MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 162


__ADS_3

sementara di mansion Shofia sedang duduk sarapan bersama mama Rika dan juga Vania


" Shof mama Widya sudah telpon? gimana kabar Rey apa sudah ada kemajuan? "


" mama sudah telpon tadi tapi kondisi mas Rey masih sama ma " jawab Shofia sendu


" kamu yang sabar ya aku yakin pak Rey akan secepatnya siuman "


" makasih van"


" oh ya hari ini kamu nggak ke rumah sakit? "


" nggak van aku harus ke kantor sekarang banyak berkas yang harus aku tanda tangani "


" ya udah loe hati hati klo ada apa apa telpon gua "


" hem " jawab Shofia sambil mengunyah makanan dalam mulut nya.


" maaf non di luar ada tamu " ucap salah satu Nany


" siapa Nan? "


" emh itu apa nona Eliza "


" mau apa lagi sih dia pasti mau bikin ribut " ujar Vania


" ya Nan suruh tunggu sebentar "


" baik non " dan sang Nany melangkah kembali ke ruang tamu.


" ma aku sudah selesai sarapan aku ke ruang tamu dulu mama selesaikan sarapan mama ya"


" gua ikut " ucap Vania lalu melangkah bersama Shofia ke ruang tamu.


" ada apa kamu ke sini " ucap Vania langsung


" sory klo gua ganggu sarapan kalian "


" sangat menggangu " jawab Vania


" ada apa kamu pagi pagi datang ke sini ? " tanya Shofia


" aku mau jemput Kyara aku mau mengajaknya jalan jalan "


" sekarang masih jam sekolah jadi aku minta kamu jangan ganggu dia saat jam sekolah "


" ya aku tau aku sekalian akan mengantarnya ke sekolah "


" tapi maaf dia sekarang tidak ada di rumah "


" maksud kamu? "


" saat ini Kyara bersama omanya berada di LA menjenguk papinya katanya dia kangen sama papinya "


" kau.. apa kau sengaja mau menjauhkan Kyara dari aku hah? "


" tidak aku sama sekali tidak punya niatan seperti itu, dan itu keinginannya sendiri dia dari kemaren merengek minta ikut jadi kami tak tega melihatnya lagian bagus dia ikut mungkin dengan kehadiran nya bisa membuat papinya cepat sadar dari komanya "


" lihat saja jika kalian bermaksud menjauhkan dia dari aku maka kalian semua akan aku tuntut" ancam Eliza


" silahkan saja lagi pula ia pergi menemui papinya apa itu salah? " kata Shofia


" kalian memang keterlaluan "


" hey jaga bicara mu..! " bentak Vania

__ADS_1


" aku nggak ada urusan sama kamu ya lebih baik kamu diam..! kamu itu hanya benalu yang menumpang hidup di sini iya kan! " ejek Vania


" apa kata mu" maju Vania hendak menampar Eliza


" sudah cukup..! Vania jaga sikap loe..! dan kamu jika sudah tidak ada urusan silahkan keluar dari kediaman saya " ucap Shofia dengan menahan emosi dan dua penjaga yang di perintah kan untuk menjaga Shofia segera masuk karena mendengar suara keributan


" nona anda tidak apa apa? " tanya salah satu bodyguard


" aku tidak apa apa tolong kamu bawa wanita ini keluar " perintah Shofia


" dan anda tolong segera keluar dari disni dan jangan membuat keributan di sini " kata para bodyguard satunya pada Eliza sambil memegang lengan Eliza


" lepas..oke aku keluar dan kamu ingat aku akan segera mendapatkan Kyara dan jangan pernah berharap kamu bisa bertemu dengannya " ucap Eliza dengan tatapan nanar sambil berjalan keluar dari Mansion.


" anda benar tidak apa apa nona? " tanya bodyguard itu lagi


" tidak apa apa pak. oh ya besok klo wanita itu kemari tidak udah di bukakan pintu dan kasi tau juga satpam di depan "


" baik nona " lalu mereka keluar dari ruang utama kembali ke pos penjaga bergabung dengan para security.


Vania membimbing Shofia duduk di ruang tengah sambil memberikannya air putih yang di bawakan Nany


" loe nggak papa ? "


" nggak papa loe tenang aja "


" terus loe jadi pergi ke perusahaan klo loe nggak bisa mending loe suruh sekertaris loe untuk membawakan berkas berkas yang mau loe tanda tangani ke sini jadi loe nggak usah ke kantor "


" nggak van gua harus ke kantor lagian ada yang mau gue diskusiin sama Cindy dan juga kepala produksi jadi memang gua harus ke kantor sekarang "


" mau gua temani? "


" nggak usah hari ini kan jadwal loe ke rumah sakit gua janji nanti klo ada apa apa loe gua hubungi "


" janji ya..! "


" ya udah klo gitu gua antar loe ke kamar ambil tas loe " dan mereka berdua pun naik ke lantai dua dan masuk ke kamar masing masing.


*****


hari ini Shofia terpaksa hadir di persidangan hanya di temani mama Rika dan juga sahabatnya Vania


" tante Widya memang nggak pulang shof nemani loe di sini ? " tanya Vania yang kasihan dengan sahabatnya.


" iya kemaren kata mama akan datang tapi tadi aku hubungi ponselnya tidak aktif apa masih di pesawat kali "


" iya kali, ya udah ayo kita masuk " kemudian mereka berdua masuk ke dalam ruang siang tampak Eliza sudah duduk di kursi paling depan berhadapan langsung dengan hakim, Shofia dan Vania serta mama Rika duduk di deretan sebelahnya.


tapi loe nggak papa kan? "


" ya gua nggak papa gua udah pasrah apapun keputusannya nanti mungkin ini yang terbaik karena memang status gua kan hanya ibu sambung " ucapnya lirih Vania mengusap punggung sahabat nya berusaha memberikan dukungan


hakim mulai mengetuk palu untuk meminta yang hadir sedikit tenang


" sebelum kami membacakan keputusan sidang bisakah ananda Kyara dihadirkan di sini? " tanya hakim ketua


" mohon maaf Pak Hakim ananda Kyara saat ini sedang berada di LA menemani papa nya yang saat ini sedang melakukan pengobatan di sana"


tutur sang pengacara


" bagaimana penuntut umum apa keputusannya akan tetap di bacakan ? "


" ya di bacakan saja tidak masalah "


" baiklah klo begitu kita akan segera membacakan putusan. berdasarkan UU 41 huruf A tentang perkawinan dan selanjutnya berdasarkan pasal 135 kompilasi hukum Islam yang berbunyi " jika terjadi perceraian anak berusia kurang dari 12 tahun maka..

__ADS_1


" tunggu dulu pak Hakim..! " terdengar suara dari arah pintu


" mas Rey...! " seru Shofia tak percaya dan langsung bangkit dari duduknya kemudian berjalan mendekati Rey yang duduk di kursi roda datang bersama mama widya Kyara dan juga Aldo serta beberapa orang berseragam polisi.


" mas ini beneran kamu kan..? " dengan mata berkaca kaca dan langsung memeluk suaminya yang begitu dia rindukan


" mas kamu sudah sembuh sayang aku senang sekali alhamdulillah ya Allah " memeluk suaminya dengan tangis bahagia


" ya sayang mas sudah sembuh kamu bagaimana kabarnya bagaimana bayi bayi kita maaf aku meninggalkan mu begitu lama " ucap Rey sambil menangkup wajah istrinya


" ya aku nggak papa bayi kita juga sehat mereka kuat. kamu kenapa nggak mengabarin aku, pantas saja aku telpon tidak ada yang angkat selalu lewat pesan kalian sengaja mengerjaiku? " ucap Shofia masih sambil menangis


" mami jangan nangis papi kan sudah sembuh sudah pulang " rengek Kyara yang ikut sedih melihat kedua orang tuanya menangis


" nggak sayang mami nggak nangis ini mami bahagia sayang sini mami peluk juga " sambil merentangkan tangannya meminta Kyara agar ikut masuk dalam pelukannya. semua orang yang menyaksikan adegan tersebut ikut merasa terharu.


" Terima kasih Tuhan kau kembalikan suami hamba " batin Shofia


" tok.. tok.. " tolong peserta yang hadir untuk tenang karena ini ruang sidang " hakim ketua mengingatkan.


lalu Aldo maju ke depan " mohon maaf Pak Hakim sidang ini tidak bisa di lanjutkan karena kami membawa surat penangkapan atas saudari nona Eliza " tutur Aldo semua yang hadir terkejut tidak kecuali Eliza


" apa maksud kamu..! " ucap Eliza tak terima


" anda menjadi tersangka atas dalang dari penculikan tuan Rayyan dan beberapa kasus lainnya "


" nggak..nggak mungkin mereka bohong yang mulia "


" ini surat penangkapan nya yang mulia " lalu Aldo menyerahkan bukti surat perintah penangkapan kepada dewan hakim, para hakim saling pandang lalu mereka menganggukkan kepala


" pak polisi segera tangkap dia..! " perintah Rey


" nggak aku nggak terlibat aku tidak tau apa apa mana mungkin aku melakukannya sedang aku berada di Indonesia " teriak Eliza berusaha menolak untuk di tangkap. dan pihak kepolisian segera memborgol kedua tangan Eliza.


" mas apa betul itu? " tanya Shofia tidak percaya


" ya sayang anak buahnya sudah mengakuinya" ucap Rey dan sementara Eliza di giring untuk keluar dari ruang sidang ketika melewati Rey dan Shofia


" pak saya tidak bersalah jangan tangkap saya,."


" sekarang sebaiknya anda ikut kami ke kantor polisi dan silahkan anda jelaskan nanti di sana" kata polisi itu lagi sambil berusaha menggiring Eliza untuk keluar dari ruangan tersebut.


"tunggu pak polisi.. ! " ucap Shofia lalu berdiri membalikkan tubuh nya menatap Eliza dengan tatapan tajam penuh amarah


" plak.. ini karena kamu sudah berani menculik suami aku " Eliza meringis menahan sakit akibat tamparan Shofia


" plak.. !dan ini karena kamu sudah bikin suami aku tertembak " ucap Shofia lagi. Rey yang melihat gerakan reflek Shofia sempat ternganga dan langsung memeluk tubuh putrinya agar tidak melihat tindakan maminya


Shofia kembali akan melayangkan tamparannya namun dengan cepat Rey menahannya


" sayang sudah jangan seperti itu biarkan polisi yang menangani nya " ucap Rey mengingatkan


" lepas..! wanita ini biar aku kasi pelajaran karena sudah berani mengganggu keluargaku "


" iya mas tau tapi ingat kamu lagi hamil aku nggak mau kamu mengotori tangan mu sayang biarkan Aldo dan polisi yang mengurusnya " ucap Rey sambil berusaha memeluk istrinya sedang Kyara diambil alih mama Widya.


" ingat aku pastikan kamu akan lama di penjara" ucap Shofia lagi masih dalam kondisi emosi


" bawa dia pak " lanjut Shofia


" Rey tolong aku, aku mohon bukan aku pelakunya Rey..! percaya sama aku dan ingat aku mama kandungan nya Kyara Rey apa kamu tega melihat aku di penjara " ucap Eliza


namun Rey memalingkan wajahnya


" sudah pak bawa saja dia sebelum saja mencakar wajahnya " kata Shofia masih mode dengan mode marahnya. dan pria berpolisi itu pun langsung membawa Eliza keluar dari ruang sidang lalu memasukkan nya ke dalam mobil polisi.

__ADS_1


" tol tok.. hadirin harap tenang sidang hari ini kami tutup dan akan di lanjutkan minggu depan tok tok..! " lalu para hakim itupun keluar dari ruang sidang. menyisakan keluarga Rey dan juga para pengacara.


__ADS_2