Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Roh yang Menghilang


__ADS_3

“Hah? Luka? Aku tidak menyadarinya sama sekali.”


Setelah dilihat-lihat lagi, rupanya memang ada luka goresan yang cukup panjang dan dalam, gadis itu sama sekali tidak merasakan sakit atau pun sekedar perih. Sammy segera mengambil alat-alatnya, dia mengoleskan obat dan membalut luka Valencia dengan sangat hati-hati. Sammy Sempat heran karena mengapa Valencia tidak sadar dengan luka yang sebesar itu.


“Kenapa kau bisa tidak sadar? Padahal luka sebesar ini sangat perih kalau terkena air.”


Valencia tertawa kaku, dia pun heran dengan dirinya sendiri, mungkin hal itu dikarenakan Valencia selama ini terbiasa mendapatkan luka yang lebih besar sehingga luka sekecil itu tidak bisa dia rasakan lagi.


“Mungkin karena aku tadi terlalu sibuk, aku jadi tidak sadar,” kilah Valencia.


Valencia menghembuskan napas kasar, entah sudah berapa kali dia berbohong selama dua hari ini. Namun, Valencia tidak peduli, semua ini demi menyembunyikan sihirnya sekaligus menyembunyikan perbuatan buruknya supaya tidak ada orang yang mencurigainya.


Selesai Sammy membalut lukanya, Valencia memperhatikan pekerjaan yang dilakukan Sammy. Ekspresi Sammy sangat serius ketika dia sedang meracik obat, Valencia melihat ada banyak sekali tumbuhan herbal di kotak penyimpanan obat Sammy. Berdasarkan dari apa yang dia dengar dari para kesatrian, Sammy diberi gelar sebagai dokter gila. Dia akan berubah menjadi gila jika itu berhubungan dengan ilmu pengobatan sekaligus eksperimennya.


‘Apanya yang gila? Menurutku dia tidak gila sama sekali, mungkinkah itu hanya rumor semata?’ gumam Valencia dalam hatinya.


Terdengar suara helaan napas dari Sammy, Valencia spontan menoleh ke arah Sammy yang masih serius mengerjakan penawarnya.


“Valencia, bolehkah aku meminta sesuatu padamu? Ini bukan permintaan yang sulit, tapi ada sesuatu yang mau aku pastikan.” Sammy melirik Valencia, sesaat Valencia tersentak melihat ekspresi Sammy yang dipenuhi raut seseorang yang sedang memikirkan hal gila.


“Apa yang kau inginkan?” Valencia masih menanggapinya secara santai.


“Bolehkah aku meminta sedikit darahmu?” Sammy tersenyum menyeramkan sambil menunjukkan jarum suntik kepada Valencia.

__ADS_1


‘Dugaanku salah, pria ini ternyata memang sangat gila.’ Valencia tidak takut dengan jarum suntik atau sebagainya. Gadis itu hanya sedikit terkejut melihat ekspresi Sammy, di dalam kepalanya penuh dengan eksperimen gila.


Valencia mencoba untuk tetap tenang, dia hanya perlu menyingkirkan Sammy apabila pria itu mencoba melakukan hal buruk kepada dirinya.


“Untuk apa? Eksperimen sejenis apa lagi yang mau kau lakukan menggunakan darahku? Padahal masih banyak jenis darah yang lain, mengapa kau meminta darahku?” tanya Valencia.


“Aku penasaran kenapa alergi Leano tidak bereaksi padamu, kulit Leano sangat sensitif, dia tidak bisa menyentuh perempuan mana pun. Bahkan dia diyakini tidak akan bisa menikah seumur hidup bila alerginya tidak kunjung hilang. Jadi, aku pikir ada sesuatu di tubuhmu sehingga dia bisa bersentuhan secara leluasa denganmu. Atau apakah mungkin sebenarnya kau ini seorang pria?”


Sammy menuding Valencia sembarangan, gadis itu terlihat jengkel ketika Sammy menyangkanya seorang pria. Sekarang Valencia mendekati Sammy, tubuh mungilnya mungkin tidak ada apa-apanya dengan tubuh kekar Sammy.


“Aku ini perempuan asli, kau tidak percaya? Aku bisa membuktikannya padamu saat ini juga. Kau bisa melihat tubuhku seutuhnya, nanti kau nilai sendiri apakah aku seorang perempuan atau bukan.”


Muka Sammy memerah seketika Valencia mengatakan bahwa Sammy dapat melihat tubuhnya untuk membuat Sammy percaya. Sammy memalingkan wajahnya dari Valencia, tidak disangka Valencia akan menawarkan sesuatu yang cukup memalukan.


“Dasar bodoh! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu kepada pria sepertiku? Kau tidak perlu membuktikan apa pun. Dengan begini aku jadi sadar kalau kau memang seorang wanita, maafkan aku karena telah mencurigaimu sebagai seorang pria.”


“Apa yang kau tunggu? Bukankah kau membutuhkan darahku untuk meneliti alasan kenapa alergi Leano tidak bereaksi saat menyentuhku.”


Sammy menggeleng-geleng, baru kali ini ada orang yang mendorong dirinya masuk ke eksperimennya. Biasanya orang lain akan lari ketika dia meminta sedikit darahnya untuk diteliti, tapi berbeda dengan Valencia. Langsung saja Sammy menyedot darah Valencia menggunakan jarum suntik, dia mengambil sedikit darah gadis itu.


Sesaat seusai darahnya diambil, Valencia mendengar percakapan beberapa orang kesatria. Mereka berencana malam ini untuk menyergap mansion milik Count Terano. Valencia sontak berdiri dengan sangat bersemangat, dirinya tidak mau sampai ketinggalan pergi ke markas Count Terano.


“Sammy, aku pergi dulu sebentar, nanti kita mengobrol lagi.”

__ADS_1


Valencia bergegas menuju ke tempat berkumpulnya para kesatria, dia menyela masuk ke dalam percakapan tersebut.


“Aku juga akan ikut ke mansion Count Terano, jangan lupa bawa aku,” celetuk Valencia.


“Nona, bolehkah saya ikut juga bersama Anda?” sela Luana – kesatria wanita.


“Baiklah, mari kita pergi bersama.”


Para kesatria mengizinkan Valencia dan Luana untuk ikut, jarak mansion Count Terano dengan Desa Sanori tidaklah jauh. Jadi, mereka bisa langsung berangkat malam ini juga untuk menangkap bawahan Count Terano yang masih tinggal di sana.


Jalanan menuju ke mansion Count Terano sangat gelap, tapi untung saja para kesatria membawa lentera, sedangkan Valencia menggunakan sihir untuk membuat matanya bisa melihat jelas di tengah malam gelap gulita ini.


Sesampainya di depan gerbang utama mansion Count Terano, Valencia sangat takjub sebab mansionnya begitu megah. Tidak salah jika dia menjadi salah satu bangsawan kaya di Kekaisaran Alegra. Tanpa menunggu lama, Valencia langsung masuk menerobos mansion, ada banyak kesatria yang menghalangi jalan mereka. Tetapi, Valencia bisa membereskannya dengan mudah, begitu pula dengan Luana yang sudah mulai lihai mengayunkan pedangnya. Sesudah membereskan para kesatria, mereka juga membereskan para pelayan yang bekerja di sana.


Selepas itu, mereka bergerak menuju ke dalam mansion, baru saja menginjakkan kaki di lantai pertama, mereka langsung menemukan banyak barang berharga mahal terpajang di ruangan tersebut. Tidak hanya itu, mansion itu terdiri dari tiga lantai, tapi yang memiliki pajangan indah hanya lantai satu dan dua.


“Nona, saya menemukan sesuatu di lantai tiga!” seru seorang kesatria.


“Apa yang kau temukan?”


Valencia bergegas menapaki anak tangga, betapa terkejutnya Valencia menemukan ada banyak gadis muda yang dirantai. Pandangan mata para gadis sangat kosong, tubuh mereka dipenuhi luka bekas siksaan. Bahkan tubuh mereka sangat kurus, mereka tidak diberi makanan dan pakaian yang layak.


“Bajing*n! Si tua bangka itu benar-benar membuatku marah! Aku akan pastikan dia mendapatkan hukuman yang setimpal karena dia sudah membuat orang lain menderita akibat ulahnya,” gerutu Valencia diselimuti api kemarahan.

__ADS_1


Valencia bersama para kesatria membebaskan para gadis, mereka sudah mencoba untuk berbicara dengan gadis-gadis itu, tapi mereka tidak memberi respon sedikit pun. Valencia mengecek baik-baik kondisi tubuh mereka, dan ada sesuatu hal tidak terduga yang dia temukan.


“Hah? Roh gadis-gadis ini tidak berada di tubuh mereka? Apa yang terjadi? Roh mereka seperti diserap oleh sesuatu,” gumam Valencia.


__ADS_2