagi.”
Kemudian Arian pun bergerak meninggalkan ruangan, Valencia juga mengekorinya dari belakang. Tiba-tiba saja di pertengahan jalan, Arian berhenti dan berbalik badan menatap Valencia.
__ADS_1
“Nona, ini juga berlaku untuk Anda. Saya belum beristirahat selama beberapa hari belakangan ini, tapi Archduke menugaskan saya untuk pergi ke akademi mengirim surat ancaman seperti ini. Anda jangan sering membuat masalah di akademi, tolong jangan menambah pekerjaan saya,” ujar Arian.
Valencia tak begitu mengindahkan kekesalan Arian, tapi dia juga merasa kasihan terhadap Arian yang kelelahan karena Henzo memerintahkannya sesuka hati.
“Bukan aku yang memulai, tapi mereka,” jawab Valencia tanpa ekspresi.
Sekarang Arian mengerti mengapa Henzo begitu dekat dengan Valencia, itu karena sifat mereka yang nyaris mirip. Mendengar tanggapan Valencia barusan mengingatkannya pada Henzo yang menghabisi kesatria di kekaisaran lain hanya karena masalah sepele. Respon mereka sama, selalu menyalahkan orang lain terhadap hal yang dianggap mengusik diri mereka.
“Tapi, tetap saja Anda tidak bisa bertindak semena-mena, Nona! Tolong pikirkan diri saya yang kelelahan dan kesulitan membereskan kekacauan akibat ulah Archduke. Sekarang Anda juga sebaiknya memikirkan saya sedikit. Saya mohon ….”
Arian tampak putus asa, wajar saja dia merasa demikian sebab terkadang pekerjaan Henzo diselesaikan juga olehnya. Henzo memang suka bersikap seenaknya saja, bahkan Arian sampai meminta Henzo mencari satu orang sekretaris lagi untuk membantu pekerjaannya. Akan tetapi, Henzo menolak dengan alasan bahwa ia sulit mempercayai orang baru.
“Arian, pengorbananmu akan menjadi saksi untukmu masuk surga nanti,” ucap Valencia sembari mengacungkan jempol.
Arian semakin kesal sekarang. “Kenapa Anda juga mengatakan hal yang sama dengan Archduke?! Saya tidak butuh surga sekarang, saya hanya butuh istirahat saja! Tolong kembalikan jam tidur normal saya!” rengek Arian sambil menghempaskan gulungan kertas yang ia bawa sedari tadi. Dia selalu kehabisan akal menghadapi setiap masalah yang ia hadang akibat ulah Henzo.
“Aku akan memberimu hadiah spesial.” Valencia mengalirkan sihir ke tubuh Arian, perlahan rasa lelah di tubuhnya lenyap seketika. “Kau tidak akan merasa lelah lagi, lagi pula kau diberi gaji yang besar oleh Archduke. Jadi, bersyukurlah dan bersemangatlah, Arian!” ujar Valencia.
Valencia langsung pergi meninggalkan Arian yang terpaku, dia terpaku karena pikirannya kini mulai jernih dan tubuhnya mendadak segar. Rasa letih yang menimpa dirinya seolah-olah hanyut oleh sesuatu yang tidak dia mengerti.
‘Apa itu barusan? Nona Valencia menyentuhku lalu tiba-tiba saja rasa letihku hilang? Apa jangan-jangan tangan Nona Valencia ajaib dan bisa melenyapkan rasa lelah?’ pikir Arian.
***
__ADS_1
Satu masalah telah terselesaikan, Valencia setidaknya dapat belajar dengan tenang seusai kedatangan Arian. Kemudian juga seluruh anak-anak yang terluka akibat ulah dirinya langsung dipaksa oleh orang tua mereka untuk meminta maaf kepada Valencia. Mereka tidak ingin menimbulkan api permusuhan dengan Henzo. Mereka juga meminta kepada anak-anaknya untuk berhenti membuat masalah yang mengusik ketenangan Valencia.
Meskipun mereka nampak enggan meminta maaf, tapi pada akhirnya mereka tetap tak bisa melawan permintaan orang tua mereka.
“Valencia!” panggil Rachel dari jauh.
Valencia memutar badan, entah kenapa juga akhir-akhir ini Rachel seringkali mendatanginya membawakan sejumlah cemilan.
“Rachel! Apa lagi yang kau bawa sekarang?” tanya Valencia sumringah.
“Ini!” Rachel menyerahkan sebuah kotak berwarna merah muda, ekspresi Valencia sesaat berubah semakin gembira.
“Bukankah ini cake edisi terbatas dari toko Bugenvil? Aku pernah mengantri di sana tapi aku tidak pernah kebagian.”
Rachel mengangguk bangga. “Aku berhasil mendapatkannya! Ini khusus aku beli untukmu. Bagaimana? Apakah kau suka?”
“Aku sangat menyukainya! Mari kita panggil Devina untuk makan bersama!”
Mereka berdua pergi ke tempat Devina berada, kala itu dia sedang berada di kelas. Suasana hati Devina tidak pernah baik ketika ia ditempatkan di tengah kerumunan manusia yang tidak dia sukai.
“Devina!”
Pada saat ia mendengar suara Valencia memanggil, raut muka Devina nan dingin langsung bertukar hangat. Dia tersenyum lebar tatkala menemukan Valencia di sana, tanpa berlama-lama ia segera pergi menemui Valencia.
__ADS_1
“Apa yang sedang kau lakukan di kelas yang membosankan ini? Lebih baik sekarang kita pergi menikmati cake yang baru saja dibelikan oleh Rachel. Ayo cepat!”
Valencia menarik pergelangan tangan Devina, mereka bertiga pergi menuju meja kosong di taman akademi. Tanpa mereka sadari, mereka mengundang perhatian banyak orang dikarenakan kombinasi pertemanan yang terbilang cukup unik. Rachel si gadis angkuh, Devina si gadis dingin, serta Valencia si gadis pembuat onar. Ketiganya menyatu dengan baik sehingga terbentuklah hubungan pertemanan nan berbeda dari orang lain.