
Para pembunuh tersebut terperanjat kaget oleh kedatangan Valencia, mereka tidak habis pikir ada seseorang yang bisa menagkis serangan mereka. Terlebih lagi gadis yang berada di hadapan mereka kini masih berusia sangat kecil. Valencia hanya menggunakan sebilah pedang biasa untuk mematahkan serangan mereka. Jikalau mereka membawa situasi tersebut masuk ke dalam logika, maka mereka berpiki mustahil seorang manusia biasa menangkis sihir dengan begitu mudahnya.
Henzo tertegun sepersekian detik sampai akhirnya dia sadar bahwa gadis yang menyelamatkan nyawanya kala itu adalah Valencia. Siapa sangka gadis yang kemarin dia bicarakan sekarang ada di depan matanya. Tetapi, Valencia tidak tahu bahwa yang dia selamatkan saat itu adalah seorang bangsawan paling berpengaruh di Alegra.
“Siapa kau?! Beraninya ikut campur urusan kami di sini!” Para pembunuh itu malah membentak dan menyuruh Valencia untuk menyingkir. Mereka bahkan mengancam akan membunuh Valencia jika gadis itu ikut campur.
Baru kali ini Valencia merasa dirinya sangat terhina, di sini seharusnya yang marah adalah dirinya.
“Hei, bajing*n brengs*k! Beraninya kau meninggikan suaramu padaku! Aku yang seharusnya marah pada kalian! Apa kalian tidak tahu kalau kalian menghalangi jalanku?! Dasar setan! Kalian sudah menunda waktuku pergi ke istana! Menyingkir kalian dari sini sebelum aku pecahkan kepala kalian!”
Valencia marah bukan main, ia geram karena orang-orang yang meninggikan suara padanya. Valencia mengumpat hingga mengancam para pembunuh tersebut, seluruh telinga yang mendengarnya sesaat tercengang. Baru kali ini mereka menemukan Nona bangsawan yang tidak menjaga tutur katanya.
“K-Kau berani sekali! Apa kau tidak tahu siapa kami?! Kami bisa menggunakan sihir dan melenyapkan kalian dalam sekejap. Kau harus bersikap lebih berhati-hati, Nona!” peringat salah seorang dari pembunuh itu.
“PERSETAN DENGAN SIHIR!” teriak Valencia dengan lantang. “Maju kalian kemari! Aku akan mencabik-cabik tubuh kalian dan menjadikan mayat kalian sebagai santapan burung gagak! Aku tidak takut dengan sihir atau apa pun itu. Selagi aku punya alasan untuk membunuh kalian, maka aku pastikan hidup kalian berakhir di neraka.”
“Dasar jal*ng! Serang gadis kecil itu lebih dulu! Jangan bebaskan dia yang berani menghina kita!”
Mereka pun beralih fokus kepada Valencia, senjata mereka membidik Valencia, tapi gadis itu berhasil mematahkan setiap serangan yang mengarah padanya. Henzo menyeringai, ia takjub atas kemampuan Valencia yang melebihi ekspektasinya. Para kesatria bawahan Henzo pun bisa beristirahat sejenak sebab para pembunuh tersebut sedang mengincar Valencia.
“Luar biasa! Jadi, beliau adalah Nona Valencia yang tengah ramai dibicarakan saat ini?”
“Kemampuan bertarung Nona Valencia melebihi kemampuan kesatria senior seperti kita. Gerakan beliau sangat lincah dan gesit menampik serangan lewat udara.”
__ADS_1
Para kesatria juga berdecak kagum, mereka hanya menjadi penonton dan tidak ikut campur ke dalam pertarungan yang kala itu terjadi.
“B-Bagaimana bisa? Gadis ini dia berhasil mengelak dari seluruh serangan sihir. Siapa dia sebenarnya? Mengapa Bos tidak menginfokan kalau ada orang seperti dirinya di Kekaisaran Alegra?”
Para pembunuh itu mulai kebingungan mencari cara menghadapi Valencia, apa pun cara yang mereka kerahkan, tak ada yang berhasil. Valencia jauh lebih tangguh dari yang mereka kira, seorang gadis berbadan kecil sukses membuat mereka terpojok.
“Apakah hanya ini saja yang bisa kalian lakukan? Kalau begitu, sekarang giliranku menunjukkan serangan mautku.” Valencia tersenyum sadis, ia menyiapkan ancang-ancang mengerahkan serangan balik.
Aura mengerikan yang menyelubungi tubuh Valencia memancar jelas menekan jiwa para pembunuh tersebut. Kemudian Valencia bergerak cepat layaknya cahaya yang menyambar seperti petir. Tanpa adanya perlawanan lebih, tanpa mereka sadari, ujung pedang Valencia tiba-tiba saja sudah menancap jantung mereka serta memotong urat leher mereka. Satu persatu pembunuh yang mengincar Henzo mulai tumbang. Kematian mereka terbilang sangat mengenaskan, Valencia tanpa ampun terus mengerahkan serangan penuh.
“Aku tidak bisa mengatasi wanita ini. Aku harus kabur sebelum dia menargetkanku.” Salah satu pembunuh yang berada di angkasa berencana untuk kabur. Namun, Valencia tidak memberi kesempatan untuknya pergi dari hadapannya.
“Kau sudah berada di dalam genggamanku! Jangan harap kau bisa kabur dariku dalam keadaan hidup!”
Valencia melempar pedangnya ke atas langit, pedangnya bergerak cepat di udara melesat menuju ke arah pembunuh yang kabur tersebut. Dan sepersekian kemudian, pedangnya tepat sasaran menancap jantung si pembunuh hingga meregang nyawa dan tubuhnya terjatuh terhempas ke atas permukaan tanah.
“Benar-benar mengejutkan. Bagaimana kau bisa mengalahkan mereka yang memiliki kemampuan penyembuhan diri yang sangat cepat?” tanya Henzo.
“Aku akan menjelaskannya. Kemampuan penyembuhan diri itu hanya berlaku pada beberapa titik tubuh mereka saja. Kemampuan itu punya celah yaitu di jantung serta di urat utama lehernya, jadi lain kali kalau Paman bertemu dengan mereka lagi, maka cukup putuskan urat utama leher mereka atau hunuskan pedang ke jantung mereka,” jelas Valencia.
“Hahaha, begitukah? Kau sangat hebat bisa menyadari kelemahan mereka, tidak sepantasnya kau menyandang nama Grand Duke Allerick,” kekeh Henzo.
“Benar, kan? Tidak seharusnya aku terlahir dari keluarga sampah itu. Tetapi, Paman tampan, kau juga sangat hebat bisa menahan serangan mereka tanpa terluka.” Valencia menyanjung kemampuan Henzo. Sebagai seorang manusia biasa, kemampuan Henzo jauh lebih baik dari orang-orang yang pernah dia jumpai di Kekaisaran Alegra.
__ADS_1
Mereka bisa langsung akrab dalam sekali pertemuan, para kesatria keheranan menyaksikan interaksi keduanya. Seluruh kesatria bawahan Henzo mengetahuinya dengan amat baik, selama ini Henzo belum pernah memperlakukan wanita asing dengan ramah. Ini merupakan pemandangan yang sangat langka untuk mereka abadikan.
“Nona, Anda sejak tadi berbicara tanpa menggunakan bahasa formal. Apakah Anda tidak tahu sedang berbicara dengan siapa?” tegur salah seorang kesatria.
“Memangnya siapa? Paman tampan ini manusia, ‘kan?” tanya Valencia balik.
“Bukan begitu maksud saya, Anda sedang berhadapan dengan Archduke Calestine. Mustahil Anda tidak tahu nama itu, tolong tunjukkan sopan santun Anda sedikit.”
Valencia mengerutkan keningnya. “Lalu apa masalahnya? Aku tidak peduli Paman tampan ini bangsawan atau bukan. Jadi, jangan suruh aku mengubah sikapku, sialan!” balas Valencia.
Para kesatria langsung terdiam, sifat Valencia sangat buruk, gadis itu suka sekali mengumpat dan berlaku tidak sopan terhadap siapa saja yang dia temui. Henzo hanya tertawa mendengar respon dari Valencia, ia seperti melihat dirinya waktu remaja.
“Aku suka itu! Hei, Valencia, seperti yang aku bilang sebelumnya. Kau tidak pantas mengenakan nama Grand Duke Allerick. Bagaimana kalau kau menjadi anak angkatku saja?” tawar Henzo tanpa berpikir panjang.
“Paman tampan, kau ini sedang bergurau?” Valencia terlihat tidak percaya sama sekali.
“Tidak, aku tidak bergurau. Aku sungguh ingin menjadikanmu anak angkatku, lagi pula kau sepertinya tidak segan-segan menatap mataku. Biasanya wanita dan anak kecil akan kabur jika mereka menatap ke arah mataku. Dan lagi kau lebih pantas menyandang nama Archduke Calestine.”
“Apakah di kediaman Paman banyak makanan?” tanya Valencia.
“Ada banyak sekali, kau bisa makan sepuasnya di sana.”
“Baiklah kalau begitu.”
__ADS_1
Seluruh telinga yang mendengar sontak kaget melihat Henzo dan Valencia dengan mudahnya memutuskan segala sesuatu.
“EHHH, SEMUDAH ITU?!”