
Abraham dan Linita terdiam sepersekian detik sebelum akhirnya mereka membuka suara kembali. Mereka masih tidak menyangka ada hal semacam ini di dunia yang mereka tinggali, terlebih lagi benua Solvey tidak memiliki kemampuan seperti benua Mihovil yang dikaruniai oleh sihir. Sejenak mereka bertanya-tanya lagi, apakah kemampuan Valencia murni didapatkan dari alam kematian? Apakah Valencia sungguh dikaruniai kekuatan tak terduga dari insiden kematiannya? Lalu apakah Valencia kembali hidup membalaskan dendam atas kematian sebelumnya? Berbagai pertanyaan seperti itu memenuhi kepala mereka.
“Yang Mulia, mohon maaf mengganggu pembicaraan Anda. Tetapi, pendeta Ivanov datang untuk bertemu dengan Anda.”
Seorang kesatria tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan Abraham, ia memberitakan kalau ada Ivanov yang berniat menemui Abraham. Mendengar nama Ivanov, ketegangan suasana di ruangan ini berubah seketika.
“Baiklah, suruh dia masuk,” sahut Abraham.
Ivanov memasuki ruangan Abraham, kedatangannya cukup mengejutkan karena Ivanov tidak pernah lagi berkunjung ke istana selama empat tahun terakhir ini. Reibert juga tampaknya mengenali Ivanov. Ketika Ivanov berdiri di hadapan mereka, Abraham dan Linita terlihat sangat gembira menyambut kedatangan Ivanov.
“Salam kepada Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri.” Ivanov membungkukkan badannya menghaturkan salam teruntuk pemimpin Kekaisaran Alegra.
“Ivanov, apa yang membuatmu datang ke istana? Apakah kau kemari untuk mengatakan sesuatu yang begitu penting?” tanya Abraham.
Ivanov menyudahi salamnya, ia mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke arah Abraham. Alasan dia datang kemari adalah Valencia, dia tidak mungkin menyimpan rahasia besar sendirian soal Valencia yang sebelumnya pernah dia temui.
“Yang Mulia, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan soal Nona Valencia. Tetapi, bisakah Anda menyuruh seluruh kesatria dan pelayan ke luar terlebih dahulu? Pembicaraan ini akan terdengar sangat sensitif.” Ivanov terdengar begitu serius sehingga Abraham mau tidak mau harus mengeluarkan para pelayan serta kesatria dari ruangannya.
Sekarang hanya tersisa Abraham, Linita, dan Reibert saja di ruangan tersebut, mereka adalah orang yang dirasa pantas mengetahui rahasia Valencia.
“Katakan, Ivanov! Apa yang ingin kau bicarakan soal Valencia?”
__ADS_1
Ivanov menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan menjelang memulai pembicaraan seriusnya.
“Beberapa hari yang lalu Nona Valencia mengunjungi kuil, dia menyumbang dua ribu koin emas untuk pembangunan kuil. Bahkan dia juga memberi lima ratus koin untuk para pendeta, sekarang nama Nona Valencia dikenal sebagai penyumbang terbesar di kuil. Akan tetapi, bukan itu yang ingin saya bicarakan. Anda tahu dan mungkin seluruh orang di benua ini tahu bahwasanya tidak ada orang biasa yang mengetahui nama agung dewa kedamaian selain pihak kuil. Namun, Nona Valencia mengetahuinya, beliau tahu nama agung dari dewa kedamaian!”
“Apa maksudmu?”
Ivanov mempertajam pandangannya. “Nona Valencia mengaku bahwa dia bertemu dengan dewa kedamaian pada saat hari kematiannya.”
Keheningan menerpa mereka, atmosfer sekitar berubah tegang, entah mengapa rasanya mereka baru saja mendengarkan apa yang tidak perlu mereka ketahui. Mereka mendadak bingung bagaimana haru meresponnya. Apa yang dituturkan Ivanov barusan sungguh membuat jantung mereka berpacu lebih cepat dari biasanya.
“Hei, apa yang kau katakan, Ivanov?” Reibert menepuk pundak Ivanov. “Valencia pernah bertemu dengan dewa kedamaian? Apa kau yakin itu?”
“Aku tidak berbohong sama sekali, Nona Valencia sendiri yang mengaku padaku kalau dia bertemu dengan dewa kedamaian. Ditambah lagi aku juga merasakan adanya aura berbeda dari diri Nona Valencia. Aura itu seperti aura seseorang yang pernah mengalami kematian, jika orang lain mengetahuinya maka Nona Valencia harus bersiap menempatkan diri di kuil sebagai satu-satunya makhluk pilihan dewa kedamaian,” papar Ivanov.
“Itu menjawab pertanyaan mengapa Valencia bisa memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa,” tutur Linita.
“Kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa? Maksud Anda apa, Yang Mulia?” tanya Ivanov.
“Apa kau sudah mendengar tentang apa yang terjadi di ibu kota hari ini? Kabut hitam menyerang dan kabut itu menelan semua yang dia lewati, mulai dari pemukiman penduduk sampai orang-orang yang berada di ibu kota. Itu memang sangat aneh sebab ini merupakan bencana yang tidak pernah kita atasi sebelumnya. Namun, secara ajaib Valencia berhasil menanganinya,” jelas Abraham.
“Selain itu juga Valencia melenyapkan lubang keluar kabut itu hanya menggunakan satu anak panah saja. Dia seolah tahu segalanya mengenai bencana kabut tersebut, Valencia juga terlihat sangat tenang saat menghadapinya seakan-akan dirinya telah terbiasa berada di medan perang,” imbuh Reibert.
__ADS_1
Cukup mengagetkan bagi Ivanov, dia pikir Valencia tidaklah sekuat itu. Melihat dari kerusakan yang diterima ibu kota, Ivanov langsung berasumsi bahwa masalah yang menerjang ibu kota lebih rumit dari sekedar masalah kemunculan monster dari balik portal.
“Lalu apa yang akan dilakukan pihak kuil? Persoalan seperti ini tidak bisa kau emban sendirian,” tanya Linita.
“Saya tidak akan memberi tahukannya kepada pihak kuil, ini sesuai dengan permintaan langsung dari Nona Valencia. Beliau ingin hal ini dirahasiakan, itu merupakan amanat khusus dari dewa kedamaian teruntuk dirinya. Hanya saja saya tidak dapat merahasiakan ini dari Anda, setidaknya Anda harus tahu mengenai keponakan Anda sendiri.”
“Begitukah? Mungkin sementara waktu kita harus merahasiakannya, jangan sampai orang lain tahu soal pertemuan Valencia dan dewa kedamaian. Cukup kita saja yang tahu dan mari kita tutup rapat faktanya.”
***
Beberapa jam berlalu seusai insiden kabut tersebut, kini seluruh rakyat Alegra terlihat jauh lebih tenang dari sebelumnya. Kerusakan ibu kota perlahan-lahan mulai diperbaiki oleh penduduk, Abraham juga mengerahkan sejumlah tenaga profesional untuk membantu perbaikan ibu kota.
Sammy sudah mulai bisa beristirahat, dia menggunakan waktu luangnya untuk berkunjung ke kediaman Archduke Calestine. Sammy berencana melaporkan apa yang dia dapatkan dari penyelidikannya soal orang-orang yang sebelumnya menyerang Archduke Calestine.
Di kediaman Archduke Calestine tidak ada pelayan perempuan, di sana hanya ada pelayan laki-laki saja. Hal tersebut dikarenakan Archduke Calestine menganggap wanita itu merepotkan, terlebih lagi dia masih single sehingga besar kemungkinan pelayan perempuan akan bertindak secara lancang untuk menggoda dirinya.
“Tumben sekali kau datang kemari menemuiku.” Suara Henzo datang dari arah pintu masuk, tubuh Henzo hanya dibalut jubah mandi saja.
Henzo mendudukkan diri di atas sofa yang berseberangan dengan Sammy, dia sangat penasaran alasan Sammy datang menjumpainya.
“Archduke, Anda baru selesai mandi rupanya. Saya datang kemari karena ingin memberi laporan soal orang-orang yang menyerang Anda sebelumnya. Saya sudah mendapatkan identitas mereka yang sebenarnya,” jelas Sammy.
__ADS_1
Henzo langsung memusatkan fokus pada apa yang dikatakan Sammy.
“Ternyata kau bekerja lebih cepat dari bayanganku. Jadi, siapa mereka? Jelaskan padaku semua tentang para bajing*n yang sudah berani mengusik ketenanganku.”