
"Kenapa hari-hariku jadi sibuk seperti ini? Tidak ada waktu untuk menikmati makananku."
Valencia mengeluh karena dia menjadi orang yang paling sibuk selepas menerima banyak pesanan dari berbagai orang di belahan benua Solvey. Tiada henti tangannya bekerja memeriksa potion yang berjumlah lebih dari lima ribu botol.
"Untung saja aku tidak ikut di dalam proses pembuatan potion itu. Di sana ada Sammy yang akan mengawasi pembuatannya."
Valencia merenggangkan tubuhnya sejenak dan menyantap cemilan yang telah disediakan untuknya.
"Nona!" Pierre tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangannya membawa sebuah surat di tangannya.
"Ada apa lagi sekarang?" tanya Valencia.
"Nona, Anda menerima surat dari Kekaisaran Sergia," ucap Pierre.
"Kekaisaran Sergia?"
Valencia menepuk keningnya, dia belum membalas surat lamaran pernikahan yang waktu itu dikirimkan kepadanya. Dia melupakannya karena ada banyak sekali kesibukan yang tak terduga.
Valencia membaca isi surat tersebut, kali ini Kaisar Sergia mengundangnya untuk makan malam sebagai tanda terima kasih karena dia telah menuntaskan masalah menghilangnya para gadis. Sebelumnya, Kaisar Sergia tidak sempat mengucapkan terima kasih dan memberi hadiah untuk Valencia. Oleh sebab itulah, Kaisar Sergia mengundangnya untuk berbincang supaya lebih mengenal dekat.
"Undangan makan malam kah? Aku rasa tidak masalah. Lagi pula waktunya minggu depan, jadi aku masih bersantai dulu sampai akhir minggu."
Valencia langsung membalas surat tersebut sebelum dia lupa lagi. Lalu ia menyuruh Pierre untuk mengirim surat tersebut.
"Karena pekerjaanku sudah selesai, sekarang waktunya pergi memenuhi janjiku kepada Devina dan Rachel. Katanya ada pemandian air panas di ibu kota, aku akan mengajak mereka ke sana."
Valencia bergegas bersiap-siap segera pergi menemui Devina dan Rachel. Ini merupakan pertemuan pertama mereka setelah melewati masa-masa sibuk.
"Aku akan menikah," ucap Rachel tiba-tiba.
Valencia dan Devina mematung karena saking kagetnya mendengar pernyataan Rachel.
"Kau akan menikah? Ehh? Dengan siapa? Bagaimana bisa?"
"Apa kau akan menikah dengan bajing*n yang sebelumnya berselingkuh di belakangmu itu?! Katakan kepadaku! Aku akan menghajarnya kalau dia memaksamu untuk menikah dengannya."
Kedua gadis itu mencecar Rachel dengan berbagai pertanyaan. Rachel tampak kebingungan bagaimana cara menjelaskan kepada mereka.
"Bukan, pasanganku bukan Isael. Aku akan menikah dengan bangsawan Kekaisaran Sergia. Lagi pula Isael akan menikah dengan Airin akhir tahun ini karena Airin sudah hamil dua bulan," ujar Rachel.
"Ya ampun, kau mengejutkanku. Wanita jal*ng itu sungguh hamil? Seharusnya kau benamkan saja kepalanya ke dalam danau sampai mati," gerutu Valencia terlihat marah.
"Tetapi, aku bersyukur kau tidak jadi menikah dengan pria kurang ajar itu. Lalu bagaimana ceritanya kau bisa mengenal bangsawan dari Kekaisaran Sergia?" timpal Devina bertanya.
"Ah, kami kenal karena Ayahku adalah mitra bisnis keluarganya. Setidaknya dia pria yang baik dan aku sudah lama mengenalnya."
Raut muka Rachel terlihat sendu, ada yang membebani pikiran dan perasaannya. Mungkin itu berasal dari perasaan masa lalu yang belum usai.
__ADS_1
"Apa yang membebanimu? Kau tidak perlu menanggung semuanya sendirian," tanya Valencia.
"Sebenarnya aku masih sakit hati karena pengkhianatan Isael. Bagaimana bisa dia melakukan itu pada diriku? Padahal aku begitu tulus mencintainya. Semenjak pengkhianatannya, aku jadi takut untuk jatuh cinta. Terkadang aku berpikir untuk menyerah dan mati saja daripada melihatnya menikah dengan Airin."
Valencia paham mengenai perasaan Rachel, tanpa disadari Valencia melihat bayangan Berliana di diri Rachel. Masih membekas di ingatannya ketika Berliana menangis tersedu-sedu di pelukannya mengadukan ketidakadilan dunia terhadap cintanya.
"Rachel, kau pasti tahu kisahnya Berliana bukan?"
Rachel mengangguk pelan, Devina hanya diam mendengar apa yang akan dibicarakan Valencia.
"Berliana itu seorang Tuan Putri terhormat, dia dicintai oleh keluarga dan rakyat. Namun, rasa cinta itu berubah menjadi benci setelah Berliana jatuh cinta kepada salah seorang pelayannya. Di tengah cinta mereka, sosok Klarybell adalah tonggak penyangga agar dia tidak jatuh."
"Akan tetapi, mau seberapa besar pun perjuangan Berliana mendapatkan restu keluarganya, itu tidak berhasil sama sekali. Berliana akhirnya memilih kabur dari kerajaan bersama kekasihnya. Lalu kau tahu? Pihak kerajaan mengutuk Berliana, mereka mengejar gadis itu dan berniat membunuh kekasihnya."
"Mau sejauh apa pun dia berlari, dia tetap ditangkap. Sang kekasih mati di tangan Ayahnya, Berliana menyaksikan kekasihnya meregang nyawa di depan matanya. Dan pada akhirnya, Berliana mati bunuh diri karena depresi berat setelah kehilangan sang kekasih."
Seluruh bayangan ingatan tentang Berliana berputar di otak Valencia. Berliana ialah sahabat pertamanya, tapi ia menyaksikan dengan jelas badan Berliana yang mati overdosis karena obat.
"Jadi, Rachel, yang ingin aku katakan kepadamu adalah sebaiknya kau meninggalkan segera masa lalumu. Kalau aku menjadi dirimu, aku lebih memilih melihat kekasihku selingkuh daripada melihat kekasihku mati di tangan keluargaku."
"Jika dia selingkuh, aku bisa mengutuknya sepuas hati dan membencinya seumur hidup. Rasa sakit diselingkuhi itu hanya di awal saja, kau hanya butuh waktu untuk terbiasa tanpanya. Mencintai tapi ditinggal mati itu sakitnya luar biasa. Selagi kau diberi kesempatan untuk hidup panjang, saranku bukalah hatimu untuk menerima pria lain yang lebih tulus mencintaimu."
"Aku tidak mau kau bernasib lebih tragis dari Berliana. Saling mencintai ketika dunia tidak memberi restu itu sangat menyakitkan. Sekarang kau sadar bukan? Bahwa dewa lebih sayang terhadapmu dibanding Berliana. Dia menampakkan sisi buruk Isael kepadamu sebelum kau menikah dengannya."
Rachel dan Devina terkesima mendengar Valencia berbicara panjang lebar soal cinta. Selama ini Valencia selalu menolak bila berbicara tentang cinta.
"Kau berlagak seperti orang yang kenal dengan Berliana. Namun, aku setuju, mungkin alasan Klarybell menyebarkan kisah Berliana ke penjuru dunia adalah agar para wanita bisa menjadikannya sebagai tolak perbandingan kisah cinta mereka serta supaya para wanita bisa lebih bersyukur dan lebih menghargai hidupnya," imbuh Devina.
Rachel mendadak menjadi bersemangat, dia tak lagi merasakan stres akibat patah hati. Apa yang dikatakan Valencia sepenuhnya benar, dia tidak boleh membuang-buang hidupnya demi cinta yang tak berarti. Dibanding Berliana, dia masih lebih jauh beruntung.
"Tapi, Valencia, aku penasaran. Apakah kau tidak punya seseorang yang kau sukai?" tanya Rachel, Devina juga penasaran dengan hal tersebut.
"Tidak," jawab Valencia tanpa berpikir panjang.
"Lalu bagaimana dengan tujuh pria tampan yang selalu bersamamu itu?"
"Mereka hanya aku anggap teman. Aku berencana untuk tidak menikah dan menikmati hidup di dalam kesendirian."
Rachel dan Devina menatap aneh, mereka berdua tidak habis pikir kalau Valencia memilih hidup sendirian daripada menikah.
'Aku jadi kasihan, ketujuh pria itu sangat menyukai Valencia. Namun, gadis ini malah tidak menyadari itu,' batin Rachel.
Pada malam harinya ketika Valencia kembali dari pemandian air panas, sesuatu yang aneh terjadi di tubuh Valencia. Kediaman Archduke Calestine digemparkan oleh Valencia yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.
Sekujur badan gadis itu didera kedinginan hebat. Wajahnya tidak lagi memancarkan kehangatan. Rasa sakit mendadak menusuk jantung Valencia, seolah-olah ribuan jarum sedang bekerja sama untuk menghancurkan jantungnya.
Bersamaan dengan kondisinya seperti itu, dari inti tubuh Valencia sekilas terlihat cahaya redup yang mengerjap beberapa kali. Henzo malam itu sangat panik, dia tidak tahu apa yang sedang menimpa putrinya.
__ADS_1
"Apakah Sammy masih belum datang?! Cepat kalian jemput dia sekarang!" teriak Henzo berada di kondisi yang tak karuan.
"Bersabarlah, Yang Mulia, jika Anda juga larut di dalam perasaan kacau seperti ini maka Anda juga akan ikut sakit seperti Nona," tegur Arian mencoba mengembalikan kewarasan Henzo.
"Bagaimana caranya aku bersabar kalau keadaan putriku seperti ini?"
Henzo mengacak-acak frustrasi rambutnya, dia sangat tertekan menyaksikan kondisi tubuh Valencia kian menurun. Berselang sepuluh menit, akhirnya Sammy datang. Dia bergegas memeriksa keadaan Valencia.
"Apa ini?"
Sammy tampak sangat terkejut ketika ia merasakan ada yang aneh dari jantung Valencia.
"Ada apa? Apa yang membuatmu begitu terkejut?" tanya Henzo menyadari bahwa mungkin sesuatu yang buruk menimpa Valencia.
"Jantung Valencia diselimuti oleh api dan es. Aku tidak tahu kenapa, tapi api dan es itu saling bergejolak. Lalu aliran sihir di tubuhnya melambat, saya nyaris tidak bisa merasakan sihirnya," tutur Sammy.
"Lakukan sesuatu! Apa pun itu, tolong selamatkan Valencia."
Sammy menggeleng pelan, sejujurnya ia sendiri tidak tahu apa yang sedang menimpa Valencia.
"Mohon maaf, Yang Mulia. Sepertinya kondisi Valencia di luar kemampuan saya. Namun, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya."
"Kalau kau tidak bisa, aku juga tidak akan bisa menyelamatkannya," lirih Henzo.
Sammy melanjutkan penyembuhannya, ia menggunakan berbagai cara untuk menormalkan suhu tubuh Valencia. Akan tetapi, usahanya cukup menyulitkan. Meski begitu, dia berhasil mempertahankan suhu tubuh Valencia agar tidak menurun.
Kabar mengenai keadaan Valencia saat ini langsung sampai ke telinga keenam pria yang lain. Mereka buru-buru menuju kediaman Archduke Calestine untuk memastikan kondisi Valencia.
"Tidak bisa dibiarkan seperti ini terus. Tidakkah kau merasakan suhu tubuh Valencia semakin menurun?" Ivanov panik tak karuan, ia benar-benar bisa merasakan penurunan suhu tersebut.
"Sial! Aku gagal mempertahankan suhu tubuhnya. Aku tidak tahu mengapa, tapi ada sesuatu yang salah dari tubuh Valencia," ucap Sammy.
"Tetapi, Sammy, tubuh bagian kirinya terasa sangat panas. Coba kau raba," kata Leano.
Sammy meraba tangan Valencia dan itu benar. Terasa sangat panas selayaknya api yang membara.
"Huh? Apa itu?" Rexid mengusap matanya, selayang pandang dia melihat jiwa Klarybell di tubuh Valencia. Namun, bayangan jiwa itu menghilang setelah ia mengerjapkan mata.
"Ada apa ini? Mengapa di sini sangat ramai?"
Sean mendadak muncul dari balkon kamar, dia kebingungan ketika mendapati keramaian di kamar Valencia.
"Sean! Kemarilah cepat! Ada yang aneh dari tubuh Valencia!"
Sean lekas mendekati ranjang Valencia, dia sungguh terkejut menemukan Valencia yang sedang kritis. Sean mencoba mengecek keadaan tubuh Valencia.
'Jiwa Klarybell menunjukkan tanda perlawanan, tubuh ini tidak mampu lagi menahan beban jiwanya. Akan tetapi, tidak mungkin aku bisa menemukan wadah tubuh yang cocok untuk Klarybell sekarang,' batin Sean.
__ADS_1
Sean berupaya memperbaiki ketidakcocokan tubuh Valencia dan jiwa Klarybell. Hal ini sangat sulit untuk ia lakukan. Bersamaan saat itu, di luar kamar terdengar sangat gaduh.
"Yang Mulia, gawat! Mansion telah dikepung oleh para penyihir!"