Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Pemindahan Kekuatan


__ADS_3

"Hei, sepertinya bukan itu yang harus kita pikirkan sekarang," ujar Reibert akhirnya buka suara.


Pandangan mereka terpusat ke arah langit yang perlahan menunjukkan sesuatu yang berbeda. Mereka mematung sesaat ada cahaya hitam pekan mengarah pada mereka. Cahaya itu sedang mengincar diri mereka masing-masing.


Ketika cahaya seperti laser tersebut menghujam permukaan tanah, mereka berhasil menghindari serangannya. Valencia dari atas langit terkejut mendengar suara cahaya tersebut menghantam permukaan. Valencia sontak turun dan meninggalkan Raja bayangan bersama ketakutannya.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Valencia bernada cemas.


Sean tiba-tiba menepuk kepala Valencia, dia jengkel karena Valencia memperlihatkan sihirnya secara terang-terangan.


Valencia mengerucutkan bibirnya, keningnya berkerut menatap Sean. Pria itu seringkali menepuk kepalanya ketika dia berbuat kesalahan.


"Kenapa kau bersikap sembrono?! Apa kau tidak tahu sekarang sedang ada di mana? Aku sudah memperingatkanmu untuk menyembunyikan sihirmu! Kau gadis bodoh!" oceh Sean.


"Lalu apa mungkin melawan Raja bayangan menggunakan kekuatan manusia biasa?! Kau jangan membuatku kesal. Situasinya sudah seperti ini, jiwa semua orang saat ini sedang terjebak di dalam portal. Bagaimana bisa aku diam saja menyaksikan ini semua?!"


Valencia tak kalah garang dari Sean, dia kesal bila harus disalahkan atas keputusan yang dia ambil. Sean pun terdiam, tidak ada yang salah dari apa yang dikatakan Valencia. Gadis itu hanya bermaksud menyelamatkan seluruh orang yang menjadi korban Raja bayangan.


"Valencia, kau baru saja menggunakan sihir?" tanya Sammy.


Valencia mengangguk sembari mengelus lembut kepalanya, entah mengapa pukulan Sean selalu terasa sakit baginya.


"Itu memang sihir, bukankah waktu itu aku pernah menceritakannya? Setelah aku mati bunuh diri, aku mendapatkan kekuatan dan kekuatan itu adalah sihir. Lalu ini Sean—"


Sean spontan membekap mulut Valencia agar tidak membocorkan identitasnya.


"Aku Sean, Guru sihir Valencia," potong Sean.


Valencia melirik tajam Sean, dia tidak terima kalau Sean menyamar menjadi gurunya.

__ADS_1


"Kau diamlah! Jangan sampai kau membeberkan identitasku sebagai pelayan dewa," bisik Sean.


Tampaknya mereka berlima masih bingung, ada berbagai jenis pertanyaan yang masuk bertubi-tubi ke kepala mereka masing-masing.


"Guru sihir?"


"Ya, benar, aku Guru sihir Valencia. Aku berasal dari benua Mihovil dan secara tidak sengaja bertemu Valencia yang kala itu tengah belajar sihir seorang diri. Jadi, aku dengan berbaik hati menawarkan diri menjadi Gurunya."


Penjelasan Sean terdengar masuk akal bagi mereka. Tidak ada kecurigaan atau apa pun hingga mereka memutuskan untuk percaya.


"Mari kita tunda dulu sesi perkenalan dan tanya jawabnya, sekarang kita harus memikirkan cara menghabisi Raja bayangan itu," ucap Frintz.


Sean melepaskan bekapannya, Valencia maju untuk menjelaskan sesuatu kepada mereka.


"Xeros, Frintz, kalian pengguna pedang Raja iblis juga kan?" tanya Valencia.


"Maksudmu pedang ini?" Xeros memperlihatkan pedang Raja iblis yang dia punya.


"Ya, itu benar. Kalian juga bisa menggunakan sihir apabila kalian berhasil melakukan penggabungan diri. Apa kalian bersedia menjadi salah satu pengguna sihir iblis di benua Solvey?" imbuh Sean.


Mereka berpikir sejenak seraya menatap pedang mereka. Tawaran dari Valencia dan Sean terdengar menguntungkan bagi mereka.


'Apabila aku punya sihir dan mengendalikannya, itu artinya aku bisa membantu Valencia untuk melawan ancaman yang menghadang kekaisaran,' batin mereka masing-masing.


Karena mereka terlalu berpikir, Raja bayangan jadi bertindak seorang diri. Dia kembali menghujamkan serangan kepada mereka. Akan tetapi, Valencia dengan sigap membantu mereka untuk menghindari serangan tersebut.


"Hei, tolong putuskan sekarang juga! Kita tidak punya lebih banyak waktu," desak Valencia.


"Baiklah, kami setuju."

__ADS_1


Valencia menyunggingkan senyumnya, meski begitu sebenarnya ada sesuatu yang dikhawatirkan Valencia ketika mereka menyerap kekuatan Raja iblis.


"Mari pikirkan risikonya nanti."


Valencia memberi isyarat kepada Sean untuk menahan Raja bayangan sementara dirinya melakukan ritual pemindahan sihir Raja iblis. Sean langsung paham, dia terbang membumbung ke angkasa. Dia menghadang sejenak kekuatan Raja bayangan yang hendak menerjang ke arah Valencia.


"Apa kau sendiri yang akan melakukannya?" tanya Xeros.


"Ya, aku yang akan melakukannya karena Sean sedang ada kendala di sihirnya sehingga aku yang akan menggantikannya," kilah Valencia kembali berbohong.


Valencia memasang sihir penghalang di sekitar mereka untung menghambat adanya serangan lain yang mungkin saja akan melesat ke arah mereka. Kemudian Valencia menggambar sebuah pentagram sihir lima titik pijak.


"Sekarang kalian berdiri di masing-masing titik yang sudah aku gambar," titah Valencia.


Mereka langsung mematuhi perintah Valencia, mereka berdiri di titik pijak pentagram sihir yang ia buat.


"Setelah itu, tancapkan pedang Raja iblis di hadapan kalian. Selanjutnya, pejamkan mata kalian dan pusatkan konsentrasi pada satu titik. Aku akan segera memulai ritual penggabungan serta pemindahan sihir."


Valencia memulai ritualnya, dia merapalkan mantra sihir yang sangat rumit. Beberapa detik berselang, muncul cahaya menyilaukan dari pedang tersebut. Secara bertahap seluruh sihir iblis di pedang itu berpindah ke tubuh mereka berlima.


Timbul rasa panas dan sakit ketika sihir iblis memasuki inti tubuh mereka. Namun, mereka masih sanggup untuk menahannya. Proses seperti ini terus berlanjut sampai sihirnya berhasil dipindahkan sepenuhnya.


'Awalnya aku khawatir akan terjadi penolakan dan gejolak gelombang sihir dari sihir Raja iblis. Akan tetapi, sekarang sepertinya kekhawatiranku percuma saja. Mereka dapat menerimanya dengan baik, jika mereka pandai mengendalikan kekuatan itu, maka aku tidak perlu cemas kekuatan Raja iblis mengamuk di dunia manusia,' batin Valencia.


Sesudah ritual pemindahan sihir selesai, mereka membuka mata serentak. Tubuh mereka seolah-olah telah diisi energi yang melimpah. Rasanya amat menenangkan, walaupun terdapat beberapa titik yang mungkin masih dialiri rasa sakit. Hanya saja mereka masih bisa menahannya.


"Bagaimana? Kalian merasakan ada kekuatan asing memenuhi tubuh kalian?" tanya Valencia.


"Ya, aku merasakannya, tapi bagaimana cara mengendalikannya?"

__ADS_1


Mereka punya pertanyaan yang sama, mereka masih terlalu baru soal sihir sehingga timbul sejumlah pertanyaan terkait pengendalian sihir. Tepat sebelum Valencia menjawab pertanyaan mereka, di kepala mereka muncul semacam penggalan ingatan dari Raja iblis sebelumnya.


"Tanpa aku beri tahu, aku rasa kalian bisa mengendalikan kekuatannya. Ingatan Raja iblis mengenai cara mereka menggunakan kekuatannya akan masuk ke dalam kepala kalian. Dengan begini, kalian bisa maju menghabisi musuh. Lalu ingatlah untuk mengontrol kekuatan kalian sebab daya hancur sihir Raja iblis itu amat dahsyat. Apabila salah sasaran, nyawa orang lain jadi taruhannya," peringatan Valencia diangguki oleh mereka.


__ADS_2