
Seisi ruangan tercengang mendengar keputusan Adarian, dia memang terkesan menyayangi Linnea, tapi untuk menjadikan Linnea sebagai anak angkat merupakan sebuah keputusan serius dan tidak bisa diputuskan sebelah pihak saja. Sementara itu, Adarian masih mempunyai Helen sebagai istri sahnya. Sebagai Grand Duchess di kediaman ini, Helen juga berhak memutuskannya, ia berhak memberi pendapat terlebih dahulu.
Ekspresi Helen terlihat tidak senang sebab ia merasa ini tidak adil sama sekali untuk dirinya. Padahal dia melahirkan seorang anak perempuan, tapi Adarian malah lebih menyayangi anak orang lain dibanding anaknya sendiri. Di sini kedua bola mata Helen bergolak marah, keputusan tersebut malah tidak menguntungkan bagi dirinya.
“Grand Duke, apakah Anda sedang membuat lelucon? Bagaimana Anda bisa memutuskannya begitu saja tanpa mengatakan terlebih dahulu kepada saya? Apa Anda anggap saya tidak penting di kediaman ini?”
Atensi kini teralihkan kepada Helen, wanita itu secara tegas mengungkapkan kejanggalan di pikiran semua orang.
“Tampaknya Anda tidak setuju, Grand Duchess.” Adarian menyorot tajam Helen. “Ini adalah keputusanku, kau tidak bisa mengganggu gugat setiap hal yang aku putuskan. Aku tidak peduli kau setuju atau tidak, yang jelas aku akan tetap memasukkan Linnea ke dalam keluarga ini,” kukuh Adarian.
“Anda tidak menganggap keberadaan saya di sini? Bagaimana pun juga posisi saya di kediaman ini sebagai Nyonya rumah. Anda tidak bisa memutuskan segala sesuatu dengan seenaknya begitu, saya akan menentang segala yang berbanding terbalik dengan pendapat saya. Apalagi itu terkait mengangkat seorang anak, padahal Anda sendiri juga punya anak perempuan.”
Helen secara tegas menentang keputusan Adarian, ekspresi Linnea sudah tidak karuan melihat Helen yang terang-terangan menatap tidak suka padanya. Bagaimana pun juga otoritas tertinggi di keluarga ini setelah Grand Duke ialah Grand Duchess. Jadi, posisi Linnea akan tergoyahkan apabila Grand Duchess tidak menyukainya.
“Anak perempuan kau bilang? Memangnya Valencia bisa disebut sebagai anak perempuanku?”
Kedua mata Helen membulat sempurna, meski selama ini dia tidak pernah memperlakukan Valencia secara baik. Namun, Helen tidak terima Adarian berkata demikian soal putrinya sendiri. Pada kenyataannya, Adarian lah orang yang paling berperan penting dalam perubahan sikap Valencia.
“Dia anak perempuan Anda! Meskipun dia sering bertingkah seperti itu, tapi dia tetap darah daging Anda sendiri. Anda tidak bisa seenaknya mengambil keputusan, bahkan Anda tidak mengikutsertakan pendapat Valencia di sini!”
Tanpa sadar, Helen meninggikan suaranya pada Adarian sehingga hal tersebut menimbulkan kegaduhan di antara keduanya. Valencia masih menyimak sampai akhir di balik daun pintu masuk, ia perlu memperhatikan lebih jauh lagi perdebatan antara kedua orang tuanya.
“Beraninya kau meninggikan suaramu padaku!” Adarian bangkit dari posisinya, amarahnya menggebu-gebu di dalam dada. “Kau di sini bersikap selayaknya orang paling penting, seharusnya kau sadar dengan posisimu itu. Apabila kau bukan saudaranya Permaisuri, sudah lama aku menyingkirkanmu dan memberikan posisimu itu kepada Guilla.”
Mendengar perkataan Adarian membuat Helen seketika naik pitam. “Kalau begitu coba saja singkirkan saya sekarang agar Anda bisa membawa anak itu masuk ke keluarga ini! Bukankah Anda menyayangi anak itu selayaknya anak kandung Anda sendiri?! Sekarang tunjukkan seluruh kasih sayang Anda, baik itu kepada Guilla, Endry, mau pun gadis ini!”
“Kau!” Saking kesalnya mendengar perkataan Helen, Adarian sampai mengangkat tangannya dan berencana untuk mendaratkan sebuah tamparan ke pipi Helen, tapi kala itu Valencia muncul lalu menghentikan niat Adarian.
“Grand Duke, tampaknya kau masih belum berubah, ya. Menampar perempuan itu merupakan sikap seorang sampah. Ah, aku lupa, kau kan memang sampah, bahkan lebih hina dari seonggok sampah,” celetuk Valencia muncul dari pintu masuk.
__ADS_1
Valencia bersandar di ambang pintu sambil melipat kedua tangan di dada serta menyunggingkan senyum khasnya. Valencia melihat tangan Adarian masih terangkat dan nyaris mengenai pipi Helen. Walaupun Valencia tidak menyukai Helen, tapi seorang pria yang memukuli seorang wanita tetap saja tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Kenapa kau kemari?! Aku tidak pernah memanggilmu ke ruanganku,” ketus Adarian.
Di sisi lain, Linnea terlihat tengah memandang Valencia penuh kebencian, ia tak melupakan sedetik pun dengan apa yang telah dilakukan Valencia kepada dirinya.
“Aku sudah dari tadi di sini, tidak sengaja aku melihatmu dari kejauhan membawa gadis sialan itu kemari. Melihat hal itu, aku pun memutuskan untuk menguping pembicaraanmu dan rupanya kau berniat mengangkatnya sebagai anak,” jawab Valencia bernada santai.
“Apa kau juga berpendapat sama seperti Ibumu? Aku takkan goyah meski kau juga ikut menolak keputusanku.”
“Siapa bilang aku akan menolak? Seharusnya memang lebih baik Linnea diasuh olehmu daripada hidup terlantar sendirian di tepi jalan, bisa-bisa dia malah masuk ke rumah bordir demi bertahan hidup. Urus saja anak yatim piatu itu dengan baik, aku harap dia takkan menimbulkan masalah untukku.”
Valencia menekan setiap kata yang ia ucapkan seolah dia sengaja melakukannya untuk menyindir Linnea. Dirinya tidak peduli lagi dengan apa pun yang dilakukan Adarian sebab cepat atau lambat dia pasti akan angkat kaki dari keluarga ini.
“Bahkan tanpa kau suruh pun aku tetap akan merawatnya dengan baik. Ya, syukurlah kalau kau tidak menentang keputusanku.” Nada suara Adarian menurun sesaat Valencia menyatakan kesetujuannya terhadap keputusannya.
“Lalu Grand Duchess, sebaiknya kau tidak usah menentang keputusan Grand Duke, pertahankan saja posisimu di keluarga ini. Lagi pula perempuan itu tidak akan berani macam-macam denganmu, kau juga punya hak untuk menghukumnya nanti jika dia berani bersikap tidak sopan,” tutur Valencia kepada Helen kemudian Valencia kembali menoleh ke arah Adarian. “Benar begitu kan, Grand Duke?”
Adarian tersentak dan tidak langsung menjawab, senyum Valencia dipenuhi aura jahat, dia gelagapan seketika Valencia menunjukkan secara jelas bahwa ada maksud tersembunyi di balik senyumnya. Linnea pun ikut merasakannya, aura jahat Valencia memang sulit disembunyikan.
“Kenapa kau diam, Grand Duke? Aku anggap itu sebagai anggukan persetujuan darimu. Nah, sekarang masalahnya sudah beres, kan? Sebaiknya Grand Duchess beristirahat saja sekarang, jangan buang-buang energi untuk menentang keputusan tidak berguna itu.”
Helen tidak menunjukkan perlawanan lagi, ia menyentak pergi dari ruangan Adarian dan membawa para pelayannya keluar. Helen juga menyorot tidak suka Linnea, dia benar-benar merasakan ketidakadilan Adarian terhadap dirinya.
Situasi di ruangan Adarian kini kembali kondusif, tidak ada ketegangan dan tidak ada keributan seperti sebelumnya. Valencia berhasil mengusir halus Helen sekaligus membuat Adarian menurunkan emosinya. Kemudian Valencia berjalan ke arah Linnea, ia mendekati gadis itu untuk mengamati kondisi tubuhnya yang masih dibalut banyak perban.
“Selamat datang, Linnea. Selamat karena telah menjadi saudariku dan selamat karena kau berhasil keluar dari kehidupan memilukan yang penuh dengan kemiskinan,” sarkas Valencia sambil mengulurkan tangan untuk berjabat.
Linnea segera mengubah ekspresinya, sama seperti biasa, dia menunjukkan senyum manis palsu yang biasa dia tunjukkan kepada orang lain. Lalu Linnea membalas jabatan tangan Valencia, ia mencoba mempertahankan citra baiknya di hadapan semua orang.
__ADS_1
“Terima kasih, Valencia karena sudah berbaik hati menyambutku sebagai saudarimu,” ucapnya.
“Ya, aku harap kau betah menjadi saudariku.”
Setelah itu, Valencia pun berbalik meninggalkan ruangan Adarian, sekarang dia akan membiarkan Linnea bersenang-senang sejenak sebelum ia mendatangkan bencana kepada hidup Linnea nanti.
‘Aku berhasil masuk ke keluarga ini, dengan begini aku bisa menjadi pusat perhatian semua orang dan Valencia akan semakin dibenci oleh Grand Duke,’ batin Linnea tersenyum bangga.
Linnea disambut baik oleh para pelayan dan kesatria, perlakuan mereka berbanding terbalik ketika berhadapan dengan Valencia. Seluruh penghuni kediaman ini buta, mereka bahkan tidak bisa melihat seberapa bagus reputasi Valencia di Kekaisaran Alegra. Mereka juga tidak bisa melihat betapa baiknya perlakuan Kaisar dan Permaisuri terhadap Valencia. Ya, mereka sungguh buta, buta oleh kepolosan palsu milik Linnea.
Pada hari itu pula, Adarian bergegas mengurus dokumen adopsi Linnea, karena gadis itu berasal dari bangsawan yang telah jatuh, jadi pengurusan dokumennya terbilang mudah. Tidak lupa pula Adarian mengundang perancang busana terkenal untuk membuatkan pakaian yang sangat bagus untuk Linnea. Bahkan harga dari pakaian Linnea terbilang mahal, seumur hidup Valencia, belum pernah dia mendapatkan perlakuan hangat seperti demikian dari Adarian.
Kabar Adarian mengadopsi Linnea langsung sampai ke pendengaran Henzo, dia tampak geram mendengar laporan dari bawahannya.
“Hah? Jadi, Grand Duke bodoh itu mengadopsi gadis yang membuat keributan di istana sebelumnya? Astaga, aku tidak mengerti kenapa dia sampai berbuat sebegitunya demi gadis itu. Memangnya apa yang telah dilakukan si gadis bermuka dua itu hingga mampu menaklukkan hati Grand Duke?” tanya Henzo.
“Berdasarkan penyelidikan saya, dahulu Nona Linnea pernah menolong Grand Duke yang terluka akibat serangan monster. Itulah mengapa Grand Duke merasa utang budi kepada Nona Linnea,” jelas salah seorang bawahan Henzo.
Henzo terkikik mendengar penjelasan bawahannya. “Karena itu? Hahaha, berarti sama sepertiku. Kalau dia mengadopsi anak bermuka dua yang sudah membuat Valencia sakit hati, maka aku juga akan mengadopsi putrinya.”
“Kemudian, Yang Mulia, saya juga mendapatkan laporan bahwa Grand Duke membelikan Nona Linnea pakaian yang bagus dan berharga mahal. Padahal selama Nona Valencia menjadi putrinya, Nona Valencia belum pernah mendapatkan perlakuan sehangat itu.”
Ekspresi Henzo langsung berganti dingin, lagi-lagi ia mendengar perlakuan tidak adil Adarian terhadap Valencia.
“Berani sekali pria itu memperlakukan calon putriku dengan tidak adil. Sekarang keluarkan seluruh bahan pakaian yang kita dapatkan dari Kekaisaran Ergis! Perintahkan perancang busana istana membuatkan pakaian yang paling menarik dan menawan untuk Valencia!” titah Henzo.
Bawahan Henzo tercengang mendengar perintah dari Henzo, sejenak mereka tak mampu berkata-kata lebih.
“Apa? Bukankah bahan pakaian dari Ergis itu bahan pakaian yang sangat mahal, Yang Mulia? Apakah Anda yakin akan memberikannya untuk Nona Valencia?”
__ADS_1
“Memangnya ada yang salah? Bahan pakaian itu masih bisa kita dapatkan lagi nanti. Sekarang Valencia lah yang terpenting!” bentak Henzo.
Alasan mengapa mereka ragu untuk mengiyakan perintah Henzo ialah karena bahan pakaian dari Kekaisara Ergis itu bernilai tinggi dan juga sangat mahal. Untuk membeli bahan pakaiannya terbilang sulit sebab butuh waktu satu tahun penantian hingga bahan pakaiannya berhasil dibuat. Hal itu dikarenakan bahan pakaian dari Kekaisaran Ergis dibuat menggunakan bahan langka dan berkualitas tinggi. Namun, setiap pakaian yang dihasilkan dari bahan pakaiannya juga sangat bersinar. Maka dari itu, tidak sedikit dari para bangsawan berburu membeli bahan pakaian dari Kekaisaran Ergis.