Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Portal Putih dan Bayangan


__ADS_3

“Valencia, dari mana saja kau? Lalu bagaimana bisa kau muncul tiba-tiba begini?”


Leano menurunkan Valencia, mereka menyerbu Valencia dengan berbagai pertanyaan serius. Valencia mencoba untuk menenangkan mereka, tapi mereka tidak mengindahkan apa pun kata Valencia. Mereka berisik sekali sampai Valencia ingin menutup kedua lubang telinganya sendiri agar suara mereka tidak menembus pendengarannya.


“CUKUP!” teriak Valencia akhirnya mereka pun hening. “Tidak bisakah kalian membiarkan aku berbicara? Kalian bahkan tidak memberiku kesempatan untuk menjawab pertanyaan kalian.” Valencia berakhir jengkel akibat keributan yang mereka buat.


Valencia membuang napas kasar, dia pun mendudukkan diri di atas kursi kosong yang berada di belakangnya.


“Aku baru saja diculik oleh bayangan hitam dan masuk ke dalam portal putih,” ucap Valencia menjelaskan secara singkat saja.


Sejujurnya kala itu Valencia terlihat lelah, dia lelah bukan karena terlalu banyak menggunakan sihir tapi karena Valencia sedang memikirkan berbagai kejanggalan di otaknya. Sekarang yang dia inginkan hanyalah istirahat sejenak, tapi sebelum itu dia harus menjelaskan kepada mereka bertiga tentang portal putih.


“Bayangan hitam dan portal putih? Memangnya ada portal berwarna putih?” tanya Reibert.


“Ada, portal putih itu sangat jarang ada sebab portal itu tidak begitu berbahaya seperti portal lainnya. Portal putih hanyalah portal kosong yang disalah gunakan oleh pihak lain seperti apa yang baru saja terjadi. Aku terjebak di sana tapi beruntungnya aku langsung bisa keluar dan pelaku yang membawaku ke portal putih ialah bayangan hitam.


Bayangan hitam sendiri merupakan salah satu jenis makhluk yang datang dari dunia lain. Mereka menyeberangi portal untuk masuk ke dunia mnusia, bukankah waktu itu kau sendiri pernah melihatnya, Leano? Bayangan hitam yang tiba-tiba menyerangmu dan menyerang manusia lain, bayangan itulah yang aku maksud.”


Leano berpikir sejenak, dia menelusuri alam ingatannya kembali, dia pun baru ingin tentang bayangan yang kala itu pernah menyerangnya. Ternyata kali ini bayangan hitam itu datang lagi menyerang manusia seperti sebelumnya.


“Ahh, benar, aku ingat itu! Bayangan hitam yang berbentuk seperti gumpalan asap, dia pernah menyerangku dan pada akhirnya aku diselamatkan oleh Valencia,” ujar Leano.


Valencia mengangguk. “Ya, bayangan itu yang aku maksud, tapi bayangan yang aku temui sekarang lebih mempunyai bentuk yang jelas. Bayangan itu berwujud seperti anak kecil, aku sempat heran tapi aku yakin kalau itu bayangan yang sama seperti yang menyerangmu.”

__ADS_1


Valencia tenggelam di dalam pikirannya sendiri, rasanya sungguh ada sesuatu yang mengganjal di balik alasan kematiannya dahulu.


‘Pantas saja bayangan hitam itu berbau seperti sihir hitam, siapa orang yang berada di balik semua ini? Aku tidak bisa memikirkannya, mungkin kematianku juga berkaitan dengan sihir hitam. Aku harus mencari tahu dari awal, jika tidak, mungkin akan terjadi sesuatu yang lebih mengerikan lagi,’ pikir Valencia.


“Valencia!” Reibert menepuk pundak gadis itu hingga membuat lamunan Valencia ambyar seketika. Mimik muka Valencia tampak bingung, ketiga pria tersebut menyadari ada hal yang mengganggu pikir Valencia.


“Ya, ada apa lagi?” Valencia segera mengubah raut mukanya secara halus, dia tidak bermaksud memperlihatkan betapa beratnya pikirannya sampai harus melamun seperti itu.


“Valencia, apa kau baik-baik saja?” tanya Sammy.


“Aku baik-baik saja, jangan khawatir, ini karena aku masih sedikit terkejut,” dalih Valencia terpaksa berbohong.


Mereka bertiga saling bertemu pandang dan serentak menghela napas, mereka pikir Valencia sedang sakit atau bagaimana. Namun, menyaksikan raut mukanya yang seperti ini menunjukkan kalau Valencia memang baik-baik saja.


Valencia langsung memusatkan fokusnya kepada Reibert. “Bertanya sesuatu? Apa yang hendak kau tanyakan padaku?”


“Dari mana kau tahu soal bayangan itu? Dari mana kau tahu adanya portal putih? Itu semua tidak ada di buku catatan kekaisaran. Jadi, bagaimana cara kau mengetahuinya? Apakah dari buku ataukah ada seseeorang yang memberi tahumu serta menjelaskan padamu perihal bayangan dan portal putih?”


Valencia tercengang, tidak disangka dia melakukan sesuatu yang bodoh lagi, betapa ceroboh dirinya tidak memikirkan sampai ke sana.


“Aku membacanya dari buku, ada sebuah buku yang tidak kau ketahui,” jawab Valencia gelagapan.


“Begitukah? Bisakah kau nanti meminjamku bukunya?”

__ADS_1


Valencia ingin menghilang dari tempat itu sekarang juga, dia selalu berbohong selama beberapa hari terakhir ini demi menutupi dirinya yang asli.


“Baiklah, tenang saja, aku akan meminjamkanmu nanti.”


***


Kabar mengenai pembersihan wilayah Count Terano yang berhasil dilakukan langsung tertangkap oleh pendengaran Kaisar dan Permaisuri. Mereka juga menerima laporan soal Count Terano yang sedang berada di kondisi sekarat karena kehilangan kedua kakinya. Lalu yang paling mengejutkan ialah Valencia mempunyai peran besar di dalam pengungkapan masalah Count Terano yang menyiksa penduduk desa Sanori.


“Apakah Valencia benar-benar melakukannya?” tanya Linita – sang Permaisuri yang masih tidak menyangka terhadap kemampuan Valencia.


“Begitulah laporan yang aku terima dari bawahanku, bukankah akhir-akhir ini nama Valencia sedang melejit? Ditambah lagi sekarang dia mempunyai kelompok kesatria wanita di bawah perintahnya. Apabila kabar ini diketahui oleh putri kita, maka dia akan melakukan apa pun demi bergabung dengan Valencia,” tutur Abraham – sang Kaisar.


Linita masih menyimpan rasa khawatir yang besar terhadap pengaruh yang akan dituai Valencia ketika namanya semakin dikenal masyarakat.


“Bukan itu masalahnya, tapi kau tahu sendiri para bangsawan bagaimana, ‘kan? Aku yakin mereka tidak akan membiarkan Valencia begitu saja. Para bangsawan selalu menentang keras apabila seorang wanita mempunyai posisi setara dengan pria. Terlebih lagi Valencia, anak itu baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan.”


Abraham menghela napas panjang, dia paham kekhawatiran sang istri, dia juga memiliki pemikiran yang sama dengan Linita. Bangsawan Kekaisaran Alegra adalah bangsawan yang memegang teguh pada prinsip bahwa wanita tidak boleh ikut serta dalam kepemimpinan kecuali Permaisuri yang berperan sebagai istri Kaisar yang dinilai memiliki hak yang hampir seimbang dengan Kaisar.


“Aku paham apa yang kau khawatirkan, hanya saja aku berpikir bahwa Valencia mungkin punya cara melewati ini semua. Apakah kau tahu? Reibert, Sammy, dan Leano juga berada di pihak Valencia, mereka bertiga sekarang sedang bersama Valencia. Setidaknya dengan begini mereka juga akan membantu Valencia. Percayalah padaku,” ujar Abraham berupaya menenangkan hati Linita.


Ekspresi Linita berubah hangat kembali, raut khawatirnya mencair seusai mendengar nama tiga pria yang sedang bersama Valencia.


“Benarkah begitu? Jika mereka berada di pihak Valencia, itu akan lebih menguntungkan. Siapa tahu di antara mereka ada yang bisa menggantikan posisi calon tunangan Valencia. Aku tidak suka bila Valencia terlibat dalam keluarga Duke Nerio.”

__ADS_1


“Hahaha, aku harap juga begitu, sekarang bagaimana kalau kita mengirim undangan kepada Valencia untuk menemui kita? Anak itu sudah lama tidak bertemu dengan kita.”


__ADS_2