
“DIAM!” sergah Billy penuh emosi.
Billy sudah tidak tahan lagi mendengar celotehan Valencia, gadis itu jauh lebih cerdas dari bayangannya. Pada awalnya Billy berpikir bahwa Valencia hanyalah gadis yang berbicara mengandalkan otot, bukan otak. Tetapi, ternyata Valencia pandai mengungkapkan secara gamblang dan tepat seluruh keburukan hukum di Kekaisaran Alegra.
“Saya rasa sudah cukup omong kosong Anda, Nona. Ingatlah posisi Anda saat ini, Anda terlalu banyak mengatakan hal yang tidak masuk akal. Apakah Anda punya bukti bahwa hukum Alegra seperti yang Anda katakan?”
“Untuk apa aku harus repot-repot membuktikannya? Cukup lihat fakta yang berjalan saat ini. Ada berapa orang bangsawan yang masih berkeliaran menikmati kejahatan mereka? Aku pikir sekiranya ada ratusan orang. Lalu apakah kalian pernah melayangkan hukuman mati terhadap para bangsawan? Jawabannya tidak, kecuali pada kasus Count Terano sebelumnya. Kalian selama ini hanya menghukum mati rakyat biasa. Betapa tidak adilnya itu,” jawab Valencia.
“Hahaha.” Billy tertawa lepas, ia tak habis pikir dengan pemikiran Valencia. “Anda sangat jeli, saya akui bahwa Anda daya pengamatan tinggi. Nona, saya akan beri tahu sesuatu kepada Anda, kita sebagai bangsawan kalangan atas punya hak istimewa di kekaisaran ini, kita berkontribusi terhadap pembangunan kemajuan kekaisaran.
Namun, apakah rakyat biasa itu turut berkontribusi? Tidak! Mereka hanya menjadi beban bagi Alegra, sebaiknya mereka dilenyapkan saja daripada terus berkembang menjadi hama. Sekarang Anda paham, bukan? Bangsawan kalangan bawah hingga rakyat biasa, mereka tidak ada artinya sama sekali.”
Pada akhirnya, Billy mengungkapkan sisi hukum yang sebenarnya, dia terang-terangan mengatakan pihak pengadilan sengaja memperlakukan rakyat biasa secara tidak adil. Mereka menganggap seluruh rakyat biasa serta bangsawan kalangan bawah merupakan hambatan bagi Kekaisaran Alegra untuk berkembang. Oleh sebab itulah, pihak pengadilan membiarkan para bangsawan kalangan atas bersikap sesuka hati mereka.
“Ternyata begitu? Aku tidak terkejut atas pernyataanmu karena aku telah menduganya sejak awal.”
Atmosfer ruangan menjadi berat, ini adalah wujud dari kemarahan Valencia terhadap seluruh orang yang berada di tempat yang sama dengannya.
“Entah berapa banyak anak yang kehilangan masa depannya akibat kebodohan para bangsawan. Entah berapa banyak keluarga yang kehilangan pasangan, orang tua, dan anak karena ketidakadilan hukum di Kekaisaran Alegra. Dan entah berapa banyak tetesan darah serta air mata yang tumpah. Itu semua karena kalian! Aku takkan pernah memaafkan kalian!”
__ADS_1
Sepintas angin kencang melintas di ruangan bersamaan tekanan dari Valencia, angin tersebut ialah perwujudan dari kemarahan Valencia. Namun, tak ada satu pun yang menyadari hal itu, mereka menganggap bahwa kemunculan angin yang entah dari mana merupakan suatu kebetulan belaka.
“Apakah Anda sadar dengan apa yang Anda katakan? Kami tidak butuh maaf dari Anda, Nona. Berdasarkan perbuatan Anda selama ini, Anda telah menyebabkan kerugian pada sejumlah orang. Grand Duke Allerick telah memberi izin untuk menghukum Anda jika Anda terbukti bersalah. Oleh sebab itulah, mungkin Anda akan kami tahan sementara waktu di penjara pengadilan.”
“Kalau begitu, coba tangkap aku. Apabila kalian bisa menangkapku, maka kalian boleh menjebloskanku ke penjara,” tantang Valencia.
“Gadis kurang ajar! Cepat kalian tangkap gadis itu sekarang juga! Jangan biarkan dia kabur dari sini!” titah Billy kepada kesatria yang berjaga di ruangan tersebut.
Tanpa berpikir panjang, para kesatria langsung menerjang ke arah Valencia, mereka mengepung pergerakan gadis itu. Tetapi, sayangnya mereka tidak berhasil menangkapnya, satu persatu dari kesatria tersebut ditumbangkan dengan sangat mudah oleh Valencia. Walau Valencia menggunakan tangan kosong sekali pun, mereka tetap bukan tandingan Valencia.
“Apakah hanya ini saja kemampuan kalian? Mengecewakan sekali.”
“Brengs*k! Apa yang kalian lakukan?! Cepat berdiri dan hajar gadis itu! Kenapa kalian bisa kalah dari seorang gadis kecil?! Dasar lemah tak berguna!” Billy meneriaki seluruh kesatria yang terkapar di atas lantai seraya melayangkan sumpah serapah terhadap mereka.
Kemudian tanpa disadari oleh Billy, Valencia sedari tadi berdiri di belakang punggungnya. Valencia menatap dengan sorot mata dipenuhi niat membunuh, seisi ruangan pun mematung tak berdaya. Suara mereka seketika tak bisa keluar di saat mereka hendak memberi tahukan kepada Billy bahwasanya Valencia kini berencana untuk menerkamnya.
“Hei, Billy, lebih baik kau pikirkan dirimu sendiri,” ucap Valencia.
Tepat ketika Billy hendak memutar kepala ke belakang, tangan Valencia bergerak lebih cepat mencekik lehernya lalu menekan tubuh pria itu ke sudut meja. Billy meringis kesakitan karena jemari Valencia mencengkram terlalu kuat lehernya.
__ADS_1
“Bagaimana? Apa kau masih tidak butuh maaf dariku? Di dalam situasimu saat ini, tidak ada orang yang bisa membantumu. Lihatlah ke sekelilingmu, seluruh rekanmu hanya menjadi penonton tatkala nyawamu berada di ambang batas kematian.”
Valencia kian menggila, Billy kini tidak bisa untuk sekedar berbicara meminta Valencia melepaskan cekikan di lehernya. Valencia tenggelam di dalam amarah, kemarahnnya semakin membesar sesaat dia mendengar suara penderitaan dari rakyat biasa yang mendekam di balik jeruji besi pengadilan.
“Kalian membuatku murka, aku takkan pernah memberi kesempatan terhadap mereka yang telah berani bermain-main di atas kemarahanku. Kalian pantas mati! Terutama kau, wahai hakim muda, hidupmu sudah tidak dibutuhkan lagi.”
Valencia melempar tubuh Billy ke sudut ruangan hingga membuat pria itu terluka dan tidak sadarkan diri. Tak hanya sampai di sana saja, Valencia menghancurkan seluruh properti yang berada di dalam ruangan tanpa terkecuali. Valencia hanya menyisakan properti tak berguna saja untuk mereka gunakan.
“Akhirnya selesai. Sekarang saatnya aku kembali ke akademi.”
Valencia meninggalkan kekacauan tersebut, ia menghilang dari ruangan tanpa menengok lagi ke belakang. Raut mukanya sumringah, emosinya telah stabil lagi seperti sedia kala, kini ia bergegas balik ke akademi sebelum jam makan malam.
“Tubuhku bisa bergerak sekarang! Ayo kita bantu Tuan Billy!”
Tubuh seisi ruangan bisa bergerak kembali bersamaan dengan keluarnya Valencia dari gedung pengadilan. Sejenak mereka menaruh curiga terhadap Valencia, mereka curiga kalau gadis itulah yang menyebabkan tubuh mereka terkunci.
Sementara itu, Valencia melangkah ke luar gedung pengadilan, tapi semakin lama suara rintihan dari rakyat yang dikurung di penjara kian terdengar menyedihkan. Valencia tidak tahan mendengarnya, dia pun memutuskan untuk pergi ke penjara melihat langsung apa yang sedang terjadi di bawah sana.
Valencia menapaki anak tangga menuju penjara bawah tanah, kelembapan di sana amat tinggi hingga menyebabkan suhu di dalamnya lebih rendah. Penerangan di setiap badan jalan sangat minim, di sana juga tidak ada celah untuk masuknya cahaya matahari sehingga orang-orang yang mungkin terkurung di penjara tersebut nyaris mengalami kebutaan ringan.
__ADS_1
“Hah? Apa-apaan ini?”