Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Penyusup


__ADS_3

Valencia berdiam diri di dalam kamar, ia duduk di tepi balkon sembari menekuk kedua kakinya. Suara-suara yang tidak ingin ia dengar berdengung berulang kali di kepalanya. Valencia kembali mengingat masa lalunya yang menyedihkan.


"Kau harus menjadi anak yang sempurna!"


"Jangan lewatkan satu pun! Kau harus menguasai semuanya!"


"Apa? Kau mau istirahat?! Kau baru belajar selama lima jam. Ibu sudah bilang padamu, kau tidak boleh beristirahat sebelum menguasai buku itu!"


"Putriku memang cerdas, dia adalah karya mahasempurna yang aku ciptakan. Tidak sia-sia aku menahan sakit akibat eksperimen gila itu."


Valencia menekan dalam-dalam suara yang terus menerus silih berganti masuk ke otaknya. Wajah dari orang-orang yang menjadi sumber penderitaannya di masa lalu tiada henti berlalu lalang di ingatannya.


"Aku adalah anak hasil eksperimen lab devil, mereka menciptakanku bersama kesempurnaan. Sialan! Aku tidak mau lagi mengingat masa itu. Hanya saja organisasi yang sudah aku musnahkan kembali lagi ke permukaan. Siapa yang ada di belakang ini semua?"


Valencia bergumam mencoba menggali ingatannya lebih dalam. Bersamaan suara dengungan di kepalanya, Valencia memaksa diri agar tetap fokus berpikir memikirkan masalah yang tengah terjadi.


"Aku tidak menemukan akses masuk ke benua Mihovil. Jika itu lab devil, maka sarangnya adalah di Mihovil. Apa yang sesungguhnya terjadi di sana? Aku tidak pernah mendengar kabar soal Mihovil selama lebih delapan ratus tahun terakhir."


Valencia bangkit dari tempat duduk, ia berdiri di tepi balkon seraya memandangi langit malam.


"Apakah kalian baik-baik saja di sana? Kalian masih hidup kan? Penyihir tingkat tinggi seperti kalian tentu saja masih hidup sampai sekarang. Aku akan mencari cara untuk pergi ke benua Mihovil. Aku yakin kematianku bukanlah sebuah kecelakaan semata."


"Untuk saat ini, aku akan mencari tahu soal lab devil dan kelompok penyihir bayangan. Aku harus mematahkan ekornya sebelum menjalar lebih luas lagi."


Sementara itu, Henzo telah menerima laporan lebih lanjut dari Frintz. Situasinya menjadi jauh menyulitkan dari bayangannya. Dia harus berurusan dengan lab devil, organisasi eksperimen paling menakutkan di dunia.


"Lab devil, mengapa mereka muncul di benua Solvey? Seharusnya mereka hanya beraksi di benua Mihovil," gumam Henzo terus bertanya-tanya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Yang Mulia? Apabila kita terus membiarkan mereka beraksi di Alegra, itu akan membahayakan bagi kita," tanya Arian.


"Untuk saat ini, mari kita pantau pergerakan mereka. Kirim beberapa kesatria ke masing-masing wilayah. Lalu laporkan juga masalah ini ke pihak istana," perintah Henzo.


Pada keesokan paginya, Valencia datang menemui Henzo ke ruang kerjanya. Valencia tahu, Henzo tidak tidur semalaman mengurus masalah yang meresahkan masyarakat.


"Ayah, bolehkah aku masuk?" Valencia menampakkan dirinya dari celah pintu masuk.


"Masuklah, kebetulan aku sedang istirahat," sahut Henzo menaruh pulpennya.


"Syukurlah kalau sedang istirahat, sebenarnya aku kemari membawakan sesuatu."


Valencia menaruh sebuah gagang pedang di meja Henzo.


"Gagang pedang? Untuk apa kau membawakanku gagang pedang?" tanya Henzo.


"Apakah Ayah lupa? Aku kan pernah berjanji menjadikan Ayah sebagai sword master. Ini bukan gagang pedang biasa melainkan sebuah artefak sihir paling langka. Gunakan ini pada pedang Ayah lalu lihatlah reaksi seperti apa yang akan terjadi," jelas Valencia.


Raut lelah di muka Henzo seketika lenyap, Valencia membawakannya hadiah yang cukup mengejutkannya.


"Benarkah? Bagaimana cara menggunakannya?"

__ADS_1


"Tinggal ganti gagang pedang Ayah dengan gagang pedang ini. Kadar sihir di artefak ini terbilang besar. Awalnya mungkin akan mengalami kesulitan mengendalikannya, tapi nanti akan terbiasa ketika Ayah sering-sering berlatih."


Henzo mengiyakan penjelasan Valencia, ia langsung mengganti gagang pedangnya. Selepas itu, Valencia disuruh bersiap-siap untuk berangkat ke istana. Mereka ada jadwal rapat di istana membahas masalah yang terjadi.


Tepat pukul satu siang, Valencia dan Henzo berangkat menuju istana. Tampaknya tidak hanya beberapa orang saja yang diundang rapat. Ada sebagian bangsawan yang punya pengaruh besar ikut serta ke dalam diskusi yang akan dilakukan hari ini.


"Archduke Calestine dan Nona Calestine memasuki ruangan."


Pakaian yang dikenakan Valencia hari ini sedikit mencolok. Gadis itu sengaja mengenakan celana selayaknya seorang kesatria. Akhir-akhir ini Valencia memang lebih sering memesan pakaian bercelana dibanding gaun sebab dengan pakaian seperti ini pergerakannya menjadi lebih leluasa.


'Oh, ternyata mereka datang juga.'


Tatapan Valencia tertuju pada keberadaan Adarian dan Endry. Mereka juga hadir ke dalam pertemuan hari ini. Akan tetapi, cara pandang Adarian sedikit melunak kepada Valencia. Tidak seperti dahulu, yang selalu menatap tak suka terhadap dirinya.


"Karena semuanya sudah datang, mari kita mulai diskusi hari ini."


Abraham selaku Kaisar memimpin jalannya rapat. Para bangsawan satu persatu melontarkan permasalahan di wilayah kekuasaan mereka. Permasalahan ini sudah merenggut kehidupan damai penduduk penghuni wilayah mereka.


"Yang Mulia, kasus penculikan semakin marak terjadi. Tidak sedikit putri bangsawan yang menjadi korban penculikan ini."


"Kami sekarang terpaksa menyembunyikan putri kami dari dunia luar. Jika terus dibiarkan seperti ini, maka putri kami bisa menjadi korban penculikan tersebut."


"Ditambah lagi kematian misterius yang kian meningkat drastis. Tolong beri kami solusi mengatasinya, Yang Mulia."


Permasalahannya jauh lebih parah dibanding yang diketahui Valencia. Tampaknya Abraham juga bingung harus memberi solusi yang seperti apa kepada mereka.


"Kita tidak bisa melawan pelaku penculikan itu," celetuk Henzo angkat suara.


"Biar aku yang menjelaskan." Abraham mengambil alih penjelasannya. "Lawan kita kali ini berasal dari organisasi eksperimen paling mematikan di dunia. Organisasi itu bernama lab devil."


"Lab devil berasal dari benua Mihovil, keberadaan mereka telah disingkirkan oleh Penyihir Agung, Klarybell. Namun, akhir-akhir ini mereka kembali menunjukkan pergerakan. Mereka menculik para gadis dan membunuh orang lain menggunakan makhluk penghisap darah."


Abraham memperlihatkan potongan kain bertuliskan lambang lab devil.


"Ini adalah potongan kain yang ditemukan Dokter Sammy. Ini menjadi bukti bahwa lawan kita adalah kelompok yang tidak bisa atasi menggunakan kekuatan manusia biasa."


Dalam sekejap suasana menjadi riuh, jelas mereka juga berpendapat bahwa mereka takkan mungkin menang melawan lab devil.


"Tetapi, Yang Mulia, apa alasan mereka sampai menculik para gadis? Seharusnya mereka beraksi di benua Mihovil saja, tapi mengapa mereka bisa sampai ke benua Solvey?"


"Kemungkinan paling mendekati ialah mereka butuh bahan eksperimen tubuh murni tanpa sihir. Di benua Mihovil, semua orang terlahir dengan sihir, jadi sulit bagi mereka menemukan tubuh yang murni di sana," jawab Valencia.


"Ya, itu benar, itu adalah alasan yang paling masuk akal. Hanya saja mereka bergerak secara terang-terangan. Mungkin juga ada orang yang membantu mereka masuk ke benua Solvey," imbuh Henzo.


Seisi ruangan terlihat gusar seusai mendapatkan jawaban dari pertanyaan mereka. Sebagian dari para bangsawan yang hadir mempunyai anak perempuan yang belum menikah sehingga ini menjadi kecemasan tersendiri bagi mereka.


"Tidak adakah yang bisa kita lakukan? Kita tidak bisa berdiam diri menyaksikan mereka terus beraksi di benua Solvey."


"Ada, aku yang akan turun tangan membereskan masalah ini," ucap Valencia penuh percaya diri.

__ADS_1


Henzo menyunggingkan senyum, masalah ini hanya putrinya yang bisa menyelesaikannya. Seisi ruangan kaget, mereka tercengang sesaat Valencia menawarkan diri untuk mengatasi masalahnya.


"Mohon maaf, Nona, masalah ini tidak bisa diatasi manusia biasa seperti kita. Namun, kenapa Anda begitu percaya diri bisa membereskan permasalahan ini?"


"Siapa bilang aku manusia biasa? Jika itu lawannya benua Mihovil, maka akulah satu-satunya orang dapat mengatasinya," tutur Valencia.


Meski Valencia berkata begitu, sepertinya mereka masih meragukan Valencia. Pada akhirnya, tetap saja Henzo harus kembali buka suara meyakinkan mereka.


"Tidak bisakah kalian mempercayai putriku? Atau ada di antara kalian yang bisa mengurus masalah ini? Apabila kalian meragukan Valencia, sebaiknya kalian mati saja dihabisi makhluk penghisap darah itu," tekan Henzo dengan nada bicara yang mengancam.


Para bangsawan ketakutan karena Henzo menekan mereka. Kemudian mereka memilih untuk mempercayai Valencia.


"Karena kalian telah mempercayaiku, aku mohon untuk kerja samanya membantu keberhasilan rencanaku. Aku butuh kalian untuk memperketat pengawasan wilayah sekitar," pungkas Valencia.


Mereka mengiyakan perkataan Valencia sampai akhirnya rapat pun selesai digelar. Valencia langsung keluar dari ruangan setelah Abraham menutup rapatnya.


Ketika Valencia berjalan di koridor istana, di ujung jalan ada Adarian yang tengah menantinya. Sepertinya pria itu ingin berbicara dengan Valencia.


"Valencia—"


Adarian terdiam, gadis itu melewatinya begitu saja tanpa melirik ke arahnya. Valencia sengaja mengabaikannya, mengingat rasa sakit yang ditorehkan selama ini membuatnya muak harus berurusan lagi dengan Adarian.


'Apa mungkin sekarang tidak ada kesempatan sama sekali? Aku sudah mengirim surat ke kediaman Archduke Calestine, tapi tidak ada balasan sekali pun. Sebenarnya apa yang telah aku perbuat selama ini?' batin Adarian.


Sepulangnya Valencia dari istana, ia bermaksud untuk bersantai sejenak sebelum kembali bekerja. Namun, situasi tidak mendukungnya, dia menemukan adanya penyusup masuk ke dalam mansion. Valencia terpaksa bergerak lagi melumpuhkan penyusup tersebut.


"Berani juga kau menyusup saat aku sedang berada di mansion ini."


Valencia berhasil memojokkan si penyusup, di jubahnya tertera lambang lab devil. Tanpa dicari tahu pun Valencia sudah tahu bahwa penyusup itu berasal dari kelompok lab devil.


"Siapa kau? Kenapa kau bisa menggunakan sihir?!"


Si penyusup amat panik menyaksikan Valencia mengeluarkan sulur sihir dari telapak tangannya.


"Aku siapa? Kau tidak perlu tahu siapa diriku, yang penting sekarang kau harus mati di tanganku karena kau sudah menginjakkan kaki di tempat yang tidak seharusnya kau injak."


Hanya butuh waktu sepersekian detik bagi Valencia melumpuhkan pergerakan penyusup itu. Dia membunuhnya secara brutal tanpa menanyakan apa pun kepada si penyusup.


"Aku melewati batas, seharusnya tadi aku paksa dia berbicara tentang makhluk penghisap darah yang mereka ciptakan," gumam Valencia.


Pada saat itu pula, dari kantong penyimpanan si penyusup itu terdengar suara getaran. Valencia langsung mengecek ke dalamnya. Rupanya getaran itu berasal dari kristal komunikasi.


"Kenapa kau lama sekali merespon panggilanku? Bagaimana? Apa kau sudah selesai menaruh makhluk itu di perbatasan?"


Suara tak asing yang sudah lama tidak terdengar kembali berdengung di telinga. Valencia meremas gagang kristal tersebut, ia mengingat wajah di balik suara tersebut.


"Hei, Nolen! Rupanya kau dihidupkan lagi. Siapa yang menghidupkan kau?" tanya Valencia bernada dingin dan tajam.


"Hah? Siapa ini? Apa yang kau lakukan pada bawahanku?"

__ADS_1


Valencia tersenyum angkuh, pria itu adalah pria yang melakukan eksperimen terhadap dirinya.


"Kau melupakanku, Nolen. Ini aku, Klarybell, makhluk paling sempurna yang pernah kau ciptakan."


__ADS_2