Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Sepenggal Kisah Masa Lalu


__ADS_3

Sementara Klarybell mengadakan pertemuan dengan Davey, Sean pergi ke benua Mihovil untuk bertemu dengan orang-orang yang selalu berada di sisi Klarybell. Di sana ada sembilan orang pria di antaranya tujuh orang Pangeran serta dua rekan Klarybell.


Mereka menunggu Klarybell kembali dari alam akhirat. Namun, mereka tak kunjung mendengar kabar kepulangan Klarybell. Demi mengurangi rasa khawatir, Sean pun memutuskan untuk menghampiri mereka.


"Sean, bagaimana dengan Klarybell? Ada di mana dia sekarang?" tanya Sammy bernada cemas.


"Tenanglah. Dia baik-baik saja bersama dewa kedamaian. Mereka perlu waktu untuk berbicara empat mata," jawab Sean.


"Sebenarnya, apa yang terjadi kepada dewa kedamaian? Aku ingin mengetahuinya karena aku rasa keadaan dunia yang semakin kacau saat ini berkaitan dengan kondisi beliau."


Pertanyaan Ivanov sejenak membuat Sean terdiam. Memang tidak ada yang salah dari apa yang dibicarakan Ivanov. Semenjak Davey sakit, kejadian tak terduga selalu terjadi. Pasalnya, selama ini dialah yang menahan portal agar tidak muncul dalam batas melebihi kemampuan manusia.


"Aku tidak bisa menjawabnya. Hanya saja kondisi beliau memang tidak baik selama beberapa waktu belakangan ini."


Sepersekian detik berselang, Sean mendapatkan panggilan dari alam akhirat.


"Sean, bawa mereka semua ke kastilku. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mereka."


Suara Davey terdengar dari seberang sana. Sean langsung mengiyakan perintah Davey.


"Yang Mulia Davey memintaku untuk membawa kalian ke kastilnya. Ada sesuatu yang ingin beliau bicarakan dengan kalian," ucap Sean memberi tahu mereka.


"B-Bertemu dewa kedamaian?"


Ivanov lah yang paling gugup di sini. Bagaimana tidak? Ivanov telah lama menjadi pengikut Davey. Lalu sekarang dia mempunyai kesempatan bertemu dengan keberadaan makhluk paling mulia di alam semesta.


"Ya, sebaiknya kalian jaga sopan santun saat berhadapan dengan beliau."


Sean membukakan akses menuju alam akhirat. Atas izin dari Davey, mereka bisa menggunakan jalur tercepat menuju kastil. Mereka terpana kala menginjakkan kaki di tanah akhirat.


"Ternyata akhirat tidak seburuk yang aku bayangkan," gumam Leano.


"Ada banyak hal yang tidak pernah aku jumpai selama ini," tambah Frintz pandangannya tidak berhenti mengedar.


"Hei, apakah itu jiwa-jiwa manusia yang telah mati?" tanya Xeros menunjuk ke arah jiwa manusia yang sedang mengantri di depan hakim akhirat.


"Benar, mereka akan diadili sesuai kebaikan dan keburukan mereka selama hidup di dunia."


Setibanya mereka di dalam kastil, kehadiran mereka telah dinantikan oleh Davey. Mereka terpaku kala bertemu sosok dewa yang selalu dipuja umat manusia. Bahkan, mereka bingung harus berperilaku seperti apa.


"Yang Mulia, saya sudah membawa mereka," ucap Sean.


"Baiklah. Silakan duduk."

__ADS_1


Davey mempersilakan mereka untuk duduk di tempat yang disediakan. Entah mengapa mereka merasa aura Davey sama dengan milik Klarybell. Dan juga caranya tersenyum dan berbicara pun sangat mirip.


"Sebelumnya aku meminta maaf karena memanggil kalian mendadak seperti ini. Di sini aku ingin membicarakan beberapa hal soal Klarybell," tutur Davey.


"Tidak masalah, Yang Mulia. Kami juga berada di waktu senggang," kata Reibert menanggapinya dengan tenang.


"Begitukah? Syukurlah. Aku ingin berterima kasih kepada kalian karena telah menyayangi Adikku dengat sangat tulus. Meskipun kadang-kadang dia suka seenaknya, tetapi aku senang melihat kalian tetap bersamanya. Maka dari itu, tolong jaga Adikku untuk waktu yang lebih lama."


Mereka semua tercengang, tidak ada yang paham maksud perkataan Davey.


"Tunggu dulu, Yang Mulia. Memangnya Adik Anda siapa?" tanya Cetrion.


"Oh, apa aku belum mengatakannya? Adikku itu Klarybell," ungkap Davey terang-terangan.


"Uhukk. Apa?!"


Sembilan orang pria yang dipanggil Davey serentak tersedak mendengar penuturan Davey soal Adiknya. Detak jantung mereka seolah-olah berhenti akan fakta tersebut.


"Klarybell adalah Adik Anda? Tetapi, bagaimana bisa? Saya sudah mengenal Klarybell sejak lama dan dia bilang tidak punya saudara. Lalu kenapa bisa Anda menjadi saudarany?" cecar Arc.


"Tentu saja dia bilang tidak punya saudara pada kehidupan ketiganya. Dia Adikku pada kehidupan pertama."


"Kehidupan pertama? Jadi, maksud Anda, Klarybell itu bereinkarnasi?" tanya Sammy.


Atmosfer di antara mereka berubah menjadi tegang. Mereka sampai lupa caranya mengatur napas mendengar pernyataan dari Davey.


"Bisakah Anda menceritakan lebih detail lagi? Kami ingin mendengar keseluruhan soal perjalanan hidup Klarybell," pinta Frintz.


Davey pun menceritakan bagaimana kehidupan pertamanya dengan Klarybell. Sungguh memilukan, mereka berpikir bahwa Klarybell mempunyai kehidupan yang jauh lebih menyedihkan dari bayangannya. Namun, Davey menceritakannya secara tegar.


"Ini salahku karena takdir buruk selalu mempermainkannya sehingga ketika dia mati, dia membawa perasaan benci sekaligus dendam tak berujung. Perasaannya itulah yang menjadi sumber kekuatannya yang mahadahsyat."


"Ketika perang pecah, alam semesta hancur lebur akibat kekuatannya itu. Bahkan, kami para dewa sekali pun tidak sanggup menghentikannya. Ketika menyegel jiwanya, para dewa mengutuk jiwa Klarybell dan tidak perbolehkan masuk surga atau pun neraka. Hingga suatu ketika, segel jiwa Klarybell rusak."


"Padahal waktu penyegelan itu, seluruh dewa mengorbankan nyawanya. Oleh sebab itulah, hanya aku seorang dewa yang tersisa di peradaban dunia ini."


Cerita Davey membuat semua orang lupa bernapas. Tidak disangka kalau ada masa di mana alam semesta hancur karena ulah seorang gadis.


"Apa-apaan itu? Aku baru saja mendengar sebuah cerita yang penuh bencana dan derita," kata Rexid mengambil napas agar lebih santai.


"Saya tidak pernah mendengar cerita itu saat saya menjadi pendeta," imbuh Ivanov.


"Tentu saja, cerita semacam ini hanya para dewa dan beberapa pelayan dewa terpilih yang mengetahuinya," sela Sean.

__ADS_1


"Lalu apa yang terjadi berikutnya? Tidak mungkin ceritanya sampai di sana saja," tanya Xeros.


Raut muka Davey terlihat semakin datar.


"Segel yang menyegel jiwanya Bell dihancurkan oleh seseorang yang bernama Yuine."


"Yuine? Maksudnya wanita iblis itu?"


Davey mengangguk pelan.


"Hubungan sejenis apa yang mereka miliki sehingga Yuine nekat melepas segelnya?"


Davey pun menjawab, "Yuine adalah salah satu bawahan Klarybell yang paling setia. Dia berhasil kabur saat perang terjadi. Dia bersembunyi entah di mana dan muncul melepaskan segelnya."


"Maka dari itu, jiwa Klarybell pun terpecah. Sebagian jiwa yang murni berada di tubuhnya saat ini. Sedangkan jiwa yang dikotori kebencian dan dendam ada pada Yuine. Dia memperoleh kekuatan dari jiwa milik Bell tersebut. Tidak heran mengapa kalian kesulitan melawannya."


Akhirnya terjawab sudah alasan mengapa para penyihir terhebat di bawah Klarybell tidak mampu melawan Yuine. Kekuatan terbesar jiwa Klarybell ada pada Yuine.


"Jadi, aku ingin meminta kepada kalian untuk membantu Klarybell menangani masalah ini. Aku tidak bisa turun ke dunia manusia karena ada sesuatu yang harus aku urus di sini. Aku menemukan adanya pengkhianat berkeliaran di sekitar alam akhirat," pungkas Davey.


"Pengkhianat? Apa maksud Anda, Yang Mulia? Anda tidak memberitahu apa pun kepada saya soal pengkhianat itu," ujar Sean syok.


"Penatua dewa. Mereka terlibat dalam masalah ini. Aku baru menemukan buktinya akhir-akhir ini. Sebenarnya merekalah yang memberitahu Yuine lokasi penyegelan jiwa Bell," jawab Davey.


Alangkah terkejutnya Sean, dia tidak tahu sama sekali keterlibatan penatua dewa terhadap kekacauan dunia.


"Aku juga akan mengontrol portal makhluk sihir. Sisanya kalian yang mengurusnya dan tolong jaga Adikku sampai akhir. Aku tidak peduli dia menikahi salah satu dari kalian atau malah menikahi kalian sekaligus. Namun, jika kalian berani menyakitinya, maka aku sendiri yang akan membunuh kalian," lanjut Davey menekan mereka.


Seluruh pria di sana hanya mengangguk kaku dan bergidik ngeri mendengar gertakan Davey. Dia memanglah sangat mirip dengan Klarybell, bahkan caranya mengancam sekali pun.


Selepas pembicaraan mereka, Klarybell menemukan para pria yang dikenalnya di akhirat. Mereka pun membawa Klarybell pulang ke Mihovil sebab masih banyak hal yang harus dikerjakan. Klarybell pun berpamitan kepada Davey untuk kembali ke benua Mihovil.


"Hei, aku sudah lama penasaran soal ini. Bukankah Klarybell itu dikenal sebagai penyihir gila dan kejam? Bagaimana dia bisa disambut begitu hangat di sini? Bahkan, tidak ada satu pun orang yang takut padanya," bisik Frintz bertanya pada Cetrion.


"Sepertinya rumor itu sedikit berlebihan. Dia memang gila dan kejam, tetapi itu hanya berlaku teruntuk orang yang mengusiknya. Klarybell itu sebenarnya sangat baik. Sayangnya, dia tidak sadar akan kebaikannya. Seluruh rakyat di benua Mihovil sangat mencintainya. Hal itu disebabkan karena Klarybell membawa kedamaian untuk mereka," jelas Cetrion.


Kini Frintz pun paham mengenai reaksi tidak biasa yang ditunjukkan orang lain terhadap Klarybell. Sekarang dia telah membuktikan sendiri kenyataan bahwa buku sejarah yang dia baca telah salah mengira soal Klarybell.


"Aku sudah bertemu dengan beberapa orang keturunan dari Kaisar dan Raja yang dulu berada di bawah pimpinanku. Mereka mengatakan bahwa mereka siap menaiki takhta kembali dan mengembalikan kejayaan keluarga mereka," tutur Klarybell di meja rapat.


"Benarkah? Ini adalah kabar baik. Sekarang kita hanya perlu menggulingkan kekuasaan—"


Rapat tiba-tiba terjeda seketika mereka mendengarkan keributan di luar menara.

__ADS_1


"Yang Mulia! Yang Mulia, gawat! Ada serangan mendadak dari pihak musuh!"


__ADS_2