Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Jangan Sentuh Putriku


__ADS_3

Hari pertunangan pun tiba, sebelumnya Abraham telah memberinya persetujuan untuk melakukan apa yang ingin dilakukan Valencia. Gadis itu kini terlihat cantik dan elegan dengan gaun pertunangan yang dipilih khusus oleh Charly. Tentu saja Valencia menyetujui pertunangan hari ini karena ia punya maksud dan tujuan tertentu.


Ketika dirinya tengah berdandan, Guilla dan Linnea datang menghampirinya ke dalam ruang rias. Valencia menanggapi kedatangan mereka dengan ekspresi masam.


"Selamat atas pertunanganmu," ucap Guilla.


Kondisi Guilla kini sudah sepenuhnya pulih dari apa yang telah diperbuat Valencia. Akan tetapi, Ibu tirinya itu menderita trauma mendalam sehingga membuatnya tidak bisa memakan daging karena setiap kali ia melihat daging, dia langsung dibayangi mayat pelayan yang terjuntai di atas langit-langit kamarnya.


"Astaga, siapa sangka kau akan turun posisi menjadi calon Duchess Nerio," imbuh Linnea dengan nada mengejek.


Linnea meski telah diberi pelajaran, dia tidak pernah jera mencoba memancing amarah Valencia. Dia merasa lebih berkuasa dikarenakan keberadaannya menggeser posisi Valencia di kediaman ini.


"Lihatlah muka kalian berdua di dalam cermin, semakin lama semakin terlihat tua. Itu karena kalian suka sekali membuatku jengkel."


Valencia menanggapi mereka secara santai sehingga kata-kata balasan Valencia membuat mereka naik pitam.


"Apa katamu? Beraninya kau terus menerus merendah—"


"Ssstt, lebih baik kalian diam sebelum aku potong lidah kalian," sela Valencia beranjak berdiri dari tempat duduknya.


Valencia melangkah pelan keluar dari ruangan sembari dituntun oleh sejumlah pelayan. Sedangkan Guilla dan Linnea serentak menunjukkan ekspresi geram terhadap Valencia.


"Sebaiknya kalian berhati-hati mulai sekarang karena aku bisa saja membuat kalian lebih menderita dari sebelumnya," gertak Valencia.


Valencia berjalan menuju aula pertunangan, dia telah menyiapkan kejutan untuk menyambut kejatuhan keluarga Duke Nerio.


"Nona Valencia Allerick memasuki ruangan."


Langkah anggun nan memukau menarik perhatian seluruh mata di ruangan aula yang sangat luas. Setiap orang menatap Valencia penuh takjub. Terlepas dari sifatnya yang gila, ia memiliki aura yang tidak dimiliki wanita pada umumnya. Pesona Valencia turut menyapu seluruh emosi di setiap sudut ruang.


Di ujung jalan Valencia, Charly telah menunggu dengan senyum bangga mengembang di wajahnya. Dia merasa sangat bahagia ketika tahu bahwa Valencia menyetujui lamaran pertunangan setelah ia ditolak berkali-kali oleh gadis impiannya itu.


"Berikan tanganmu padaku."

__ADS_1


Charly mengulurkan tangannya, Valencia masih dengan senyum palsunya segera menerima uluran tangan tersebut.


'Tahanlah, Bell. Kau hanya perlu menahannya sampai sebelum si bajing*n ini memasangkan cincin ke jemari manisku,' batin Valencia bergejolak.


Di saat para tamu undangan sudah datang semuanya, Duke Nerio mulai mengambil alih pesta ini. Dia berdiri lebih tinggi di antara para tamu disertai senyum nan merekah di bibirnya.


"Selamat datang dan terima kasih karena telah menghadiri acara pertunangan putraku satu-satunya. Silakan nikmati acaranya, jangan ada di antara Anda semua yang pulang dengan perut kosong," seru Duke Nerio sambil tertawa bahagia.


Beberapa menit berselang, akhirnya tibalah waktu di mana pertukaran cincin pertunangan antara Valencia dan Charly.


'Selesai bertukar cincin dengannya, maka gadis ini akan menjadi milikku. Aku tinggal menikahinya saja untuk membuatnya sepenuhnya berada di bawah pengaruhku,' pikir Charly terlihat amat licik.


BRAAKK!


Atensi terpusat pada mereka, tetapi ketika Charly hampir memasukkan cincin ke jemari manis Valencia, daun-daun pintu roboh akibat terpaan tendangan seseorang. Hal tersebut membuyarkan semua fokus orang-orang yang berada di sana.


"Pertunangan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa persetujuan dariku."


"Yang Mulia Archduke Calestine yang terhormat. Apakah sekarang Anda sedang mencoba menghancurkan pertunangan putri saya? Saya tidak ingat pernah mengundang Anda sebelumnya," ucap Adarian disertai sorot mata tajam.


"Putrimu? Maksudmu Valencia Allerick? Astaga, haruskah aku menyebutnya sekarang Valencia Calestine?"


Adarian langsung membeku, situasi kian heboh dan tak terkontrol lagi. Adarian masih belum tahu maksud perkataan Henzo barusan.


"Apakah aku salah dengar? Archduke mengatakan nama Nona Valencia dengan nama belakang Calestine?"


"Ini sungguh gila, apakah itu artinya Nona Valencia berganti nama belakang?"


"Jangan berpikir macam-macam! Tidak mungkin seorang bangsawan kelas atas bisa mengadopsi anak dari bangsawan kelas atas juga."


Begitulah keributan yang terjadi kala itu, mereka sibuk dengan isi pikiran masing-masing. Adarian pun memperkuat tatapannya menghadap Henzo.


"Apa maksud Anda dengan Valencia Calestine? Anak itu bernama Valencia Allerick!" ucap Adarian meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Valencia telah resmi menjadi putriku."


Henzo memberi isyarat tangan kepada Arian, sang sekretaris untuk maju membacakan isi surat keputusan resmi dari Kaisar.


"Satu tahun lalu Archduke Henzo Calestine telah mengajukan permintaan pengadopsian Nona Valencia Allerick ke pihak istana. Keputusan baru keluar setelah kelulusan Nona Valencia."


"Berdasarkan perlakuan buruk Grand Duke dan Grand Duchess terhadap putri mereka selama ini, maka dari itu aku sebagai Kaisar menyetujui pengadopsian ini. Mulai hari ini, Valencia Allerick resmi berganti nama menjadi Valencia Calestine."


"Selain itu, Nona Valencia telah diputuskan menjadi pewaris seluruh harta kekayaan Archduke Calestine serta menjadi pewaris kepemimpinan keluarga Archduke Calestine di masa depan. Segala keputusan mengenai pertunangan dan segala hal menyangkut Nona Valencia diserahkan kepada Archduke Calestine sepenuhnya."


Arian menutup gulungan suratnya dan membiarkan situasi penuh hal mengagetkan mengalir begitu saja. Seisi aula benar-benar kehilangan kata-kata untuk menanggapi situasi tersebut.


"Valencia, apa maksud ini semua?" tanya Adarian menekan nada bicarakan.


Valencia bergerak meninggalkan Charly, ini sudah saatnya dia melakukan rencana besar yang telah dia susun selama beberapa waktu belakangan ini.


"Grand Duke, aku telah menyetujui permintaan Archduke Calestine untuk menjadi anak angkatnya. Kau tidak perlu menanyakan lebih lanjut karena seluruh jawabannya telah tertera pada surat resmi yang diberikan Kaisar," tutur Valencia.


Linnea, Guilla, dan Helen tak mampu berucap atau memberi tanggapan. Mereka di sudut ruangan berlainan hanya bisa membatu menyaksikan hal paling mengagetkan hari ini. Mereka disuguhkan oleh pengumuman tiba-tiba di tengah acara pertunangan.


'Valencia menjadi anak angkat Archduke Calestine? Apakah dia bercanda? Tidak mungkin. Dia berdiri lebih tinggi lagi dariku,' batin Linnea gelisah.


Adarian menggertak giginya, kedua tangannya mengepal kuat menekan kemarahannya dalam-dalam.


"Apa alasanmu menerima permintaan Archduke Calestine?" Sekali lagi Adarian melontarkan pertanyaan.


"Alasannya? Tentu saja karena Archduke Calestine lebih tampan dan lebih kaya. Bahkan, harta kekayaannya saja bisa membeli harga dirimu."


"Kurang ajar! Jangan kau pikir bisa lari setelah membuat kekacauan ini. Dasar anak tidak berguna!"


Adarian mengangkat tangannya tinggi-tinggi, ia bersiap untuk melayangkan tamparan ke pipi Valencia. Akan tetapi, tangan kekar Henzo sudah lebih dulu menahan niat buruk Adarian.


"Hei, mau kau apakan putriku? Jangan pernah sesekali menyentuh kulit mahal putriku. Apabila seujung jarinya saja yang terluka karenamu, aku tidak segan-segan untuk menghabisi nyawamu detik ini juga."

__ADS_1


__ADS_2