Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Interogasi Mata-mata


__ADS_3

Si pelayan wanita yang menjadi mata-mata tersebut amat ketakutan tatkala Valencia mengintimidasinya. Valencia menekan dirinya hingga menyebabkan guncangan pada jiwa serta hatinya. Suaranya tertahan di tenggorokan, ingin dia menjawab dan berbohong soal keberadaannya di kediaman tersebut. Namun, Valencia seolah tengah mendorong dia ke tepi jurang untuk mengakui apa yang telah dia perbuat.


“Kau tidak mau membuka suara?” Valencia menyejajarkan diri dengan pelayan itu, matanya mengarah lurus dan diselimuti kemurkaan hebat. “Jangan-jangan kau sedang ketakutan? Ya, itu tidak bisa dipungkiri lagi sebab aku ini lebih kuat dari yang kau bayangkan.”


Valencia melayangkan tamparan hingga membuat si pelayan mata-mata itu tersungkur dan kesulitan untuk bangkit kembali. Tidak berhenti sampai di sana saja, Valencia kini menginjak kakinya hingga terdengar bunyi tulang patah.


“ARRGHHH, KAKIKU!” Pekikannya berhasil memekakkan telinga seluruh orang yang berada di ruangan yang sama. Rasa sakit menjalar ke setiap bagian inti tubuhnya, tidak hanya satu kaki saja melainkan kedua kakinya dipatahkan oleh Valencia.


“Kalau begini, kau tidak akan bisa lari ke mana-mana, aku akan memberimu waktu sampai malam ini untuk kau membeberkan semua yang kau simpan baik-baik. Apabila kau masih bersikeras untuk tidak memberi tahuku, maka kau harus siap untuk dibunuh.”


Valencia mengibaskan jemarinya, ia memberi isyarat kepada kesatria yang berada di sana untuk segera membawa mata-mata tersebut ke penjara mansion. Gadis itu tersenyum kejam, dia selalu merasa puas seusai mendengar jeritan kesakitan dari seseorang yang berhasil dia lukai.


Reibert, Leano, dan Sammy bergidik ngeri menyaksikan kekejaman Valencia, dia tidak menyangka kalau gadis berwajah cantik sekaligus imut itu menyimpan karakter sadis di dalam dirinya.


“Kau sangat kejam,” kata Leano.


“Kejam? Ini belum seberapa, aku masih bisa melakukan hal yang lebih kejam dari ini.” Valencia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruang. Gadis itu berasumsi bahwa ada mata-mata lain di mansion ini selain pelayan itu. Valencia berupaya mencari keberadaan mata-mata lain yang sedang bersembunyi di sudut ruangan lain mansion.


“Aku rasa masih ada mata-mata lain, tidak mungkin dia beraksi sendirian saja,” celetuk Sammy berpikiran sama dengan Valencia.


“Iya, kau benar, mari kita sekarang pergi mencari mata-mata itu. Mereka masih berada di sekitar mansion ini.”

__ADS_1


Mereka berempat berpencar dan menelusuri seluruh sudut ruangan mansion tanpa melewati satu pun tempat. Butuh waktu sekiranya kurang lebih tiga puluh menit sampai mereka berhasil menangkap mata-mata yang berjumlah empat orang. Mereka menyeret para mata-mata itu ke penjara yang sama untuk segera diinterogasi.


Akan tetapi, di saat mereka berempat tengah lengah, empat dari lima mata-mata melakukan tindakan bunuh diri dengan menelan racun. Para kesatria yang bertugas mengawasi mereka bergegas pergi melapor kepada Valencia yang kala itu sedang berada di luar penjara.


“Komandan, Nona! Gawat! Empat dari mata-mata yang tertangkap menelan pil beracun dan melakukan bunuh diri. Sekarang hanya tersisa satu di antara mereka yang masih bertahan!” seru seorang kesatria melaporkan situasinya.


“Apa?” Sontak mereka buru-buru mengunjungi penjara, mereka melihat empat orang mata-mata yang mereka tangkap tergeletak tak bernyawa disertai mulut yang dipenuhi buih.


“Sialan! Sebegitunya mereka ingin menutup mulut hingga rela mengorbankan diri mereka sendiri. Mungkin rahasia yang mereka simpan rapat itu menjawab seluruh dugaan kita,” ucap Leano diangguki Sammy dan Reibert.


Valencia memeriksa kondisi mereka untuk mengetahui racun sejenis apa yang mereka telan. Valencia agak terkejut sebab racun yang mereka telan bukan racun sembarangan. Racun itu hanya bisa didapatkan dari benua Mihovil, racun mematikan yang bisa tumbuh subur di tanah Mihovil. Valencia tahu pasti itu sebab dulu dia pernah menggunakan racun itu sebagai senjata membunuh musuh atau pun penyusup.


Valencia menghela napas berat, masalahnya sudah cukup runyam, terlalu banyak hal yang bersumber dari benua Mihovil lalu bercampur ke dalam benua Solvey. Dirinya tidak punya petunjuk mengenai orang-orang yang bertanggung jawab perihal kekacauan ini.


“Masih tersisa satu orang lagi, ‘kan? Oke, tidak masalah, aku sendiri yang akan mengeksekusinya.” Senyum sadis terbit di bibir Valencia, melihat senyum aneh dari gadis itu ketiga pria yang bersamanya langsung merasakan firasat yang tidak mengenakkan.


“Aku rasa dia akan melakukan sesuatu yang gila,” ucap Leano.


“Aku rasa juga begitu,” balas Sammy diangguki Reibert.


Satu orang mata-mata yang tersisa masih terkapar pingsan, Valencia duduk di sebuah kursi di depan badan si mata-mata tersebut. Kakinya saling menyilang, aula membunuh nan kuat perlahan mendominasi atmosfer yang berada di sekitar. Di sisi kiri dan kanan tempatnya duduk, ia didampingi oleh Leano, Reibert, dan juga Sammy.

__ADS_1


“Siram dia dengan air dingin,” titah Valencia kepada kesatria.


Seorang kesatria langsung menyiramkan seember air dingin ke tubuh mata-mata itu, dia pun tergagap bangun dari ketidaksadarannya. Di saat dirinya membuka mata, alangkah terkejut mendapati dirinya di depan mata Valencia. Seorang pria mata-mata yang berhasil selamat di tengah kematian rekannya akan menjadi sumber informasi bagi Valencia.


“Ya ampun, kau sudah bangun rupanya. Bagaimana rasanya diguyur air dingin? Untung saja tadi aku tidak membakarmu.” Valencia langsung menyambutnya menggunakan senyum jahat, dia tidak bisa berkutik bila berhadapan dengan Valencia.


“Apa yang ingin kau lakukan?! Bebaskan aku dari tempat ini! Pemimpin kami tidak akan membiarkan kami berakhir begitu saja di tanganmu!” ronta pria itu.


“Aku tidak tahu siapa pemimpinmu, makanya aku ingin kau memberi tahuku, siapa pemimpinmu? Dan siapa yang berani menghidupkan kembali kelompok penyihir bayangan?!”


Valencia menekan pria itu dengan tatapan penuh selidik, dia sangat penasaran dan inilah saat baginya mengetahui yang sebenarnya terjadi di benua yang baru dia datangi selama beberapa waktu terakhir ini.


“Apa? Bagaimana kau bisa tahu soal penyihir bayangan?” Kedua mata pria itu menatap tak percaya, Valencia sungguh mengetahui hal tersebut dengan baik tanpa sepengetahuannya.


“Kau pikir aku sangat bodoh sampai tidak tahu perihal detail soal penyihir bayangan? Kelompok penyihir bayangan yang dahulunya mengacau di benua Mihovil lalu dihancur leburkan oleh penyihir agung, Klarybell. Sebenarnya, apa yang membuat kalian kembali lagi? Kali ini kalian malah mengacau di benua Solvey. Apa kalian berpikir jika kalian bisa selamat selama bereaksi di tempat ini? Selama ada aku, takkan aku biarkan satu pun dari kalian lolos!”


‘Apa-apaan ini? Tidak ada satu pun yang memberi tahuku soal gadis ini. Kenapa dia bisa mengetahui segalanya dengan baik? Ada apa dengannya?’ batin pria itu.


Pria itu pun tertunduk lemas, tidak disangka kalau Valencia berhasil memojokkan dia sejauh ini. Dia mencoba memutar otak untuk menghadapi dan mengatasi Valencia, bagaimana pun caranya dia tidak boleh membocorkan satu pun informasi tentang kelompok penyihir bayangan.


“Jikalau kau menginginkan informasi dariku soal kelompok penyihir hitam, maka aku tidak akan memberikan informasi apa pun kepadamu. Meskipun kau menyiksaku, meskipun kau membunuhku sekali pun, aku pastikan kau tidak mendapat informasi dariku. Akan aku buat kau menyesal telah menangkapku!”

__ADS_1


__ADS_2