Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Happy Ending


__ADS_3

Kematian Klarybell masih menyisakan luka di hati banyak orang. Hingga kini lima tahun berlalu, kejadian itu masih terasa baru bagi mereka yang kehilangan cinta Klarybell.


Duka mendalam yang mereka rasakan tak dapat dihapus begitu saja. Terlebih lagi bagi mereka yang paling dekat dengan Klarybell. Sekarang mereka kehilangan senyum cerahnya.


Saat ini keadaan alam semesta jauh membaik. Tidak ada ancaman sihir hitam dan tidak ada lagi portal yang bermunculan. Kedamaian perlahan datang menghampiri kehidupan makhluk hidup.


Sesuai pesan terakhir Klarybell, ke sembilan pria yang dicintainya membantu membangun kembali dunia ini. Kekacauan di benua Mihovil sudah pulih sepenuhnya.


"Hari ini tepat lima tahun kematian Klarybell, apakah kalian akan pergi ke sana lagi?"


"Iya, tempat itu menjadi saksi di mana kami melenyapkan jiwa Bell. Sekarang tempat yang tandus dan rusak itu telah berubah menjadi sebuah padang bunga yang indah."


Bertepatan hari kepergian Klarybell, tanah tandus tempat Klarybell dilenyapkan berubah menjadi padang bunga. Seluruh orang menganggap bahwa itu merupakan salah satu keajaiban yang diliputi keindahan luar biasa.


Di tengah padang bunga itu, sesosok wanita bergaun putih tiba-tiba muncul entah dari mana. Surai biru muda bergerai panjang ditiup angin, mata bulat merah muda menatap ke arah langit. Bibir mungilnya merekahkan senyum penuh kebahagiaan.


"Wah, ternyata tempat ini menjadi padang bunga. Benar-benar sangat cantik. Syukurlah, aku bisa kembali setelah lima tahun berjuang."


Ya, wanita itu adalah Klarybell. Gadis cantik yang berhasil sekali lagi kembali dari kematian.


"Sepertinya mereka merawat padang bunga ini dengan sangat hati-hati," lanjut Klarybell bergumam.


Dari arah lain, terdengar derap kaki yang ramai mendekati padang bunga. Tanpa menengok ke belakang, Klarybell sudah tahu siapa yang datang.


Segerombol pria yang ia kenal, menjaga dengan sepenuh hati padang bunga itu.


"Sepertinya ada seseorang di tengah padang bunganya," ujar Xeros menunjuk ke arah lokasi Klarybell berdiri.


"Siapa itu? Rasanya sedikit familiar."


Mereka bergegas mendekati sosok wanita tersebut. Sejenak mereka terpaku, langkah mereka terhenti, dan suara mereka tercekat. Gadis itu berbalik badan menampakkan senyum sumringah. Wajah cantiknya bersinar di bawah cahaya mentari.


"Bagaimana kabar kalian? Sepertinya kalian baik-baik saja selama aku tidak ada," sapa Klarybell bernada suara penuh kelembutan.


"Bell, apa itu kau?"


Klarybell tertawa kecil. "Ya ampun, apakah kalian melupakan wajahku? Tentu saja ini aku, Klarybell."


Sontak semaunya berlarian dan menghambur ke pelukan Klarybell. Ini adalah kenyataan, sesuatu yang tidak pernah mereka sangka akan terjadi. Sosok yang mereka rindukan selama lima tahun ini telah kembali dari alam kematian.


"Aku tidak bermimpi kan?"


"Bagaimana cara kau kembali hidup?"


"Aku tidak percaya ini. Kau benar-benar kembali, Bell."


Mereka mencecar Klarybell dengan berbagai jenis pertanyaan. Klarybell bingung harus menjawabnya mulai dari mana. Yang terpenting sekarang dia sudah kembali ke tempat seharusnya dia berada.


"Aku akan menjawabnya nanti. Sekarang ayo kita kembali dulu ke menara sihir," ujar Klarybell.


Mereka mengiyakannya dan langsung membawa gadis itu pergi pulang ke menara sihir. Sejenak, Klarybell takjub dengan perubahan drastis di daratan tempatnya dahulu tinggal.


Orang-orang yang berasal dari luar benua Mihovil diberi kebebasan keluar dan masuk. Siapa saja dapat mengunjungi tanah Mihovil. Ada banyak orang dari segala penjuru dunia berdatangan membawa tujuan masing-masing. Ada yang datang untuk berbisnis atau sekedar pergi melakukan kunjungan.


"Wah, kalian berhasil membangun Mihovil dalam waktu lima tahun. Aku akui, kalian sangat pintar," sanjung Klarybell.


"Bagaimana pun ini adalah tempat tinggalmu, tidak mungkin kami biarkan begitu saja tanpa perkembangan apa-apa," sahut Sammy.


Sesampainya di menara sihir, semua orang kaget melihat Klarybell. Kala itu kebetulan Henzo juga sedang berada di sana. Dia yang paling syok melihat Klarybell di depan matanya.


"Apakah kau benar-benar Klarybell?"

__ADS_1


Henzo mengguncang tubuh Klarybell sembari memutar-mutarnya sampai membuat kepala Klarybell pusing.


"Astaga, Ayah! Bisakah kau menghentikan itu? Kepalaku jadi pusing," keluh Klarybell.


Henzo menghentikan tingkahnya. Dia tiba-tiba diam dan menatap lekat Klarybell.


"Sepertinya aku bermimpi." Henzo mencubit pipinya sendiri, ia pun merasakan sakit. "Ah, ini bukan mimpi!"


Henzo membawa tubuh Klarybell ke pelukannya. Tiada kata yang dapat menggambarkan betapa bahagianya dia kala itu.


Selepas itu, Klarybell disuruh duduk di ruang pertemuan dan disuruh memberi penjelasan atas situasi kala itu.


"Jadi, begini—"


BRAK!


"BELL!"


Klarybell terkesiap tatkala Davey dan Sean mendadak muncul mendobrak pintu masuk. Jantungnya terasa nyaris copot karena suara teriakan Davey.


"Kak, tidak bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk? Aku jadi terkejut," omel Klarybell.


Mata Davey berkaca-kaca melihat sang Adik hidup kembali. Dia mendekap Klarybell dengan sangat kuat sampai membuat Adiknya kesulitan bernapas.


"Kau kembali? Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kau masih bisa hidup saat jiwamu telah dihancurkan?"


Klarybell menepuk-nepuk punggung Davey.


"Kak, sesak. Aku jadi tidak bisa bernapas," ucap Klarybell.


Sontak Davey langsung melepas pelukannya.


Klarybell mengatur irama napasnya. Seisi ruangan terkekeh menyaksikan pemandangan tersebut.


"Itulah yang ingin aku ceritakan sekarang. Sebenarnya, lima tahun lalu seusai jiwa jahatku hancur sepenuhnya, kepingan jiwa murniku berserakan di alam semesta. Kepingan-kepingan itu kemudian berkumpul dan bersatu. Dengan kesadaranku yang masih tersisa, aku pun mencari kepingan jiwaku yang lain."


"Oleh sebab itulah, aku masih bisa hidup menggunakan jiwa murniku. Butuh waktu lima tahun menyatukan seluruh kepingan itu. Aku senang, tetapi aku jadi terpaksa menggunakan tubuh bayangan," jelas Klarybell.


"Tubuh bayangan?"


Klarybell mengangguk. Tampaknya tidak semua orang tahu mengenai tubuh bayangan.


"Jiwa murniku tidak bisa merasuki tubuh manusia atau merasuki tubuh baru sebab jika aku melakukannya, maka jiwaku akan terpecah lagi. Makanya aku membuat tubuh bayangan menggunakan kekuatanku untuk menampung jiwaku ini. Namun, sebagai gantinya, aku tidak bisa hamil atau memiliki anak menggunakan tubuh ini," papar Klarybell sekali lagi.


"Pasti itu sangat beresiko kalau kau hamil menggunakan tubuh bayangan itu," kata Cetrion.


"Benar, tetapi setidaknya aku masih bisa menikah atau melakukan hal seperti suami istri pada umumnya. Namun, memiliki anak langsung dari rahimku, itu percuma saja."


"Terlebih lagi kalau mempunyai pasangan dengan kapasitas sihir yang sangat besar. Hal itu akan membuat sihirku dan sihir pasanganku menjadi bertabrakan hingga mengakibatkan kehancuran pada tubuh bayangan ini," jelasnya lebih detail lagi.


Penjelasan Klarybell dapat dipahami dengan mudah oleh semua orang. Mereka jadi mengerti alasan kenapa Klarybell bisa kembali hidup.


"Itu tidak masalah, aku akan tetap menikahimu," celetuk Rexid dengan lantang.


"Hah? Siapa yang ingin kau nikahi? Kau jangan mendahuluiku," balas Arc kesal.


"Diamlah, kalian berdua! Aku yang akan menikahi Bell," sela Ivanov.


Satu persatu dari mereka bersuara dan berebutan ingin menikah dengan Klarybell. Sudah lama sekali tidak mendengar mereka memperdebatkan hal yang tak berguna.


"Jangan terlalu kau pikirkan soal tubuhmu. Yang terpenting sekarang kau sudah kembali," tutur Sean bersuara lembut.

__ADS_1


"Itu benar! Sekarang kau setidaknya bisa hidup di antara kerumunan manusia dengan damai," timpal Davey.


Klarybell mengulas senyum riang. "Iya, aku merasa bersyukur karena berhasil hidup lagi dan kembali ke rumahku."


Berita perihal Klarybell yang hidup lagi pun bergaung di setiap sudut penjuru dunia. Mereka turut bahagia karena sang penyelamat kini dapat menikmati ketentraman alam semesta ini.


Rachel, Devina, dan Luana turut datang mengunjungi Klarybell langsung. Rachel diketahui sudah mempunyai satu orang anak, Luana pun juga begitu. Sedangkan Devina baru saja naik takhta menjadi Kaisar dan saat ini dia sedang mengandung.


Kemudian Abraham dan Linita secara khusus berkunjung ke benua Mihovil. Setelah lepas dari posisi sebagai pemimpin Alegra, mereka berdua memutuskan untuk pergi berkeliling dunia.


Tidak lupa pula kunjungan dari Arian — sekretari pribadi Henzo serta Pierre — pelayan pribadi Klarybell semasa menjadi Valencia. Mereka masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah sedikit pun.


"Semua orang saat ini hidup dengan bahagia," gumam Klarybell.


Beberapa tahun berlalu setelah kembalinya Klarybell, semuanya berjalan normal. Setelah menghadapi perdebatan panjang, akhirnya Klarybell memutuskan untuk menikahi ke sembilan pria yang selalu mengejarnya itu.


Dengan bantuan sihir, Klarybell pun bisa membuat anak dari teknologi sihir terbaru. Dia memadukan sihirnya dan sihir masing-masing suaminya sampai dia berhasil mendapatkan sepuluh orang anak. Lima orang anak perempuan dan lima orang anak laki-laki.


"Hei, berhenti kau! Siapa yang mengajarimu bersikap tidak sopan?!"


Terlihat Rexid sedang memarahi anak perempuannya yang cukup nakal.


"Bukankah Ayah juga sering seperti itu? Aku hanya menirunya dari Ayah."


Klarybell menggeleng-geleng melihat tingkah mereka berdua.


"Apa yang mereka lakukan? Apakah mereka tidak merasakan lelah setelah seharian beraktivitas di luar rumah?"


Masing-masing anak Klarybell mewarisi kemampuan sang Ayah. Tidak hanya itu, tidak sedikit di antaranya yang meniru kelakuan Ayahnya.


"Ayah, aku telah menyelesaikan buku yang kemarin."


"Benarkah? Itu sangat bagus."


Frintz dan putranya sama-sama mempunyai hobi membaca buku. Begitu pula Reibert dan putrinya yang sama-sama irit berbicara. Sedangkan Ivanov beserta putranya memilih menetap di gereja.


Leano juga mengajari anak laki-lakinya cara memasak. Lalu Sammy dan Cetrion selalu mengawasi putri mereka cara menggunakan sihir penyembuhan. Arc dengan sang putra sering pergi mengembara. Xeros mempunyai seorang putri yang kini menetap di Alegra untuk menjadi penerus Henzo.


Terakhir, anak ke sepuluh, anak laki-laki yang menyerupai Klarybell. Dia terlahir dengan gabungan sihir Klarybell bersama ke sembilan suaminya. Anak itu bernama Zein, pemilik sihir tak terbatas sekaligus penerus Klarybell.


"Yang Mulia! Gawat!" Seorang kesatria berlarian sambil berteriak menghadap Klarybell.


"Ada apa? Apakah Zein membuat ulah lagi?" tanya Klarybell.


"Benar, Tuan Muda Zein menghancurkan dua gunung dan membakar habis seluruh hutan di pinggiran wilayah. Anda harus menghentikannya sebelum beliau berbuat lebih jauh lagi."


Klarybell menepuk kening. Dia bergegas mendatangi Zein.


"Zein, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah Ibu sudah mengatakan padamu untuk jangan sembarangan menggunakan sihir?" omel Klarybell.


Zein tertawa kecil, dia sangat takut melihat sang Ibu memarahinya.


"Ibu, aku tidak sengaja. Aku—"


"Diam! Kemari kau anak nakal. Padahal baru kemarin kau membuat ulah dan sekarang kau mengulanginya lagi. Kemarilah sebelum aku gantung kau di ruang bawah tanah," ancam Klarybell.


Zein beringsut mundur. 'Sial! Ibu benar-benar menakutkan. Aku harus kabur dari sini.'


Zein pun menghilang dengan sihirnya dari depan mata Klarybell.


"Dasar anak nakal! Awas saja kalau aku menangkapmu nanti!" teriak Klarybell mengejar Zein.

__ADS_1


__ADS_2