Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Senyum Mematikan


__ADS_3

‘Alerginya benar-benar tidak bereaksi sama sekali, apa ini hanya berlaku kepada Nona Valencia saja? Bagaimana pun aku melihatnya aku sulit untuk mempercayainya,’ batin Sammy.


Secara tidak terduga, Reibert tiba-tiba menepis tangan Leano yang terlalu lama menyentuh tangan Valencia. Semua mata tertuju kepada Reibert, tergurat rasa tidak suka ketika dirinya melihat kedekatan antara Leano dan Valencia.


“Kalian saling memanggil nama masing-masing, rupanya kalian lebih dekat dari dugaanku,” ujar Reibert.


Valencia mengerutkan kening sambil menatap aneh ke arah Reibert, pria itu berupaya menyembunyikan ekspresi yang tidak dimengerti Valencia. Tanpa disadari, Reibert juga terkejut mengapa dia mendadak marah ketika Leano menyentuh tangan Valencia.


“Leano temanku, masakannya enak semua, jadi aku memutuskan untuk menjadikan Leano sebagai teman dekat supaya aku bisa makan gratis!” seru Valencia.


Yang ada di otak gadis itu hanyalah makanan saja, bila dia menemukan seseorang dengan skill memasak yang sempurna, maka Valencia akan menjadikannya teman apa pun yang terjadi. Leano hanya bisa tersenyum mendengar apa yang dilontarkan Valencia, ternyata di pikiran Valencia nilai Leano tidak lebih dari sekedar koki penyedia makanan secara gratis untuk dirinya.


“Apakah kau menganggapku seperti itu? Tidak adakah yang lebih spesial dari sekedar makanan di otakmu?” tanya Leano.


“Memangnya ada yang lebih istimewa dari makanan lezat? Aku rasa itu tidak ada. Bagaimana pun makanan tetap nomor satu bagiku, tak ada yang menandinginya.”


Leano menghela napas panjang, dia tidak bisa mengubah pola pikir Valencia yang bahkan tidak dimiliki orang lain.


“Kalau begitu, bolehkah saya berbicara informal juga kepada Anda, Nona?” Reibert dengan telinga yang memerah melontarkan pertanyaan seperti demikian.


“Boleh, bukannya sejak awal aku berbicara informal padamu? Seharusnya kau juga menggunakan bahasa informal padaku, aku juga tidak akan mempermasalahkannya.”


Sammy memusatkan fokusnya pada jejeran botol yang dibawa Valencia, langsung saja Sammy mengambil botol tersebut lalu mengendus aroma dari botolnya. Sammy merasakan adanya aroma tumbuhan herbal di sana yang diyakini sebagai resep ramuan penurun kadar racun.


“Nona, apakah Anda sendiri yang meracik ramuan ini?” tanya Sammy.

__ADS_1


“Benar, apa ada yang salah? Apa mungkin kau dokter yang dibawa oleh Reibert kemari?” Valencia menatap bingung Sammy.


Sontak Sammy mengembalikan lagi botolnya, dia di sini melupakan sesuatu yang lebih penting yaitu perkenalan diri sendiri kepada Valencia.


“Ahh, saya lupa, saya belum memperkenalkan diri saya kepada Anda. Perkenalkan, saya Sammy, seorang dokter yang biasanya bekerja untuk istana dan ibu kota.” Sammy memberi salam perkenalan kepada Valencia.


“Aku Valencia Allerick, sebaiknya kau menggunakan bahasa informal saja padaku sebab aku lebih nyaman jika seseorang lebih santai padaku,” ucap Valencia.


Sammy terpaku sejenak, sejujurnya dia sendiri belum pernah berbicara secara informal kepada wanita di kekaisaran ini. Kini Valencia meminta menggunakan bahasa informal, biasanya dia akan menolak, tapi entah mengapa saat ini dia malah tidak bisa menolaknya.


“Baiklah, Valencia,” jawab Sammy merekahkan senyum mempesona yang bisa membunuh puluhan wanita dalam sekejap.


Valencia agak terkejut, dia pun melangkah mendekati Sammy dan menatap intens diri pria tersebut. Ada gejolak perasaan asing yang dirasakan sesaat mata Valencia memindai wajahnya.


Sammy terdiam sesaat, ini bukan pertama kalinya seorang wanita berbicara soal pesona senyumnya. Namun, tanpa alasan yang jelas, ketika Valencia berkata bahwa senyumnya mempesona justru nyaris membuatnya kehilangan kendali. Jantung Sammy berdegup begitu kencangnya, dia rasa nyawanya akan ditarik keluar bila terus menerus berada di dekat Valencia.


Sammy membuang muka, mengalihkan pandangan ke arah lain seraya mengatur irama jantung yang tidak beraturan.


“Ya, aku akan mengingatnya, terima kasih karena telah memuji senyumku,” tutur Sammy.


“Oke, sekarang aku serahkan sisanya padamu sebab aku sudah membantu mengurangi kadar racun di tubuh orang-orang itu. Kau tinggal membuatkan penawar untuk mereka, kau bisa bekerja lebih santai karena racunnya kini akan bekerja lebih lambat dari sebelumnya.” Valencia menyerahkan botol sisa ramuan tadi kepada Sammy.


Valencia memutar badan berencana untuk beristirahat sejenak, dia sudah cukup lelah berkeliaran sedari tadi pagi hingga malam menjelang tanpa istirahat.


“Apa kau sendiri yang membuat ramuan penurun kadar racun ini? Dari mana kau mempelajarinya?” tanya Sammy.

__ADS_1


Valencia terpaksa berbalik badan kembali lalu menjawab, “Secara kebetulan aku membaca mengenai racun itu di buku, di sana juga ada beberapa ramuan, jadi aku mempelajarinya dari sana.”


Tentu saja jawaban ini adalah suatu kebohongan, selama Valencia hidup sebagai Klarybell dulu dia sengaja mempelajari tentang berbagai macam racun serta ramuan dari salah satu rekannya sebagai bekal pengetahuan untuk dirinya. Walau dahulu di benua Mihovil ada pengguna sihir penyembuhan alias seorang healer hebat, gadis itu tetap mempelajari dasar-dasar ilmu pengobatan secara tradisional menggunakan tumbuhan herbal.


Kemudian Valencia pergi ke luar, tidak lupa dia menarik Leano keluar bersamanya untuk minta dibuatkan makanan.


“Leano, ayo cepat buatkan aku makanan enak. Buat dalam porsi banyak karena ada banyak orang yang akan makan nanti.”


Leano hanya bisa menghembuskan napas panjang, dirinya tak sanggup menolak permintaan Valencia yang terkesan seenaknya saja.


‘Ya sudahlah, asal dia senang aku akan membuatkan makanan seberapa banyak pun itu.’


Di malam harinya, semua orang makan dengan santai menikmati masakan Leano, Valencia juga ikut membantunya walau dia lebih banyak membantu dalam menghabiskan makanan. Akan tetapi, Leano senang melakukannya sebab memasak merupakan kesenangan tersendiri bagi Leano.


“Sammy, kau harus makan lebih dulu,” ucap Valencia menyodorkan satu nampan makanan kepada Sammy yang tengah sibuk meracik penawar racun.


Sammy langsung mengambil nampan dari Valencia, dia terlalu sibuk sampai lupa untuk makan. Ini adalah kebiasaannya ketika dia sibuk dengan seputar dunia pengobatan, maka dia akan melupakan waktu makan. Terkadang Leano secara khusus datang berkunjung membawakan makanan untuk Sammy.


“Kau tidak perlu repot-repot membawakan makanan untukku karena aku bisa mengambilnya sendiri.”


“Leano bilang kau sering lupa makan jika sedang sibuk, jadi aku sengaja membawakannya untukmu kemari. Sibuk boleh, tapi jangan sampai lupa makan, nanti bagaimana kalau seandainya kau sakit? Itu tidak lucu sama sekali.”


Kedua mata Sammy tiba-tiba menangkap ada sebuah luka goresan di telapak tangan Valencia. Sontak Sammy menarik tangan Valencia, luka itu berasal dari goresan pedang ketika gadis itu pergi mengejar Count Terano.


“Kenapa kau membiarkan lukamu terbukan seperti ini? Seharusnya kau langsung mengobatinya.”

__ADS_1


__ADS_2