Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Fakta yang Terungkap Jelas


__ADS_3

Pria itu adalah Arc, rekan Valencia selama ia menjadi Klarybell di benua Mihovil. Lekas saja Valencia bergerak menghampiri Arc. Tubuhnya yang tak sanggup bertumpu lagi langsung disambut oleh Valencia. Lantai putih bersih kini diwarnai oleh tetesan darah Arc yang tak kunjung berhenti.


"Arc, apa yang terjadi padamu?" Valencia mendekap tubuh dingin Arc.


Seluruh mata menyaksikan mereka, tentu saja semua orang merasa aneh sebab kala itu Valencia dan Arc berbicara menggunakan bahasa Mihovil.


"Bell, akhirnya kita bertemu lagi setelah—"


"Sudah, kau jangan berbicara dulu. Aku akan segera mengobati lukamu."


Di saat bersamaan, Arc tak kuasa mempertahankan kesadarannya. Valencia pun menyuruh kesatria Calestine untuk membawa Arc ke kediamannya.


"Rachel, maafkan aku harus kembali sekarang. Aku akan memberi penjelasan kepadamu nanti. Maaf karena telah mengganggu hari bahagiamu."


Melihat reaksi Valencia yang tidak biasa, Rachel hanya bisa mengiyakan dan memakluminya. Henzo beserta ketujuh Pangeran mengikuti Valencia yang keluar dari aula pesta. Mereka juga ingin tahu siapa pria yang baru saja menerobos masuk ke dalam aula. Lalu mereka penasaran hubungan semacam apa yang dimiliki Valencia dan Arc.


Setibanya di mansion, Valencia meminta tolong kepada Sammy untuk memeriksa kondisi Arc. Gadis itu masih belum bisa mencerna dengan baik alasan kemunculan Arc di benua Solvey.


"Sepertinya dia terluka karena diserang oleh seseorang. Lagi pula lukanya akan sembuh kalau dia meminum potion," tutur Sammy.


"Terima kasih. Syukurlah, dia tidak menderita luka serius."


Raut muka Valencia tampak sendu, tergurat rasa sedih di garis wajahnya.


"Siapa sebenarnya dia?" Xeros akhirnya buka suara menanyakan identitas Arc.


"Dia kenalanku, lebih tepatnya seseorang yang telah bersamaku sejak lama."


Valencia mengusap kepala Arc, sikap hangat gadis itu terhadap Arc membuat para Pangeran terbakar cemburu. Hal itu dikarenakan Valencia tidak pernah terlihat dekat dengan pria mana pun selain mereka.


"Kau tadi berbicara menggunakan bahasa Mihovil bukan?"


Valencia tersentak, Frintz menatapnya penuh selidik. Tidak ada alasan baginya untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Valencia menghela napas sembari menjawab, "Benar, itu adalah bahasa Mihovil. Aku tidak menyangkalnya karena itu merupakan bahasa di mana aku berasal."


Sorot mata Valencia tampak serius, para Pangeran tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan.


"Apa yang kau katakan? Apa maksud—"


"Bell ...."


Pembicaraan mereka terpotong karena Arc tiba-tiba sadar memanggil nama Valencia. Mereka sekali lagi tertegun mendengar nama "Bell" terucap dari mulut Arc.


"Arc, kau sudah sadar? Bagaimana kondisi tubuhmu? Apa masih ada yang terasa sakit?" tanya Valencia penuh kecemasan.


Arc buru-buru bangkit dari posisi tidurnya lalu memeluk Valencia begitu erat.


"Aku merindukanmu, Bell ... aku tahu kau takkan mati dengan mudah. Sekarang aku berhasil menemukanmu di benua Solvey. Jadi, apakah sekarang kau mau pulang bersamaku ke Mihovil?"


Lalu tangan Ivanov menyentuh Arc dan memaksa pria itu agar segera melerai pelukannya dari Valencia.


"Apa yang sedang kau katakan? Aku tidak tahu kenapa aku bisa memahami apa yang kau bicarakan. Namun, siapa itu Bell? Wanita yang berada di hadapanmu ini adalah Valencia. Valencia Calestine, putri Archduke Calestine," tekan Ivanov.


"Siapa kalian?" tanya Arc disertai ekspresi masam menatap para Pangeran.


"Justru kami yang seharusnya bertanya. Siapa kau? Kenapa kau menerobos masuk ke aula pesta pernikahan Rachel dan bersikap seolah-olah kau mengenal Valencia?" selidik Leano memandang tajam Arc.


"Valencia? Ah, tubuh yang ditempati Bell ini bernama Val—"


Valencia bergegas menyumpal mulut Arc, dia berniat untuk menjelaskan sendiri kepada mereka soal identitasnya.


"Diamlah! Aku sendiri yang akan menjelaskan kepada mereka," bisik Valencia.


Valencia berdehem, suasananya menjadi canggung karena ulah Arc.


"Aku akan menjelaskannya kepada kalian, tetapi bukan di sini. Mari kita ke luar dan biarkan Arc beristirahat," ucap Valencia beranjak ke luar dari ruangan.

__ADS_1


Valencia membawa mereka ke ruang sebelah kamar Arc. Para Pangeran menantikan penjelasan dari Valencia.


"Bisakah kau menjelaskan kepada kami sekarang soal apa yang dikatakan pria bernama Arc itu?" ucap Reibert menuntut segera penjelasan Valencia.


"Apakah kalian percaya bahwa aku sebenarnya bukanlah Valencia? Maksudku, tubuhku memang Valencia, tetapi jiwa yang bersemayam di dalamnya bukanlah jiwa Valencia."


Para Pangeran terperangah, tubuh Valencia tiba-tiba berubah menjadi seorang gadis bersurai biru gelap. Semilir angin menderu menerpa rambutnya. Sungguh suatu gambaran wanita cantik dengan bola mata berwarna violet yang berkilau. Namun, bayangan itu hanya bertahan sekejap saja.


"Aku adalah Klarybell, Penyihir Agung yang memimpin benua Mihovil. Aku mati di usia lebih dua ratus tahun, tepatnya aku mati di delapan ratus lima puluh tahun yang lalu."


Waktu seolah-olah berhenti berputar, kedatangan fakta itu seperti sebuah ledakan bom yang menghempaskan tubuh mereka.


"Tunggu dulu! Aku tidak bisa mempercayainya begitu saja. Lalu kalau kau Klarybell, di mana Valencia yang asli?" tanya Sammy.


"Valencia sudah mati."


Deg!


Darah mereka berdesir hebat, jantung mereka berdegup kencang. Seakan-akan kala itu mereka terpental ombak besar yang menyapu daratan.


"Valencia sudah mati? Jangan bercanda!" teriak Rexid marah.


Valencia menggeleng pelan. "Aku tidak bercanda. Sejak awal, Valencia sudah mati saat insiden bunuh diri satu tahun lalu. Kalian selama ini berbicara bukan dengan Valencia, melainkan denganku, Klarybell."


"Bisakah kau menjelaskan kepada kami kenapa kau bisa berada di tubuh Valencia? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Frintz masih tampak tenang.


"Lalu bagaimana denganmu yang bertemu dewa kedamaian? Apakah itu hanya sebuah kebohongan belaka?" imbuh Ivanov.


Valencia terdiam, tatapannya semakin meredup. Ada beban besar yang ditanggung gadis itu saat ini.


"Aku mati, tetapi jiwaku tidak diterima surga maupun neraka. Ketika aku mati, aku bertemu dengan Davey, sang dewa kedamaian di alam akhirat. Aku menuntut untuk dijadikan sebagai dewi, tetapi Davey menolak. Alasannya adalah karena dosaku terlalu banyak."


"Kemudian Davey memberiku sebuah solusi agar bisa menjadi dewi yaitu aku harus menebus dosaku. Caranya dengan merasuki tubuh seorang manusia lalu mengubah takdir manusia itu seraya berbuat kebaikan. Maka dari itu, aku bisa berada di tubuh Valencia. Sebelumnya, selama lebih delapan ratus tahun, aku tidak menemukan tubuh yang cocok. Hanya tubuh Valencia yang bisa aku tempati. Namun, tubuh ini juga sepertinya sudah mencapai batasnya," jelas Valencia.

__ADS_1


Terdengar suara helaan napas, tampaknya ketujuh Pangeran sangat syok mendengar pernyataan Valencia. Akan tetapi, mereka juga tidak bisa protes atau pun marah karena Valencia telah membantu banyak dalam mewujudkan kedamaian Alegra.


"Aku meminta maaf karena telah menipu kalian selama ini. Aku tidak bermaksud melakukannya, aku tak peduli apa pun jenis pikiran buruk kalian terhadapku. Kalau begitu, aku permisi dan pikirkanlah baik-baik bagaimana perasaan kalian soal diriku."


__ADS_2