
Sepulangnya dari wilayah timur, Valencia tidak bisa langsung beristirahat. Tiba-tiba ketika dirinya baru saja menghempaskan badan ke atas tempat tidur, datang sebuah laporan dari kediaman Grand Duke Allerick. Valencia lekas bangkit dan pergi menemui kesatria yang diutus oleh Adarian untuk memanggil dirinya.
"Ada apa?" tanya Valencia kepada kesatria kediaman Grand Duke Allerick.
"Nona, mohon maaf sebelumnya. Saya di sini berperan sebagai pengantar pesan dari Grand Duke. Beliau menyuruh saya memanggil Anda untuk melihat kondisi Tuan Muda Endry dan Nyonya Guilla," ujar kesatria tersebut.
"Memangnya ada sesuatu yang terjadi dengan mereka berdua? Aku yakin, tidak mungkin mereka terkendala kondisi yang biasa."
"Sebenarnya, semenjak sadar, Tuan Muda Endry tidak lagi terlihat seperti orang hidup. Lalu Nyonya Guilla kondisinya lebih memprihatinkan. Sebaiknya Anda lihat ke kediaman Grand Duke Allerick, Nona, supaya Anda bisa melihatnya lebih jelas."
Valencia menghela napas panjang, padahal dia ingin beristirahat sejenak sebelum beraktivitas kembali. Namun, apa daya, dia harus memaksakan diri untuk pergi ke kediaman Grand Duke Allerick.
"Aku akan segera pergi ke sana."
Valencia buru-buru menemui Adarian di mansionnya. Suasana di sana terdengar ramai dengan suara para pelayan dan kesatria yang membicarakan Endry dan Guilla.
"Ada apa sebenarnya di sini?" tanya Valencia kebingungan.
"Tolong Anda lihat secara langsung, saya tidak bisa menjelaskannya di tempat ini."
Adarian segera membawa Valencia awalnya ke penjara bawah tanah. Endry yang terkurung di balik jeruji besi hanya berdiam diri termenung sendirian layaknya tubuh manusia yang tak lagi berjiwa. Endry kehilangan kewarasan serta emosinya seusia menggunakan artefak sihir terlarang. Lalu ada sesuatu yang membuat semua orang terkejut.
"Warna mata Endry berubah, itu artinya Guilla memang memanipulasi penampilan Endry," kata Adarian.
"Ya, dia menggunakan sihir untuk mengubah warna mata Endry. Sekarang terbukti secara nyata bahwa Endry bukanlah anak kandungmu, Grand Duke," ujar Valencia diangguki Adarian.
__ADS_1
"Kalau begitu, sekarang bolehkah saya mengadukan masalah ini kepada pihak istana?"
"Ya, silakan saja. Lebih cepat semua orang tahu kebenarannya maka akan lebih baik. Setidaknya rakyat Alegra harus tahu mengenai fakta tersembunyi di balik manipulasi Guilla selama ini."
Setelah itu, Valencia dibawa ke ruangan tempat Guilla berada. Sungguh tidak bisa dipercaya, wajah Guilla berubah seratus delapan puluh derajat. Wajahnya berubah keriput, padahal dia baru beberapa hari di sini.
"Mungkin ini adalah efek dari penggunaan mantra secara berlebihan. Energi di tubuhnya dikuras habis akibat penggunaan mantra tersebut," kata Valencia.
"Tetapi, Yang Mulia, seperti yang Anda saksikan saat ini. Guilla tampaknya tidak akan bertahan hidup lebih lama lagi. Dia sedang menunggu malaikat mau menjemputnya."
Valencia mengangguk, tidak ada yang salah dari perkataan Adarian barusan. Pada dasarnya, sihir ilusi adalah sihir yang sangat kuat untuk menyiksa targetnya sampai mati. Sekarang pun Guilla masih berteriak kesakitan karena terus menerus melihat bayangan yang mencoba menerkamnya..
"Dia tidak akan bertahan lebih dari tiga hari, begitu pula dengan Endry. Mungkin memang sudah saatnya mereka mati."
Ingatan si pemilik tubuh berputar di kepala Valencia. Manusia yang merenggut semua kebahagiaannya akhirnya menemukan jalan buntu. Kematian adalah akhir yang cocok bagi si penghancur kebahagiaan hidup orang lain.
Pada hari berikutnya, Adarian melaporkan semuanya kepada pihak istana. Tentu saja seluruh laporan tersebut berisi pembenaran dari Valencia juga sehingga menambah keyakinan di diri Abraham dan Linita bahwa itu ialah kebenarannya. Tiada yang menyangka kalau Guilla merupakan dalang di balik kehancuran hidup Valencia.
Di hari yang sama, kabar ini beredar secepat kilat ke telinga rakyat Alegra, terutama para bangsawan. Tiada henti semua orang membicarakan tentang kekejaman Guilla. Tidak hanya satu kasus kejahatan saja, tapi masih ada kasus lain yang mereka lakukan tanpa sepengetahuan orang-orang.
Hujatan demi hujatan silih berganti terlontar dari mulut para bangsawan dan rakyat biasa. Mereka menaruh simpati terhadap hidup Valencia yang dianggap sangat menyedihkan. Sekarang mereka beramai-ramai mendoakan kematian yang layak bagi Endry dan Guilla.
"Sebentar lagi kau berhasil menyelesaikan masalah yang ada di Alegra," ujar Sean muncul setelah sekian lama.
"Ya, setelah itu aku akan pergi dari sini. Dari mana kau selama ini? Mengapa kau tidak pernah mengunjungiku? Apakah ada masalah di alam akhirat?" cecar Valencia penasaran.
__ADS_1
"Tidak, hanya saja aku membantu Yang Mulia Davey mengurusi beberapa pekerjaan. Sekarang aku sedang senggang, maka dari itu aku turun ke dunia manusia untuk melihatmu."
"Ternyata seperti itu, aku kira ada masalah serius di alam akhirnya yang membuatmu jadi tidak bisa ke dunia manusia."
***
Gelombang berita buruk yang menyambar Kekaisaran Alegra mendatangkan kegelisahan besar di hati Linnea. Dia mengkhawatirkan dirinya, khawatir tentang apa yang telah dia lakukan selama ini di belakang semua orang.
Berbagai jenis bayangan buruk menghantui Linnea. Sudah tiga hari terakhir tidurnya tidak nyenyak sama sekali. Dia sudah berusaha meminum obat tidur, tetapi itu tidak mempan melawan insomnianya.
"Bagaiamana ini? Bagaimana kalau aku ketahuan? Apa yang harus aku lakukan? Mereka akan menghukum matiku. Tidak! Tidak mungkin ada seseorang yang melihat aksiku hari ini. Ya, aku yakin tidak ada satu pun yang menyadarinya."
Linnea mendudukkan dirinya di atas tempat tidur. Sejenak dia mencoba menenangkan diri dan menghilangkan kegelisahan yang menguasai hati.
"Jangan gelisah, jangan panik, Linnea. Lakukan saja seperti biasa, berpura-pura baik, berpura-pura polos, dan berpura-pura menjadi gadis yang lembut. Tidak akan ada orang yang mengungkap kasus itu. Aku yakin begitu," gumam Linnea menghibur diri.
Begitulah kira-kira yang dikatakan Linnea, tanpa disadarinya saat itu Valencia telah membuka sebuah rahasia besar yang disembunyikan Linnea selama menjadi anak angkat Adarian. Valencia menerima sejumlah laporan beserta bukti terkait kematian kedua orang tua Linnea.
"Apa yang kau katakan? Bisakah kau menjelaskannya lebih detail lagi?" ucap Valencia kepada Luana.
"Nona, sebenarnya Nona Linnea adalah pembunuh dari kedua orang tuanya. Kecelakaan kereta itu bukanlah kejadian yang sebenarnya. Mereka meninggal karena diracuni lalu jasad mereka dimasukkan ke dalam kereta kuda dan kereta itu digulingkan ke jurang."
"Skenario ini adalah ide dari Nona Linnea langsung. Dia bahkan membayar kusirnya untuk menggulingkan jasad orang tuanya ke dalam jurang. Ini adalah laporan yang saya dapatkan langsung dari seorang mantan pelayan di kediaman Nona Linnea dahulu lalu dari kusir yang mengakui perbuatan jahatnya."
Valencia tersenyum miring, akhirnya dia berhasil menangkap sesuatu yang besar untuk mengeluarkan Linnea dari lingkaran masyarakat Kekaisaran Alegra.
__ADS_1
"Hahaha, bagus! Aku akan menyusun rencana untuk mempermalukannya dan membuatnya merasa terhina. Siapa sangka Linnea membunuh orang tuanya sendiri demi menjadi anak angkat Grand Duke. Sekarang takkan ada satu pun orang yang mampu membantunya keluar dari lingkaran neraka ini."