
" ma Aldo jelaskan apa yang nggak mungkin? " tanya Shofia ikut duduk di sofa dengan wajah penuh curiga
" nggak ada apa apa nak "
" apa ini ada hubungannya dengan mas Rey iya? " Aldo masih belum menjawab
" Al tolong jelaskan jangan diam saja! ada apa dengan mas Rey dia nggak kenapa napa kan? " matanya mulai berkaca. dan tiba tiba ponsel Aldo berdering Aldo segera Mengangkat telponnya dari tuan Mandez dan segera sedikit menjauh
" ya tuan bagaimana apa ada perkembangan baru "
" maaf saya belum bisa menemukannya dan saya juga sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian "
" apa semua CCTV sudah anda cek "
" ya ini anak buah saya sedang mengecek semua CCTV di sekitar bandara dan juga jalanan menuju bandara " terang tuan Mandez
Shofia segera mengambil alih ponsel dari tangan Aldo
" hallo tuan Mandez katakan apa yang terjadi dengan suami saya " ucap Shofia sambil menahan tangisnya
" sory nyonya Rayyan saya harus mengatakannya pada anda, suami anda menghilang ketika perjalanan keluar dari bandara bahkan anak buah saya tertembak "
" apa?? lalu bagaimana keadaan suami saya sekarang? "
" anda tenang nyonya saya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib dan saya juga sudah menyebar seluruh anak buah saya untuk melakukan pencarian. " Shofia tiba tiba merasakan dadanya begitu sesak matanya berkunang kunang kakinya lemas tak mampu menopang tubuh nya dan akhirnya "brugh"
dengan cepat Aldo menangkap tubuh Shofia mama Widya yang melihat dari jauh menjerit
" Shofia .. ! ya ampun nak, Al tolong bawa ke kamar "
" baik nyonya " lalu Aldo mengangkat tubuh Shofia naik ke lantai atas ke kamarnya
Shofia terbaring lemah tak sadarkan diri ada bulir air mata di sudut matanya. mama Widya tak tega melihat menantunya seperti itu ikut meneteskan air mata. sedangkan Aldo kembali mengambil ponselnya dan segera menghubungi dokter untuk segera ke mansion.
setengah jam kemudian dokter kandungan dan juga dokter keluarga tiba di mansion dan langsung diarahkan ke kamar utama. dengan sigap dokter memeriksa kondisi shofia mengecek denyut nadinya dan juga tekanan darahnya
" bagaimana dok? " tanya mama Widya tampak cemas
" tekanan darahnya sangat tinggi dan denyut nadinya sangat lemah seperti nya nona Shofia mengalami guncangan yang sangat hebat " tutur sang dokter dan kini giliran dokter farah selaku dokter kandungan memeriksa janin yang ada di dalam perut Shofia
" gimana dok janinnya? " tanya mama Widya
" alhamdulillah janinnya sehat detak jantung bayi juga bagus " tutur dokter Farah
" alhamdulillah syukur lah. oma yakin kalian kuat " sambil mengelus perut Shofia.
" tapi saya harap nona Shofia tidak mengalami guncangan hebat lagi karena takut akan berpengaruh pada kondisi janinnya "
" ya dok tentu kami akan menjaganya dengan baik "
" apa perlu di rawat dok? " tanya mama Widya lagi
__ADS_1
" saya rasa tidak perlu kami hanya akan memberikan obat dan vitamin saja tapi jika kondisi nona semakin memburuk maka terpaksa harus di bawa ke rumah sakit untuk opname " tutur dokter Farah
" baiklah Terima kasih dok "
" kami akan merespkan obat nanti dan kami akan menunggu sampai nona siuman untuk mengecek kondisi lagi " kata dokter senior yang menjadi dokter keluarga.
bi jum terus menggosok minyak kayu putih di kaki dan juga di tangan nona mudanya agar segera siuman, dan lima belas menit kemudian Shofia pun sadar dari pingsannya
" mas..! mas Rey kamu dimana? " gumamnya mama Widya mendekat
" Shofia sayang ini mama nak " Shofia langsung duduk dari tidurnya
" ma mas Rey ma mas Rey hilang ma tapi mas Rey segera pulang kan ma ya kan ma? "
" ya sayang tentu kamu yang sabar ya! polisi sedang mencarinya nak kita berdoa saja sayang dan mama yakin tidak akan terjadi sesuatu sama Rey "
" Aldo..! " Aldo mendekat lalu Shofia mencengkram tangan Aldo
" aku mohon cari suami aku tolong bawa dia pulang aku mohon..! " sambil menunduk lalu mengatupkan kedua tangannya dengan air mata membanjiri kedua matanya
" nona..nona jangan begitu saya janji akan segera menemukan tuan Rey saya akan menyusulnya ke LA segera "
" aku ikut..! aku ikut Al aku akan ikut mencari mas Rey " sambil berusaha turun dari ranjang namun berusaha di tahan oleh mama Widya dan juga Aldo
" jangan nona ini akan berbahaya untuk anda dan juga kandungan anda " ucap Aldo
" tapi aku nggak akan tenang jika terus di sini "
" ya sayang apa yang dikatakan Aldo itu benar, kita cukup di sini mendoakannya biar kita serahkan semuanya pada Aldo dan juga tuan Mandez yang melakukan pencarian mama yakin Rey baik baik saja "
" sayang mama yakin Rey kuat dia nggak akan kenapa napa ya ! kamu tenang kasihan bayi bayi yang ada di perut kamu jika kamu kayak gini " Shofia menatap perutnya yang semakin membesar dan.. huaa hua..! " kembali tangisan Shofia pecah
" sayang kita doakan saja semoga Rey segera ketemu dan bisa segera pulang "
" iya ma hik hik tapi aku takut ma aku nggak mau kehilangan mas Rey, Aldo lakukan apapun agar mas Rey segera di temukan "racau Shofia Aldo dan para dokter tak tahan melihat kondisi Shofia.
" nona anda harus tenang ingat akan kandungan anda tolong jaga emosi anda " tutur dokter Farah sambil mengusap punggung Shofia namun takdir gubrisnya
" mas..! mas Rey kamu di mana mas ayo dong mas telpon aku jangan buat aku gelisah begini mas " kemudian dokter senior membisikkan sesuatu ke mama Widya. mama Widya menyetujuinya dan dokter segera menyuntikkan obat penenang kepada Shofia
" biarkan nona istirahat sebentar "
" tapi nggak papa dok dia di beri suntikan penenang "
" nggak papa nyonya karena dosisnya sangat rendah jadi masih aman untuk ibu hamil " tutur dokter senior
" ah syukurlah "
" klo begitu ini resep obat yang harus di tebus " sambil menyerahkan ke mama Widya.
"makasih dok " ucap mama Widya
__ADS_1
" dan sekalian kami permisi nyonya tuan Aldo jika terjadi sesuatu segera hubungi kami "
" ya sekali lagi Terima kasih "
" klo begitu biar aku antar kalian " ucap Aldo berjalan mengantar sampai pintu utama
" aku harap masalah ini jangan sampai kalian bocorkan atau karir kalian hanya akan sampai di sini " ucap Aldo tanpa ekspresi saat mereka sampai di pintu utama
" baik tuan " menundukkan badan kemudian mereka berdua melangkah masuk ke dalam mobil dan bergerak perlahan keluar dari mansion menuju kediaman mereka masing-masing
malam harinya Aldo segera berangkat ke LA untuk mencari keberadaan Rey sedang Shofia masih belum sadar dari pengaruh obat penenang.
" saya berangkat nyonya "
" bawa Rey segera Al " dengan mata berkaca kaca
" baik nyonya saya akan segera membawa Rey kembali ke sini " Aldo pun melangkah menuju mobilnya dengan diantar supir ia segera menuju bandara.
Shofia masih terlelap sedang Kyara yang belum tau apa yang sedang terjadi hanya duduk di samping sang mami sambil mewarnai gambar
" oma mami kok belum bangun bangun sih aku kan mau nunjukin gambar aku ini " sambil menunjuk gambarnya yang mendapat bintang lima di sekolah nya.
" ya sayang mami harus istirahat jadi kita tunggu saja dan sebaiknya sekarang kamu tidur gih sama Nany "
" tapi aku mau nunjukin ini oma "
" ya besok pagi aja ya ini sudah malam besok kamu kan sekolah "
" ya udah aku ke kamar ya oma "
" hem " Kyara turun dari ranjang orang tuanya masuk ke kamarnya dan sepuluh menit kemudian nampak mama Rika masuk ke kamar dengan tergopoh gopoh
" jeng ada apa ini ? apa yang terjadi jeng? " lalu mama Widya langsung memeluk mama Rika dan menangis meluapkan kesedihan nya
" Rey jeng..! Rey katanya menghilang LA sampai sekarang belum di temukan "
" ya Allah trus bagaimana Shofia? "
" dia masih shock nangis terus makanya tadi dokter ngasi dia obat penenang "
" ya Allah jeng semoga tidak terjadi sesuatu dengan nak Rey "
" ya amin " kemudian mama Rika mendekati putri dan di belainya kepala sang putri.
" kasihan kamu nak baru juga kamu bahagia tapi kamu sudah di uji lagi tapi mama yakin kamu kuat nak " ucapnya lirih dengan air mata menetes di pipinya.
" jeng saya minta tolong untuk tinggal disini menemani Shofia saya yakin dia butuh dukungan dari orang orang terdekatnya "
" ya tentu tentu saya akan tinggal di sini untuk beberapa waktu sampai Rey di temukan "
" makasih jeng " kembali dua besan ini saling berpelukan.
__ADS_1
***
jangan lupa like nya dong para readers ku happy reading