Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Racun Paling Berbahaya


__ADS_3

Valencia buru-buru pergi ke halaman belakang istana, tapi secara tidak terduga, yang dia temukan hanyalah halaman kosong saja. Tidak ada siapa pun di sana selain dirinya, dua orang pembunuh tadi telah meninggalkan istana. Valencia satu langkah lebih lambat dari mereka, orang-orang itu menghilang menggunakan sihir teleportasi sehingga yang tersisa sekarang hanyalah jejak sihir para pembunuh tersebut.


Sekarang dugaan Valencia kian menguat, tidak diragukan lagi bahwa sebagian anggota kelompok penyihir bayangan diisi oleh para penyihir dari benua Mihovil. Valencia tidak mungkin salah ingat atau merasakan, sihir mereka sama dengan sihir yang pada umumnya dipakai di benua Mihovil. Kini Valencia pun harus memutar otak mencari cara supaya dirinya bisa mengetahui dengan pasti keberadaan markas penyihir bayangan.


“Mereka lebih gesit dari bayanganku. Tetapi, ini bukan masalah besar, selagi mereka meninggalkan jejak sihirnya, maka akan lebih mudah bagiku menemukan mereka nanti,” gumam Valencia.


Karena tidak berhasil menangkap para pembunuh tersebut, Valencia bergegas kembali ke istana kediaman Linita. Dia mencemaskan kondisi Linita yang terkena racun mematikan, suasana di istana kini penuh ketegangan. Para pelayan berlarian ke sana kemari untuk membantu penyembuhan Linita.


“Situasinya menjadi lebih buruk,” ujar Valencia berlari menuju kamar Linita. Di sana sudah ada Sammy yang sedang memeriksa kondisi Linita. Raut mukanya terlihat memburuk sesaat dirinya mengecek tubuh Linita.


Abraham menelan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi sang istri yang kian menurun.


“Bagaimana, Sammy? Apakah kau bisa mengeluarkan racun dari tubuh Linita?” Abraham bertanya dengan ekspresi sendu berselimut cemas.


“Maaf, Yang Mulia, sejujurnya saya sendiri tidak tahu jenis racun yang berada di tubuh Permaisuri. Racun ini seperti racun yang berasal dari luar benua ini, saya telah mempelajari berbagai jenis racun selama bertahun-tahun tapi baru kali ini saya menemukan racun mematikan seperti ini. Apabila saya tidak mendapatkan penawar yang tepat, maka saya khawatir nyawa Permaisuri tidak bisa diselamatkan.”


Betapa terperangahnya seisi ruangan, mereka tidak percaya Sammy tidak sanggup menangani persoalan tersebut. Padahal Sammy merupakan dokter yang paling berbakat di kekaisaran ini, tapi dia mengatakan tidak bisa membuat penawar racun untuk Linita. Sammya benar-benar menyesalinya, sejenak ia merasa tidak berguna sama sekali tatkala keadaan genting begini.


“Tolong maafkan saya, Yang Mulia, ini berada di luar kemampuan saya,” tutur Sammy teramat menyesal.


Sekujur badan Abraham bergetar, dia begitu mencintai Linita dan belum siap untuk kehilangannya. Namun, tidak ada yang bisa dia lakukan selain memasrahkan diri pada aliran takdir yang berputar di sekitar Linita. Entah takdir yang seperti apa, entah itu berupa kematian atau perpanjangan usia hidup keduanya, tidak ada yang tahu.

__ADS_1


“Bajing*n sialan! Beraninya mereka menyerang dari dalam! Aku tidak tahu siapa mereka, tapi kali ini mereka sudah berada di luar batas. Aku akan mencabik-cabik tubuh mereka jika aku menemukan mereka nanti,” gerutu Henzo tak kuasa membendung emosinya lagi.


Kemudian sepersekian detik setelahnya, Valencia menyelip masuk di antara kerumunan pelayan yang menangis tersedu-sedu seusai mendapatkan penjelasan dari Sammy. Valencia datang membawa secercah harapan untuk membangkitkan kehidupan Linita.


“Sammy, menyingkirlah dari sana. Biar aku yang memeriksa kembali kondisi Permaisuri,” ucap Valencia menyita seluruh fokus di ruangan tersebut.


“Valencia, dari mana saja kau? Lalu maksudmu apa? Kau yakin bisa mengatasi racun di tubuh Permaisuri?” cecar Sammy.


“Aku baru saja menyelidiki pelaku yang membuat Permaisuri seperti ini, hanya saja aku kehilangan jejak mereka. Setelah aku kembali ke sini, ternyata kondisi Permaisuri sudah separah ini, tapi itu tidak menutup kemungkinan untukku membantu menyelamatkan nyawa Permaisuri.”


“Kau bisa menyelamatkan nyawa Permaisuri? Maksudmu kau bisa membuat penawarnya?”


Valencia menganggukkan kepalanya, tidak ada yang mustahil baginya lakukan, terlebih lagi jika berkaitan dengan racun. Dahulu tatkala dirinya masih berada di benua Mihovil sebagai Klarybell, ia berhasil menaklukkan berbagai jenis racun sekaligus menciptakan beberapa racun mematikan untuk kepentingan pasukan perang. Maka dari itulah Valencia mendapatkan pengetahuan luas soal dunia racun.


Sammy memberi ruang untuk Valencia melakukan pemeriksaan pada tubuh Linita. Gadis muda itu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melakukan yang terbaik demi menyelamatkan Linita.


‘Apa ini? Racun ini kalau aku tidak salah mengira, ini adalah satu di antara tiga racun yang keberadaannya sengaja aku sembunyikan dari dunia luar. Racun mematikan yang dapat merenggut daya hidup seseorang dalam waktu tiga jam, bagaimana bisa racun ini ada pada mereka? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku butuh banyak penjelasan soal hal ini,’ batin Valencia.


Valencia sungguh tidak menyangka menemukan racun yang dulu dia segel di kastilnya di benua Mihovil. Tanpa alasan yang jelas, racun tersebut kini ada di tangan orang yang salah, Linita pun menjadi korban dari racun tersebut.


“Bawakan aku beberapa jarum,” titah Valencia kepada para pelayan. Namun, mereka tidak tahu maksud Valencia meminta jarum pada mereka.

__ADS_1


“Apa yang kalian tunggu? Cepat bawakan aku jarum! Jangan buang-buang waktu lagi, kita hanya punya tiga jam saja untuk menetralisir racun di tubuh Permaisuri!” tekan Valencia memberi perintah sekali lagi.


“B-Baik, Nona.”


Para pelayan mulai berhamburan, terlebih lagi setelah mendengar bahwa mereka cuma punya waktu tiga jam saja untuk menetralisir racun di tubuh Linita sepenuhnya.


“Lalu bawakan aku segelas teh melati tawar panas,” imbuh Valencia memberi perintah.


Valencia memulai tindakan penyelamatan pertamanya, ini dimulai dari Valencia yang menggunakan jarum untuk menusuk ujung jemari Linita. Valencia mengeluarkan sedikit demi sedikit racun melalui darah Linita yang mulai bercampur racun. Bahkan darah merahnya berubah warna menjadi warna ungu gelap.


“Apa itu racunnya?” tanya Abraham.


“Benar, ini racun yang telah bercampur ke dalam darah Permaisuri. Ini untuk penanganan pertama,” jawab Valencia.


Selepas mengeluarkan sedikit racun yang telah menyebar masuk ke dalam darah Linita, Valencia pun memerintahkan pelayan untuk meminumkan teh tawar kepada Linita. Hal tersebut untuk mengembalikan kehangatan di tubuh Linita.


“Untuk sementara waktu, biarkan seperti ini dulu. Aku akan segera membuatkan penawarnya, jadi saat aku membuat penawarnya, tolong perketat keamanan di sekitar Permaisuri. Aku janji akan menyelamatkan nyawa Permaisuri apa pun yang terjadi.”


Selesai mengatakan itu, Valencia bergegas beranjak keluar sembari membawa Sammy bersamanya. Mereka berdua akan membuatkan penawar untuk Linita, sedangkan Henzo bertugas untuk memperketat keamanan di sekitar istana kediaman Linita. Di sisi Linita juga ada Abraham yang setia menemaninya.


Kemudian Valencia pergi menuju taman istana, Sammy terlihat bingung dan bertanya-tanya alasan Valencia membawanya ke taman istana utama.

__ADS_1


“Bukankah kita akan membuat penawar untuk Permasuri? Tetapi, kenapa kau malah membawaku ke taman istana?” tanya Sammy.


__ADS_2