MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 100


__ADS_3

sesampai di tempat acara mereka langsung di sambut oleh tante maya


" wah kejutan ni ponakan tante yang ganteng bisa hadir, makasih lho jeng nak Rey, eh cucu oma yang cantik juga ikut " ucap tante maya sambil cipika cipiki dengan mama widya kemudian Rey mencium punggung tangan tante maya


" sayang salim dulu " ucap shofia pada kyara lalu maju mencium tangan tante maya.


" lho ini siapa nih? " tegur tante maya sambil menatap shofia


" oh ya jeng kenalin ini istrinya Rey namanya shofia " mama widya memperkenalkan dan shofia pun mencium tangan tante maya.


" wah cantik ya! kapan kalian menikah kok tega ya tante nggak di undang " ucap tante maya


" maaf jeng kita memang menggelar acara kecil kecilan dan memang kita nggak mengadakan resepsi kemaren, mereka menikah sudah 2 bulan yang lalu"


" wah selamat ya ! tante do'ain semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah "


" aamiin makasih tante " jawab Rey dan shofia berbarengan.


" mami aku mau es krim " rengek kyara sambil menarik narik tangan maminya


" sayang tapi kamu belum makan lho " kata shofia


" udah shof kamu ajak kyara makan sana dan kalian silahkan nikmati hidangan nya, jeng widya itu lho ada teman teman yang lain di sana "


" Rey shofia mama ke sana dulu ya temuin teman teman mama "


" ya ma biar aku sama shofia di sini aja " ucap Rey lalu menggendong kyara sedang tangan satunya menggandeng istrinya untuk mencari tempat duduk yang kosong.


shofia melangkah ke meja menu untuk mengambil kan kyara makanan dan tak lupa es krim tentunya sesusai permintaannya. tadi sempat mereka melakukan negosiasi terhadap kyara


" boleh makan es krim tapi cuman satu tapi syaratnya harus makan nasi dulu oke " ucap sang mami


" nggak mami aku nggak mau makan mami "


" ya klo nggak mau makan nggak boleh makan es krim "


" papi.. boleh ya please "


" ya papi nggak ikut ikut ya "


" papi...! mami sayang boleh ya aku makan es krim nya? " ucap kyara lagi


" boleh sayang tapi kita makan dulu oke! tuh di sana ada soto sate ada rendang ada baso kyara mau yang mana? "


kyara menggelengkan kepalnya " aku mau es krim "


" sayang kamu klo makan es krim tapi nggak makan dulu nanti perutnya sakit lho mau sakit kayak dulu di infus ni tangannya di suntik lagi mau? " shofia masih bertahan sedang Rey sudah mulai goyah


" nggak mau mami "


" klo gitu sekarang kamu makan ya mami ambilin sekalian sama es krim nya" ucap shofia dan kyara pun menganggukkan kepala nya patuh.


shofia sudah membawa semangkok soto dan juga es krim namun karena undangan begitu ramai tanpa sengaja ia menyenggol seseorang dan kuah soto yang ia bawa mengenai kemeja seorang pria


" aw sory mas " ucap shofia dan laki laki itu menatap tajam pada kemejanya yang terkena kuah soto yang dipegangnya dan dengan cepat shofia meletakkan bawannya lalu mengambil tisu berusaha membersihkan kemeja pemuda tadi


" udah udah mba nggak papa " ucap laki laki tersebut setelah melihat wanita cantik di depannya


" sory ya mas saya nggak sengaja tadi " ucap shofia


" iya nggak papa lagian saya juga salah kok jalan nggak liat liat oh ya kenalkan saya Reno " sambil mengulurkan tangannya


" shofia " klo begitu saya permisi mas sekali lagi saya minta maaf " ucap shofia merasa nggak enak


" its ok? " lalu shofia melangkah kembali ke meja dimana suami dan anaknya sedang duduk


sedang Reno terus memandangi punggung shofia sampai menghilang di balik keramaian para udangan


" kok lama sih mam tadi siapa? " tanya Rey yang sedari tadi memperhatikan istrinya dari jauh sedang mengobrol dengan laki laki dan hampir saja dia menghampirinya


" itu tadi aku nggak sengaja numpahin kua soto ke bajunya tapi aku sudah minta maaf kok "


" oh lain kali hati hati " ucap Rey


" mami es krim nya boleh di buka? " tanya kyara


" boleh sayang tapi makan sotonya dulu ya " sambil menyuapi putrinya


" sayang mas ke sana dulu ambil minuman kamu mau? " tawar Rey


" boleh mas " kemudian Rey beranjak dari duduknya menuju stand minuman


" hay bro akhirnya kita ketemu juga sama siapa loe! "tiba tiba datang seorang laki laki menepuk pundaknya


" sama keluarga gua, loe apa kabar? "balas Rey


" baik dan ya loe liat sendiri perut gua yang sixpack hilang gegara bini gua ngidam makan ini itu tapi ujung ujungnya gua yang makan gila nggak tu " tutur haris teman SMP nya dulu


" ya loe doyan kali loe kan bisa nolak untuk tidak makan"


" ya elah loe kayak nggak tau bini ngidam aja loe, gua klo kagak mau makan dia ngambek dah tu trus nangis ya nggak tega lah gue jadi terpaksa gua abisin dah tu makanannya " cerita Haris


" eh kita kesana yuk ada teman taman pada kumpul " ajak Haris yang kebetulan si pengantin selain sepupunya Rey, Aliya si pengantin juga teman SMP nya dulu.


" Oke sebentar gua ke sana dulu nanti gua nyusul " ucap rey lalu melangkah mendekati shofia


" sayang ini minum nya mas ke sana dulu ya nyapa teman teman, kamu nggak papa kan di sini sama kyara "


" ya nggak papa kamu ke sana aja " ucap shofia sambil menyuapi es krim ke mulut kyara. Rey pun berjalan menuju meja dimana teman teman SMP nya berkumpul


" hay kyara.. ! kamu ke sini juga " sapa kevin teman TK nya


" kevin kamu sama siap ke sini? " tanya shofia


" sama mama dan papa tante " jawab kevin


" kyara kita ke sana yuk main " ajak kevin


" mami aku boleh main di sana sama kevin ? " tanya kyara


" tapi mainnya jangan jauh jauh ya trus jangan dekat stand makanan "


" iya mami"


" kevin tante titip kyara ya! "


" ya tante " lalu dua bocah tersebut berjalan bergandengan menuju area taman yang ada di aula tersebut namun masih bisa di awasi oleh shofia.

__ADS_1


" hay shofia kamu sendirian aja! " sapa Reno


" mas siapa tadi ah ya Reno " balas shofia


" meja ini kosong kan saya boleh duduk di sini?" shofia sedikit ragu tapi memang saat ini hanya dia seorang yang duduk di meja bundar tersebut


" eh ya tentu silahkan " jawab shofia


" kamu kenal sama aliya? atau suaminya? "


" aliya? ya kami masih ada hubungan keluarga "


" oh ya! klo saya teman SMP nya dulu "


" kamu sendirian ke sini? "


" nggak saya sama keluarga "


" oh "


" kalau boleh tau kamu sudah bekerja atau masih.."


" saya masih kuliah "


" semester berapa? " tanya Reno lagi


" semester tujuh "


" wah hampir selesai ya "


" hemm " ucap shofia sambil menyeruput minumannya dan matanya terus mengawasi putrinya kyara dari jauh


" kamu kuliah jurusan apa? "


" saya kedokteran "


" wah betul betul wanita idaman, gua bakal pepet trus ni cewek " batin Reno


" mami..! aku haus " rengek kyara tiba tiba menghampirinya yang spontan mengagetkan Reno


" ohw anak mami haus sebentar ya mami ambilkan "


" mas Reno sebentar saya ambilkan minum untuk putri saya "


" oh ya silahkan " ucap Reno masih dengan keterkejutan nya


" ya Tuhan ternyata dia sudah punya suami" batinnya lagi.


shofia datang membawa botol air mineral membukanya lalu meminumkan nya ke kyara.


" makasih mami aku main lagi ya sama kevin"


" iya sayang hati hati ya tapi mainnya jangan jauh jauh "


" iya mami" dan kyara pun kembali ke tempat dia bermain tadi sementara shofia mulai risih dengan tatapan Reno terhadap nya


" duh mas Rey mana sih kok nggak datang datang " batinnya


" jadi dia putri kamu? "


" trus mana papinya? "


" masih ketemu sama teman temannya " dan tiba tiba Rey muncul di tengah tengah mereka


" sayang kamu di tunggu mama untuk. sesi foto sama pengantin nya " ucap Rey sambil menatap nggak suka pada sosok laki laki yang duduk bersama istrinya


" Rey anda Rayyan kan? '" sapa Reno yang ternyata teman Rey juga sewaktu SMP


" ya gua Rey " jawabnya sambil duduk di samping istrinya


" apa kabar bro gua Reno apa loe lupa? "


" oh jadi loe Reno saingan gua waktu SMP " ucap Rey ketus


" ah loe masih ingat aja, jadi dia ini istri loe " ucap Reno dengan wajah yang sulit di artikan


" iya dia istri gue " cup" " sambil memeluk dan mencium pipi istrinya dan tentu membuat shofia malu


" sayang jangan begitu malu di lihat orang "


" bukannya istri loe seorang model? "


" ya kita udah bercerai lima tahun yang lalu " jawab Rey


" buset Rey udah nikah dua kali nikah masak gua sekali pun belum" batin Reno


" sory bro kita ke sana dulu " pamit Rey pada Reno


" oh ya silahkan, shofia senang bisa berkenalan dengan anda Semoga suatu saat kita bisa bertemu kembali " ucap Reno


" jangan mimpi loe " Rey yang menjawab dengan tatapan tajam


" ya elo nggak asyik loe "


" dia istri gua jadi jangan macam macam " ucap Rey kemudian menggandeng tangan istrinya menuju pelaminan


" sayang tunggu "


" apalagi? kamu masih kerasan ngobrol sama dia ya udah" ucap Rey dengan nada kesal


" apa sih aku mau nyari kyara dulu nanti dia bingung nyari kita " menghempaskan tangan suaminya sambil melangkah menuju dimana kyara sedang bermain dengan anak-anak yang lain. sedang Rey hanya berdiri memantung


" ya ampun kenapa gua lupa sama kyara, ya ini gara gara Reno " batinnya dalam hati kemudian menyusul istrinya dari belakang.


kini mereka sudah diatas pelaminan ikut foto bareng pengantin


"Rey kamu kapan mengadakan resepsi jangan lupa undang tante sama aliya "


" ya tan insya Allah secepatnya kita akan menggelar acara resepsi ya kan sayang " shofia hanya tersenyum


selesai sesi foto Rey kembali duduk di meja mereka yang tadi, sedang mama widya memilih kembali berkumpul bersama teman tamannya.


shofia merasa perutnya mulai lapar dia berdiri hendak mengambil menu makanan


" kamu mau kemana? " tanya suaminya


" mau ambil makanan, kenapa? "

__ADS_1


" biar aku ambilkan "


" nggak usah nanti kamu ngakak tau menu apa yang mau aku ambil "


" ya klo gitu aku temani " ucap Rey ikut berdiri sambil menggendong kyara lalu berjalan di samping sang istri


" yang ambil makanan nya agak banyak nanti kita makan berdua "


" nggak malu kamu ambil sendiri mas "


" kenapa harus malu, lagian aku nggak bisa ni liat tangan aku gendong kyara " akhirnya shofia pun memenuhi piringnya dengan menu makanan kemudian menambahkan satu sendok lagi


" sayang sendoknya satu aja " ucap Rey


" nggak usah aneh aneh deh " jawab shofia masih kesal dengan ucapan suaminya kemudian melangkah menuju meja mereka yang tadi. shofia mulai menyendok makanan ke dalam mulut nya


" yang suapin aku dong "


" makan sendiri tu sendoknya ada dua " kata shofia


" kok gitu sih liat ni kyara masih di gendongan aku "


" kyara sayang sini duduk di kursi sayang papi kan mau makan "


" iya mami " kemudian kyara turun dari gendongan papinya dan duduk di kursi dan Rey pun terpaksa memakan dengan tangannya sendiri dan sesekali dia menyuapi istrinya, awalnya shofia menolak namun Rey terus memaksa dan akhirnya dia pun membukan mulutnya.


" mami aku ngantuk "


" oww anak mami ngantuk ya udah sini sayang pangku sama mami " ucapnya sambil mengangkat tubuh putrinya lalu mendudukkan nya di atas pangkuannya.


" dia sudah ngantuk klo gitu kita pulang sebentar aku temui mama dulu " Rey berjalan mencari mamanya dan setelah itu mereka pamit pada kedua mempelai dan keluarganya.


shofia masih diam tak banyak bicara dan memilih untuk duduk di belakang dengan beralasan kyara tidur supaya dapat tempat yang lebih luas.


sesampai di kamar shofia masih banyak diam


"yang kamu kenapa sih kok diam aja kamu marah ya? "


" tanya aja sendiri ! " jawab shofia ketus


" ya ampun yang jadi kamu beneran marah nih? kenapa ? ya aku minta maaf deh aku salah "


shofia masih diam dan dia tidur dengan posisi memunggungi suaminya


" yang jangan marah dong aku minta maaf ya sungguh aku nggak bermaksud menyinggung perasaan kamu yang tadi itu aku sedikit emosi karena nggak suka aja si Reno tadi deketin kamu "


" maaf ya jangan marah dong yang " ucap Rey sambil menciumi leher istrinya.


" cckk sana nggak usah dekat dekat " ucap shofia berusaha menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya namun di tahan Rey lalu membalikkan tubuh istrinya dan shofia pura pura memejamkan matanya.


" yang ngomong dong jangan diemin kayak gini"


" klo nggak mas gelitikkin nih " ucap Rey sambil menggelitiki leher dan telinga istrinya dengan cara menciumi nya dan spontan saya shofia langsung kegelian sambil tertawa


" mas..! mas sudah ampun ampun "


" nggak klo belum di maafin mas nggak akan berhenti "


" iya iya di maafin dimaafin tapi tolong hentikan"


Rey pun menghentikan aksinya " beneran di maafin? " ucap Rey sambil menatap wajah cantik istrinya. dan shofia pun menganggukkan kepalanya.


" maaf ya klo aku sudah nyinggung perasaan kamu "


" ya tapi jangan di ulangi lagi aku tu dari tadi nyariin kamu pas dia bilang mau duduk di meja tu kan nggak enak nolak karena memang meja itu kosong kan "


" ya sorry aku hanya takut aja kamu akan meninggalkan aku"


" mas aku tu nggak akan ninggalin kamu karena kamu suami aku apapun yang terjadi aku akan setia sama kamu sekarang kamu harus percaya itu ya! "


" makasih ya sayang berarti sekarang kita baikan nih "


" ya baikan" ucap shofia


" gitu doang nggak ada yang lain "


" maksudnya?


" ya itu..! " ucap Rey sambil mengangkat alisnya.


" nggak ah sudah malam "


" ayo dong yang pingin nih dosa lho nolak suami" dan akhirnya shofia pun pasrah melakukan keinginan suaminya.


tubuh mereka basah dengan keringat pakaian mereka berserakan di lantai Rey memeluk tubuh istrinya masih dengan nafas yang belum teratur


" cup " Rey mengecup punggung istrinya


" yang kata dokter kan beberapa hari lagi mama pulang dari rumah sakit gimana klo kita mengadakan acara resepsi pernikahan kita sekalian syukuran kesembuhan mama "


" boleh aku sih terserah kamu aja mas "


" maaf ya sayang klo dulu kita tidak mengadakan acara resepsi di pernikahan kita kemarin "


" aku nggak papa kok mas toh aku tetap bahagia kok "


" ya tapi aku mau mengenalkan kamu sama keluarga dan teman serta relasi kerja aku "


" ya aku setuju aja "


" Oke nanti setelah mama kita jemput kita langsung mengadakan acara resepsi nya "


" hemm"


" sayang kamu maunya konsepnya seperti apa sayang "


" terserah kamu sayang" jawab shofia sambil menahan kantuknya


" kok terserah sih ini kan acara kita berdua " ucap Rey sambil duduk di sandaran kasurnya


" sayang besok aja kita bahas nya ya ini sudah tengah malam aku ngantuk "


" ya ampun sudah hampir jam satu ya udah kita tidur maaf ya sayang itu karena aku sangat bersemangat tadi "


" hem iya nggak papa "


" selamat bobo sayang mimpi indah ya cup" kemudian Rey membaguskan selimut istrinya lalu memeluk tubuh istrinya dalam dekapan hangatnya.

__ADS_1


__ADS_2