Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Surat dari Akademi


__ADS_3

Linita dan Abraham terkejut mendengar laporan tersebut, Valencia telah melakukan sesuatu yang beresiko terhadap reputasinya. Akan tetapi, di sini mereka tidak menyalahkan Valencia, malah mereka melakukan hal yang sebaliknya. Bagaimana pun juga Valencia bukanlah yang memulai segalanya melainkan dimulai oleh Ayahnya sendiri. Valencia tidak akan menggila jika mereka tidak mengusik hidupnya.


“Apa yang menyebabkan Valencia marah sebegitu besarnya? Pasti dia tidak akan memulai kalau mereka tidak mengusiknya,” tanya Abraham.


“Sebenarnya tadi sebelum marah besar, Grand Duke sengaja menumpahkan makanan yang diberikan Permaisuri kepada Nona Valencia. Melihat makanannya yang tumpah, beliau menjadi murka, Nona Valencia mengatakan kalau itu makanan yang disiapkan Permaisuri sepenuh hati. Jadi, itulah sebabnya beliau marah, tapi yang menyebabkan kemarahan Grand Duke terletak pada Nona Linnea.


Nona Linnea mengadu domba antara Grand Duke dan Nona Valencia, beliau mengadukan hal-hal yang tidak pernah terjadi di pertemuan Anda dan Nona Valencia sebelumnya. Grand Duke marah karena beliau mengatakan bahwa Nona Valencia adalah penyebab dia diusir dari istana oleh Permaisuri,” papar si kesatria.


Sontak mendengar hal tersebut, Linita dan Abraham geram atas perilaku Linnea, dia benar-benar sudah melewati batas kali ini. Oleh karena itu, terlintas beberapa rencana di kepala untuk menjatuhkan Linnea sekaligus memberinya pelajaran.


“Ternyata gadis itu lagi yang berulah, kalau begitu sekarang kau sebarkan rumor mengenai apa yang dilakukan Linnea di istana sebelumnya. Katakan kepada semua orang penyebab aku marah hingga mengusirnya dari istana. Wanita seperti itu perlu diberi tahu siapa orang yang dia singgung, beraninya dia memperburuk hubungan Grand Duke dan putrinya sendiri.”


Linita akhirnya memberi titah kepada kesatria tersebut untuk menyebarkan rumor ke seluruh bangsawan perihal yang dilakukan Linnea di istana. Tidak lupa Linita menambahkan bumbu-bumbu supaya rumornya semakin pedas terdengar serta membuat reputasi yang dibangun Linnea selama ini runtuh seketika.


“Valencia? Apakah dia Valencia yang dirumorkan akhir-akhir ini?” celetuk Henzo bertanya karena penasaran.


“Iya, itu benar, Valencia keponakan Kakak iparmu. Memangnya kenapa? Aneh sekali rasanya kau menanyakan orang lain. Biasanya kau tidak pernah tertarik dengan siapa pun,” kata Abraham menatap aneh Henzo.


Henzo menyeringai, dia memikirkan sesuatu yang gila di kepalanya, Abraham dan Linita sadar akan hal tersebut. Pikiran mereka mulai berjalan ke arah yang tidak baik, mereka membayangkan Henzo melakukan sesuatu yang buruk terhadap Valencia.

__ADS_1


“Ada apa dengan ekspresimu itu? Apa kau berpikir melakukan sesuatu kepada keponakanku?! Kau tidak boleh mendekatinya dan kau tidak boleh berbicara dengannya!” tekan Linita mencegah Henzo melakukan sesuatu pada Valencia.


“Tidak ada, hanya saja aku sedikit tertarik, tampaknya dia gadis yang cukup gila karena menghajar Ayahnya sendiri. Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apa-apa kepada Valencia, bagaimana pun dia tetap seorang gadis berusia lima belas tahun.” Henzo berupaya meyakinkan Linita bahwa dirinya tidak akan melakuka sesuatu yang gila terhadap Valencia.


“Awas saja kalau kau berani mencelakai Valencia, aku tidak akan tinggal diam dan aku pastikan kau mendapatkan pukulan dariku langsung.” Linita menggertak Henzo, dia tidak mau Valencia sampai diganggu oleh Henzo.


“Iya, tenang saja, Kakak ipar. Tolong percayalah padaku, aku tidak akan mengganggu gadis kecil itu.”


***


Pada hari berikutnya, Valencia tiba-tiba mendapatkan surat dari akademi yang mengatakan bahwa dia harus kembali ke akademi minggu depan. Setelah libur panjang, akhirnya akademi kembali beroperasi. Valencia berdecak kesal, dia tidak menyukai akademi karena di ingatannya tempat tersebut ialah tempat yang sangat merepotkan. Si pemilik tubuh dahulunya menjadi korban perundungan di akademi sehingga membuatnya kesulitan bertahan di akademi.


Tidak sedikit Nona bangsawan yang terlibat pada aksi perundungan ini, kini Valencia mengingat detail wajah mereka. Valencia harus menggantikan si pemilik tubuh untuk melawan dan memberi pelajaran kepada mereka. Sungguh merepotkan, tapi jika bukan begitu maka perundungannya akan terus berlangsung.


“Kau harus mencolok! Maksudku, kau harus sempurna dalam melakukan apa pun di akademi. Kau harus meraih nilai sempurna di setiap mata pelajaran yang disuguhkan, dengan begitu kau bisa lulus lebih cepat,” jelas Sean.


“Begitukah? Baiklah, mari lakukan seperti itu.”


Bersamaan kala itu, di tengah bangsawan dan rakyat biasa beredar rumor soal Linnea yang bersikap lancang terhadap Permaisuri. Linnea dikatakan sebagai pembuat kekacauan di istana serta datang tanpa diundang. Dalam satu hari, reputasi baik yang dibangun Linnea runtuh seketika, gadis itu tengah menanggung malu yang diakibatkan rumor tersebut. Hingga akhirnya, gosip tentang Valencia yang menggila kemarin tenggelam oleh gosip Linnea.

__ADS_1


“Tidak bisakah kalian menghentikan rumornya?!” bentak Adarian emosi seusai mendenga gosip tersebut.


“Mohon maaf, Yang Mulia, rumor ini disebarkan langsung oleh orang-orang yang berada di pihak Permaisuri. Bahkan Permaisuri sendiri membenarkan tindakan Nona Linnea di istana kemarin, Permaisuri juga memberi pujian berlebihan untuk Nona Valencia.”


Adarian tengah panik, semakin dia mencoba menghentikan penyebaran rumornya, semakin besar pula rumornya menyebar sehingga Adarian kesulitan untuk mencegah rumor itu melebar ke tengah masyarakat luas. Valencia terdengar puas mendengar rumor itu, dia tahu kalau Permaisuri tidak akan tinggal diam.


Di tengah rumor yang beredar, Charly mendadak datang tanpa pemberitahuan ke kediaman Grand Duke Allerick. Dia bermaksud ingin menemui Valencia, tapi gadis itu mulanya menolak menemuinya. Namun, Charly terus memaksa hingga Valencia terpaksa harus menemuia pria itu lalu mengusirnya keluar dari mansion ini.


“Valencia!” Charly memandang kedatangan Valencia dengan senyum sumringah.


“Ada apa? Katakan cepat! Aku sedang sibuk,” ketus Valencia memutar bola mata angkuh.


“Aku cuma ingin memastikan, apa kau masih marah padaku? Sungguh, aku tidak bermaksud selingkuh darimu. Linnea yang menggodaku lebih dulu, aku mohon jangan marah lagi padaku, aku hanya tidak sengaja melakukannya.”


Terlihat jelas dari raut muka Charly bahwa tidak ada kejujuran sama sekali, dia memang sengaja menyelingkuhi Valencia. Pria itu kini sedang berupaya mengendalikan Valencia, terlebih lagi Valencia mempunyai kemampuan berpedang yang menakjubkan sehingga Charly merasa rugi bila dia tidak bertunangan dengan Valencia.


“Aku tidak berniat untuk memaafkanmu dan aku bahkan berencana untuk membatalkan rencana pertunangan kita. Jadi, sebaiknya kau enyah dari sini sekarang juga! Aku tidak mau melihat mukamu lagi.”


Emosi Valencia menggebu-gebu, dia tidak bisa menahan emosi apabila sedang berhadapan dengan Charly. Dendam terbesar Valencia salah satunya terletak pada diri Charly, pria tersebut membuatnya naik pitam atas segala perilakunya terhadap si pemilik tubuh.

__ADS_1


Valencia beranjak dari tempat duduknya dan berniat pergi meninggalkan Charly, tapi pria itu malah menangkap pergelangan tangannya.


“Kau tidak bisa membatalkan rencana pertunangan kita, kau harus tetap bertunangan denganku apa pun yang terjadi.”


__ADS_2