
Valencia mencoba mengguncang-guncang tubuh para gadis, mereka tidak merespon apa pun jenis panggilan yang terlontarkan. Valencia semakin yakin kalau roh mereka sedang tidak berada di tubuh mereka melainkan diserap oleh sesuatu yang tidak diketahui Valencia. Kemudian Valencia bangkit, dia mencoba merasakan apakah ada aura lain di ruangan ini atau tidak. Ternyata dia tidak menemukan aura apa pun di sana.
“Apakah mereka sudah mati? Tetapi, denyut nadi mereka masih terasa. Tidak mungkin orang mati masih mempunyai denyut nadi.”
Para kesatria mulai kebingungan, mereka mempertanyakan bagaimana kondisi para gadis bisa seperti ini. Mereka menemukan hal yang tidak pernah mereka temukan seumur hidup, ditambah lagi mereka tidak punya kemampuan sihir sehingga sulit bagi mereka merasakan kejanggalan pada tubuh para gadis tersebut.
“Mereka memang tidak mati, mereka masih hidup tapi mereka kehilangan roh mereka. Dengan kata lain mereka ini mayat hidup, jadi aku minta kalian sekarang memindahkan mereka ke tempat yang lebih bercahaya. Bawa mereka ke lantai pertama,” jelas Valencia disertai pemberian perintah.
Mereka belum paham sepenuhnya apa yang dimaksudkan Valencia, tapi mereka segera melaksanakan perintah Valencia. Satu persatu dari para gadis dipindahkan ke lantai satu, mereka membaringkan tubuh para gadis di tengah ruang yang dipenuhi cahaya. Total gadis yang saat ini bersama mereka ialah tiga puluh dua gadis.
“Apa yang harus kita lakukan berikutnya, Nona? Kalau mereka tidak mati, kita takkan bisa mengubur mereka.”
“Kalian tidak perlu melakukan apa pun, kalian hanya perlu menjaga mereka dan aku akan cari penyebab mereka sampai seperti ini.”
Valencia melangkah keluar mansion, dia memastikan tidak ada mata yang mengawasinya saat ini. Valencia menghentakkan kakinya satu kali ke tanah, dia menyebarkan sihir ke setiap sudut mansion tersebut. Namun, Valencia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan yang janggal dan dia tidak menemukan sesuatu yang mungkin saja menjadi penyebab para gadis itu tidak sadarkan diri sampai sekarang.
‘Aneh sekali, tidak ada tanda-tanda keberadaan roh mereka dan tidak ada tanda-tanda keberadaan sihir atau segala macam yang menyebabkan mereka menjadi mayat hidup.’
Valencia berbalik badan kembali ke dalam mansion, dia bermaksud ingin menemui para kesatria yang masih terlihat kebingungan. Mereka bertanya-tanya mengenai kondisi khusus yang menimpa para gadis yang masih di bawah umur.
“Apakah ada sesuatu yang Anda temukan, Nona?” Luana menghampiri Valencia dan langsung bertanya perihal penemuan Valencia.
Valencia lantas menggelengkan kepala. “Aku tidak menemukan apa pun, untuk saat ini kalian kumpulkan saja harta benda milik Count Terano. Kumpulkan di satu tempat, kita akan membawanya nanti ke ibu kota,” titah Valencia.
Para kesatria langsung beranjak pergi mengumpulkan harta benda Count Terano, sedangkan Valencia tetap berada di dekat tubuh para gadis. Dia menjangkau cemilan yang tersuguh di atas meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Valencia memikirkan masalah ini sambil menikmati cemilan, mau berapa kali pun dia memikirkannya ada yang salah dari sini.
__ADS_1
“Mungkinkah ini juga perbuatan sihir hitam?” gumam Valencia berpikir keras.
Tidak lama kemudian, secara mengejutkan ada sekelebat bayangan yang perlahan membalut tubuh Valencia. Para kesatria yang menyaksikan hal tersebut langsung berlari demi membawa Valencia lari dari bayangan itu. Namun, mereka terlambat menyelamatkan Valencia dan Valencia terlambat menyadarinya. Sekumpulan bayangan hitam pada akhirnya melahap tubuh Valencia seutuhnya, gadis itu menghilang tepat di hadapan para kesatria.
“NONA VALENCIA!” Para kesatria berteriak memanggil Valencia, namun kala itu Valencia benar-benar tidak ada lagi di depan mata mereka.
“Ini gawat! Nona Valencia menghilang. Cepat laporkan masalah ini kepada Komandan! Kita takkan bisa mengatasinya jika tidak ada campur tangan dari Komandan!”
Salah satu kesatria berlari ke luar mansion, Luana tampak sangat syok menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri Valencia yang menghilang. Tubuh Luana meluruh ke lantai, tungkai kakinya lunglai tak sanggup menahan beban tubuhnya. Dia mulai khawatir terhadap apa yang akan terjadi kepada Valencia, pikiran buruk pun mulai menyerangnya satu persatu.
Sementara itu, di waktu bersamaan Reibert tengah berbincang bersama Sammy dan Leano, mereka tampak membicarakan sesuatu yang sangat serius. Hingga tibalah kesatria yang ditugaskan memberi laporan di tengah obrolan mereka dalam kondisi panik dan terengah-engah.
“Komandan, ada sesuatu yang buruk terjadi kepada Nona Valencia,” ucap si kesatria.
“Apa yang terjadi? Cepat katakan!” desak Reibert.
“Nona Valencia mendadak menghilang dari hadapan kami semua, beliau ditelan oleh sekumpulan bayangan hitam hingga saat ini kami tidak menemukan keberadaan beliau.”
“Hah? Apa?”
Mereka bertiga juga ikut panik, Valencia yang menghilang mendatangkan guncangan di hati Reibert, Sammy, dan Leano.
“Kalau begitu sekarang bentuk regu pencarian! Jangan biarkan masalah ini sampai terdengar ke telinga Kaisar dan Permaisuri. Beliau akan sangat marah bila mendengar Valencia menghilang dari pandanganku,” seru Reibert memberi perintah kepada seluruh kesatria.
***
__ADS_1
Setelah dirinya ditelan sekelebat bayangan hitam, Valencia masuk sebuah portal putih yang tidak kasat mata. Bayangan tersebut membawanya masuk ke tempat yang bahkan tidak dia kenali, hanya ada ruangan hampa tak berisi. Valencia mengedarkan pandangan, sekitarnya tidak lebih dari sebuah ruangan tak berpenghuni. Tidak ada angin atau suara, hanya tersisa kesunyian, hal ini membuatnya menjadi kebingungan sendiri.
“Ada di mana aku? Di mana bayangan hitam yang membawaku kemari?” gumam Valencia.
Valencia spontan berbalik sesaat dirinya merasakan ada sesuatu yang sedang melesat menargetkannya. Sebuah tombak yang diselimuti asap hitam tengah menuju ke arahnya, Valencia menepis tombak tersebut menggunakan sihir.
“Siapa gadis itu? Kenapa dia bisa menggunakan sihir?”
“Aku tidak tahu, kita tidak berhasil membawa rohnya saja, tubuhnya juga ikut kemari saat aku mencoba membawanya kemari.”
Valencia bisa mendengar perkataan mereka dengan sangat jelas, sosok yang belum terlihat oleh mata itu tengah membicarakan dirinya.
“Beraninya kalian berbicara di belakangku! Cepat tunjukkan wujud kalian padaku sebelum aku mencincang-cincang tubuh kalian!” teriak Valencia mengancam mereka.
Ruangan tersebut tiba-tiba berguncang hebat akibat tekanan sihir Valencia yang meledak-ledak keluar. Valencia bisa melacak di mana keberadaan bayangan hitam yang menariknya ke tempat ini, dia pun langsung membentuk tali sihir lalu menarik paksa dua bayangan hitam dari tempat persembunyiannya.
“Jadi, kalian yang membawaku kemari? Kenapa kalian membawaku ke tempat seperti ini?”
Bayangan hitam itu dikuasai rasa takut sesaat mereka berhadapan dengan Valencia, entah kenapa mereka merasakan adanya sihir yang sangat kuat dan tidak bisa mereka atasi begitu saja.
“Ampuni kami! Kami tidak bermaksud membawamu kemari!” pekik mereka serentak.
Valencia dengan tampang sangar dan dipenuhi ekspresi menyeramkan mengarahkan tinjunya ke kedua bayangan tersebut.
“Lalu kenapa aku bisa berada di sini jika kalian sendiri tidak bermaksud membawaku kemari?!”
__ADS_1