MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 207


__ADS_3

pagi itu mereka semua kembali ke Jakarta dengan hati bahagia karena Rey dan keluarga kecilnya puas berlibur sejenak selama di puncak Aldo dan Vania sudah baikan setelah sempat terjadi sedikit ketegangan namun berbeda dengan Shofia ia tidak sempat kemana mana karena hampir 24 nama berada di Villa tidak sempat menikamati panorama alam di sekitar Villa ini karena Rey selalu mengurungnya di kamar.


" gimana sayang kamu senang kan habis liburan ke puncak ? " tanya Rey sesaat mereka sampai di mansion dan Rey merebahkan diri di ranjang


" seneng apa aku tu ya kayak pindah rumah aja nggak pernah kemana mana di kamar sama kamu atau kalau tidak ya nemenin si kembar " jawab Shofia. sambil membuka koper dan memilah pakaian kotor untuk di serahkan ke nany.


" ya tapi kan ada aku yang nemenin "


" ya tapi kan kita mau liburan sayang jalan jalan bukan di kamar terus " katanya sewot. Rey terkekeh


" ya udah lain kali aku cari waktu kita jalan jalan berdua aja nggak usah ajak anak anak gimana? " ucap Rey sambil bangkit dari tidurnya


" nggak paling paling juga kamu maunya di kamar terus, kalau itu mah nggak usah jauh jauh di rumah aja bisa "


" aih pengertian banget si istri aku ini makin cinta deh " ucap Rey sambil mencubit


" tau ah terserah " jawab Shofia dengan wajah cemberut.


" oke oke nanti kita ke Bali bulan depan gimana? "


" oke tapi dengan satu syarat siang kita jalan jalan dan kamu harus nurut kemana aku ingin pergi jalan jalannya, tidak ada ritual itu di siang hari "


" oke "


" 30 persen di kamar 70 persen kita jalan jalan"


" eh mana bisa 50: 50 "


" nggak 30: 70"


" ya udah deh 40 : 50 " tawar Rey


" oke tapi aku nggak mau ke Bali aku mau ke lombok kemaren teman aku posting dia liburan di Lombok dan di sana bagus banget nggak kalah sama bali dan di sana juga masih alami "


" oke kemana pun sayang "


" deal..? "

__ADS_1


" deal " dan mereka bersalaman


" oke bulan depan ya "


" oke aku atur jadwal dulu "


" ya udah aku mandi dulu ya gerah " ucap Shofia kemudian melangkah ke kamar mandi dan Rey dengan cepat ingin menyusul


" eits mau apa? " ucap Shofia berusaha menghadang sang suami


" ya mau mandi lah "


" nggak nggak ntar aku mandinya nggak selesai selesai kalau kamu ikut "


" tapi yang aku juga gerah nih "


" kamu di kamar tamu aja sana "ucap Shofia dengan cepat masuk ke kamar mandi namun Rey tidak kalah cepat ia lebih dulu masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam.


" kita mandi berdua sayang " ucap Rey sambil mengunci Shofia di tembok.


" aku janji nggak akan macam macam sayang kita mandi bareng ya... " bisik Rey di telinga Shofia


" tapi aku takut si kembar terbangun sayang kan nggak enak kita lagi Asyik asyikan si kembar bangun " bisik Shofia balik sambil membelai dada bidang sang suami Shofia mencium dada sang suami. Rey terpejam sambil mendesah pelan dan saat suaminya terbuai secepat kilat Shofia keluar dari kamar mandi.


Rey membuka matanya " ****... ! " ia melihat Shofia sudah berlari ke arah pintu


" sayang jangan kabur ..! awas kau nanti ya " teriak Rey di ambang pintu kamar mandi sedang Shofia sudah berada di pintu kamarnya. ia menoleh ke arah suaminya menjulurkan lidahnya sebelum akhirnya lari keluar dari kamar dan menuju kamar mandi tamu. Rey tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan berkacak pinggang.


selesai mandi Shofia belum berani masuk ke kamarnya ia takut suaminya masih berada dikamar dan ia sengaja melangkah ke dapur membantu mama mertuanya untuk menyiapkan makan siang bersama beberapa nany.


sekilas ia menatap kamarnya belum ada tanda tanda suaminya keluar dari kamar. saat sedang memotong sayuran ia melihat sang suami sedang menelpon masuk ke ruang kerjanya dan Shofia tidak menyia nyiakan keadaan dengan cepat ia masuk ke kamar hendak mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.


Shofia masuk ke dalam wardrobe dan membuka semua pakaian saat hendak memakai pakaian dalamnya tiba tiba ada tangan kekar melingkar di perutnya dan sontak saja Shofia menjerit dan untungnya kamar mereka kedap suara.


" aaaak.. ! ya ampun mas kamu ngagetin aja ih "


" he he suru siapa kamu usilin aku tadi "

__ADS_1


" siapa yang usil " jawab Shofia cuek dan berusaha memasang pengaman dua bukit kembarnya. namun dengan cepat Rey menariknya kebawah.dan segera memainkan isi di dalamnya.


" sayang jangan seperti ini si kembar sebentar lagi bangun " ucap Shofia dengan suara sedikit gugup walau ia sering melakukan nya namun terkadang sikap nakal suaminya membuatnya sedikit malu.


" kamu harus tanggung jawab sayang menidurkan burung bangau ku " bisik Rey di telinga sang istri sambil mengarahkan tangan istrinya ke benda pusaka miliknya yang sudah berdiri tegak dan membimbingnya dengan gerakan naik turun sedang bibirnya terus mendengus menciumi leher shofia.


" oke aku minta maaf, aaahhh"


" oke aku maafkan " ucap Rey dengan suara parau sambil perlahan mendorong istri nya ke arah tembok. Shofia yang memang belum sempat memakai pakaian nya dengan satu tangannya Rey menarik kain segi tiga pengaman istrinya.


" kau harus di hukum sayang " bisik Rey dan mengangkat satu kaki istrinya sedang ke dua tangan istrinya di lingkarkan ke lehernya. dengan perlahan ia mulai memasukkan benda pusaka ke dalam pusat inti Shofia.


Shofia menjerit nikmat tatkan benda pusaka milik suaminya masuk menyeruak perlahan ke dalam pusat intinya. Rey mulai memainkan aksinya dengan memaju mundurkan gerakannya sembari menahan tubuh sang istri agar tidak merosot ke lantai. sekitar sepuluh menit mereka melakukannya dengan posisi berdiri.


kaki Shofia bergetar tak mampu menahan gerakan yang di buat suaminya. Rey yang menyadari akan hal itu dengan cepat menggendong sang istri seperti anak koala dan meletakkan di atas ranjang. di sana kembali Rey mengeksekusi sang istri dan saat mereka hendak mencapai ******* tiba tiba pintu di ketuk dari luar.


" tok. tok.. " nyonya mas Rafa dan Rafi bangun. ..! " terdengar suara Nany Dari balik pintu


" sayang itu si kembar bangun " ucap Shofia sambil berusaha mendorong tubuh sang suami.


" sedikit lagi sayang nanggung " dan Rey mempercepat tempo gerakannya dan beberapa menit kemudian... " aaaahhhh " Rey mengerang panjang bersamaan dengan itu cairan kental keluar dari benda pusakanya masuk ke dalam rahim sang istri.menandakan olah raga siang mereka telah usai.


Rey segera membersihkan sisa sisa percintaan mereka dengan tisu sedang Shofia masuk ke kamar mandi guna membersihkan dirinya


Rey segera membuka pintu kamarnya setelah memakai celana dan kaos oblong nya.


" ada apa? "


" maaf tuan ini si kembar sudah bangun tadi nyonya persan kalau bangun mau di susuin "


" ya udah bawa ke dalam dan taro di ranjang " ucap Rey memberikan ruang pada Nany untuk masuk membawa si kembar. dan setelah itu ia kembali ke luar. sementara Shofia masih berada di kamar mandi membersihkan diri, kini Rey yang bertugas menjaga bayi kembar mereka sambil mengajaknya bermain.


****


hay para readers maaf ya lama nggak up. bagi kalian yang kangen ama papi Rey dan mami Shofia nih aku up lagi walau agak lemmmooot 🥰


happy reading 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2