
"Apa?! Serangan mendadak? Kalau begitu, ambil posisi untuk melakukan serangan pembalasan! Jangan biarkan satu pun di antara mereka yang lolos!"
Klarybell mengerahkan seluruh bawahannya untuk mengambil posisi bertarung. Dia juga ikut dalam rencana serangan pembalasan ini.
Suasana menara sihir tiba-tiba menjadi lebih riuh. Para penyihir bergerak ke segala arah membawa peran mereka masing-masing. Sementara itu, di luar menara, pihak musuh ramai berdatangan mengepung menara.
Benturan sihir antar para penyihir mewarnai atmosfer sekitar. Klarybell sebagai pemimpin memimpin garda terdepan. Dia melindungi bawahannya yang terancam serangan dari musuh.
Kemudian tak berselang lama, Klarybell merasakan aura keberadaan dari seseorang yang tidak asing. Klarybell mengedarkan pandangannya dan memusatkan tatapan pada sebuah pohon besar.
"Jangan bersembunyi di balik sana!"
Klarybell menghancurkan batang pohon tersebut. Lalu keluarlah seorang pria dan pria itu adalah Tryton. Dia mengulas senyum tipis kala mendapati Klarybell mengetahui tempat persembunyiannya.
"Lama tidak berjumpa, Bell," sapanya.
Arc dan Cetrion pun menyadari kehadiran Tryton. Namun, mereka memilih untuk tidak mendekat sebab Klarybell lah yang akan membereskan masalah itu.
"Tryton, apakah ini balasan dari apa yang telah aku lakukan kepadamu? Aku sudah mengangkatmu dari jalanan, tetapi beraninya kau mengkhianatiku!"
Tanpa basa-basi, Klarybell langsung memarahi Tryton. Dia sudah cukup lama menahan diri dan menunggu Tryton muncul dengan sendirinya. Sekarang pria itu pun akhirnya muncul tanpa alasan yang jelas.
"Apa kau benar-benar melupakan kebusukanmu? Apa kau pikir aku tidak tahu alasan mengapa kau membantuku keluar dari kehidupanku yang menyedihkan?!"
Binar mata Tryton diselubungi bara api yang berkobar marah. Dia menaruh dendam besar terhadap Klarybell, sang penyelamat hidupnya.
Klarybell tidak paham maksud perkataan Tryton. Seakan-akan dia melakukan kesalahan besar yang tak termaafkan kepada pria itu. Hanya saja, kesalahan seperti apa? Klarybell bingung.
"Mungkinkah aku melakukan kesalahan kepadamu? Kalau memang begitu, katakan padaku, kesalahan sejenis apa yang aku perbuat sampai kau mengkhianatiku?!" seru Klarybell.
"Apa kau pura-pura lupa? Kejahatan yang telah kau lakukan terhadap diriku takkan pernah aku maafkan sekali pun kau bersujud di bawah kakiku."
Klarybell mengambil napas untuk menjaga kewarasannya. Perkataan Tryton seolah-olah sedang memojokkannya terhadap kejahatan besar yang sama sekali tak ingat pernah dia lakukan. Walaupun dia memang suka mengacau, tetapi segala masalah yang terjadi tak ada hubungannya dengan Tryton.
__ADS_1
"Aku sungguh tidak tahu ke mana arah pembicaraanmu. Apabila kau sampai berkhianat, itu berarti kesalahanku terlalu besar kepadamu. Namun, aku tetap merasa kalau aku tidak berbuat salah," kukuh Klarybell.
"Tutup mulutmu! Aku kemari untuk membunuhmu!"
Tryton melesat secepat kilat ke arah Klarybell. Akan tetapi, serangannya dihentikan oleh Arc dan Cetrion.
"Jangan harap kau bisa menyentuh Klarybell!"
Tubuh Tryton memental ke belakang. Dia terkejut mendapati kedua pria itu muncul secara mendadak.
"Bell, tolong serahkan masalah Tryton kepada kami. Kau cukup lihat dan menonton saja," kata Arc.
"Tetapi—"
"Tolong, Bell. Rekan kita banyak yang mati karena ulahnya. Tidak hanya itu saja, kau juga mati akibat pengkhianatan dia. Kekacauan di benua Mihovil adalah perbuatannya. Jadi, tolong serahkan Tryton kepada kami berdua," tutur Cetrion.
Mendengar kesungguhan hati mereka, akhirnya Klarybell mengiyakan permintaan tersebut.
"Baiklah, jangan kalian bunuh dia karena ada sesuatu yang harus aku pastikan."
Jauh di udara, Cetrion dan Arc bertukar serangan dengan Tryton. Kekuatan Tryton tak bisa mereka atasi seorang diri. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk menyerang secara sekaligus.
"Sadarlah, Tryton! Kau hanya menyakiti Bell! Apakah kau lupa bagaimana Bell menyelamatkan hidup kita saat terjadinya ledakan sihir hitam?!"
"Kita bertiga selalu diprioritaskan olehnya. Kita dirawat dengan baik dan Bell mengajari kita bagaimana cara menggunakan sihir. Namun, apakah begini balasanmu? Kau sangat mengecewakan!"
Cetrion dan Arc berupaya untuk berbicara dengan Tryton. Mereka bermaksud untuk menyadarkan rekannya itu supaya ingat mengenai perjuangan Klarybell untuk mereka dahulu.
"Apa yang kalian katakan? Wanita itu yang membunuh orang tuaku!" teriak Tryton dibubuhi kemarahan.
"Apa kau bilang?"
Serangan mereka sama-sama terhenti. Sejujurnya, Cetrion dan Arc sangat terkejut mendengar penuturan Tryton.
__ADS_1
"Kebohongan apa lagi yang kau bicarakan? Tidak mungkin Bell membunuh orang tuamu. Aku yakin, kau hanya salah paham soal in—"
"Memang begitulah kenyataannya! Wanita itu merenggut nyawa orang tuaku. Dia membunuhnya! Awalnya aku menolak untuk percaya, tetapi aku berbicara sesuai ingatanku," potong Tryton.
"Mustahil! Bell bukan orang yang seperti itu. Walaupun dia kejam dan tak kenal ampun, dia bukanlah seseorang yang senang menyakiti apalagi membunuh orang yang tidak bersalah," sergah Arc emosi bukan main.
"Sayangnya, dia tidak sebaik yang kau kira, Arc!"
Tryton melontarkan sihir yang sangat besar ke arah Arc dan Cetrion. Untungnya, mereka berdua berhasil menghindar. Kemudian keduanya mengerahkan serangan balasan. Sihir di antara mereka saling berontak dan terlihat sangat beringas.
Hingga hampir satu jam berlalu, dalam kondisi tubuh penuh luka, Arc dan Cetrion berhasil menumbangkan Tryton. Sesuai permintaan Klarybell, mereka tidak membunun Tryton. Saat ini Tryton hanya pingsan karena kehabisan energi sihir. Mereka pun langsung membawa Tryton menuju menara sihir.
"Kurung dia di penjara," titah Klarybell.
Para bawahannya segera bergerak membawa Tryton ke penjara. Tidak lupa mereka memasang penghalang yang super kuat supaya Tryton tak bisa kabur dari sana.
Satu hari seusai penangkapan Tryton, Klarybell berinisiatif untuk mengunjunginya. Raut muka serta binar mata Klarybell tak bisa dibohongi. Ia menunjukkan kekhawatiran besar terhadap Tryton.
"Bell, kau akan masuk?" tanya Cetrion.
"Ya, aku ingin masuk menemui Tryton secara langsung. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepadanya."
Klarybell masuk sendiri ke dalam jeruji besi tempat Tryton dikurung. Tangan dan kaki Tryton diikat oleh rantai yang sangat kuat.
"Tryton, buka matamu," ucap Klarybell.
Perlahan Tryton membuka kelopak matanya. Entah mengapa di saat" seperti ini dia malah merindukan suara Klarybell. Sekilas tampak sebuah gambaran di kepala Tryton tentang bagaimana dahulu ia tertawa bersama Klarybell.
"Kenapa kau menemuiku? Apa kau sekarang sudah puas melihatku—"
"Tryton, berhentilah berpikir buruk soal diriku. Sekarang bisakah kau katakan padaku, sebenarnya apa kesalahanku padamu? Dosa besar apa yang telah aku perbuat sampai kau begitu membenciku?"
Pandangan Tryton melunak, helaan napas kecil terdengar dari mulutnya.
__ADS_1
"Bell, kau telah membunuh kedua orang tuaku kan? Mereka mati karena ulahmu. Pada awalnya aku menolak untuk percaya, tetapi itulah yang aku ingat pada saat kau membawaku ke menara sihir."
"Huh? Aku membunuh orang tuamu? Apa yang kau katakan? Aku tidak pernah membunuh mereka. Mungkinkah ingatanmu dimanipulasi oleh Yuine?"