
Henzo benar-benar marah, ia menyentak kasar tangan Adarian. Ekspresi Valencia cukup terkejut mendengar Henzo membelanya di depan banyak orang sebagai putrinya.
"Aku menunggumu di mansion, tolong jelaskan kepadaku omong kosong ini."
Adarian berlalu pergi meninggalkan aula pertunangan. Langkahnya diikuti oleh Linnea, Guilla, dan Helen. Valencia hanya bisa menghela napas berat karena masalah ini tidak akan berakhir begitu saja.
"Yang Mulia, Anda tidak bisa seenaknya saja menghentikan pertunangan ini!" teriak Duke Nerio kepada Henzo.
"Berani sekali kau meninggikan suaramu, apa kau pikir aku tidak tahu rencanamu yang sebenarnya?" tekan Henzo mengintimidasi Duke Nerio.
"A-Apa yang Anda katakan? R-Rencana apa?"
Duke Nerio gemetar ketakutan saat menatap lurus mata Henzo. Penuh kemarahan, kebencian, serta perasaan yang sulit diartikan.
PRAANGG!
Deraian piring dan gelas berbenturan ke ubin lantai. Suaranya memecah ketegangan yang ada, serpihan kaca bertebaran di mana-mana. Valencia tidak lagi menahan diri, ia menghempaskan seluruh minuman dan makanan yang terhidang di atas meja.
"Makanan yang menjijikkan! Mencampurkan sihir ke dalam makanan untuk mencuci otak orang lain. Sungguh perbuatan yang paling aku benci," gumam Valencia menggerutu.
Valencia mendeteksi adanya sihir pencuci otak di dalam semua makanan dan minuman di atas meja. Mendadak ia naik pitam, aliran kemarahannya berpacu begitu cepat.
"Valencia, apa yang kau lakukan?! Kau menghancurkan seluruh makanan—"
"DIAM!" sergah Valencia membentak Charly. "Kalian menjijikkan! Apa kau pikir aku akan memaafkan kalian begitu saja?!"
Valencia menarik kerah baju Charly dan membuat pria itu merasa sesak akibat kuatnya cengkraman tangan Valencia.
"Dasar manusia rendahan! Aku tidak pernah berpikir akan bertunangan dengan pria tukang selingkuh sepertimu. Kau harusnya mati saja!"
Valencia melemparkan tubuh Charly ke sudut ruangan. Punggungnya terhempas ke permukaan dinding hingga menyebabkan Charly kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan kepada putraku?! Keterlaluan! Kau membuat putraku—"
"Duke, seharusnya yang marah di sini adalah aku."
Aura Valencia begitu mendominasi, ia kini merobek gaunnya yang panjang dan memperlihatkan kakinya yang sangat indah.
"Apa? Aku yang harusnya marah! Dasar gila! Kau gadis pembawa masalah!"
Valencia menyeringai lalu potongan gaun putih di tangannya bergerak membelit leher Duke Nerio. Valencia mencekik leher pria itu dengan tenaga yang amat kuat.
"Apakah kau pikir aku tidak tahu kalau kau bekerja untuk Pangeran Rudolf? Aku sudah tahu segalanya," bisik Valencia.
Pupil mata Duke Nerio melebar. 'Bagaimana gadis ini bisa mengetahuinya?'
"Wah, tampaknya aku benar. Kau mencoba menjebakku melalui pertunangan anakmu. Ingatlah, aku takkan terjebak begitu saja oleh tipu muslihatmu."
Duke Nerio semakin kesulitan bernapas, di matanya kini ada bayangan neraka yang mengejar nyawanya. Sebuah sabit besar milik malaikat maut seolah-olah akan merajam jantungnya.
"Tentu saja, lepaskan dia sebentar. Dia harus tahu sesuatu sebelum berjalan ke neraka."
Valencia melepaskan Duke Nerio secara kasar, nyaris saja dirinya melupakan sesuatu yang sangat penting. Duke Nerio tampak kewalahan, napasnya terputus-putus, serta lehernya yang terasa amat kesakitan.
"Duke Nerio, kau ditangkap atas dugaan perdagangan manusia, pengedaran obat terlarang, dan penjualan senjata ilegal. Dengan begini, pihak istana akan segera menghakimimu," tutur Henzo.
Mata Duke Nerio membulat sempurna, dengan segala tenaga yang tersisa ia berupaya untuk berbicara.
"B-Bagaimana bisa? Itu t-tidak mungkin. K-Kenapa k-kalian bisa tahu?"
"Tidak ada hal mustahil di dunia ini bagi diriku, dosamu sudah terlalu banyak, Duke. Apabila kau menghilang dari muka bumi ini, maka pemberontak itu akan kehilangan bawahan terpercayanya bukan?"
Valencia tersenyum tipis dan menakutkan, Duke Nerio saat ini hanya melihat adanya sekelebat bayangan hitam meliputi dirinya. Kemudian Valencia meminjam pedang dari salah satu kesatria.
__ADS_1
"Lebih baik kalian keluar dari tempat ini sekarang juga sebelum aku membuat kalian kehilangan kepala," ancam Valencia menodongkan pedangnya ke arah para tamu undangan.
"KYAAAA!" Para wanita bangsawan memekik takut keluar dari ruangan. Dalam sekejap ruang aula ini pun kosong dan hanya tersisa Valencia, Henzo, serta para bawahan Henzo.
"Mari kita mulai eksekusinya, tidak perlu menunggu lama untuk eksekusi publik karena aku yakin sebelum itu terjadi, para pembelot itu akan lebih dulu melakukannya."
Ujung pedang nan tajam menyentuh permukaan kulit leher Duke Nerio dan memutus urat lehernya. Kepala pria itu seketika menggelinding ke permukaan lantai. Tidak sampai di sana saja, Valencia bahkan membunuh Charly menggunakan tangannya sendiri.
"Selamat menuju neraka, manusia menjijikkan."
Valencia sekali lagi mengguncang kedamaian Kekaisaran Alegra. Berita kematian Duke Nerio dan Charly menggelegar sampai ke negeri tetangga. Beriringan dengan hal tersebut, sejumlah kasus pembunuhan yang dilakukan Valencia bocor ke tengah masyarakat. Dia pun akhirnya disebut sebagai wanita paling kejam dan mengerikan.
Tidak ada yang bisa menghukumnya, sekali pun itu Kaisar. Di belakangnya ada Archduke Calestine yang kini menjadi Ayah angkatnya. Ini adalah bentuk langkah awal untuk menjadikan negeri ini sebagai kekaisaran tanpa pandang bulu. Siapa saja bisa mati jika bermain di atas penderitaan orang lain.
Pada hari yang sama, keluarlah sebuah peraturan baru bahwasanya Valencia beserta beberapa orang di belakangnya diberi hak khusus untuk bebas melakukan eksekusi di tempat terhadap orang yang merugikan kekaisaran. Gadis itu diangkat sebagai gadis pembawa keadilan untuk rakyat.
"Mulai dari sini, kisahku sebagai orang gila dan paling kejam akan dimulai kembali. Bersiaplah mengguncang dunia bersama nama Valencia!" gumam Valencia menyunggingkan senyum khasnya.
Ketujuh pria yang selalu berada di pihaknya turut membantu Valencia membersihkan kekacauan akibat bisnis kotor Duke Nerio. Mereka mencincang habis seluruh orang-orang yang bekerja untuk Duke Nerio.
Orang-orang yang menjadi korban perdagangan manusia dikembalikan ke tempat asalnya. Mereka yang terkena pengaruh obat terlarang juga diberikan pengobatan secara gratis. Lalu senjata ilegal yang terlanjur beredar telah disita oleh pihak istana.
"Komandan, kami telah selesai meringkus semua bawahan Duke Nerio. Kami juga menemukan satu peti koin emas di ruang penyimpanan mereka," ujar salah seorang kesatria bawahan Reibert.
"Kerja bagus! Bawa seluruh harta yang kalian temukan ke istana kekaisaran," titah Reibert.
"Baik, Komandan!"
Tangan Reibert berlumuran oleh darah manusia, seragam kesatrianya pun ikut kotor. Namun, dia merasakan kepuasan tersendiri setelah membunuh banyak orang.
'Selama ini aku selalu menahan diri untuk tidak membunuh, tapi sekarang aku bisa melakukannya sesuka hati. Perasaanku menjadi sangat lega, mungkin karena kemarahanku hilang setelah berhasil mengantar mereka ke alam kematian,' batin Reibert.
__ADS_1
Perasaan tersebut juga dirasakan oleh keenam pria yang lain. Valencia kini membawa angin segar untuk mereka semua.