Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Pembuatan Potion


__ADS_3

Suasana di kediaman Grand Duke Allerick terasa jauh berbeda. Adarian mengabaikan Guilla, Linnea, dan Endry. Sedangkan Helen secara tiba-tiba mengatur ulang seisi mansion. Banyak para pelayan yang dipecat oleh Helen. Hal itu dikarenakan Helen ingin mengganti semua pelayan yang berpihak kepada Guilla.


Hubungan antara Helen dan Adarian secara perlahan membaik. Guilla di balik layar hanya bisa menggigit jari menyaksikan keharmonisan di antara mereka berdua. Fakta terbaru yang didapatkan ialah keduanya mengingat bahwa mereka menikah bukan karena alasan politik melainkan mereka saling jatuh cinta sejak pandangan pertama. Akan tetapi, segalanya hancur ketika Guilla datang ke kehidupan mereka.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini? Grand Duke mengabaikanku."


Linnea tampak amat gelisah di paviliun kediamannya. Berbagai pikiran buruk menyerangnya secara bertubi-tubi. Dia merasa bahwa kekuasaannya sebagai anak angkat mulai terancam.


"Aku harus melakukan sesuatu sebelum terlambat. Aku tidak boleh membiarkan Grand Duke terus menerus mengabaikanku seperti ini."


Bersamaan kalau itu, seorang kesatria datang membawa sebuah surat untuk Linnea.


"Nona, saya membawa surat dari Pangeran Rudolf untuk Anda," ujar kesatria tersebut.


"Apa? Pangeran Rudolf?"


Linnea buru-buru membuka isi surat itu, ia membacanya dengan seksama. Lalu senyum cerah merekah di bibir Linnea. Sebuah keberuntungan mendatanginya begitu saja.


"Pertunangan! Pangeran Rudolf mengajakku bertunangan. Bagaimana pun Pangeran Rudolf akan naik menjadi Kaisar. Kalau begitu, aku akan menjadi Permaisuri masa depan. Dengan begini, aku bisa menggunakan kekuasaanku untuk menyingkirkan Valencia," girangnya.


Beban di pikiran Linnea seakan pudar begitu saja. Linnea mendapatkan sesuatu yang dia anggap bisa membantunya membalaskan kebenciannya terhadap Valencia.


"Aku harus memberitahukan ini kepada Grand Duke. Aku harap dia takkan mengabaikanku lagi."


Linnea bergegas ke ruangan Adarian, ia membawa berita kebahagiaan yang akan mengangkat dirinya. Dia juga berencana akan memamerkan hal tersebut ke seluruh orang di kekaisaran ini.


"Yang Mulia, Nona Linnea ingin menemui Anda," ujar seorang pelayan kepada Adarian.


"Linnea? Katakan padanya, kalau tidak ada yang penting, temui aku lain kali saja," ucap Adarian tidak tertarik terhadap kedatangan Linnea.


Akan tetapi, Linnea tidak menerima penolakan itu, dia bahkan mencoba menerobos masuk ke dalam ruangan Adarian.


"Ayah, kenapa Anda menolak kunjungan saya?" tanya Linnea berhasil masuk ke ruangan.

__ADS_1


"Ada apa? Aku tidak punya waktu untuk mengurusi rengekanmu. Apa kau punya sesuatu yang penting untuk kau katakan?"


Adarian menanggapinya secara dingin, ia bahkan tidak melihat ke arah Linnea.


"Kenapa Ayah akhir-akhir ini mengabaikan saya? Apa yang telah saya lakukan sampai membuat Ayah seperti ini?"


Adarian menjeda aktivitas memeriksa dokumennya, ia memandangi Linnea dengan perasaan marah yang tidak terbendungkan.


"Apakah kau kemari hanya untuk menanyakan hal itu? Jangan buang waktuku untuk sesuatu yang tidak penting," tekan Adarian.


Linnea langsung tertunduk takut, ia gemetar saat berhadapan dengan sisi Adarian yang cukup mengagetkannya. Adarian yang lembut terhadap dirinya kini sudah tidak ada lagi.


"I-Itu, s-saya baru saja mendapatkan surat lamaran pertunangan dari Pangeran Rudolf. Jadi, saya bermaksud untuk memberitahukannya kepada Ayah," ujar Linnea gelagapan.


"Lalu kau memutuskan untuk menerima pertunangan itu?"


Linnea mengangguk pelan. "Iya, saya berpikir untuk menerimanya."


"Ya sudah, terima saja kalau kau memang ingin melakukannya. Aku akan membahasnya dengan Kaisar nanti."


"Baik, Ayah. Saya akan membalas surat ini segera."


Pada hari itu pula, berita mengenai Linnea yang akan bertunangan dengan Rudolf pun menyebar begitu cepat ke penjuru kekaisaran. Rudolf mempunyai reputasi yang sangat baik di Alegra. Semua orang memujanya sebagai calon pewaris takhta yang mungkin akan membawa Kekaisaran Alegra ke puncak yang lebih tinggi.


Bersama desas-desus tersebut, Valencia sepertinya tidak begitu peduli. Gadis itu masih sibuk berkutat di laboratorium milik Sammy. Mereka mencoba menciptakan potion tingkat tinggi. Walaupun ada beberapa kali kegagalan, tapi mereka berhasil mengatasi kegagalan itu.


"Akhirnya selesai!" seru Valencia menghela napas lega seraya mendudukkan dirinya di atas kursi.


"Sekarang kita bisa menguji cobanya ke orang-orang yang terluka," ujar Sammy.


Mereka telah membuat lebih dari dua ratus botol potion. Namun, mereka belum melakukan uji coba terhadap keampuhan potion tersebut sebab Valencia yakin kalau potion itu sangat manjur mengobati luka.


"Ingatlah! Potion hanya mengobati luka luar dan tidak ampuh terhadap penyakit dalam. Penyakit hanya bisa disembuhkan oleh para healer," kata Valencia memberi penekanan kepada Sammy.

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Serahkan saja padaku."


Sammy memerintahkan sejumlah perawat untuk membawa potionnya ke ruang perawatan. Di sana ada banyak kesatria yang terluka parah akibat penaklukan portal.


Sammy membagikan satu persatu potion kepada mereka. Reaksi mereka pada awalnya terlihat sangat bingung. Mereka belum pernah melihat cairan seperti itu seumur hidup.


"Cobalah meminum itu, semua luka di tubuh kalian akan sembuh seusai meminumnya," kata Sammy.


"Apa? Mana mungkin cairan berwarna aneh seperti ini bisa menyembuhkan luka kita."


"Apa Dokter Sammy sedang membual? Atau mungkin beliau sedang mencoba penelitian aneh lagi?"


Mereka meragukan Sammy, wajar saja mereka merasa demikian karena dulunya mereka pernah menjadi korban penelitian aneh dari pria itu.


"Ada apa? Kenapa kalian tidak meminumnya? Ayo cepat, minum sekarang! Atau aku sendiri yang akan membantu kalian menelannya."


Sammy benar-benar menakutkan, mereka dihadapkan pada jalan buntu. Akhirnya, mereka terpaksa menuruti perintah Sammy untuk meminum potion tersebut.


Sesaat mereka menelan seluruh potion itu, hal ajaib terjadi terhadap diri mereka. Secara mengejutkan, luka di tubuh mereka pulih dengan sempurna. Beberapa dari bagian tubuh mereka yang hilang seperti tangan dan kaki juga pulih kembali seperti sedia kala.


'Ternyata efek potionnya bekerja lebih efektif dari dugaanku. Bahkan, luka parah pun bisa sembuh secara sempurna. Berbeda dari potion yang aku ketahui sebelumnya, ini sungguh sebuah keajaiban yang tak disangka-sangka!' batin Sammy.


Keributan mendera ruang perawatan, mereka yang terluka terdengar amat heboh saat mendapati tubuh mereka pulih dalam sekejap hanya dengan meminum cairan yang tidak mereka ketahui namanya. Tidak sedikit terdengar tangisan haru karena rasa putus asa yang mereka rasakan terkikis pada harapan baru.


"Kita sembuh! Kita benar-benar pulih sepenuhnya!"


"Cairan apa ini? Tubuhku juga lebih ringan. Apakah ini cairan ajaib?"


"Jika ada cairan ini, maka kita tidak perlu khawatir melakukan penaklukan portal selanjutnya."


Kekhawatiran yang selama ini menghantui mereka lenyap akibat kehadiran potion. Sammy sangat puas dengan kerja kerasnya dalam pembuatan potion tersebut. Inilah yang dia impikan selama ini. Sekarang segalanya terwujud melalui tangan Valencia.


Kabar ini pun menyebar cepat ke seluruh penjuru kekaisaran. Tidak hanya Kekaisaran Alegra, bahkan kerajaan dan kekaisaran lain juga mendapatkan berita terciptanya sebuah potion. Bahkan, kabar itu mengalahkan kehebohan kabar pertunangan Linnea.

__ADS_1


Hanya dalam waktu tiga hari saja, permintaan terhadap potion membludak. Hal itu membuat Valencia dan Sammy harus menambah orang demi membantu jalannya produksi potion. Sungguh sebuah kemajuan yang tak terduga, dengan begini Valencia mampu menjadi pengusaha terkaya di usianya.


__ADS_2