Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Kembali ke Tubuh Semula


__ADS_3

"Aku sudah mendengar situasinya dari Arc. Jadi, sekarang kalian berdua mengambil alih komando dari para penyihir yang tersisa?"


Valencia beserta Arc dan Cetrion duduk bersama di atas sofa. Tidak lupa Cetrion menyuguhkan teh serta cemilan kesukaan Valencia. Sebelumnya, mereka telah mendengar cerita Valencia mengenai dirinya yang ditolak surga dan neraka sampai cerita tentang dia berada di tubuh Valencia.


"Benar, tidak banyak penyihir yang berpihak kepada kita sekarang. Ditambah lagi kejayaan penyihir tidak seperti dahulu. Ada banyak penyihir pengguna sihir hitam lalu para iblis juga mengacau di Mihovil," jelas Cetrion.


"Ada berapa banyak kira-kira penyihir yang berpihak kepada kita?" tanya Valencia sekali lagi.


"Sekitar seratus orang, hanya itu jumlah yang tersisa saat ini."


Valencia menyunggingkan senyum seringai. Jumlah penyihir yang berpihak terhadap mereka tidaklah sebanyak dulu. Akan tetapi, itu bukanlah sesuatu yang patut dikhawatirkan.


"Itu sudah cukup. Kita akan merebut kembali benua Mihovil menggunakan seratus orang penyihir. Kita bertiga berada di tingkat yang berbeda. Namun, aku pastikan kita bisa mencapai puncak tertinggi kembali seperti dahulunya."


Mendengar perkataan Valencia, membuat Arc dan Cetrion tersenyum puas. Inilah yang mereka tunggu selama ini. Kemampuan sihir mereka memang tinggi. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan Valencia, maka mereka masih tertinggal jauh.


Kemudian beberapa detik berselang, Valencia menunjukkan gejala tubuh yang aneh. Gadis itu mulai batuk berdarah, penglihatannya buram, degup jantungnya tak seirama, dan rasa panas kembali menghantam tubuhnya.


"Bell, apa yang terjadi padamu?"


Ketika tubuhnya nyaris terjatuh, Cetrion dengan sigap menangkap tubuh Valencia. Dia merasakan adanya aliran sihir yang hampir meledak dari inti tubuh milik Valencia.


"Cetrion, tubuh ini akan hancur. Aku mendengar kalian menjaga tubuhku dengan baik. Bisakah kau membantu jiwaku keluar dari tubuh ini? Kekuatan sihirku terlalu besar, tubuh manusia biasa takkan sanggup menampungnya," lirih Valencia.


Cetrion dan Arc saling bertukar pandang, segera Cetrion menggendong Valencia menuju tubuh gadis itu berada.


"Kami akan membawamu ke tempat tubuhmu tertidur. Tolong bertahanlah sebentar lagi, Bell. Aku takkan membiarkanmu mati akibat sihir yang meledak di tubuh ini," ucap Cetrion.


Setibanya mereka di depan peti kaca yang berisi tubuh kosong Klarybell, Cetrion dan Arc langsung memerintahkan para penyihir yang berada di sana untuk membantu mengeluarkan tubuh Klarybell dari peti kaca. Lalu mereka menaruh tubuh tersebut di atas ranjang kosong bersama tubuh Valencia.


"Aku akan melakukannya sekarang. Arc, tolong buat perisai pelindung di sekitar menara. Sihir yang aku gunakan saat ini merupakan salah satu sihir yang mempunyai daya hancur yang kuat," ujar Cetrion.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera memasangnya."


Cetrion membuat sebuah pentagram sihir di antara ranjang Valencia dan tubuh Klarybell. Sepersekian detik sesudahnya, Cetrion mulai memainkan sihirnya.


'Akhirnya salah satu sihir yang aku pelajari selama ini dapat berguna untuk membantu Bell,' batin Cetrion.


Pemindahan jiwa Klarybell dari tubuh Valencia membutuhkan waktu cukup lama. Hal ini akan menjadi lebih mudah jika itu Sean yang melakukannya. Namun, apa daya karena pria itu tidak sedang berada di sini sekarang.


Selama proses pemindahan jiwa berjalan, menara sihir tiada henti berguncang. Permukaan lantai bergetar dan angin menerpa kencang menara. Syukurnya Arc bisa mengatasi itu semua supaya tidak mengganggu fokus Cetrion.


Terlihat pergerakan jiwa Klarybell menuju tubuh aslinya. Perlahan jiwanya menyesuaikan diri di tubuh yang telah lama tidak dia tempati. Ada perasaan dingin menyebar sangat cepat. Akan tetapi, perasaan dingin itu dapat diatasi sehingga kini gadis itu berhasil merasuki tubuhnya dengan sempurna tanpa kendala.


"Sudah selesai! Aku berhasil melakukannya." Cetrion menghela napas lega tatkala ia memastikan bahwa dirinya berhasil memindahkan jiwa Klarybell yang ada di tubuh Valencia.


Klarybell membuka matanya, kesegaran memenuhi tubuhnya. Sekarang jiwanya tidak perlu lagi merasa sakit bertahan di tubuh manusia yang lemah.


"Aku benar-benar mendapatkan tubuhku kembali."


"Astaga, kami tidak sedang bermimpi kan? Yang Mulia Klarybell sungguh kembali dari kematian."


Para penyihir yang berada di satu ruangan, menitikkan air mata saat menatap Klarybell. Pemimpin yang mereka kagumi kini tepat ada di depan mata.


"Selamat datang kembali, Bell," ucap Arc dan Cetrion bersamaan.


"Ya, terima kasih. Memang tubuh sendiri adalah yang terbaik. Dengan begini aku bisa bergerak lebih leluasa. Tunggu saja, Yuine! Aku akan membunuh dan menghancurkanmu seperti kau yang menghancurkan wilayah kepemimpinanku."


***


Selepas kepergian Valencia ke benua Mihovil, sepertinya kondisi kediaman Archduke Calestine mengalami ketegangan. Tidak hanya itu saja, pihak istana pun juga bersikap demikian. Para Pangeran telah memberitahukan semuanya terkait Valencia kepada Henzo, Abraham, Linita, Devina, bahkan Rachel.


Adarian dan Helen pun membenarkan masalah tersebut. Mereka sudah lebih dulu mengetahuinya. Seluruh orang tampak syok, sulit menerima fakta bahwasanya jiwa Klarybell bersemayam di tubuh Valencia.

__ADS_1


"Yang Mulia, Anda tidak tidur selama tiga hari berturut-turut. Sebaiknya sekarang Anda beristirahat dan tinggalkan pekerjaan Anda sementara waktu," tutur Arian mencemaskan kondisi tubuh Henzo.


"Menurutmu, kenapa anak itu merahasiakannya dariku? Mengapa dia tidak memberitahuku sejak awal soal identitasnya? Apakah dia tidak mempercayaiku?"


Henzo menatap sendu ke arah Arian, tidak biasanya dia membuat ekspresi seperti demikian.


"Tampaknya bukan itu alasannya. Beliau tidak memberitahu Anda karena beliau menikmati hidupnya sebagai Nona Valencia. Apabila Anda mengetahuinya, maka Anda takkan mudah menerimanya. Bagaimana pun, orang yang telah ratusan tahun mati lalu hidup kembali di tubuh orang lain, itu merupakan sesuatu yang sulit dipercaya manusia biasa."


Henzo mengacak-acak rambutnya, ia sangat frustrasi mengetahui fakta tersebut.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak peduli siapa pun yang berada di tubuh itu. Putriku yang aku kenal adalah jiwa yang bersarang di badan Valencia," kata Henzo tulus dari lubuk hati terdalam.


"Mengapa Anda berpikir begitu? Bukankah seharusnya Anda marah karena merasa ditipu?" tanya Arian.


"Aku tidak marah, sejak awal gadis itu tidak merugikanku sama sekali. Dia membantu kita dalam banyak hal dan juga sorot matanya selalu menyiratkan betapa inginnya dia merasakan kasih sayang orang tua. Aku hanya tanpa sadar melakukannya dan memperlakukan dia seperti putri kandungku sendiri."


Sementara itu, di saat bersamaan di mansion milik Reibert, para Pangeran tengah berkumpul. Perasaan mereka berkecamuk seusai mengetahui identitas Valencia.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Rexid lesu.


"Aku ingin mendatangi Valencia, maksudku Klarybell ke benua Mihovil," ucap Ivanov.


Serentak seluruh mata menatap Ivanov.


"Kenapa kau ingin menghampirinya?" tanya Leano.


"Kalian coba pikirkan baik-baik, yang kita suka itu Valencia atau jiwa yang berada di tubuh Valencia? Kita berinteraksi selama ini dengan jiwa yang bersemayam di badan milik Valencia. Aku menyukainya, menyukai jiwa yang ada di tubuh itu," ungkap Ivanov.


Tatkala mereka didera kebimbangan, Sean mendadak saja muncul di hadapan mereka.


"Hei, ada di mana Valencia sekarang?" Sean bertanya dengan wajah datar.

__ADS_1


"Valencia? Apakah maksudmu Klarybell?"


__ADS_2