Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Menangkap Mata-mata


__ADS_3

Ketiga pria itu tersentak bersamaan, mereka tidak percaya Valencia bisa membaca isi pikiran mereka kala itu. Ada banyak hal yang mengganjal, ada banyak peristiwa dan kejadian yang tampak seperti direncanakan seseorang. Mereka berpikir bahwa mereka jatuh ke jurang perangkap yang dipersiapkan oleh seseorang untuk mereka. Kekaisaran ini sedang berada di situasi genting tanpa disadari siapa pun. Hanya mereka yang menyadarinya, hanya mereka yang mencoba beraksi di belakang layar menyelidiki permasalahan tersebut.


“Kau … bagaimana kau bisa menyadarinya? Bahkan Kaisar sendiri pun tidak menyadari adanya tanda-tanda pengkhianatan di Kekaisaran Alegra.”


“Sebenarnya pikiranku cukup terganggu, mulai dari masalah memburuknya racun dingin yang berada di tubuh Reibert. Jelas sekali racun dingin itu sengaja ditaruh oleh seseorang kemudian masalah percobaan pembunuhan terhadap Archduke Calestine, dan masih banyak kejadian janggal lainnya yang menimpa kalian ketika aku masih belum terjun terlalu dalam.


Berdasarkan seluruh rentetan kejadiannya, maka dapat aku simpulkan bahwasanya mereka sengaja ingin menyingkirkan orang yang dianggap sebagai penghalang. Mereka cuma menyerang orang-orang yang kuat seperti Reibert dan Archduke Calestine. Ada seseorang yang menyusun skenario dengan baik di belakang layar,” terang Valencia secara detail.


Mereka memandang takjub Valencia, semua yang dikatakan gadis itu memang benar adanya. Analisa Valencia terhadap persoalan yang terjadi sangat tepat dengan analisa mereka masing-masing.


“Valencia, kau sungguh luar biasa, kau bisa menganalisa permasalahannya hanya dalam kurun waktu yang sangat singkat,” sanjung Leano.


“Apa yang kau katakan itu semuanya benar, hanya kami yang mengetahui pasti permasalahannya. Kaisar takkan mudah mempercayai adanya upaya pengkhianatan yang mengarah padanya. Seperti yang kau ketahui, kekaisaran kita tergolong sangat makmur, nyaris tidak ada kemungkinan pengkhianatan yang terjadi,” timpal Sammy.


“Karena Kaisar sulit mempercayainya, maka dari itu kami memperketat keamanan di sekitar Kaisar tanpa sepengetahuan beliau, selain itu kami juga memperkuat keamanan di sekitar Permaisuri. Semuanya kami lakukan di belakang Kaisar, sesekali terkadang ada senjata yang tiba-tiba melayang ke arah Kaisar. Untung saja kami bisa mengatasinya dengan baik,” imbuh Reibert.


Valencia mengangguk paham, setidaknya sekarang dia sudah paham mengenai garis besar permasalahannya. Sekarang tinggal bagaimana cara dia menyelamatkan sang Paman dan Bibinya dari ancaman pembunuhan.


“Aku mengerti. Lalu, Reibert, apa kau menyadari bahwa ada mata-mata di mansionmu? Aku merasakan kejanggalan pada saat pertama kali aku menginjakkan kaki di kediamanmu.”

__ADS_1


Kedua mata Reibert melebar sempurna, sudut matanya terangkat karena saking kagetnya dengan apa yang baru saja dilontarkan Valencia. Dia melihat adanya keseriusan di pancaran sinar mata Valencia, gadis itu mengatakannya dengan sangat jujur.


“Mata-mata? Apakah kau yakin? Reibert selalu mengecek orang-orang yang masuk ke mansion ini dan bahkan dia selalu memeriksa pelayannya satu persatu. Jadi, kenapa bisa ada penyusup di kediaman ini?” tanya Leano tak percaya.


“Apakah kau yakin Reibert tidak melewati sesuatu? Reibert adalah tipe pria yang dingin dan juga dia jarang pulang ke mansion karena sibuk beraktivitas di istana. Bagaimana jika seandainya ada mata-mata yang menyamar menjadi pelayan di kediaman ini? Reibert tidak punya waktu yang cukup untuk menyelidikinya lebih dalam. Jadi, mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menyamar di antara pelayan Reibert.”


“Ya, aku rasa kau ada benarnya juga, berarti sekarang kita harus mencari tahu dan menyelidiki lebih lanjut siapa saja mata-mata di kediaman ini.”


“Begitulah kira-kira, tapi jangan khawatir, kalian tidak perlu bersusah payah menyelidikinya sebab aku akan menangkapnya sendiri. Mari kita manfaatkan momen bersantai sampai dia menampakkan dirinya sendiri di hadapan kita.”


Valencia memiliki ide mengatasi mata-mata tersebut, dia telah menyusun rencana penangkapan hingga rencana penyiksaan kepada mata-mata itu. Mereka tidak punya pilihan lain selain menempatkan kepercayaan mereka terhadap Valencia. Reibert juga begitu, dia mungkin saja memang melewati sesuatu yang tidak pernah dia sadari selama ini. Dia telah terkecoh, kini saatnya dia menangkap mata-mata yang mengusik kediamannya.


Mereka berempat kemudian kembali lagi duduk di ruang tamu, mereka dijamu dengan baik oleh para pelayan. Suara tawa mereka yang renyah membuat Dhea yang menyaksikannya merasakan kecemburuan yang teramat sangat. Dia mengintip dari celah pintu, dia tidak berani masuk lagi ke dalam untuk menjamu Valencia. Dhea berupaya menjauhi Valencia agar terhindar dari rasa takut yang menelannya seperti sebelumnya.


Hingga tibalah saat di mana Valencia akan memergoki mata-mata yang sedang menyamar sebagai pelayan yang menjamu mereka. Seorang pelayan wanita yang dicurigai Valencia tengah menyeduhkan teh ke dalam cangkir Reibert. Sekilas Valencia menangkap senyum licik terbit dari bibi si pelayan tersebut.


Ketika Reibert hendak menyeruput tehnya, Valencia langsung bangkit dari tempatnya duduk.


“JANGAN MINUM TEH ITU, REIBERT!”

__ADS_1


PRANG!


Valencia menendang cangkir teh Reibert dan membuat serpihan belingnya beterbangan ke setiap sudut ubin. Reibert, Leano, dan Sammy terperanjat kaget mendengar teriakan Valencia lalu cangkir yang berderai di permukaan lantai. Serentak mereka mengarahkan tatapan yang meminta penjelasan dari Valencia.


“Teh itu telah diberi racun, tidak heran mengapa racun dingin yang membelenggu di dirimu kian memburuk. Itu karena teh yang selama ini kau konsumsi, sekarang aku akan menangkap pelayan yang telah berani meracunimu.”


Valencia bergerak secepat kilat, dia berhasil menangkap kerah baju pelayan itu dan menyeretnya ke hadapan ketiga pria tersebut. Valencia melempar tubuhnya secara kasar, dia tidak berniat memberikan perlakuan baik kepada pelayan wanita itu.


“Apa? Kenapa Anda menyeret saya, Nona? Kesalahan apa yang telah saya perbuat?” Pelayan itu masih belum sadar bahwa Valencia telah mengetahui bahwa dialah pelaku di balik penyakit Reibert selama ini.


“Kau benar-benar tidak tahu atau kau sedang berlagak tidak tahu?” Valencia menginjak punggung tangan pelayan itu dan menyorot tajam si pelayan. “Hei, beraninya kau mengotori minuman Reibert dengan racun dingin. Asal kau tahu, aku paling benci dengan orang yang menggunakan makanan dan minuman sebagai perantara racun.”


“Jadi, dialah mata-matanya?” Reibert, Sammy, dan Leano berdiri di hadapan pelayan itu seraya memandang marah si pelayan.


‘Apa? Mereka berhasil menangkapku?’


Raut muka pelayan itu pun berubah resah, dia tidak percaya dirinya tertangkap setelah beberapa bulan menjalankan misinya untuk memperburuk racun dingin di tubuh Reibert. Walaupun sebenarnya sebelum dia memberi Reibert racun dingin, Reibert telah terkontaminasi racun dingin lebih dulu. Tugas dia selama berada di kediaman Reibert adalah menambah kadar racun dingin di tubuh Reibert.


“Sekarang jawab pertanyaanku, apa tujuanmu? Mengapa kau ingin sekali membunuh Reibert? Lalu siapa orang yang berada di belakangmu? Jangan pikir aku tidak tahu bahwa sebenarnya kau juga berasal dari kelompok penyihir bayangan. Dan juga aku tahu pasti kalau kau mata-mata yang menyamar menjadi pelayan di kediaman Reibert.”

__ADS_1


__ADS_2