
Pagi ini semua orang tampak sibuk menyiapkan persiapan acara tujuh bulanan dan juga tasyakuran atas kepulangan dan kesembuhan Rey. semua nany dan juga pelayan laki laki terlihat sangat sibuk mereka hilir mudik sibuk dengan tugas dan kerjaan mereka masing masing tidak ketinggalan mama Rika dan mama Widya.
mama Widya sibuk mengontrol pekerja yang mendekor ruangan acara sedang mama Rika sibuk di dapur memantau para koki yang sedang menyiapkan jamuan nanti sore. dan pemandangan ini berbanding kebalik dengan pemandangan di kamar utama di mana sang suami masih setia memeluk sang istri. Shofia sama sekali tidak di perbolehkan untuk keluar dari kamar bahkan sarapan pun di antar ke kamarnya
" mas... aku pingin ke bawah melihat persiapan acara nanti " rengek Shofia
" nggak usah sudah ada banyak pekerja di bawah lagian sudah ada mama mama kita yang mengontrol nya " ucap Rey masih Memejamkan matanya karena tadi malam ia bekerja hingga larut malam karena banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesai kan, jadinya habis subuh dia minta jatahnya yang tadi malam
" tapi mas.. "
" udah kamu temani mas di sini aja " katanya lagi tentu saja tangan suaminya yang sudah tidak terkondisikan lagi
" tapi mas kan aku nggak enak sama mama " kata Shofia lagi sambil menahan desahannya
" mama ngerti kok " kata Rey lagi sambil melintir tonjolan kecil milik istrinya
" maas.. tanganmu aku geli " berusaha menurunkan tangan suaminya Rey hanya berhenti sejenak namun beberapa detik kemudian dia kembali lagi memainkannya
" trus sampe kapan kita di sini terus.. " kata Shofia sedikit kesal
" sampai kita ngulang yang tadi" ucap Rey di telinga Shofia dengan nada seksi lalu membalikkan tubuh istrinya menahan kepala sang istri dan meraup bibir manis yang menjadi candu baginya.Rey baru melepaskan pagutannya setelah mereka sama sama kehabisan nafas.
kini Rey merosot sedikit ke bawah lalu menangkup dua bukit kembar istrinya menyesapnya bergantian seperti bayi kehausan. Shofia menggelinjang menikmati sensasi yang luar biasa
" ssstt emhh mas sudah... " ucap shofia berusaha menolak namun bahasa tubuhnya berkata lain
" sayang kita ulang yang tadi ya? " tanya Rey menatap mata indah istrinya yang mulai berkabut nikmat. dan dengan reflek shofia menganggukkan kepalanya.
Rey kembali menyesap bukit kembar istrinya kini yang sebelah satunya.
" sayang setelah anak kita lahir aku mungkin tidak akan kebagian lagi yang ini besok mereka pasti akan mensabotasenya " ucap Rey disela sela i**panya.
" kamu ini ada ada saja mas " sambil menepuk punggung suaminya. Rey terus saja melakukan permaiananya dan setelah dirasa puas melakukan pemanasan barulah Rey mengeluarkan senjata pamungkasnya
" aaahhh " ******* itu kompak keluar dari bibir mereka tatkala benda pusaka milik Rey berhasil masuk ke pusat inti milik Shofia
" sayaang kenapa semakin ke sini rasanya semakin sempit ya.. " racau Rey di sela gerakan maju mundurnya namun Shofia tak menjawab, ia terlalu terlena dengan sensasi nikmat yang di berikan suaminya ntah sudah berapa kali Shofia merasakan ******* sungguh Rey sangat pintar membuat istrinya menjerit nikmat.
" kenapa sayang sakit? " tanya Rey menghentikan sejenak gerakannta namun Shofia hanya menggeleng sambil tersenyum malu, Rey pun ikut tersenyum kemudian kemudian melanjutkan aksinya.
" sayang aku capek kakiku pegal.. " rengek Shofia setalah hampir satu jam mereka bercinta
" sedikit lagi sayang.. " lalu Rey mempercepat tempo gerakan nya dan lima menit kemudian Rey mengeluarkan larva hangat dan masuk ke dalam gua sempit istrinya dan mereka berdua pun terkulai lemas di atas ranjang mereka.
" makasih sayang.. "cup" Rey menciumi punggung kepala kening dan bibir Shofia secara bergantian sedangkan Shofia tanpa reaksi sedikitpun berusaha melemaskan tubuhnya yang terasa remuk semua sambil memejamkan matanya.
setelah merasa baikan Shofia membuka matanya di tatapnya wajah tampan sauminya yang sepertianya tertidur pulas yang terdengar dari dengkuran halusnya. Shofia kemudian tersenyum Shofia hendak menyentuh rahang yang sedikit di tumbuhi bulu halus namun ia urungkan niatnya takut membangunkan macan tidur ' batinnya.
__ADS_1
kemudian dengan perlahan ia pindahkan tangan kekar suaminya yang memeluk tubuhnya agar si empunya tidak terbangun lalu dengan perlahan ia turun dari ranjang yang berukuran king size berjalan dengan pelan menuju kamar mandi dengan menahan perih di bagian intimnya " ah ntahlah mengapa suaminya begitu perkasanya di ranjang " batinnya sambil mengisi bath tub dengan air hangat untuk merendam tubuh ia perlu meregangkan otot ototnya yang terasa sakit sekujur tubuh.
hampir setengah jam Shofia berendam merilekskan tubuhnya yang terasa lelah. sementara Rey terjaga karena tidak mendapatkan sang istri di pelukannya
" sayang kamu di mana? " ucapnya lalu menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya ia turun dari ranjang memasang celana boxernya masuk ke ruang ganti namun tak menemukan sang istri
" kemana dia.. apa di kamar mandi? " tanyanya pada diri sendir lalu melangkah menuju kamar mandi
" ceklek .. ceklek " ah terkunci sial.. " batin Rey. Shofia sebelum berendam ia sudah lebih dulu mengantisipasi dia terlebih dulu menginci pintu kamar mandi ia tidak ingin suaminya menerkamnya kembali, apa jadinya jika suaminya mengulang percintaan mereka bisa dipastikan ia tidak akan bisa berjalan dengan benar untuk menyambut tamu nantinya
" tok..tok..sayang kamu di dalam? " panggil Rey dari balik pintu. Shofia mendengar suara suaminya dengan segera keluar dari batu tub lalu membilas tubuhnya
" iya sayang sebentar aku sedikit lagi selesai " jawab Shofia di bawah guyuran shower.
" buka pintunya sayang kenapa di kunci sih.. aku khawatir kamu di dalam sendirian "
" ya.. ya sebentar " jawab Shofia yang sudah selesai membersihkan tubuhnya namun sialnya karena terburu buru ia menjatuhkan handuknya yang hendak ia pakai
" ya ampun kenapa harus jatuh sih.." kesal Shofia. maka mau nggak mau Shofia p
un membuka pintu kamar mandi mengeluarkan sedikit kepalanya
" sayang.. bisa minta tolong nggak.. ambilin aku handuk dong sayang.. handuk aku jatoh " Rey mengerutkan alisnya lalu tersebut nakal
" ya buka dulu pintu nya sayang "
" ini buka pintunya..! "
" mana ..makasih sayangku " ceklek kembali menutup pintu kamar mandi
" tok.. tok.. sayang buka dong kok di kunci.. "
" ya sayang sebentar " lalu Shofia dengan cepat melilitkan handuk ke tubuhnya kemudian melangkah keluar dari kamar mandi
begitu keluar Rey langsung memeluk tubuh istrinya lalu menyudutkan nya ke tembok
" sayang ka.-kamu mau apa ? " tanya Shofia sedikit panik
"kenapa pintunya di kunci " bukannya menjawab Rey malah balik bertanya
" ya.. ya karena aku mau mandi sayang takut ada orang lain masuk " jawab Shofia
" orang lain siapa? maksud kamu aku? "
" ya. ya nggak gtu "
" trus.. kenapa di kunci.? sayang besok besok jangan di kunci ingat kamu lagi hamil aku takut kamu kenapa kenapa di dalam, kalo kamu terpeleset gimana? "
__ADS_1
" iya maaf tadi aku cuman takut nanti kamu masuk dan... "
" dan apa? ngulang yang tadi..? emang kamu berharap gitu? " goda Rey
" eh.. mana ada nggak ini aja punya ku terasa perih kayaknya bengkak deh mas " jawabnya sambil memanyunkan bibirnya
" cup" ini karena kamu sudah nakal bikin mas kawatir " ucapnya lalu mengusap bibir tipis istrinya
" mana coba mas periksa "
" nggak.. ngak usah "
" sini mas periksa sekalian mas obati takut terjadi apa apa "
" nggak usah mas yang ada kamu bukan mengobati malah bikin dia tambah parah pokoknya aku mau libur tiga hari kita nggak ngelakuin " ucap nya lalu melangkah menuju ruang ganti
" apa mana bisa yang " mengekor dari belakang
" pokoknya nggak ada jatah dua malam "
" mana bisa...mana tahan aku dua hari harus puasa "
" kemaren kamu bisa hampir dua bulan puasa waktu kamu di LA "
" ya itu kan lain masalah nya karena kamu nggak ada "
" ya udah klo gitu kita pisah kamar atau aku minep di rumah mama aja "
" eh mana bisa nggak boleh " potong Rey langsung
" ya udah..klo gitu kita puasa hanya dua malam sayang nanti klo aku lahiran kamu juga bakal puasa juga "
" ya tapi itu kan nanti sayang "
" pokoknya dua hari nggak ada jatah " kata Shofia lagi
" sudah kamu keluar dulu mas aku mau ganti baju"
" nggak.. " kini giliran Rey yang ngambek
" ya udah mau nambah puasanya Oke tiga hari.."
" iya ya aku keluar " ucap Rey lalu keluar dari kamar ganti dan masuk ke kamar mandi sementara Shofia tersenyum geli melihat ekspresi putus asa suaminya.
selesai berpakaian dan memakai bedak dan tak lupa pondation untuk menutupi jejak percintaan yang di tinggalkan suaminya di leher dan tempat tempat yang terlihat, Shofia segera turun ke bawah bergabung dengan yang lainnya
" sayaang kamu kenapa turun udah istirahat sana tadi kata Rey kamu kurang enak badan udah kamu istirahat saja " kata mama Widya Shofia mengartikan alisnya yang pastinya suaminya yang sudah mengarang cerita agar bisa mengurungnya di kamar
__ADS_1
" nggak papa ma aku sudah baikan kok lagian bosan di kamar terus " jawab Shofia lalu ikut menata bunga untuk di letakkan di beberapa tempat.