
Nolen terdiam sepersekian detik, bahasa benua Mihovil dan suara yang tidak asing terdengar. Pria itu mengingat ulang, tetapi segalanya terlihat sama persis dengan ingatannya. Gadis yang berbicara lewat kristal komunikasi ialah Klarybell sungguhan.
"Klarybell? Ya, suaramu memang suara Klarybell. Bagaimana kau bisa hidup kembali? Aku yakin kau sudah mati."
"Seharusnya itu pertanyaanku, sialan! Padahal aku sudah membunuhmu, tapi kenapa kau tiba-tiba hidup kembali?!" tekan Valencia.
Nolen merasakan aura menakutkan dari seberang kristal komunikasi. Gadis itu tidak pernah berubah menurutnya, masih saja menyeramkan seperti dahulu.
"Ada seseorang yang menghidupkanku lagi, kau tidak perlu tahu siapa orang itu," jawab Nolen.
"Oh, benarkah? Tampaknya orang itu juga yang sudah membunuhku. Sungguh, luar biasa sekali, aku bisa tahu apa yang menjadi penyebab kematianku."
Semakin lama Nolen berbicara dengan Valencia, semakin ia rasakan tekanan hebat. Gadis yang ia kenal seribu tahun lalu tidak menunjukkan perubahan kekuatan sedikit pun.
"K-Kau, b-bagaimana kau bisa hidup lagi? Aku tidak mungkin salah. Apa kau sekarang hidup sebagai orang lain?"
Suara Nolen terdengar gemetar, pria itu sebenarnya takut akan mati lagi karena Valencia.
"Kau akan mengetahuinya nanti, yang jelas sekarang aku sudah tahu dalang di balik kekacauan di balik benua Solvey. Ketika kita bertemu nanti, aku akan mencabik-cabik tubuhmu!"
Valencia langsung menghancurkan kristal komunikasi tersebut tanpa mendengar jawaban lebih lanjut dari Nolen. Kemudian ia meleburkan tubuh penyusup yang tadi ia hajar untuk menghilangkan bukti keberadaannya.
"Nah, mari kita mulai perburuan."
Senyum miring nan menyiratkan suatu kekejaman. Valencia membayangkan betapa gembiranya jika ia berhasil mengkoyak tubuh lawan. Hal tersebut membuatnya berhasrat ingin cepat-cepat menemukan sarang lab devil lalu menghancurkan sarang mereka sampai tidak bersisa.
"Aku ingin mengenakan pakaian bercelana pendek di atas lutut," pinta Valencia kepada pelayan pria yang sedang bertugas di kamarnya.
Mereka semua menatap aneh Valencia, tentu saja di tempat ini tidak ada wanita yang mengenakan celana pendek dan menampakkan kaki indahnya.
"Nona, apakah Anda mulai gila?" Pierre — pelayan pribadi Valencia menatap tak percaya ke arahnya.
"Ada apa? Kalau melakukan sebuah misi memang lebih bagus mengenakan celana pendek. Apakah ada yang salah?"
Pierre menghela napas panjang, tak bisa ia pahami mengapa Nona yang ia layani malah punya pikiran demikian.
"Jika Anda mengenakan celana pendek, maka kaki Anda akan terpampang jelas. Kalau begitu, semua orang bisa melihat kaki Anda. Saya khawatir Anda tidak bisa menikah nantinya," oceh Pierre.
"Tenang saja, aku tidak mau menikah."
Valencia menjawabnya disertai muka polos tanpa beban.
"Apa? Anda benar-benar sudah gila rupanya. Semua gadis memimpikan pernikahan, tapi kenapa Anda malah tidak mau menikah?"
"Karena menikah itu merepotkan, kalau ingin punya anak lebih baik adopsi saja."
"Saya tidak mengerti jalan pikir Anda, Nona."
Pada akhirnya, Pierre mau tidak mau harus menuruti keinginan Valencia. Dia membantu Valencia memilihkan pakaian yang tepat. Celana pendek di atas lutut dan baju mini yang memperlihatkan lengannya. Rambutnya yang panjang sengaja diikat ke belakang demi mempermudah pergerakannya.
"Baiklah, semuanya selesai! Sudah berapa lama sejak terakhir kali aku memakai pakaian seperti ini? Aku sangat merindukan masa-masa itu."
Di saat Valencia tengah melakukan persiapan terakhir, seorang kesatria wanita tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
"Nona, saya punya laporan!" serunya.
"Ya? Laporan apa yang akan kau sampaikan?"
__ADS_1
Kesatria itu terpaku tatkala mendapati Valencia dengan pakaian serba minim. Namun, ia lekas menyingkirkan segala pikiran buruk yang melintas di kepalanya.
"Nona, salah seorang kesatria mengatakan bahwa dia melihat seekor nyamuk raksasa. Nyamuk itu menghisap darah penduduk sampai mengering. Tampaknya makhluk itulah yang menyebabkan kematian misterius akhir-akhir ini."
"Nyamuk raksasa? Baiklah, aku akan segera ke sana. Tolong sebarkan kabar ini ke yang lain juga."
Tanpa menunggu lama, Valencia langsung melompat dari balkon. Seisi ruangan syok sesaat menyaksikan Valencia melompat begitu saja tanpa aba-aba.
'Sepertinya aku melayani seorang Nona yang gila. Jarak balkon ini dengan permukaan tanah cukup tinggi, bisa-bisanya dia melompat tanpa takut terluka,' batin Pierre.
Valencia melesat dengan sangat cepat menuju wilayah terdekat karena dia merasakan bahwa marabahaya sedang menghadang wilayah tersebut.
'Sialan! Ternyata situasinya lebih buruk dari dugaanku. Nyamuk raksasa itu sepertinya bagian dari hasil eksperimen lab devil.'
Seluruh penduduk berlarian ke sana kemari, mereka berteriak memohon pertolongan. Ketakutan menyelimuti mereka, sungguh tiada kehidupan yang bisa mereka bayangkan saat ini. Hanya ada jurang kematian yang seakan-akan datang perlahan menjemput mereka.
"Jangan pikir kalian bisa menghisap darah para penduduk!"
Valencia secara mengejutkan datang menghempaskan satu buah pedang ke arah salah satu nyamuk. Tubuh nyamuk itu hancur lebur tatkala mengenai ujung pedang Valencia.
"Nona Valencia! Syukurlah Anda datang tepat waktu."
Seorang kesatria ternyata sudah ada di sana membantu orang-orang untuk evakuasi.
"Ya, bagaimana di wilayah yang lain?" tanya Valencia.
"Tenang saja, Nona. Di wilayah lain ada Komandan Reibert bersama yang lain mengatasi masalah ini."
"Ternyata mereka bergerak lebih cepat dariku. Ya sudah, sekarang kau bantu evakuasi, biar aku yang menangani sisanya."
Valencia bergerak cepat di udara, ia menebas setiap nyamuk yang mencoba menerkam penduduk. Kemarahannya meledak-ledak ketika mendapati banyak mayat manusia bergelimpangan di permukaan tanah.
Hanya butuh waktu lima belas menit bagi Valencia membereskan kekacauan tersebut. Setelah itu, ia mendarat ke permukaan tanah dan mengecek salah satu bangkai nyamuk raksasa itu.
"Aneh, struktur tubuh nyamuk ini sangat aneh dan berbeda dari nyamuk pada umumnya."
Bersamaan kala itu, kedua mata Valencia membelalak kaget. Tidak disangka ia melihat sesuatu yang memancing kemarahannya.
"Ini adalah kulit manusia." Valencia menyentuh bagian kaki si nyamuk yang mempunyai warna yang berbeda.
"Bajing*n! Jadi, mereka mengubah para gadis itu menjadi nyamuk menjijikkan ini?!"
Valencia menemukan fakta baru, para gadis yang mereka culik rupanya telah diubah menjadi monster nyamuk penghisap darah manusia. Valencia tidak habis pikir kalau lab devil melakukan eksperimen gila semacam ini.
"Tidak bisa dimaafkan! Mereka harus mati! Mereka harus musnah dari muka bumi ini! Tidak peduli siapa pun yang berada di belakangnya, aku akan membunuhnya. Akan aku cabik-cabik kalian, brengs*k!"
Kemarahan Valencia mengguncang satu kekaisaran. Getaran kuat yang berasal dari ledakan sihirnya hampir membuat tanah kekaisaran mengalami retakan.
Di hamparan langit luas, petir menggelegar menyambar ke mana-mana. Siapa pun yang terlibat menjadi bagian lab devil, maka dia akan mati mengenaskan di tangan Valencia.
"Tunggu saja, aku pastikan kalian tertangkap olehku. Tidak ada pengampunan, hanya ada emosi menggelora di dada. Neraka menunggu kalian, hidup kalian berada di tanganku!"
Sebelum meluncur ke lokasi markas lab devil, Valencia terlebih dahulu menemui Reibert dan yang lain. Dia butuh bantuan untuk menyerbu markas lab devil karena di sana sudah tentu banyak gadis yang sedang tersekap.
"Reibert, bagaimana? Apa masalah yang di sini sudah selesai?"
Valencia mendarat tepat di belakang Reibert, pria itu terkejut seketika melihat Valencia dengan pakaian minimnya. Akan tetapi, dia berusaha bersikap biasa saja tanpa bertanya aneh-aneh.
__ADS_1
"Ya, di sini sudah selesai. Sepertinya yang lain juga sudah menyelesaikannya."
Valencia terkesan, pekerjaan mereka berlangsung cepat serta pengendalian sihir mereka sungguh di luar dugaan. Mereka berhasil mengendalikan sihir Raja iblis dengan kemampuan yang berada di tingkat tinggi.
"Hei, kalian sudah selesai?"
Dari angkasa, Leano beserta kelima pria lainnya datang menghampiri mereka berdua. Kelimanya membuat ekspresi serupa dengan Reibert saat melihat Valencia. Namun, mereka memilih untuk diam saja karena jika mereka berkomentar maka Valencia akan menyerang mereka menggunakan kata-kata berisi kemarahan.
"Aku dan Reibert sudah menyelesaikan bagian kami," jawab Valencia diangguki Reibert.
"Tetapi, ada yang aneh dari tubuh nyamuk itu. Ini hanya perkiraanku, tubuh nyamuk itu menurut kalian tidakkah mirip dengan tekstur kulit manusia?" ujar Sammy.
"Kau menyadarinya? Ya, itu memang kulit manusia. Lebih tepatnya badan manusia yang diubah menjadi monster nyamuk," kata Valencia.
Sungguh mengejutkan bagi mereka, tidak ada yang menyangka bahwa hal gila itu benar-benar dilakukan oleh kelompok orang tak bertanggung jawab.
"Apa lab devil melakukan percobaan eksperimen terhadap gadis yang mereka culik?" tanya Xeros.
"Ya, tepat sekali! Jadi, sekarang tujuan kita adalah menyergap markas lab devil."
"Baiklah, ayo kita lakukan sekarang. Jumlah gadis yang mereka culik sangat banyak. Aku harap masih ada gadis yang bisa kita selamatkan."
***
Di suatu tempat tersembunyi di penghujung salah satu wilayah di benua Solvey, markas lab devil sebaik mungkin menyembunyikan diri dari tatapan mata manusia biasa.
"ARRRGGHHH! TIDAK! LEPASKAN AKU!"
Terdengar suara sejumlah gadis memekik histeris dari dalam markas. Di sana tampak seperti sebuah laboratorium dan penuh dengan cairan eksperimen. Ada banyak sekali gadis yang dikurung di dalam kurungan besi.
"Tidak bisakah kau diam?! Kalau kau tidak menurut, maka kami akan membunuh keluargamu."
Orang-orang bermasker yang diduga sebagai bagian dari kelompok lab devil mengancam para gadis. Di tangan mereka terdapat jarum suntik bercairan merah seperti darah. Cairan tersebut disuntikkan ke tubuh gadis yang dijadikan sebagai bahan eksperimen.
Perlahan tubuh gadis itu mulai menunjukkan perubahan. Bentuk tubuh manusianya lenyap dibalut bentuk tubuh nyamuk. Mereka sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan.
"Sudah berapa monster nyamuk yang kita lepaskan?" tanya Nolen muncul dari arah lain.
"Saat ini sudah tujuh puluh tujuh, Tuan. Namun, anehnya jejak mereka menghilang begitu saja."
"Hilang? Jangan kau bilang rencana kita gagal?"
"Saya rasa begitu."
Nolen mengacak-acak rambut karena frustrasi, padahal rencananya selangkah lagi menuju kata berhasil. Akan tetapi, ia harus gagal sekali lagi melancarkan aksinya.
"Klarybell. Wanita itu kenapa tidak bisa menurut padaku? Dia selalu menjadi penghalang bagiku. Sekarang dia pasti sedang menuju kemari. Sialan!"
Nolen melempar barang-barang yang ada di sekitarnya. Perasaan resah menyelimuti hatinya, dadanya memanas gelisah akibat ulah Valencia. Di tengah kekacauan pikirannya, bola kristalnya bersinar menandakan ada panggilan masuk.
"Nolen, apa yang terjadi?! Apakah rencanamu gagal?"
Suara seorang wanita terdengar dari seberang bola kristal.
"Maafkan saya, ada seseorang yang menggagalkan rencana saya," tutur Nolen.
"Jangan membuat usahaku menghidupkanmu kembali menjadi sia-sia! Tolong perbaiki semuanya. Aku tidak mau tahu, kau harus bisa menghancurkan benua Solvey!"
__ADS_1
"Di sana juga ada Rudolf dan Elkin yang membantumu. Cepat singkirkan orang yang menghalangi langkahmu sebelum aku sendiri yang bergerak menyingkirkanmu terlebih dahulu."
Nolen membuang napas berat. "Baik, akan segera saya selesaikan."