MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 38


__ADS_3

seperti biasa shofia bangun saat azan subuh berkumandang. dia segera turun dari ranjang untuk segera melaksanakan shalat subuh. sebelum ke kamar mandi dia periksa kening kyara apakah masih demam, ternyata panasnya sudah turun, lalu shofia pun segera masuk ke kamar mandi untuk wudhu.


suara gemericik air membangunkan widya. dia tatap jam di ponsel nya menunjukkan pukul lima pagi dia pun segera turun dari ranjangnya melangkah menuju dispenser memencet tombol air hangat dan meminumnya. dan sesaat kemudian shofia keluar dari kamar mandi sudah berpakaian rapi dengan rok dibawah lutut dengan kemeja lengan pendek nya.


"tante sudah bangun? " sapa shofia


" iya gimana tidurmu? kyara nggak rewel kan tadi malam? " tanya widya karena memang dia tidak mendengar suara tangis kyara


" nggak kok tan dan aku juga tidurnya sangat nyenyak " ucap shofia sambil menggelar sajadahnya siap siap untuk sholat


" kamu mau sholat? kita jamaah ya? " pinta tante widya


" iya tan boleh "


" klo begitu tunggu tante wudhu dulu " kemudian tante widya segera masuk ke kamar mandi dan tak berapa lama tante widya pun keluar dari kamar mandi dan segera duduk di atas sajadah yang sudah di siapkan Shofia.


selesai sholat widya membangunkan Rey


untuk segera sholat dengan sedikit malas Rey pun membersihkan tubuh nya kemudian bergegas untuk sholat.


shofia menuang kan teh panas ke dalam cangkir untuk dirinya dan juga tante widya sedang Rey dia buatkan segelas kopi. melihat shofia yang begitu cekatan semakin widya berharap agar suatu saat nanti dialah yang akan menjadi menantunya menjadi ibu dari kyara.


" minum tante " shofia meletakkan dua gelas teh dan secangkir kopi di atas meja


" makasih shofia " ucap widya.


" iya tan sama sama, oh ya tan aku permisi sebentar mau absen dulu nggak papa kan? " ucap shofia


" ah iya nggak papa lagian kyara juga masih tidur " ucap widya. kemudian shofia pun melangkah keluar dari ruangan tersebut


sementara Rey telah menyelesaikan sholatnya dan ikut duduk di sofa bersama mamanya


" Rey..! mama malu sama shofia, mama nggak enak sama dia kemaren kamu sudah usir dia trus sekarang kita minta bantuannya jujur mama malu Rey..! tidakkah kamu bisa mempertimbangkan kembali keinginan kyara dan mama? " tanya mamanya hati hati


Rey menarik nafasnya dalam dalam sambil memutar mutar pinggiran cangkir di depannya. dan memang tidak dipungkiri shofia banyak membantu dalam hal menjaga kyara.


" entahlah ma apa aku bisa menikahinya sedang aku tidak mencintainya sama sekali " ucap Rey


" mama yakin kamu bisa Rey ..! dia gadis baik dengan berjalannya waktu mama yakin kamu bisa mencintai nya. sekarang mama tanya apa kamu masih mengharapkan mantan istrimu " tanya mamanya


Rey menatap mamanya lalu memalingkan kembali wajahnya


" jangan mama sebut dia lagi..! dia adalah wanita yang paling aku benci saat ini dan satu satunya wanita yang tidak ingin aku temui saat ini ataupun nanti " jawab Rey ketus


" maafkan mama karena sudah mengingatkan mu pada kenangan pahitmu "kata mamanya sambil menggenggam tangannya


" menikahlah dengan shofia demi kyara. kyara sangat membutuhkan seorang ibu Rey..! " ucap mamanya lagi


" baik ma akan aku pikirkan lagi "jawab Rey


" mami..! " teriak kyara dengan suara serak baru bangun. widya segera bangkit dari duduk nya melangkah mendekati ranjang cucunya


" sayang kamu sudah bangun? " ucap widya lalu mengecup kening kyara

__ADS_1


" mami mana oma? " tanya kyara


" mami mu masih keluar sebentar, nanti dia kesini lagi kok ..! kenapa apa ada yang kamu butuhkan " kata widya


" aku pingin minum oma! "


" baiklah biar oma ambilkan " kemudian widya pun mengambil air putih lalu meminumkan nya kepada kyara.


shofia pun kembali ke kamar perawatan kyara tak berselang lama seorang pekerja rumah sakit datang membawa kan sarapan pagi untuk kyara. shofia pun dengan laten menyuapi nya setelah habis kyara pun meminum obatnya.


" mami kapan aku boleh pulang? aku bosan disini " rengek kyara


" nanti sayang kalo kamu sudah sembuh kamu baru boleh pulang sabar ya sayang! " ucap shofia sambil mengelus tangan kyara


" selamat pagi..! " sapa dokter lisa yang baru saja masuk di ruangan kyara dan langsung melangkah ke ranjang dimana saat ini kyara terbaring


" pagi dokter! " sapa balik tante widya sedang Rey hanya sedikit menundukkan kepalanya


" kyara gimana kabarnya apa ada yang kamu keluhkan sayang ? " tanya dokter lisa sambil memeriksa tubuh lisa dengan stetoskop nya


" nggak dok, cuman aku pingin pulang! " ucap kyara


" Oke kamu akan pulang asal kamu mau makan dan minum obat nya teratur dan banyak istirahat ? "


" iya dok aku mau! " jawab kyara semangat


" gimana dok kondisi putri saya " tanya Rey mendekat


" dari catatan medisnya nona kyara mengalami kemajuan yang cukup baik panasnya juga sudah turun, kalau nona kyara makannya bagus dan kondisinya semakin baik mungkin besok atau lusa kyara bisa pulang "terang dokter shofia. .


" ya nyonya itu sudah kewajiban kami. kalau begitu saya permisi tuan Rey..! nyonya widya ..! masih ada beberapa pasien yang harus saya kunjungi" ucap dokter lisa lalu pamit undur diri dan shofia pun mengantar sampai di luar pintu


diluar ruangan dokter shofia berbincang sebentar dengan dokter lisa tentang perkembangan kyara, kemudian dokter lisa pun segera pergi setelah selesai berbincang dengan shofia


sedang di dalam ruangan Rey baru saja mendapat telpon dari aldo mengatakan ada sedikit masalah di kantor dan Rey pun pamit sebentar untuk pergi ke kantor


" shof kamu sarapan dulu ini sudah hampir jam 9 " ucap widya


" ya tante..!tante duluan aja kasian kyara nggak ada yang jagain "


" ya udah biar nanti tante belikan kamu sarapan ya? "


" iya tan Terima kasih " kata shofia sambil memeriksa kantong infus kyara


" tok tok " assalamu'alaikum " terdengar suara bi jum di balik pintu


" waalaikum salam..! jum kamu? sama siapa kemari? " tanya widya


" sama si udin nya..! ini bibi bawakan makanan" ucap bi jum


" wah kebetulan sekali kita belum sarapan ayo nak shofia kita sarapan dulu " ajak tante widya


" ya tan " lalu shofia pun ikut bergabung sarapan bersama tante widya sedang bi jum duduk di samping kyara sambil memijat pelan kaki anak dari majikannya hingga akhirnya kyara pun tertidur dan bi jum pun pamit kembali ke mension.

__ADS_1


 \=\=\=\=\=\=


tiga hari sudah kyara di rawat dan dengan telaten shofia merawat kyara seperti anaknya sendiri. tante widya malam ini tidak ikut menemani kyara karena kondisinya yang sedikit ngendrop, Rey memintanya untuk istirahat di rumah.


kini di ruangan itu hanya ada Rey dan shofia sedang kyara baru saja tertidur setelah minum obat dan dibacakan cerita pengantar tidur oleh shofia


Rey duduk di sofa sambil memeriksa pekerjaan kantornya jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. sesekali Rey melirik shofia yang juga sedang membuka laptopnya untuk membuat laporan ke kampusnya.


shofia sedikit menguap saat Rey menatap nya dan tanpa sengaja shofia pun menatap Rey dan dengan cepat dia memalingkan wajahnya


" kamu mau kopi? " tanya Rey


" boleh pak? "


" gimana klo kita ngopi sebentar dikantin "


" tapi pak kyara siapa yang jagain? "


" nanti saya minta perawat untuk menjaganya, ayo..! " ucap Rey. lalu shofia pun mengekor dibelakang nya tepat ketika membuka pintu vania baru saja hendak masuk ke dalam


" malam Pak Rey! " sapa vania


" malam " jawab Rey datar lalu shofia pun mendekat


" eh van kebetulan loe kemari gua minta tolong buat jagain kyara "


" trus loe mau kemana? " tanya vania


" gue ada perlu sebentar " ucap shofia sambil melirik ke arah Rey. vania ikut melihat ke arah Rey kemudian balik lagi memandang shofia sambil tersenyum penuh arti


" Oke siap tuan putri hamba akan menjaga putri anda dengan sangat baik! " ucap vania sambil menundukkan sedikit kepalanya


" apaan sih loe nggak lucu! " ucap shofia lalu melangkah hendak beranjak pergi tapi vania lebih dulu menahannya


" loe harus cerita ke gua abis ini! " bisik vania


" nggak ada yang perlu di ceritakan! " balas shofia sambil berjalan cepat menyusul Rey yang sudah berada di ujung karidor rumah sakit.


Rey memesan dua gelas kopi lalu memberikannya satu untuk shofia


" minumlah " ucap Rey


" Terima kasih! " jawab shofia lalu menyesap sedikit kopi di tangannya dengan sedikit canggung


" ehem.. apa kamu sibuk ? " tanya Rey


" ah tidak pak saya hanya membuat laporan harian saja agar tidak menumpuk " jawab shofia


" oh. .. ! oh ya saya mau ngomong sesuatu sama kamu tapi tidak di sini" ucap Rey sambil melihat orang sekitar yang memperhatikan nya apa lagi banyak diantara mereka yang mengenalinya .


" baik pak kita di taman rumah sakit saja " ajak shofia lalu dia pun bangkit dari duduknya dan melangkah menuju taman rumah sakit.


"*******""

__ADS_1


Hay hay para readers ku pasti lagi nungguin ya maaf maaf jika kalian harus menunggu. makasih ya sudah setia menunggu cerita aku dan aku juga mohon dukungan kalian like dan komentarnya


happy reading 😘😘😘


__ADS_2