Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Kekuatan Pedang Raja Iblis


__ADS_3

Di istana kekaisaran, Leano datang tergesa-gesa membawa kabar buruk untuk seluruh penghuni istana. Leano langsung menghadap ke hadapan Abraham dan Linita, melihat bagaimana Leano begitu terburu-buru, Abraham langsung paham bahwa ada sesuatu yang genting tengah terjadi di ibu kota.


“Yang Mulia, Anda harus pergi dari istana sekarang juga! Situasi di ibu kota sangat buruk. Tiba-tiba saja ada kabut yang muncul perlahan menyelimuti alun-alun ibu kota. Kemudian kabut itu menelan pemukiman penduduk dan orang-orang yang berada di sana,” ujar Leano terengah-engah.


Abraham dan Linita kaget bukan main, mereka bahkan kehilangan kata-kata sesaat hendak merespon laporan dari Leano.


“Apa? Lalu bagaimana kondisi di sana? Bagaimana orang-orang yang masih tersisa? Apakah para kesatria berusaha untuk mengatasi kabut itu?” Abraham mencecar berbagai pertanyaan kepada Leano.


“Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal itu sekarang karena di sana sudah ada Reibert dan Sammy. Lalu ada Valencia juga, gadis itu memerintahkan saya untuk memperingati Anda dan mengevakuasi Anda berdua sebelum masalahnya semakin genting!”


“Valencia? Kalau begitu aku juga harus menuju ke ibu kota. Aku sebagai Kaisar sekaligus Pamannya Valencia tidak mungkin membiarkann—”


“Yang Mulia, tolong dengarkan saja apa yang diperintahkan Valencia karena sepertinya dia bisa mengatasinya. Tolong patuhlah dan percayakan kepada kami, Anda adalah pemimpin Kekaisaran Alegra. Apabila Anda ikut lenyap bersama kabut itu, kepada siapa lagi kami akan menundukkan kepala?”


Abraham dan Linita tidak bisa menjawabnya, mereka berdua tidak punya pilihan lain selain pergi dari istana menuju tempat evakuasi. Mereka harus mempercayakan segalanya kepada Valencia, Reibert, Sammy, dan Leano.


“Baiklah, kami akan mengevakuasi diri kami sendiri. Kalian tolong jaga Valencia, jangan sampai dia terluka,” pesan Linita.


“Serahkan saja kepada kami, kami tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi kepada Valencia.”


Seketika istana dipenuhi suara derap kaki yang berlarian menuju pintu evakuasi, keadaan semakin gempar. Para bangsawan juga pergi menuju tempat evakuasi dan meninggalkan seluruh harta benda mereka di kediaman masing-masing.

__ADS_1


***


Sementara itu di alun-alun ibu kota, Reibert dan Sammy bergegas mematuhi perintah Valencia, mereka bersama sejumlah kesatria yang tersisa melakukan evakuasi terhadap penduduk sekitar yang tengah berlari menyelamatkan diri mereka. Sementara itu, kabut yang melanda wilayah kekaisaran kian melebar ke mana-mana, hal ini membuat Kekaisaran Alegra kehilangan sebagian besar penghuni sekaligus pemukiman penduduk. Kabut itu tiada henti menelan semua yang dia lalui, bahkan kecepatan penyebarannya kian bertambah.


‘Ini berbahaya! Jika kabut ini semakin bertambah liar, maka satu kekaisaran akan ditelan olehnya. Aku tidak tahu siapa dalang di balik kemunculan kabut ini, tapi tidak satu pun orang yang bisa melampaui kekuatanku!’


Valencia memungut sebilah pedang, dia menciptakan garis pembatas di permukaan tanah untuk membatasi sementara pergerakan kabut tersebut sampai semua orang berhasil dievakuasi. Gadis itu mendorong sedikit demi sedikit kabutnya menggunakan sihirnya. Valencia mengedarkan pandangannya, sepertinya Reibert dan Sammy sudah selesai mengevakuasi semua orang.


“Kabut dari hutan kematian ini benar-benar merepotkan, beraninya membuat kekacauan di Kekaisaran Alegra! Sungguh tidak bisa aku maafkan!”


Valencia terlihat amat murka, akhir-akhir ini semakin banyak peristiwa yang mengundang segudang tanda tanya besar di kepalanya. Segala hal yang hanya dapat terjadi di benua Mihovil kini terjadi di benua Solvey. Berkali-kali dia berpikir, seharusnya masalah yang seperti ini mustahil terjadi di tempat di mana tidak adanya aliran sihir. Sekarang semuanya berubah setelah kematian dirinya, dunia menjadi kacau tidak karuan serta para makhluk sihir yang keluar dari portal tampaknya mempunyai tujuan hendak menghancurkan benua ini.


“Aku tidak tahu siapa yang menjadi dalang dari kemunculan portal ini, tapi yang pasti Klarybell tidak pernah menghilang dari alam semesta. Selama Klarybell masih ada, maka aku akan menghancurkannya berkeping-keping!”


‘Jadi, tujuh dari pedang itu juga ada di tangan Sammy dan Leano? Sekarang sudah ada tiga pedang di hadapanku. Aku hanya perlu menemukan empat pedang lagi sebelum sesuatu yang buruk terjadi menimpa penggunanya,’ batin Valencia.


“Valencia, bagaimana? Apa kau terluka?” tanya Leano bernada cemas.


“Tidak, aku tidak terluka. Apa kalian sudah menyelesaikan evakuasinya? Tidak ada lagi orang-orang yang tersisa?” tanya Valencia balik.


“Kami telah menyelesaikannya, tapi ada apa dengan kabutnya? Mengapa tiba-tiba berhenti menyapu udara?” Mereka bertiga terlihat bingung menyaksikan kabut tersebut berhenti di garis pembatas yang dibuat Valencia.

__ADS_1


Tepat sepersekian detik setelahnya, kabut itu mulai menjalar lagi di udara, Valencia sontak mendorong mereka bertiga menjauh darinya. Sedangkan Valencia berusaha menghalau kabut tersebut menggunakan ayunan kuat dari pedangnya.


“Tidak ada cara lain untuk melenyapkan kabut ini selain menggunakan sihir,” gumam Valencia.


Valencia melirik ke arah Reibert, Leano, dan Sammy, mereka tengah melangkah mendekati Valencia lagi. Kemudian muncul sebuah ide di kepala Valencia, dia bisa menggunakan pedang mereka bertiga untuk membantu manghalau kabut tersebut. Tanpa perintah dari Valencia, mereka langsung bergerak membantu Valencia menghalau kabutnya.


“Kalau begini terus, kita tidak akan bisa melenyapkan kabutnya,” ujar Sammy.


“Pedang itu … bisakah kalian merasakan adanya sesuatu di balik pedang kalian? Maksudku, apakah kalian sekarang bisa merasakan kekuatan lain dari pedang kalian?”


Mereka bertiga serentak menoleh ke arah Valencia, gadis itu membuat mereka kebingungan. Pertanyaan Valencia terdengar aneh bagi mereka, tapi mereka memang bisa merasakan adanya kekuatan asing mengalir deras dari pedang mereka.


“Apa maksudmu? Memang ada yang aneh dari pedang ini, tapi aku tidak tahu apa itu.”


“Sekarang coba untuk memusatkan pikiran kalian lalu rasakan aliran kekuatan dari pedang tersebut. Setelah kalian merasakan bahwa kekuatannya hampir menyatur dengan tubuh kalian, maka langsung tarik seluruh kekuatannya keluar melalui pedang. Kita tidak punya waktu lebih banyak lagi, lakukan saja sesuai yang aku katakan!”


Tanpa menunggu lama, mereka mencoba melakukan sesuai apa yang dikatakan Valencia. Beberapa detik berlalu, mereka merasakan adanya aliran kekuatan mahadahsyat dari pedang yang mereka gunakan. Pedang mereka perlahan diselubungi cahaya berwarna merah, mereka terperangah menyaksikan sesuatu yang dirasa mustahil terjadi di benua Solvey.


“Apa ini? Mengapa tiba-tiba ada cahaya yang keluar dari pedangku?” Mereka menanyakan hal yang sama, raut muka mereka kebingungan.


“Aku akan menjelaskannya nanti, sekarang kalian coba tebas kabut ini!” seru Valencia.

__ADS_1


Mereka langsung menebas kabutnya menggunakan ujung pedangnya, kilatan cahaya menembus masuk ke dalam kabut. Pedang mereka membuat kabut itu perlahan menghilang dan berhenti menyapu udara. Valencia merekahkan senyum penuh kemenangan, dengan begini dia tidak perlu bersusah payah menunjukkan sihirnya.


__ADS_2