MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 112


__ADS_3

tiga puluh menit kemudian savira kembali dengan menenteng kresek kecil


" nih tes pack pesenan loe "


" makasih ya vir " sambil menerima tas kresek dari savira


" tapi sebaiknya loe coba besok saat bangun tidur karena urin di pagi hari hasilnya akan lebih akurat "


" iya loe benar klo begitu gue simpen dulu, tapi kenapa loe beli banyak banget" sambil membuka dan memperhatikan isi di dalamnya


" iya gue sengaja beli beberapa macam dari merek Yang berbeda supaya hasilnya lebih akurat "


" ya udah klo begitu ayo kita kembali ke ruang Jaga " ajak savira dan mereka pun melangkah menuju ruangan dimana mereka di tugaskan.


sore itu shofia kembali ke mension di jemput Mang udin tadi Rey sempat menelpon klo dia tidak bisa me jemput karena Ada meeting dengan klien dan juga banyak berkas Yang segera harus dia periksa dan tanda tangani.


dan dia juga mengatakan akan pulang agak larut karena harus lembur akibat satu minggu meninggalkan pekerjaannya.


Rey tiba di rumah saat tengah malam ia langsung masuk ke kamarnya tapi sebelum itu terlebih dulu dia masuk ke Kamar putrinya di pandanginya sejenak wajah malaikat kecil nya kemudian mengecup keningnya.


" selamat malam sayang " ucapnya dan kemudian melangkah menuju kamarnya.


Rey membuka pintu kamarnya dengan pelan takut istrinya terbangun dan matanya langsung menangkap sosok sang istri sedang tertidur lelap di atas ranjang. kemudian dengan cepat ia masuk ke Kamar Mandi untuk membersihkan diri.


selesai Mandi Rey langsung memakai piyama tidurnya.kemudian ikut naik ke atas ranjang tidur disamping shofia. sambil memeluk tubuh sang istri.


shofia mengerjapkan matanya merasakan sebuah lengan kekar sedang memeluknya.


" mas kamu baru pulang? jam berapa ini" ucap shofia berusaha bangun dari tidur nya namun dicegah Rey


" sudah Kamu tidur lagi ini masih malam" ucap Rey sambil memeluk tubuh istrinya dan shofia pun kembali memejamkan matanya.


pagi itu ntah karena lelah atau merasa nyaman tidur di pelukan sang suami hingga tak Mendengar azan subuh. alhasil mereka bangun kesiangan Rey Yang sudah selesai membersihkan tubuhnya kemudian segera membangunkan shofia.


shofia segera bangun dan bergegas masuk ke Kamar Mandi kemudian melaksanakan sholat subuh. selesai sholat shofia segera kembali ke Kamar Mandi sambil membawa tes pack Yang kemarin di belikan olah savira.


setelah beberapa menit shofia mencelupkan stick tes pack ke dalam wadah berisi air seninya dan beberapa detik kemudian tampak dua garis merah Terpampang jelas, masih belum yakin shofia kembali mencoba dengan tes pack Yang lain dan hasilnya sama.


senyum mengembang dari sudut bibirnya.


" terima kasih ya Allah Akhirnya engkau mempercayakan kepadaku malaikat kecil ini berada di dalam rahimku " ucapnya pelan. kemudian ia teringat akan suaminya dan shofia pun membuka pintu Kamar Mandi dan tampak Rey sudah rapi dengan stelan jasnya


" sayang kamu sudah mau berangkat sepagi ini? " Tanya shofia


" ya sayang aku mendadak Ada meeting dengan klien jam 7 ini, jadi aku mungkin sekalian sarapan di sana "


" kenapa pagi sekali? "


" iya katanya jam 9 nanti dia sudah harus kembali ke Singapore " ucap Rey sambil merapikan kancing jasnya


" tapi mas ada yang ingin aku sampaikan " ucap shofia ragu


" nanti saja ya sayang mas keburu nih takut telat kan nggak enak klo klien kita harus menunggu " shofia tampak sedikit kecewa dan Rey menyadari hal itu lalu Rey melangkah mendekati sang istri


" oke Ada apa hem kamu mau ngomong apa " ucap Rey pelan sambil mengusap kepala sang istri bukannya bicara tapi shofia malah berkaca kaca sambil menggelengkan kepala nya


" kamu pergi saja nanti kalau kamu nggak sibuk akan aku sampaikan "


" oke klo gitu nanti pas makan siang kita makan siang bareng ya trus nanti biar Mang udin Yang Antar kamu dan kyara ke sekolah " ucap Rey kemudian ia mencium pucuk kepala shofia lalu bergegas keluar dari kamar dengan terburu buru sedang di bawah tampak Aldo sudah menunggu di ruang tamu.


" ayo al kita berangkat! " ajak Rey dan sang asisten pun menganggukkan kepala nya lalu berjalan mengekor dari belakang sedang shofia hanya mengiringi sampai di di depan pintu.


selesai sarapan shofia segera berangkat ke rumah sakit dan terlebih dulu mengantar shofia ke sekolah nya.


" shofia tunggu..! " teriak vania ketika ia turun dari mobil


" hey van "


" gimana hasilnya apa benar positif? " Tanya vania


" ya van alhamdulillah positif "


" trus gimana tanggapan laki loe..! " shofia hanya menggelengkan kepala nya


" maksudnye loe dia nggak mau loe Hamil? "

__ADS_1


"cckk " bukan tapi dia belum tau "


" kok bisa apa loe belum ngasi tau? "


" iya tadi gue mau ngasi tau tapi kayaknya tadi dia keburu buru jadi nanti aja gue kasi tau "


" ya udah klo gitu gimana klo kita periksa aja sekalian ke dokter obgyn "


" nggak usah nanti aja gue pingin periksa ama mas Rey aja lagian aku juga baru telat satu minggu " ucap shofia


" terserah loe aja ayo masuk! " ajak vania dan mereka berdua masuk ke dalam rumah sakit.


siang itu di perusahaan tampak Rey masih sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk di atas meja kerja nya


" tuan ini berkas MOU dengan perusahaan Singapore dan mereka meminta untuk segera di kirimkan hari ini " ucap Cindi


" oke kamu letakkan saja habis ini saya pelajari dan tanda tangani" ucap Rey dan Cindi pun keluar dari ruangan atasannya.


" maaf permisi tuan " sapa Aldo dari balik pintu


" Ada apa Al? "


" tuan saya hanya mengingatkan klo siang ini tuan janji makan siang dengan nona shofia apa perlu saya booking tempat Sekarang ?"


" ya ampun gua lupa lagi, tapi ini harus ini harus aku pelajari dan tanda tangani sekarang " Rey menarik nafas panjang


" Al nanti malam tolong kamu reservasi restoran aku Mau kamu menyiapkan makan malam romantis untuk aku dan shofia "


" baik tuan "


" dan tolong kamu kosongkan jadwalku nanti malam " ucap nya lagi. kemudian meraih ponselnya berusaha menghubungi istrinya.


" ya mas aku sudah siap siap kok " jawab shofia


" sayang aku minta maaf kayaknya kita nggak bisa makan siang bersama soalnya aku Ada pekerjaan yang mendesak sorry ya! "


Shofia diam sejenak manarik nafas dalam dalam " iya udah nggak papa klo nggak bisa " jawab shofia pelan


" kamu nggak papa kan? "


" iya kamu kerja aja nggak usah peduliin aku dan anak kamu aku nggak papa kok" ucap shofia kini matanya sudah mulai berembun


" nggak usah lagian satu jam lagi waktu istirahat aku sudah berakhir " ucap shofia lalu mematikan ponselnya


" hallo..! hallo sayang..! "namun panggilannya sudah terputus. Rey mengusap wajahnya dengan kasar


" Al pastikan nanti malam harus benar benar sempurna dan tolong kamu jemput shofia jam 7 malam nanti "


" baik tuan "


" ya udah kamu keluar sekarang "


" apa tuan mau saya pesankan makan siang "


" terserah kamu saja " jawab Rey malas kemudian kembali meneruskan pekerjaannya


sementara shofia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya air matanya sudah mulai membasahi pipinya.


" lho shofia kok masih di sini Katanya mau makan malam sama laki loe " tegur vania yang kebetulan lewat dan berdiri di depan pintu


" shofia menggelengkan kepalanya " vania mendekat


" Ada apa hemm? "“ sambil membelai rambut sahabatnya


" dia nggak bisa Katanya sibuk" ucap shofia sambil memeluk sang sahabat.


" udah loe harus memahami itu apalagi laki loe kan pemilik beberapa perusahaan jadi wajarlah klo dia sibuk, udah mending kita makan ke kantin aja gimana? "


" nggak gua nggak lapar lebih baik loe makan Sana "


" ya udah nanti gua beliin loe makan siang, gua ke kantin dulu ya " shofia menganggukkan kepalanya dan vania pun keluar menuju kantin.


jam 4 sore shofia keluar dari rumah sakit tampak mobil jemputannya sudah menunggu di depan gerbang rumah sakit. sesampai di rumah langsung di sambut oleh sang putri


" sayang mami ganti baju dulu ya takut banyak virus di pakaian mami"

__ADS_1


" iya mami " dan shofia segera naik ke lantai atas untuk membersihkan tubuh nya lalu menggunakan dres rumahan kemudian kembali ke bawah menemani Kyara


saat sedang asik menemani kyara bermain tiba tiba bel pintu berbunyi karena tidak ada nany di situ terpaksa shofia yang membukakan pintu


" ceklek " tampak seorang wanita cantik berpostur tinggi dengan pakaian seksinya


" maaf anda siapa dan cari siapa? " tanya shofia sopan


" siapa mami? " tanya kyara yang sudah berdiri di samping sang mami.


" hay kamu pasti kyara kan ya ampun kamu cantik sekali sayang mama kangen " ucap wanita tersebut langsung memeluk kyara dan sontak kyara merasa nggak nyaman dan berusaha melepaskan pelukan wanita tersebut


" maaf Anda siapa kenapa peluk peluk putri saya? " ucap shofia sambil berusaha menarik putri nya dan menyembunyikannya di balik punggungnya.


kemudian wanita tersebut berdiri dari jongkok nya


" oh ya kenalkan saya Eliza mamanya kyara dan mantan istrinya Rayyan " ucapnya sambil mengulurkan tangannya


" deg.. " Eliza mau apa dia datang ke mari bukannya dia tidak peduli dengan kyara " batin shofia


" ehem apa saya tidak di persilahkan masuk? " sindir Eliza


" oh ya silahkan..! silahkan masuk " ucap shofia sedang kyara terus menempel pada sang mami


kini mereka duduk di ruang tamu dan tamu


" siapa shof? " tanya mama widya yang kebetulan lewat


" Eliza..!" ucap mama widya tidak kalah kagetnya


" hay ma gimana kabar mama " ucapnya sambil berdiri hendak memeluk sang mama namun dengan cepat mama widya mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" baik kabar saya baik, shofia ajak kyara masuk ke kamar nya " ucap mama widya


" baik ma " jawab shofia tanpa membantah lalu melangkah menuju tangga naik ke lantai atas


" ada perlu apa kamu ke sini " tanya mama widya


" ayolah ma apa seperti ini mama menyapa ku kita kan baru ketemu apa mama nggak kangen sama aku " ucap Eliza


" cckkk " langsung saja apa tujuan kamu datang ke rumah ini " tanya mama widya lagi


Eliza menarik nafasnya dalam dalam " aku mau ketemu Rey dan putri aku " jawabnya


" buat apa bukannya kamu dulu tidak menginginkannya jadi sekarang lebih baik kamu segera pergi dari rumah ini dan ingat kamu sudah tidak ada urusan lagi dengan keluarga ini" ucap mama widya


" tapi ma aku ini ibu nya kyara aku yang sudah mengandung dan melahirkan nya "


" cih..! ibu ibu macam apa bukan nya kamu sudah di bayar oleh Rey karena sudah mengandung anaknya apa satu mobil mewah itu masih kurang klo kurang kamu katakan berapa lagi yang kamu inginkan " ucap mama widya dengan ketus


" ma please aku ingin ketemu Rey beri aku kesempatan aku ingin memperbaiki hubungan aku sama dia ma"


" cukup Eliza dulu saya diam atas sikap kamu dulu saya diam saat rey memilih mu untuk jadi istrinya tapi sekarang saya tidak akan tinggal diam jadi saya minta kamu jangan pernah ganggu anak saya lagi karena saat ini dia sudah menikah dan dia sudah bahagia "


" ya aku tau dia sudah menikah tapi aku nggak tau apa Rey benar benar mencintainya atau tidak atua mungkin dia menikahi wanita itu hanya sekedar mencari pengasuh untuk kyara "


" tutup mulut kamu asal kamu tau Rey sangat mencintai istrinya " jawab mama widya


sementara di balik ruangan tersebut tampak bi jum sedang menghubungi seseorang


" ya bi jum ada apa? "


" maaf tuan saya minta tuan segera pulang sekarang"


" ada bi apa ada sesuatu dengan kyara atau shofia atau mama? "


" nggak tuan tapi di sini ada nona Eliza "


" apa..? "


" iya tuan dan sekarang sedang berbicara dengan nyonya besar "


" baik bi saya pulang sekarang dan ingat jangan biarkan kyara menemui Eliza, apa shofia tau? "


" iya tuan tadi malah nona yang membukakan pintu " terang bu Jum

__ADS_1


" ya Allah ya udah saya pulang sekarang "


kemudian Rey segera mengajak Aldo untuk segera kembali ke mension.


__ADS_2