Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Terkecoh


__ADS_3

Valencia menginjak dan menekan kedua bayangan tersebut, dia tampak marah sekali karena dia dibawa ke tempat yang tidak pernah dia tapaki seumur hidup. Valencia tidak memberi ruang mereka untuk sekedar bernapas. Gadis itu berada di sisi yang sedang menahan kemarahan besar, ingin rasanya dia menghancurka ruangan tempat dia terkurung sekarang juga.


“Arrgghh! Tidak! Kami tidak bersalah, kami hanya tidak sengaja membawamu kemari. Sebenarnya tadi kami sedang mencoba menarik rohmu saja, tapi siapa sangka kalau tubuhmu juga ikut terbawa ke tempat ini.”


Semakin mereka mencoba meronta, semakin pula Valencia menekan tubuh mereka hingga membuat mereka nyaris tidak sadarkan diri.


“Aku tidak akan mengampuni kalian, karena ulah kalian tadi kue yang aku makan berjatuhan ke lantai. Padahal kuenya sangat enak, dasar bayangan bajing*n! Kalian sudah membuang makanan enak!”


Penyebab lain kemurkaan Valencia adalah karena kue yang sedang dia santap tadi berjatuhan ke lantai karena kedua bayangan itu menariknya tiba-tiba ke ruang ini. Kedua bayangan tersebut sempat kaget karena Valencia marah kepada mereka hanya karena makanan. Gadis itu berubah menjadi gila bila seseorang mengganggu dia makan.


“Kyaaa! Maafkan kami, kami tidak sengaja melakukannya. Kami akan mengganti makananmu lagi asalkan kau melepaskan kami.”


Kedua bayangan itu pun langsung memunculkan meja yang berisi berbagai macam makanan di atasnya. Amarah Valencia mulai meredam, dia membatalkan niatnya untuk membunuh kedua bayangan itu. Valencia duduk di atas kursi, dia mencoba satu persatu makanan yang tersedia, para bayangan itu tersenyum licik ketika mereka melihat Valencia mulai menyantap makanannya.


“Kau sudah memasukkan racun ke dalam makanannya, bukan?” bisik salah satu bayangan kepada rekannya.


“Sudah, tenang saja, kalau dia mati nanti kita bisa mengambil alih tubuhnya agar kita dapat terbebas dari tempat ini.”


Valencia bisa mendengar semuanya, dia tidak menghentikan aktivitas makannya dan mengabaikan sejenak para bayangan yang mencoba membunuhnya.


“Kalian mencoba membunuhku dengan racun? Bodoh sekali, racun tidak mempan terhadap tubuhku. Seharusnya kalian mulai berpikir bagaimana cara kabur dariku, bukan malah meracuniku. Setelah makananku habis, aku akan membunuh dan melenyapkan kalian dari muka bumi ini,” gertak Valencia serius.


Mereka tersentak, tidak bisa dipercaya rencana mereka gagal untuk membunuh Valencia. Kini keduanya sedang gigit jari karena takut akan dilenyapkan Valencia dari dunia ini. Padahal mereka cuma ingin hidup dengan tenang di tubuh manusia dan menikmati kebebasan di alam luar. Namun, bertemu dengan Valencia malah membawa bencana baru bagi diri mereka.


“Siapa kau sebenarnya?! Kenapa bisa tubuhmu tidak mempan terhadap racun terbaikku?!” teriak salah satu bayangan.

__ADS_1


Valencia mengangkat wajah yang sedari tadi sibuk tertunduk, dia menyorot dingin bayangan yang berani meninggikan suara padanya.


“Aku? Aku ini penyihir.”


“Bohong! Bagaimana mungkin seorang penyihir bisa berada di benua Solvey?! Kau pasti bohong!” bantah si bayangan tersebut.


Valencia memperlihatkan bukti, dia membentuk api melalui telapak tangannya lalu melempar api itu hingga menimbulkan ledakan. Mereka baru bisa mempercayainya seusai Valencia memberi mereka bukti yang cukup merepotkan.


“Kenapa kau bisa memiliki sihir? Apa jangan-jangan kau berasal dari benua Mihovil?!” Mereka tampak sangat panik, mereka telah mengganggu orang yang salah.


“Kalian tidak perlu tahu itu, sekarang cepat kemari mendekat padaku karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kalian. Jikalau kalian menolak, maka jangan salahkan aku mengamuk lalu menghancurkan kalian,” tekan Valencia.


Daripada hancur karena tidak menuruti perintah Valencia, mereka bergegas mendekati Valencia sembari berharap nyawa mereka bisa selamat dengan mengikuti  titah Valencia.


“Kenapa kalian membawaku kemari? Apakah itu karena kalian mau menguasai tubuku seperti yang aku dengar sebelumnya?


Valencia menatap mereka dengan mata penuh selidik, perlahan mereka merespon dengan mengangguk pelan.


“Jadi, itu benar? Baiklah, apakah ini karena kalian terjebak dalam waktu yang lama di tempat ini? Kalian mau keluar tapi tidak bisa, memangnya ada sesuatu yang mengikat kalian? Bisakah kalian memberi tahuku?”


Kedua bayangan itu saling bertemu pandang, mereka tidak punya pilihan selain menceritakan kepada Valencia apa yang sebenarnya terjadi.


“Tadi kami bermaksud menarik rohmu naik ke tempat ini, tapi tubuhmu malah ikut kemari. Kami dijebak oleh bayangan keserakahan, bayangan hitam besar yang dipenuhi aura serakah, selama ini dia selalu menyerap roh para gadis. Kami dijebak di tempat ini sampai kesulitan untuk keluar, jadi tadi ada sedikit kesempatan keluar dalam beberapa detik untuk mengambil alih tubuhmu. Namun, rencana kami gagal total. Tolong maafkan kami, kami tidak pernah berniat menyakiti manusia,” jelas mereka berdua.


Valencia menatap mereka, dia tidak merasakan adanya tanda-tanda kebohongan di ekspresi mereka. Sekarang Valencia juga menemukan jawaban di balik menghilangnya roh para gadis, rupanya ada makhluk lain yang mengambilnya.

__ADS_1


“Oke, aku percaya, apa kalian mau keluar dari sini? Aku bisa membawa kalian keluar, tapi dengan satu syarat.”


Mimik muka mereka sumringah seketika. “Apa itu syaratnya?”


“Kalian harus menunjukkan padaku di mana keberadaan bayangan yang menyerap roh para gadis. Aku akan mengalahkannya lalu membawa kalian keluar dari tempat ini, bagaimana? Kalian setuju?”


“Baiklah, kami akan mengantarmu ke sana.”


Mereka pun langsung bergerak mengantarkan Valencia ke tempat keberadaan bayangan yang sudah mengacaukan hidup para gadis. Mereka membawa Valencia menuju ruangan lain yang dibatasi oleh sebuah pintu berwarna gelap. Valencia langsung saja masuk ke dalamnya, dia mendengar jelas jeritan dari roh para gadis yang terjebak di sana.


“Di mana bayangan yang kalian maksud? Di sini tidak ada siapa pun selain suara jeritan roh para gadis,” tanya Valencia.


Kedua bayangan yang membawanya masuk tiba-tiba berubah menjadi bayangan raksasa berwarna hitam pekat. Sontak Valencia melompat mundur ke belakang, dia terlihat tidak terkejut dengan perubahan kedua bayangan tersebut.


“Hahaha, betapa bodohnya kau, manusia! Kau mempercayai kami dan akhirnya masuk ke perangkap kami. Sejak awal kami adalah pelaku yang menyerap roh para gadis itu, kami membawa kau kemari unt—”


“Kalian pikir aku bisa kalian tipu? Aku memang tidak menyadari kebohongan kalian, tapi gerak-gerik kalian tidak bisa dipercayai. Aku tahu kalian bayangan pandai dalam memanipulasi ekspresi sehingga akan membuat para penyihir kebingungan ketika berhadapan dengan kalian. Namun, kalian salah memilih lawan, aku bukanlah seorang penyihir biasa.”


Mereka lumayan kagum atas keberanian Valencia, mereka menganggap perkataan Valencia sebagai lelucon semata bagi mereka.


“Bukan seorang penyihir biasa? Berhentilah berbohong! Kau hanya penyihir biasa yang mungkin bisa kami kalahkan dalam sekejap!”


Valencia tersenyum tipis lalu mengeluarkan sebuah aura bayangan roh yang ada di tubuhnya. Sepintas bayangan raksasa tersebut menyaksikan adanya kilasan bayangan roh Klarybell. Raut muka mereka akhirnya berubah kaku dan tegang, rasa takut perlahan menutup pikiran mereka.


“Apa? Penyihir agung Klarybell?”

__ADS_1


__ADS_2