Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Kaki Valencia Terkena Pecahan Kaca


__ADS_3

Insiden yang menimpa lima siswi akademi berlalu begitu saja tanpa adanya penjelasan yang pasti. Mereka menganggap insiden tersebut sebagai insiden yang tidak diketahui penyebab pastinya. Mereka tidak menemukan tanda-tanda campur tangan dari seseorang atau pun tanda keberadaan orang lain yang mencelakai para siswi itu.


Setelah mereka berlima bangun, mereka tidak mengingat apa yang telah dilakukan Valencia. Mereka juga tidak ingat bahwa malam itu mereka menyaksikan dengan jelas Valencia yang melayang di udara sampai penyiksaan yang dilakukan Valencia. Mereka selepas bangun hanya meneriakkan monster saja. Mereka dianggap stres seusai kejadian yang mengagetkan tersebut.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku rasa tidak ada sesuatu yang menarik," gumam Valencia berjalan sendirian di tengah lorong akademi.


Ketika Valencia sedang asik melangkah sembari bersenandung ria, Valencia mendengar bahana hentakan kaki yang ramai dari arah belakang. Sontak Valencia menjeda langkahnya dan melihat siapa gerangan yang datang.


"Ah, itu dia! Cepat tangkap gadis itu!"


Sekelompok kesatria pengadilan kembali melakukan pengejaran terhadap Valencia. Mereka tidak kenal takut dan menyerah, tapi karena ini sudah mendekati waktu sidang untuk kepala akademi, jadi mereka harus segera membawa Valencia untuk menjadikannya sebagai dalang kekacauan di gedung pengadilan.


"Mereka benar-benar punya mental baja! Aku harus kabur dari sini sekarang juga."


Valencia memacu langkahnya, dia berlari cepat melalui lorong akademi. Tanpa sadar, Valencia malah berlari ke jalan buntu samping akademi dan sepi dilewati orang.


"Mau lari ke mana lagi kau? Lebih baik menyerah saja dan ikut dengan kami ke gedung pengadilan," ucap mereka.


Valencia menghela napas panjang, dia masih tetap tenang di situasi yang mungkin membuat orang lain panik. Walaupun jalan buntu, bukan berarti dirinya tidak bisa melalui tempat ini, tidak ada yang tidak bisa dia lakukan di sini.


"Kalian tidak akan bisa menangkapku karena aku akan meloncat dari tembok ini."


Secara mengejutkan, tembok pembatas yang cukup tinggi dilompati oleh Valencia. Gadis itu melompat ke balik tembok dan menghilang seperti angin. Para kesatria membatu sesaat menyaksikan Valencia melompat dengan sangat mudah di tembok yang menurut mereka sulit dilalui.


"Kita harus kejar dia sekarang juga! Cepat berpencar! Aku yakin dia masih berada di balik tembok ini."


Mereka berlari cepat mengejar Valencia ke balik tembok pembatas akademi. Mereka berusaha keras sekali untuk menangkap seorang gadis kecil.


Sementara itu, Valencia bersembunyi di balik dinding, dia ingin memastikan para kesatria itu tidak mengejarnya lagi.


"Mereka gigih sekali, seharusnya tadi aku hajar saja mereka agar tidak bisa bergerak lalu mengejarku lagi dan lagi," gerutu Valencia.


Di tengah pesembunyian Valencia, tiba-tiba datang seorang pria yang mendekat ke arah Valencia.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Suaranya nan lembut menghembus telinga Valencia.

__ADS_1


Sontak gadis itu membalikkan badan ke belakang untuk melihat siapa gerangan yang ada di sana.


"Ivanov! Apa yang kau lakukan di sini?! Pergi sana! Jangan menghalangi rencana kaburku!"


Pria itu adalah Ivanov, dia kebetulan sedang berada di sekitar akademi. Meski perasaan jengkelnya terhadap Valencia belum sepenuhnya menghilang, tapi dia tidak punya pilihan lain selain mendatangi gadis itu untuk menjawab segala rasa penasaran yang mendera di kepala.


"Beraninya kau mengusirku. Tampaknya sifat kurang ajarmu masih saja kau bawa sampai sekarang," kata Ivanov.


"Aku tidak peduli!" ketus Valencia.


Sepersekian detik sesudahnya, ada salah seorang kesatria yang menemukan lokasi persembunyian Valencia.


"Aku menemukannya! Dia sedang bersembunyi di sini!"


Valencia refleks menarik Ivanov untuk berlari bersamanya. Tangan mereka saling menggenggam satu sama lain dan berlari pergi meninggalkan lokasi semula.


"Sial! Kenapa mereka tidak kunjung menyerah?! Membuatku lelah saja," gerutu Valencia.


Ivanov yang memiliki kekuatan lebih besar menarik balik Valencia ke arah lain yang dia rasa lebih aman untuk bersembunyi. Mereka masuk ke dalam gang kecil dan berdiam diri di tempat itu sampai para kesatria pengadilan pergi.


"Kenapa kau malah dikejar oleh orang-orang itu? Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Ivanov.


"Aku melakukan sesuatu yang membuat mereka marah. Aku sempat mengacau di gedung pengadilan," jawab Valencia mengatur irama napasnya sebaik mungkin.


Ivanov menatap aneh Valencia, entah kenapa gadis itu sungguh berbeda dari kebanyakan gadis yang dia temui. Ada berbagai hal menarik yang mengelilingi hidupnya.


Ivanov tanpa sengaja melirik ke arah tangannya, dia juga baru sadar kalau sedari tadi dia menggenggam tangan Valencia. Langsung saja dia melepaskan tangannya dari Valencia.


"Kenapa kau menggenggam tanganku?" tanya Ivanov bernada kesal.


"Aku tidak menggenggam tanganmu, kau yang lebih dulu menggenggamnya," jawab Valencia tidak merasa bersalah. Padahal dia yang pertama kali memegang tangan Ivanov.


"Kau selalu saja mencari masalah denganku! Apa kau—"


"Akkhhh.".

__ADS_1


Valencia tiba-tiba meringis kesakitan, dia merasakan ada sesuatu di bawah telapak kakinya. Kemudian Valencia melepaskan sepatunya, banyak sekali tetesan darah segar mengalir dari telapak kakinya.


" Sial! Ada seseorang yang menaruh serpihan kaca di sepatuku. Pantas saja aku merasakan sakit di telapak kakiku," gumam Valencia.


Tidak hanya satu kaki, dua kakinya terkena beling kaca yang dimasukkan seseorang ke dalam sepatunya. Entah siapa yang berani berbuat sampai seperti itu. Sekarang Valencia tidak punya waktu memikirkan siapa orang yang sengaja mencelakai dirinya.


Ivanov merasa heran, padahal mereka sudah lebih dari tiga puluh menit berlarian, tapi anehnya Valencia baru merasakan sakit di kakinya sekarang. Apabila ada seseorang yang bermaksud mencelakainya, maka itu artinya Valencia telah mengenakan sepatu itu dari pagi.


"Dasar! Aku akan membantumu sekali ini saja."


Ivanov mengangkat tubuh Valencia, dia berencana membawa gadis itu ke klinik milik Sammy. Untung saja mereka tidak berada jauh dari klinik Sammy sehingga tak perlu waktu lama bagi mereka untuk sampai di sana.


"Sammy!" Valencia memanggil Sammy yang kebetulan tengah berdiam diri di depan klinik. Ekspresi dinginnya seketika mencair saat melihat Valencia melambaikan tangan di gendongan Ivanov.


"Valencia, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Sammy.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, bukankah klinikmu ada di pusat ibu kota? Mengapa sekarang klinikmu ada di tempat ini?" tanya Valencia balik.


"Ini adalah cabang dari klinikku, kebetulan aku sedang berada di sini untuk mengecek obat yang kurang. Lalu apa yang—"


"Hei, Sammy, bisakah kau obati dulu kaki gadis ini? Tidakkah kau lihat ada banyak darah menetes dari telapak kakinya?" potong Ivanov.


Sammy tersadar, dia terlalu senang sampai lupa mengamati sekujur badan Valencia. Segera saja Sammy membukakan pintu untuk membawa Valencia masuk ke dalam kliniknya.


"Astaga, apa yang terjadi padamu? Mengapa kakimu bisa terluka parah begini?" tanya Sammy seraya menyuruh para perawat menyiapkan beberapa alat untuk mengobati luka Valencia.


"Tampaknya ada seseorang dengan sengaja menaruh serpihan kaca di sepatuku. Aku baru sadar kakiku terluka setelah beberapa jam berjalan dan berlari," jawab Valencia menahan pedih.


Raut muka Sammy berubah masam, dia marah sekali mengetahui Valencia dicelakai seseorang.


"Siapa yang berani mencelakaimu? Sepertinya orang itu harus aku suntik mati." Mimik wajah Sammy tampak menyeramkan, dia tidak tahan bila harus menyaksikan Valencia merintih sakit akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab.


"Nanti saja dipikirkan siapa dalangnya, kau harus mengobati lebih dulu kakinya itu sebelum terkena infeksi," celetuk Ivanov.


Sammy menghela napas panjang, ia pun memulai pengobatan kaki Valencia.

__ADS_1


"Ivanov, tumben sekali kau berada di daerah ini. Biasanya kau selalu bermain di sekitar kuil, apa yang membawamu kemari?" tanya Sammy kepada Ivanov.


"Ada sesuatu yang perlu aku cari tahu."


__ADS_2