
Tubuh Yuine tiba-tiba mengeluarkan reaksi yang berbeda. Dia seperti sedang membangkitkan sesuatu dari tubuhnya. Klarybell pun merasakan jantungnya bergemuruh hebat. Sebuah rasa yang tak asing berkelebat di bayangannya.
"Apa yang hendak dia lakukan?"
Angin besar menerpa Klarybell. Di sekitar Yuine diselimuti asap hitam pekat. Wujud Yuine perlahan berubah. Warna rambutnya yang hitam pekat, separuhnya berganti warna menjadi biru muda. Tidak salah lagi, itu adalah warna dari rambut asli Klarybell.
"Hahaha. Akhirnya aku berhasil menyerap jiwa penuh dendam milikmu. Sekarang kau takkan bisa menang dariku, Klarybell!"
Yuine memulai penyerangan kembali. Dia tak memberi napas terhadap Klarybell yang hendak mengeluarkan sihirnya. Pertarungan mereka semakin lama semakin sengit. Keduanya sama-sama sedang mempertaruhkan nyawa untuk memperoleh kemenangan semata.
'Separuh jiwaku mempunyai kekuatan inti yang sangat besar. Bagaimana caraku menghadapinya? Jika dibiarkan begini terus, maka aku akan mati di tangan Yuine.'
Klarybell memutuskan untuk mundur sedikit dari garis utama pertarungan. Dia mengamati tubuh Yuine yang tampak kewalahan menampung jiwanya. Meski begitu, Yuine masih sanggup untuk melontarkan satu persatu serangan sihir hitam ke arah Klarybell.
"Mau lari ke mana kau? Jangan harap kau bisa kabur dariku!"
Yuine mengejar Klarybell di udara, tetapi kecepatan terbang Klarybell tak sanggup ditangkap olehnya. Hingga akhirnya, Yuine melancarkan serangan dari belakang sampai membuat Klarybell terpental jauh hingga menabrak pembatas.
"Uhukk."
Klarybell batuk berdarah akibat hantaman kuat dari Yuine. Dadanya serasa panas karena sihir hitam yang seakan-akan mendidih di dalam darahnya.
"Apakah hanya segini saja kemampuanmu? Tidak seru sekali."
Yuine menerjang ke arah Klarybell. Dengan cepat gadis itu menghindari terjangan Yuine. Klarybell mengerahkan serangan balasan. Sihirnya tepat mengenai jantung Yuine.
Tidak berhenti sampai di sana saja, Klarybell secara membabi buta melontarkan sihirnya hingga membuat Yuine kesulitan menanganinya. Yuine tidak tinggal diam. Dia pun merapalkan mantra sihir tinggi tertinggi.
Gumpalan bola sihir hitam muncul dari telapak tangan Yuine. Perlahan-lahan gumpalan tersebut berubah menjadi bola sihir yang sangat besar. Tanpa berlama-lama, Yuine melempar bola sihir itu ke arah Klarybell.
"Huh? Kenapa aku tidak bisa bergerak?"
__ADS_1
Klarybell tidak sempat menghindar sebab pergerakannya terkunci kuat. Pada akhirnya, tubuh Klarybell melesat jauh menghantam sudut tembok pembatas sihir.
"Hahaha. Apa kau sadar sekarang perbedaan kekuatan kita? Seharusnya kau tahu, kau takkan bisa menandingi kekuatan dari jiwa kotormu ini," kekeh Yuine.
Meskipun badannya penuh luka dan darah, Klarybell tak menyerah begitu saja. Dia bersusah payah memaksa tubuhnya untuk bangkit dan kembali menyerang Yuine.
Pertempuran di antara keduanya kini berlangsung selama lebih dari dua jam. Sampai akhirnya, Klarybell berhasil dilumpuhkan Yuine.
"Kenapa kau tidak menyerah saja sedari awal?! Apa kau memang berniat untuk mati?"
Yuine mencekik lalu mengangkat tubuh Klarybell tinggi-tinggi.
"S-Sebenarnya kenapa? Kenapa kau ingin membunuhku? A-Apakah kau marah k-karena aku melupakanmu?" lirih Klarybell bertanya sembari menahan sakit.
"Itu benar! Apa kau tidak tahu seberapa sakitnya aku sendirian di tengah dunia yang membenciku. Padahal kau dulunya adalah orang yang membawaku pada kebahagiaan. Namun, mengapa kau sebegitu mudahnya melupakanku?"
"Dahulu kau begitu bersinar di mataku. Aku menghormati dan mengagumimu, tetapi kau meninggalkanku sendirian. Aku kesepian, sedih, dan kecewa. Jika pada akhirnya kau melupakanku, lalu mengapa kau menyelamatkanku dari alam kematian? Mengapa kau mengorbankan dirimu supaya aku bisa kabur dari perang dewa kala itu?"
Klarybell sekarang tahu alasan mengapa Yuine berkeinginan menghancurkan alam semesta ini. Ternyata semuanya demi Klarybell. Dia berencana menciptakan dunia tanpa manusia demi membahagiakan Klarybell.
"Yuine, aku tidak melupakanmu." Klarybell dengan suara pelan mencoba menyadarkan Yuine.
"Omong kosong!" sentak Yuine.
"Walaupun kau seorang iblis, tetapi aku tahu bahwa kau adalah gadis yang baik. Kau menemaniku di waktu yang sangat panjang dan mengikutiku ke mana pun aku pergi. Kau sangat setia kepadaku. Namun, Yuine, sebenarnya aku ingin kau mencari kebahagiaanmu sendiri."
"Pada hari kematianku di tangan para dewa, aku menyelamatkanmu supaya kau terbebas dari belenggu balas dendamku. Aku tidak pernah melupakanmu. Sekali pun tidak pernah. Aku menganggapmu seperti Adikku sendiri. Apakah kau lupa kata terakhirku?"
Kepala Yuine tiba-tiba berdengung. Dia mendengar suara serta gambaran ingatan Klarybell saat mencoba menyelamatkannya dari kejaran para dewa.
"Larilah, Yuine! Larilah ke mana pun itu. Hari ini aku membebaskanmu dan temukan kebahagiaanmu sendiri. Maafkan aku karena sudah melibatkanmu sejauh ini. Kau gadis yang baik, aku ingin kau hidup di dunia di mana kedamaian selalu menyertaimu."
__ADS_1
Yuine melihat senyuman terakhir Klarybell. Begitu hangat dan tulus. Dia melupakan hal sepenting itu selama ini. Ingatannya kacau akibat syok yang dia terima karena kematian Klarybell.
"Bohong! Tidak mungkin—"
"Aku tidak berbohong. Jangan elakkan pandanganmu dari ingatanmu itu. Kau telah terpengaruh oleh jiwa jahatku. Aku mohon, Yuine ... terimalah seluruh ingatanmu tentangku sepenuhnya!" ujar Klarybell.
Cengkraman tangan Yuine melemah. Tubuh Klarybell terjatuh ke bawah.
"Tidak ... bagaimana aku bisa melupakannya?"
Badan Yuine meluruh, terlihat sekujur tubuhnya bergetar hebat. Dia menerima satu persatu kenangan indahnya bersama Klarybell yang terkubur sedari dulu.
"Yang Mulia, Anda tidak melupakan saya? Anda tidak membuang saya?" lirih Yuine, rambutnya kini berubah menjadi hitam kembali.
Klarybell mendekati Yuine lalu membawa gadis itu ke pelukannya.
"Tidak, Yuine ... aku tidak melupakanmu apalagi membuangmu. Aku sangat berterima kasih karena ternyata kau berjuang demi aku selama ini. Sekarang berhentilah. Jiwaku yang berada di tubuh ini sangat bersih dan tidak ada dendam di dalamnya."
"Maafkan aku karena tidak bisa mengingatmu disebabkan ingatanku tersegel. Beristirahatlah, aku tahu kau lelah berjuang sendirian," tutur Klarybell membuat hati Yuine terenyuh.
Pada detik itu, Yuine menangis sejadi-jadinya. Semua masalah ini hanya berawal dari ingatan Yuine yang tanpa sengaja terkubur di bawah tumpukan rasa sakit. Saat ini Klarybell berhasil menyadarkannya.
"Maafkan saya, Yang Mulia. Maafkan saya karena di kehidupan kali ini saya membuat Anda menderita. Maaf karena saya melupakan kata terakhir Anda untuk saya. Sungguh, saya sangat berdosa."
Yuine menyesali segala perbuatannya. Bagaimana pun dia meminta maaf, dia masih tetap harus bertanggung jawab terhadap kekacauan yang dia ciptakan.
"Tidak apa-apa, Yuine. Kau boleh beristirahat dan berhenti berjuang sendirian. Aku baik-baik saja. Jangan pikirkan soal diriku."
Sedikit demi sedikit, Klarybell menyerap separuh jiwanya yang berada di tubuh Yuine. Bersamaan saat itu, tubuh Yuine pun perlahan lenyap menjadi butiran cahaya.
"Maaf, Yang Mulia. Saya benar-benar menyesali semuanya. Terima kasih karena Anda tidak pernah melupakan saya. Maafkan saya, maaf karena telah menghancurkan dunia yang Anda perjuangkan, Yang Mulia."
__ADS_1