
Valencia saat ini tengah sibuk melakukan penaklukan portal bersama Xeros dan Frintz. Valencia membawa mereka ikut penaklukan untuk membantu mereka mengendalikan sihir. Syukurnya, mereka bisa menguasai seluruh yang diajarkan Valencia secara mudah dan mereka tidak menemukan sedikit pun kesulitan.
"Hei, kalian berdua! Aku ingin bertanya. Pedang Raja iblis itu ada tujuh, aku baru melihat lima pedang. Ada di mana dua pedang lainnya? Apa kalian tahu siapa yang memiliki pedang itu saat ini?" tanya Valencia.
Xeros dan Frintz saling beradu pandang, mereka tampaknya mengenal pengguna dua pedang Raja iblis yang lain.
"Kami tahu, bahkan kami sangat mengenal mereka berdua. Kenapa kau menanyakan hal itu tiba-tiba?" jawab Frintz.
Raut muka Valencia berubah sumringah, akhirnya dia akan mengetahui dua pengguna pedang Raja iblis yang lain.
"Benarkah? Kalau begitu, tolong pertemukan aku dengan mereka berdua. Aku ingin melihat pemilik kedua pedang yang lain. Apabila mereka tidak menyalahgunakan pedang itu, maka aku akan menggabungkan kekuatan sihir Raja iblis ke tubuh mereka. Hal ini akan semakin membantu kita nantinya," tutur Valencia.
"Baiklah, nanti kami akan atur pertemuanmu dengan mereka."
Setelah mengatakan hal itu, Valencia mendapat kabar dari Xeros bahwa akan diadakan pertemuan tiga hari lagi. Lokasi pertemuannya yaitu di restoran milik Leano.
"Untungnya aku bertanya kepada mereka, jadi aku tidak perlu susah-susah melakukan penyelidikan sampai ke penjuru kekaisaran."
Valencia menarik selimutnya dan bersiap untuk segera tidur. Perlahan ia memejamkan matanya dan mulai masuk ke alam bawah sadar. Valencia pun menyadari bahwa dirinya saat ini sedang berada di tempat yang sesak di alam mimpinya.
"Sepertinya ini bukan mimpi, ini adalah tempat yang bisa aku rasuki dengan kesadaranku sendiri," gumam Valencia.
Kemudian Valencia mendudukkan diri di atas hamparan lantai berselimut asap hitam. Valencia mengamati sekitar terlebih dahulu sebelum bertindak.
"Jadi, kau adalah Valencia? Gadis yang mengguncang Kekaisaran Alegra sekaligus gadis yang menghalangi rencanaku."
Tiba-tiba Valencia dikagetkan oleh suara seorang wanita. Lalu di hadapan Valencia muncul sosok tubuh wanita yang berbentuk bayangan. Suara wanita itu pun terdengar seperti disamarkan menggunakan sihir.
"Siapa kau? Mungkinkah kau yang memanggilku ke tempat ini?" tanya Valencia beranjak bangkit.
"Ya, aku memanggilmu kemari karena aku ingin melihatmu secara langsung."
Bayangan berbentuk rupa seorang wanita tersebut mendekat ke arah Valencia. Dia mengamati Valencia secara seksama tanpa ada hal yang dilewatkan satu pun.
"Melihatku? Sepertinya kau kurang kerjaan. Tolong jangan membuat aku kesal, sekarang keluarkan aku lagi dari sini sebelum aku hancurkan tempat ini menggunakan sihirku," gertak Valencia.
__ADS_1
"Kau mau menghancurkan tempat ini? Hahaha, tidak bisa. Kau tidak bisa melakukannya, aku menggunakan sihir terkuatku untuk membentuk ruang khusus agar aku bisa bertemu denganmu."
DUARRR!
Betapa kagetnya si bayangan wanita itu tatkala menyaksikan Valencia berhasil meledakkan lokasi mereka berdiri sebelumnya. Kini tubuh mereka sama-sama mengambang di tengah udara lepas di hamparan luasnya ruangan. Namun, ada sesuatu yang mengganjal di pikiran wanita tersebut.
"Siapa kau sebenarnya? Tidak sembarang orang bisa menggunakan sihir sedahsyat itu," tanyanya terlihat syok.
"Aku Valencia, bukannya kau sudah tahu itu?" jawab Valencia sembari menguap karena mengantuk.
"Jangan bohong! Kau hanyalah manusia biasa. Tidak mungkin kau mempunyai sihir setara dengan mereka yang terlahir di benua Mihovil."
Wanita itu membantah secara tegas, dia tidak mempercayai identitas Valencia sedikit pun. Dia merasakan aura tidak biasa dari Valencia. Auranya nan mengancam sungguh mendatangkan getaran yang tak biasa.
"Itu memang kenyataannya. Lagi pula mengapa harus manusia yang berasal dari benua Mihovil yang bisa mempunyai bakat sihir? Dasar kau aneh! Lebih baik aku keluar dari tempat ini segera."
Raut muka Valencia berubah masam, dia paling tidak suka waktu tidurnya diganggu oleh hal-hal yang tidak menguntungkan baginya. Jadi, sekarang Valencia memutuskan untuk kembali lagi dan meninggalkan wanita itu. Akan tetapi, sekali lagi langkah Valencia dihadang olehnya.
"Hei, menyingkir kau dari jalanku sebelum aku hancurkan kau di sini sekarang juga," ancam Valencia mengerutkan keningnya.
Bayangan wanita itu tersentak menatap sorotan mata Valencia nan tajam.
Atmoster tertekan mulai terasa, udara sekitar menjadi lebih berat dari sebelumnya.
"Jangan ikut campur? Kalian gila ya?! Aku tidak akan mendengarkanmu atau menurut pada orang yang tidak jelas sepertimu."
Valencia menolak secara tegas, hal ini membuat wanita itu kesal. Dia menyimpan kebencian yang amat besar untuk sesuatu yang dilakukan Valencia demi melindungi orang lain.
"Kalau begitu, tidak ada cara lain lagi, kau harus mati di tempat ini sekarang! Jangan harap kau bisa lolos karena telah berani menggangu rencanaku."
Dari bawah permukaan lantai, muncullah segerombol pasukan hitam berbayangan seperti wanita itu. Mereka adalah pasukan dari wanita yang tidak terlihat wajahnya tersebut.
"Serang gadis itu! Jangan biarkan dia lolos begitu saja!"
Valencia menyentak tangan kanannya, tapi bukannya sihir yang keluar malah kekuatan milik Davey yang mementalkan para pasukan bayangan tersebut. Kekuatan bercahaya biru nan menyilaukan membuat pasukan tersebut meleleh sampai hancur.
__ADS_1
'Apa itu barusan? Aku ingin menggunakan sihir, tapi mengapa malah kekuatan aneh ini yang bekerja?' pikir Valencia bingung.
Wanita berbayangan itu terlihat kesal bukan main, dia tidak bisa membiarkan Valencia menang begitu mudah darinya.
"Kekuatan apa yang kau gunakan itu?! Itu bukanlah sihir, mungkinkah kau punya kekuatan lain?" cecar wanita itu.
"Aku tidak tahu." Valencia mengerdikkan bahunya, dia memang tidak tahu sama sekali perihal kekuatan asing yang merasuki tubuhnya.
"Mana mungkin kau tidak tahu. Dasar jal*ng! Kau harus diberi pelajaran agar lebih tahu diri dengan siapa kau berurusan sebenarnya."
Wanita itu kembali melayangkan serangan bertubi-tubi ke arah Valencia. Akan tetapi, lagi-lagi Valencia menampik seluruh serangannya. Sampailah ketika Valencia mengamuk, ia menghantam tubuh bayangan wanita itu hingga menyebabkan bayangannya memudar perlahan.
"Beraninya kau! Apa kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?! Aku adalah penguasa benua Mihovil yang baru! Hidupmu takkan tenang seusai membuatku marah," ucap si bayangan wanita hingga lenyap sepenuhnya dari hadapan Valencia.
"Dia bilang penguasa benua Mihovil yang baru?"
Valencia mematung berdiri mencoba mencerna perkataan si wanita itu.
"Mungkinkah Cetrion, Arc, dan Tryton memilih penguasa baru di Mihovil? Tidak. Mustahil! Aku yakin sekarang ada yang tidak beres di sana," gumam Valencia berasumsi sendirian..
Sepersekian detik kemudian, Valencia merasakan kepalanya pusing dan membuat tubuhnya oleng lalu terjatuh. Valencia meringis sakit pada bagian kepala hingga tubuhnya tumbang tidak sadarkan diri.
Tidak berlangsung lama, Valencia bangun kembali ketika ia merasakan tubuhnya terjatuh di antara udara lepas. Sontak Valencia membuka kedua matanya. Alangkah kaget dirinya mendapati tubuhnya melayang di udara. Kini dia tengah berada di sebuah tempat yang sangat asing baginya.
"Ada di mana aku?" tanya Valencia berbicara sendirian seraya melirik kiri kanan.
Valencia menyusuri tempat itu, yang dia temukan hanyalah kehancuran yang nyaris menyatu dengan tanah.
"Serahkan dirimu, Klarybell!"
Valencia tersentak mendengar namanya diteriaki oleh seseorang. Lekas Valencia pergi menuju sumber suara. Dia pun menemukan seorang wanita berambut biru lembut tengah dikepung sekelompok pria berpakaian serba putih. Di belakang punggung wanita itu terbentang sayap lebar berwarna hitam..
"Wanita itu kan yang aku lihat beberapa waktu lalu di dalam mimpiku. Nama dia Klarybell, tapi penampilannya berbeda dariku. Rambut biru muda dan mata merah muda. Lantas siapa dia? Tetapi, warna rambutnya mirip sekali dengan Davey," gumam Valencia.
Sekelompok pria itu mengunci pergerakan wanita yang bernama Klarybell. Ekspresinya nan dingin serta sorot mata tajam menyebabkan aura yang dikeluarkan memancar jelas seperti seorang penjahat.
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerahkan diriku." Suaranya benar-benar membuat bulu kuduk merinding.
"Sekali lagi kami katakan, serahkan dirimu wahai Klarybell! Malaikat yang terusir dari surga sepertimu tidak diperbolehkan mengacaukan tatanan dunia manusia!"