
shofia rampak sangat anggun dan cantik. dengan gaun berwarna baby grey dan tak ketinggalan dengan kyara yang juga menggunakan gaun pesta dengan warna senada dengan sang mami. kedua mempelai terus mengeluarkan senyum bahagianya. menyambut para tamu yang naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat setelah itu ada beberapa undangan yang juga ikut berfoto.
vania juga tak kalah bahagianya melihat sang sahabat bersanding dengan pria yang kini menjadi suaminya yang sangat mencintainya
" mereka sangat serasi ya? " ucap vania yang berdiri di samping aldo dengan tersenyum bahagia sambil bergelayut pada lengan aldo
" kamu liat yang satu cantik dan satunya tampan ah mereka benar benar pasangan serasi aku jadi iri melihat mereka" ujar vania lagi sedang Aldo hanya diam mematung melihat tingkah vania yang menggelayut manja di tangannya.
" nona bisakah anda melepaskan tangan anda!" terdengar suara datar Aldo membuyarkan lamunannya
vania yang tak sadar sedang bergelayut di lengan Aldo langsung melepaskan tangannya
" maaf maaf Pak Aldo saya nggak sengaja karena terbawa suasana he he " ucap vania dengan wajah malunya
" dasar aneh! " ucap Aldo berlalu meninggalkan vania
" hey anda bilang apa barusan? "
" aneh! "
" dasar manusia dingin aku sumpahin loe jomblo seumur hidup! " teriak vania yang yang tidak Terima atas ucapan Aldo padanya sontak dilihat orang orang di sekelilingnya dan dengan cepat Aldo menutup mulut vania
" diam jangan bikin keributan di sini! " ucap Aldo dengan berpura pura merangkul tubuh vania dengan tangan satunya membekap mulut vania dan membawanya sedikit menjauh dari tamu undangan
" mmmp lepppasiin! " ucap vania yang berhasil melepaskan diri nya dari Aldo lalu menatap tajam ke arah Aldo
" apa maksud kamu menyumpahin saja seperti tadi " ucap Aldo dengan tatapan tajam
" abis loe bilang gue cewek aneh " jawab vania ketus lalu berlalu meninggalkan Aldo begitu saja berkumpul bersama beberapa teman kuliahnya yang juga diundang oleh shofia. sedang Aldo hanya menggeleng kan kepalanya.
" mas aku capek banget berdiri terus" ucap shofia yang mulai merasa pegal karena berdiri dari tadi
" ya udah kita duduk sebentar kayaknya tamu sekarang nggak begitu banyak " ucap Rey kemudian duduk sebentar menemani sang istri sambil menyodorkan air mineral ke istrinya.
" mami aku ngantuk " rengek kyara
" owh anak mami ngantuk? ya udah kamu bobok sama mbak mba dulu ya? " dan kyara pun menurut. lalu shofia pun melambaikan tangan ke pada salah satu nany untuk membawa kyara ke dalam kamar hotel.
sementara itu dari jauh tampak stela sangat kesal
" Rey kamu tega ya aku yang selama ini setia mendampingi kamu selalu ada di saat saat kamu sulit tapi kenapa perempuan itu yang duduk di sana " ucap stela sambil menghentakkan kakinya ke lantai
" pokonya aku kesel banget sama kamu shofia dan pasti gara gara kamu aku harus pindah ke jepang " geramnya lagi
memang kemaren Rey mengadakan rapat terbatas dengan beberapa petinggi perusahaan mengenai rencana mereka yang akan membuat anak perusahaan di Jepang dan dari hasil rapat tersebut di tetapkan stela yang akan memimpin perusahaan di sana.dan tentu ini membuat stela geram karena dia akan berjauhan dengan Rey.
kemudian stela mengambil ponselnya mengambil beberapa foto pengantin dan dengan senyum licik nya dia mengirim beberapa foto tersebut ke pada seseorang.
sementara itu di benoa yang berbeda tampak seorang model cantik sedang mengambil beberapa gambar dengan arahan sang fotografer.
" oke pemotretan kita hari ini saya rasa cukup " ucap sang manager.
" liza ini kontrak kerja kamu yang baru jadi ada produser yang menawarkan kamu untuk bermain fiim " ucap sang manager sesaat setelah ia duduk di salah satu meja.
" aku tak tertarik untuk bermain film" jawabnya sambil meneguk air mineral dari dalam gelas.
" tapi aku yakin kamu akan tertarik karena syuting film ini akan di lakukan di thailand dan juga Indonesia " terang sang manager
eliza yang sedang meneguk minumannya menghentikan kegiatannya sambil menatap sang manager
__ADS_1
" benarkah? "
" apa aku seperti sedang berbohong bukankah kau ingin pulang ke tanah air mu dari dulu?"
" yah kau benar " ucap nya sambil memiringkan senyumnya membayangkan ia akan bertemu dengan mantan suaminya dan juga putrinya
" ah seperti apa mereka sekarang? aku sangat merindukan mereka, aku yakin kamu pasti bangga Rey melihat kesuksesan ku saat ini " gumamnya dalam hati.
" oke aku akan menandatangani kontraknya"
" bagus ini adalah kesempatan kamu untuk merambah ke dunia perfilman "
" kau tau kan aku kurang tertarik dengan dunia perfilman" mendengar ucapan eliza sang manager hanya menarik nafas panjang
" liza ponselmu dari tadi berbunyi terus " tegur sang asisten
" tolong ponselku " dan sang asisten pun menyerah kan ponselnya kepada sang artis.
eliza meraih ponsel nya mengusap nya dan seketika dia membelalakkan matanya melihat tampilan pada layar ponselnya.
" apa ini? " gumamnya sambil menatap beberapa foto pernikahan Rey mantan suaminya kemudian dia beralih pada sosok anak kecil yang duduk di tengah tengah mereka dengan tersenyum ceria.
Eliza merasa ada sesuatu yang menusuk di dalam hati nya " kenapa rasanya sakit ya? lalu anak kecil ini apa dia kyara? " batinnya dan tanpa di minta air matanya keluar dari sudut matanya dan dengan cepat dia menghapus air matanya
" kamu sudah besar nak mama akan pulang kita akan berkumpul kembali sayang " batinnya .
kemudian eliza menelpon nomor orang yang sudah mengirimkan foto padanya
" kapan mereka menikah? " tanya eliza langsung
" ha ha sekarang posisimu sudah diambil oleh wanita itu tidak kah kamu merasa kalah? " pancing stela dengan senyum devil
" cih.. sombong sekali kamu! padahal yang saat ini benar benar kalah itu adalah dirimu yang tak pernah mampu menaklukan hati suamiku " ejek eliza lagi
" he ingat dia hanya mantan dan saat ini posisimu sebagai istri dan juga mama buat anak mu sudah digantikan oleh perempuan itu" kini stela balik mengejek
" kamu liat saja aku akan kembali mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku dan aku pastikan itu "
" oke lakukan saja aku akan menunggu saat itu" seringai stela dengan licik lalu mematikan ponselnya. kemudian kembali bergabung bersama rekan rekannya menyaksikan pesta resepsi sang CEO.
sementara eliza dengan geramnya melempar ponselnya ke sembarang tempat
" kapan jadwalku ke Indonesia? " tanyanya pada sang manager
" bulan depan karena kau masih ada beberapa jadwal pemotretan untuk beberapa produk iklan dan juga beberapa show di beberapa kota " terang sang manager
" cckkk " tidakkah bisa di majukan jadwalnya? "
" kau ini selalu tidak sabaran kita ini bekerja sama dengan beberapa pH jadi nggak mungkin kita dengan mudah mengubah jadwal yang sudah mereka berikan" jawab sang manager
" ya sudah aku mau istirahat dulu " kemudian eliza beranjak masuk ke dalam kamar hotelnya.
kita kembali ke tempat di mana acara resepsi pernikahan Rayyan dan shofia sedang digelar.
shofia masih menampilkan senyum bahagianya walau sedikit lelah karena berdiri menyambut tamu yang ingin memberikan ucapan selamat. karena memang banyak sekali tamu yang datang dari kalangan pejabat rekan bisnis dan juga teman serta keluarga besar mereka hingga jam sembilan malam tampak tamu sudah mulai meninggalkan tempat acara resepsi tersebut.
mama widya dan dan mama Rika juga ikut duduk di atas pelaminan ikut menyalami para tamu undangan.
" sayang aku lapar " bisik shofia ke telinga Rey "
__ADS_1
dan saat ini kyara yang sudah mengantuk kembali ke kamar hotel bersama salah satu nany yang menemaninya
" kau lapar? " shofia mengangguk Rey memanggil salah satu pelayan
" oke sebentar kamu mau makan apa ? "
" boleh nggak aku ke bawah makan di sana? " ucap shofia karena jujur ia tidak betah lama lama berada di atas pelaminan
" oke! " kemudian Rey membimbing shofia turun dari pelaminan karena memang para tamu sebagian besar sudah meninggalkan tempat acara tinggal keluarga dan teman dekat Rey saja yang masih berada di sana.
shofia mengambil beberapa menu sedang Rey ikut mendampingi sambil memegang piring berisi makanan
" sayang ambilnya agak banyak biar kita makan berdua " shofia hanya memutar matanya namun mengikuti keinginan suaminya.
setelah di rasa cukup mereka berdua duduk di salah satu meja
" wah gue kira pengantin nggak bakal lapar " celetuk vania dan ikut duduk satu meja dengan mereka namun kedua mempelai tidak menghiraukan
" kamu sudah makan van? " tanya shofia
" udah gua udah kenyang banget tadi semua makanan udah gue coba"
" oh"
" tante mana? " tanya shofia sambil menyendok makanan ke mulut nya
" tau gua kok nggak liat ya? aduh jangan jangan gue ditinggal lagi sama mama " ucap vania panik
" udah nggak usah bingung biar nanti Aldo yang antar kamu pulang " jawab Rey dengan suara datarnya
" apa??? nggak nggak..! mending gua naik taksi aja " tolak vania
" Aldo yang kebetulan lewat dan mendengar perbincangan mereka ikut menimpali
" saya juga nggak mau mengantar gadis bar bar kayak anda "
" apa loe bilang loe belum pernah ya kenak jurus kepiting maut gua " jawab vania sambil melotot kan matanya
" udah kalian jangan bertengkar " ucap shofia berusaha melerai
" ini sudah malam nggak baik seorang wanita naik taksi sendirian " ucap Rey
"iya van kata mas Rey benar nanti klo ada apa apa di jalan bagaimana? " ucap vania
" al kamu antar vania pulang " perintah Rey pada asistennya
" baik tuan " jawab Aldo dengan nada pasrah
" ya udah gua pulang dulu ya! pak Rey saya pamit"
" hemm" jawab Rey
" hati hati ya, pak Aldo tolong antar dia dan pastikan dia selamat sampai rumah " ucap shofia sambil memeluk sahabatnya.
sepulang vania seluruh keluarga pun pergi meninggalkan tempat acara ada yang memilih langsung kembali ke rumah mereka masing masing dan ada yang memilih bermalam di hotel tersebut.sedangkan Rey dan shofia tetap bermalam di hotel tersebut Rey sengaja memilih bermalam beberapa hari di sini untuk menghabiskan waktu berdua dengan sang istri.
*******
tetep dukung aku para readers ku like komen favorit dan vote kalian aku tunggu selalu 😘😘😘
__ADS_1