Kembalinya Si Penyihir Gila

Kembalinya Si Penyihir Gila
Aksi Kejar-kejaran


__ADS_3

Alangkah terkejutnya Valencia sesaat dirinya menemukan keadaan penjara yang begitu memprihatinkan. Tidak ada kesatria yang berjaga, hanya ada rintihan dan tangisan dari penghuni penjara tersebut. Valencia masuk semakin dalam, suara langkah kaki Valencia bergema di lorong penjara hingga menarik perhatian dari penghuni penjara itu. Sontak mereka buru-buru melihat siapa gerangan yang datang.


“Nona, bisakah Anda memberi saya segelas air putih dan sepotong roti?”


Mereka langsung menanyakan perihal makanan dan minuman kepada Valencia, gadis itu terkejut bukan main. Semua orang yang ada di balik jeruji besi kondisinya begitu mengenaskan, mereka sangat kurus, bibir mereka kering, bahkan untuk berdiri saja mereka gemetaran dan tak ada tenaga. Mereka seperti orang yang sudah lama tidak diberi makan, Valencia benar-benar marah ketika dia menyaksikan pemandangan memilukan tersebut.


“Apa kalian diberi makan oleh para bajing*n itu?” tanya Valencia.


“Kami sudah tidak makan selama satu minggu, para penjaga mengatakan bahwa ini adalah hukuman untuk kami yang telah melanggar hukum.”


“Sebelum itu, bolehkah aku tahu alasan kalian dipenjara di tempat ini? Apakah kalian melakukan kasus kejahatan serius?”


Mereka menggeleng pelan, mereka tidak melakukan kasus kejahatan serius melainkan kejahatan kecil yang pada umumnya terjadi di dalam masyarakat.


“Kami dipenjara atas kasus pencurian kecil, perusakan properti bangsawan tanpa sengaja, tidak membayar pajak, dan juga dihukum atas kasus utang piutang. Kami tidak paham mengapa kasus kecil harus dipenjara sebegitu lamanya, bahkan sekarang kami tidak tahu nasib anak istri kami di rumah seperti apa.”


Valencia semakin naik pitam mendengar penjelasan atas kasusnya, bagaimana pun ia menilainya, kasus tersebut adalah kasus kecil yang seharusnya mendapat hukuman penjara dua bulan saja. Akan tetapi, mereka mengatakan kalau mereka sudah lama berada di penjara, tidak sedikit di antaranya yang telah mendekam selama dua tahun. Lalu akhir-akhir inilah puncak masalahnya, pihak pengadilan seolah-olah sengaja tidak memberi mereka makan.


“Kami juga tanpa sengaja mendengar dari para penjaga kalau pihak pengadilan sedang melakukan pemotongan anggaran makan terhadap tahanan penjara. Oleh sebab itulah, mereka tidak memberi kami makan dan membiarkan kami mati kelaparan secara perlahan. Kami tahu, alasan mereka seperti itu ialah mereka ingin menyingkirkan kami yang dianggap sebagai parasit kekaisaran.”


“Jadi, kami mohon, Nona, kami belum bisa mati sekarang sebab masih ada keluarga yang menanti kepulangan kami. Tolong belas kasihan Anda sedikit saja, kami tahu Anda adalah bangsawan, tapi kami hanya butuh sedikit makanan saja. Tidak perlu makanan baru, makanan basi pun tetap kami makan.”


Mereka menggantung harapan besar terhadap Valencia, padahal mereka baru bertemu Valencia tapi mereka mempercayainya begitu saja.


“Aku ini bangsawan, kenapa kalian bisa percaya kalau aku akan menyelamatkan kalian?” tanya Valencia sekali lagi.


“Karena aura yang Anda keluarkan berbeda, Anda berbeda dari bangsawan pada umumnya. Cara Anda menatap kami juga tidak sama seperti bangsawan lain. Setiap bangsawan yang kami temui akan menatap kami dengan jijik, tapi Anda tidak. Anda memiliki mata yang jernih, Nona,” jelas mereka.


Valencia terhening di dalam seribu bahasa, padahal yang ada di tubuh itu adalah jiwa Klarybell. Gadis yang tidak pernah menunjukkan rasa simpati atau empati terhadap orang sekitar, dia membantu orang hanya karena dia suka terlibat dalam masalah.


‘Aku berbeda?’ Valencia menyentuh dadanya, ada beberapa hal dari dirinya yang berubah semenjak masuk ke tubuh Valencia. Sesuatu yang mungkin tidak pernah dimiliki Klarybell, sesuatu yang mungkin saja menjadi penyebabnya berubah sejauh ini.


“Baiklah, kalau begitu sekarang kalian tunggu di sini. Aku akan segera membawakan makanan untuk kalian.”


Valencia bergerak secepat kilat, ia menghilang menggunakan sihir teleportasi menuju luar penjara. Tanpa berpikir panjang, Valencia berjalan menuju dapur gedung utama untuk mencuri beberapa makanan. Untung saja tidak ada orang di sana, jadi dia bisa lebih bebas dan leluasa untuk bergerak mengambil banyak makanan tanpa berpikir akibat terburuknya nanti apabila ia ketahuan mencuri makanan.


“Wah, ada banyak makanan enak di sini. Apakah mereka menyediakannya untuk para bedeb*h sialan itu? Ya, aku tidak peduli. Sekarang aku akan menjarah semua makanan ini sebagai bentuk kekesalanku terhadap perangai buruk mereka.”

__ADS_1


Valencia tidak menyisakan sedikit pun makanan di dapur, dia membungkus seluruh makanan tersebut untuk diberikan kepada tahanan penjara. Tidak lupa sebelum ia memberikan makanannya, Valencia menyisihkan sedikit untuk dirinya. Makanan lezat akan sia-sia jika dia tidak ikut mencicipi rasanya.


“Ini makanan untuk kalian.”


Para tahanan melongo kaget melihat Valencia membawa banyak makanan yang tidak pernah mereka lihat selama ini.


“Nona, ini semua adalah makanan bangsawan,” ucap mereka.


“Lalu kenapa?”


“Kami tidak pantas memakan makanan mewah seperti ini.”


“Mau kalian bangsawan atau bukan, makanan ini tetap layak untuk kalian. Tolong jangan berkecil hati, bangsawan juga manusia seperti kalian.”


Kemudian secara mengejutkan, Valencia membuka seluruh kunci penjara yang tadi dia curi dari penjaga yang tertidur di depan pintu masuk menuju tangga ke penjara. Para tahanan kembali melongo karena Valencia tidak membicarakan apa-apa sebelum akhirnya Valencia berniat mengeluarkan mereka dari balik jeruji besi.


"Nah, kalian keluar sekarang. Lebih nikmat makan di luar daripada di dalam. Aku akan menambah pencahayaan, jadi kalian makan saja dulu."


Valencia langsung beranjak pergi, ia bermaksud menyalakan lilin lebih banyak lagi untuk menerangkan penjara yang gelap ini. Seusainya, tampaknya para tahanan masih bingung dengan apa yang dilakukan Valencia.


"Kenapa Anda repot-repot mengeluarkan kami dari penjara ini, Nona? Seharusnya Anda cukup dengan memberikan makanan ini dari sela-sela jeruji besi ini," tanya salah seorang tahanan.


Sesaat mereka terkejut tak percaya terhadap apa yang dikatakan Valencia kala itu. Mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dari Valencia. Bahkan mereka juga tidak menemukan bukti Valencia berbohong.


"Anda serius, Nona?"


Valencia mengangguk cepat. "Ya, aku serius, tapi kalian tidak bisa langsung pulang ke rumah. Sebaiknya kalian aku amankan dahulu di wilayah kekuasaan Archduke Calestine. Lalu sebelum keluar dari sini, kalian pakai dulu jubah ini untuk mempermudah jalan kabur kalian."


Valencia menyerahkan beberapa jubah kepada mereka. Jubah tersebut telah dibalut menggunakan sihir tak kasat mata sehingga mereka bisa bergerak bebas tanpa perlu takut ketahuan. Tetapi, mereka masih ragu-ragu ingin keluar dari penjara tersebut.


"Apakah kita tidak akan ketahuan nanti? Saya khawatir para penjaga menemukan kami nantinya."


"Tidak, serahkan saja padaku. Kalian hanya perlu bergerak sesuai arahanku saja."


Mereka segera bersiap-siap untuk keluar dari penjara. Meskipun sedikit berdebar, tapi mereka tetap berusaha memberanikan diri pergi dari tempat yang telah merenggut kebahagiaan mereka.


"Berikan surat ini kepada penjaga perbatasan wilayah Calestine. Katakan kepada mereka ini adalah surat dari Valencia."

__ADS_1


Valencia menyerahkan sepucuk surat kepada seorang tahanan. Mereka yang berjumlah sekitar dua puluh orang segera kabur dari penjara sembari mengikuti arahan dari Valencia.


"Akhirnya mereka sudah pergi, saatnya membakar penjara ini."


Tepat menjelang Valencia angkat kaki dari sana, dia tidak lupa menyalakan api besar yang melahap perlahan seluruh penjara bawah tanah di gedung pengadilan. Valencia tertawa puas sesaat menyaksikan api yang menyambar ke mana-mana hingga menyebabkan seluruh penghuni gedung terjaga dari ketidaksadarannya.


"Aku akan menjadi topik pembicaraan lagi, kegemparan yang melanda ibu kota, aku akan menikmatinya sedikit lagi sampai aku benar-benar menghancurkan para cecung*k yang telah bersikap semena-mena."


Valencia menghapus jejak keberadaannya lalu memutuskan untuk kembali ke akademi. Segalanya berjalan sesuai apa yang diharapkan Valencia. Pada keesokannya, penjuru kekaisaran mengalami kegemparan. Ada tiga hal yang menciptakan kegemparan tersebut, yaitu kasus Valencia menghajar Billy, insiden kebakaran, serta insiden kaburnya para tahanan.


"Aku tidak percaya kau seberani itu. Apa yang kau pikirkan sampai kau nekat menghajar hakim muda nan selalu diagung-agungkan?" tanya Rachel berdecak heran.


"Itu artinya hakim itu membuat Valencia jengkel," celetuk Devina membela apa yang dilakukan Valencia.


"Aku paham, tapi tidak seharusnya kau menghajarnya. Kenapa tidak kau bunuh saja dia? Membuang-buang tenaga kalau kau tetap membiarkannya hidup."


Rachel mengoceh sepanjang jalan di halaman akademi. Valencia menyimak saja tanpa meresponnya terlebih dahulu. Dia menunggu sampai Rachel selesai berceloteh.


"Kau benar, timbul sedikit penyesalan, kenapa kemarin tidak aku remukkan saja tulang dan kepalanya? Aku sungguh membenci orang itu, bila aku bertemu lagi dengan dia, maka aku harus mematahkan tulang lehernya," geram Valencia mengingat kejadian kemarin.


Tatkala mereka tengah asik berbincang, muncul kegaduhan yang mengarah pada gerbang utama akademi yang terletak tidak jauh dari lokasi keberadaan Valencia. Dari kejauhan, segerombol kesatria berlambang pengadilan, berlari ke arah Valencia.


"Itu dia! Tangkap gadis itu segera! Dia adalah dalang dari kekacauan di gedung pengadilan!" seru mereka menunjuk Valencia.


"Celaka! Ternyata mereka datang untuk menangkapku. Aku kabur dulu! Kalian pergilah ke mana pun itu tanpa aku. Nanti aku akan menyusul."


Valencia berlari secepat kilat, ia kabur dari kejaran kelompok kesatria pengadilan. Sepanjang jalan, seluruh mata memperhatikan aksi kejar-kejaran mereka. Valencia menerobos semua yang menghambatnya di depan.


Sampailah saat Valencia tiba di persimpangan lorong, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan sosok pria kekar. Senyum Valencia sumringah ketika bertemu pria tersebut.


"Paman tampan! Kebetulan sekali."


Ya, pria itu adalah Henzo, dia sengaja datang mengunjungi akademi untuk bertemu dengan Valencia. Kedua mata Henzo langsung tertuju pada segerombol kesatria yang mengejar Valencia.


"Ternyata mereka punya nyali mengejarmu, karena sudah begini, maka aku akan turun tangan untuk menghentikan mereka."


Henzo merekahkan senyum miring, dia maju ke depan untuk menghadang mereka semua.

__ADS_1


"Nah, datanglah kalian, bedeb*h! Hari ini aku akan membuat rumah sakit kebanjiran pasien!"


__ADS_2