Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Kutukan di Tubuh Devina


__ADS_3

Sekilas laki-laki itu melihat bayangan wanita cantik rupawan bersurai biru gelap dengan mata berwarna violet nan begitu menakjubkan. Kekuatan mahadahsyat menyelimutinya, sihir-sihir yang hanya ada pada zaman Klarybell hidup dan sihir yang merupakan ciptaan Klarybell.


Wanita cantik yang didambakan banyak pria, kekuatan tiada tara, serta kekejaman yang menakutkan bagi siapa pun yang menjadi musuhnya. Kemarahannya merupakan sebuah bencana dan mendatangkan kehancurkan pada siapa pun yang mencoba mencari masalah dengannya.


Klarybell Berliana atau Klarybell Crave, putri bangsawan terkemuka dan putri bangsawan yang terkenal oleh kesempurnaannya. Ayahnya seorang penyihir jenius dan Ibunya jenius seni yang terkenal di kalangan atas bangsawan. Mewarisi darah dua orang yang jenius membuat Klarybell juga terlahir jenius.


"Klarybell? Kenapa kau bisa hidup kembali? Dia sudah mati delapan ratus tahun yang lalu. Tidak mungkin Klarybell hidup lagi."


Pria itu mencoba membantah kenyataan yang diutarakan Valencia kepada dirinya. Dia tidak mau mempercayainya begitu saja, terlalu mudah untuknya jatuh jika dia percaya bahwa Valencia itu Klarybell.


"Tidak mungkin, kau tidak mungkin Klarybell. Mustahil! Itu semua mustahil!"


Pria itu syok bukan main, kepalanya mendadak sakit luar biasa bila mendengar nama Klarybell.


"Bagaimana aku menjelaskannya? Ya sudah. Aku tidak peduli lagi mau kau percaya atau tidak, tapi begitulah kenyataannya. Asal kau tahu, aku tidak sepenuhnya mati selama delapan ratus tahun ini. Aku hidup sebagai jiwa yang berkelana di alam semesta mencari tubuh yang cocok untuk aku rasuki. Akhirnya aku menemukan tubuhnya dan tubuh inilah yang aku dapatkan sekarang," jelas Valencia.


Tubuh pria itu meluruh ke atas lantai, tamatlah riwayatnya karena telah bersikap kasar kepada Valencia. Dia hanya melihat jurang kematian tengah menunggu di depan matanya.


"Maafkan aku, maafkan aku telah mengganggumu. Bisakah kau mengampuniku? Aku mohon, aku salah telah menculik temanmu," lirihnya bersujud di bawah kaki Valencia.


Valencia menggurat ekspresi datar, dia tidak percaya pria itu langsung pasrah setelah mengetahui identitas dirinya. Dia mengaku tidak kuat melawan Valencia. Terlebih lagi jiwa di tubuh Valencia sebenarnya ialah Klarybell, penyihir legendaris yang mengukir sejarah di penjuru dunia ini.


"Kau mau aku maafkan? Namun, ada syarat yang mesti kau penuhi. Bagaimana?"


Ekspresi pasrah pria itu seketika berganti ceria, dia mengangguk sambil menatap Valencia.


"Baiklah, apa yang perlu saya lakukan?" tanya dirinya penuh harap.

__ADS_1


"Katakan padaku, siapa yang ada di belakangmu? Katakan semuanya, aku juga ingin tahu bagaimana kondisi benua Mihovil saat ini. Aku ingin kau jujur, jangan ada yang disembunyikan dariku."


Pria itu terdiam, sebuah pilihan yang sulit baginya, tapi dia tidak bisa membiarkan dirinya mati begitu saja. Setidaknya sekarang dia mesti menyelamatkan dirinya yang berada di ambang batas kemampuannya untuk bertahan hidup.


"Baiklah, saya akan mengatakan semuanya. Sebenarnya yang ada di belakang saya saat ini adalah—"


DUAAARRR!


Belum sempat pria itu menjawabnya, tubuhnya tiba-tiba saja meledak. Dari sana Valencia menyadari sesuatu hal, dalang di balik kekacauan ini telah memasang pengekang kepada setiap bawahan yang dia tugaskan sehingga Valencia tidak akan mendapatkan informasi apa pun dari mereka.


Valencia berdecak sebal, dia menyeka darah yang memercik di wajahnya. Tidak ada hal istimewa yang dia dapatkan dari tempat ini. Padahal mereka sudah datang jauh-jauh, tapi semuanya jadi terlihat percuma saja.


"Aku tidak tahu siapa itu, tapi apabila suatu saat nanti aku mengetahui dalangnya, maka aku akan membuat mereka mati tersiksa di tanganku sendiri."


Sesudah itu, Valencia berjalan ke luar mansion, di sana dirinya telah ditunggu oleh para pria yang dia bawa kemari.


"Aku baik-baik saja dan tidak ada yang luka, tolong jangan khawatirkan aku. Sekarang yang perlu kita khawatirkan ialah kondisi Devina. Kita harus keluar dari hutan keabadian sekarang juga sebelum terlambat menyelamatkan Devina."


Mereka bersama-sama melompat naik ke atas punggung kuda. Mereka menunggangi kuda dengan cepat dan berhati-hati. Mereka melewati rute jalan yang sama, untung saja ketika jalan pulang tidak ada jebakan atau makhluk sihir yang menghadang jalan mereka sehingga mereka bisa tiba di istana kekaisaran lebih cepat dari waktu keberangkatan mereka tadi.


"Sayang, bagaimana? Apa kau menemukan Devina?" tanya Linita bergegas menghampiri Abraham yang baru saja pulang.


"Ya, aku menemukannya, tapi kondisi Devina sedang tidak baik. Kita harus segera membawanya masuk."


Linita terkejut tidak menyangka melihat kondisi Devina yang lemah dan diselimuti suhu dingin. Walau Valencia telah mengalirkan sihir sekali pun, itu tidak bisa bertahan lama di tubuh Devina.


"Cepat siapkan tempat tidur untuk Devina! Siapkan air hangat dan pakaian ganti!" perintah Linita tak kuasa lagi menekan kekhawatiran di dalam hati.

__ADS_1


Abraham buru-buru masuk ke dalam kamar, dia membaringkan tubuh Devina di atas tempat tidur. Kemudian Valencia juga bergerak cepat untuk mengecek baik-baik tubuh Devina. Sebelumnya, Sammy telah memeriksanya, tapi itu berada di luar kemampuan Sammy karena terdeteksi penyakit yang tidak dia ketahui.


Hanya Valencia harapan mereka satu-satunya kini untuk mengobati Devina. Valencia berjuang sendirian sepenuh hati, bagaimana pun Devina adalah temannya, jadi dia tidak bisa membiarkan temannya jatuh sakit seperti ini.


Mimik wajah Valencia berubah kaget ketika tangannya menyentuh dada Devina. Dia merasakan sesuatu dari jantung Devina. Seluruh orang yang berada di sana menantikan hasil pemeriksaan dari Valencia.


"Ada apa, Valencia? Apakah ada sesuatu yang buruk menimpa Devina?" tanya Linita.


"Paman, Bibi, maaf saya mengatakan ini. Saat ini tubuh Devina terkena kutukan, jatungnya terkunci oleh semacam kutukan yang menyebabkannya kehilangan kesadaran dan kehilangan suhu badan sampai membuatnya mati perlahan," jelas Valencia.


Betapa terkejutnya mereka ketika mendengar penjelasan Valencia yang berada di luar nalar mereka.


"Kutukan? Apakah masih bisa diselamatkan? Aku mohon, tolong selamatkan Devina. Bagaimana pun caranya dia harus selamat," desak Linita tak lagi bisa mengontrol perasaannya.


Kedua orang tua Devina mengharapkan kesembuhan Devina. Mereka menatap Valencia penuh bulir-bulir harapan. Valencia menghembuskan napas kasar, dia mengambil sikap lebih santai untuk melakukan tindakan selanjutnya.


"Saya bisa menyembuhkannya, ini bukan hal yang sulit bagi saya. Akan tetapi, saya meminta untuk Anda semua keluar dari kamar Tuan Putri. Tolong serahkan sisanya pada saya, Anda semua paham? Jangan sampai ada yang meragukan diri saya, saya paling tidak suka diragukan oleh orang lain.


"Baiklah, Valencia, kami percaya padamu. Tolong bawa kembali Devina dan buat dia sehat seperti sedia kala."


Valencia menganggukkan kepalanya pelan lalu menjawab, "Baiklah, jangan khawatir. Saya akan menyelamatkan hidup Devina."


Mereka semua akhirnya keluar dari kamar, sekarang hanya tinggal Valencia seorang bersama Devina yang terbujur kaku. Wajahnya yang selalu cerah kini terlihat sangat pucat. Valencia merasa prihatin melihat keadaan Devina.


"Kutukan rantai berduri, itu adalah nama kutukannya. Orang-orang biad*b itu berani sekali memasang kutukan di tubuh temanku. Mereka sungguh pandai membuatku emosi. Tunggu saja nanti, aku akan injak-injak kepala pemimpin mereka. Sialan! Kalian harus mati, bajing*n!" gumam Valencia mengumpat tiada henti.


Valencia menaruh tangannya dibatas dada Devina, dia menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Dia mulai berkonsentrasi untuk mencabut kutukan di tubuh Devina.

__ADS_1


"Oke, mari kita mulai, aku akan mencabut segala rasa sakitmu, Devina. Jadi, jangan mati dulu, kau belum boleh mati sebelum menjadi Kaisar," ucap Valencia berbicara sendirian.


__ADS_2