
pagi itu seperti biasa mereka bangun saat azan subuh berkumandang kemudian sholat subuh berjamaah. selesai sholat shofia turun ke bawah membantu bi jum untuk menyiapkan sarapan pagi. sedang rey memilih untuk tidur kembali karena matanya masih terasa ngantuk setelah pulang dari kantor hampir tengah malam di tambah lagi aktifitas panas mereka tadi malam membuat rey tak mampu menahan rasa kantuknya.
selesai menyiapkan sarapan shofia kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya
" sayang bangun ayo kita sarapan dulu sudah di tunggu mama di bawah " ucap shofia sambil menepuk pundak suaminya
" sayang ayo ini sudah mau siang nanti kamu terlambat ke kantor "
" eeehmmm bentar lagi sayang masih ngantuk " jawab Rey dengan mata yang masih terpejam
" sayang ayo kyara nunggu kamu di bawah untuk sarapan kasian dia nanti terlambat ke sekolah nya " dan akhirnya Rey pun membuka matanya namun bukannya bangun dia malah menarik tubuh istrinya lalu memeluknya laksana guling
" sayang aku sesak klo kayak gini. udah ayo bangun " ucap shofia sambil berusaha melepaskan dekapan suaminya.
" vitamin C dulu "
" ya nanti aku ambilkan tapi kamu mandi dan cuci muka nanti aku bawakan vitaminnya di meja makan " kata shofia
" no bukan vitamin itu tapi cup ";Rey mencium pipi dan bibir istrinya sekilas
" kamu pagi pagi mesum udah ah nanti di liat kyara, pintunya soalnya tidak aku kunci " ucap shofia
" he he he abis bibir kamu manis banget " ucap Rey sambil kembali mencium bibir istrinya lalu turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.
lima belas menit kemudian Rey keluar dari kamar mandi. shofia dengan setia menunggu suaminya keluar dari kamar mandi kemudian membantu Rey memakai pakaian dan memasangkan dasi untuk suaminya.
" sayang hari ini aku tidak ada jadwal di rumah sakit soalnya nanti jam sepuluh aku ada kuliah tambahan "
" heem "
" trus nanti aku boleh nggak abis kuliah jalan bareng teman aku "
" cewek cowok? " tanya Rey
" cewek paling sama vania "
" ya boleh asal pulangnya jangan ke sorean "
" oke siap pak bos " jawab shofia sambil meletakkan tangannya di keningnya sabagai tanda hormat.
setelah rapi mereka berdua segera turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama. selesai sarapan seperti biasa Aldo sudah stand bay duduk di teras depan menunggu atasannya selesai sarapan.
shofia mengantar suami dan Putri nya sampai depan pintu. begitu mobil yang membawa suami dan putrinya menghilang dari gerbang mension shofia segera masuk ke dalam menuju ruang fitnes untuk melakukan olah raga ringan. dan tiga puluh menit kemudian shofia segera membersihkan tubuh nya siap siap untuk berangkat ke kampus.
sampai di depan mang udin sudah stand by menunggu nyonya mudanya di samping pos satpam
" berangkat sekarang non? "
" iya mang tapi saya ke kampus ya! "
" siap non " lalu mang udin membuka pintu mobil untuk istri bosnya tersebut.
hampir empat puluh lima menit shofia tiba di kampus
" mau saya tunggu atau gimana non? "
" nggak usah mang nanti saya pulang sama teman " jawab shofia
" tapi non..! "
" udah mamang tenang aja saya udah ijin kok sama mas Rey, nanti mamang jemput kyara aja, ingat jangan telat! "
" baik non siap laksanakan" ucap mang udin
kemudian shofia pun segera turun dari mobil dan melangkah memasuki gerbang kampus.
__ADS_1
jam sebelas siang shofia keluar dari kelas bersama rekan mahasiswa lainnya
" gimana shof kita jadi jalan kan abis ini? " tanya vania
" jadi dong mumpung dapat ijin dari paksu"
" Oke lets go " ucap vania lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil vania
" lama ya kita nggak pernah hang out kaya gini " ucap shofia
" iya itu karena loe sibuk ngurus laki sama anak loe " celetuk vania
" iya sory tapi gua kan mau jadi istri yang sholehah "
" iya ya percaya gue istri sholeha "
" ha ha " tertawa shofia
" kita kemana dulu nih ? " tanya vania
" makan dulu yuk abis gitu nonton, kan lama kita udah nggak pernah nonton bareng "
" Oke kita makan di mall xx aja ya sekalian nonton jadi biar efisien waktu kan kata loe nggak boleh pulang terlalu sore "
" ya terserah loe aja " jawab shofia. lalu mobil mereka pun terus melaju memecah jalan ibu kota menuju Mall yang di maksud.
tiga puluh menit kemudian mobil mereka pun berhenti di parkiran mall tersebut dan mereka berdua segera turun dari mobil menuju counter makanan.
setelah memesan makanan pada salah satu counter mereka pun memilih meja yang enak buat mereka nongkrong.
" van kak Andika gimana kabarnya? apa dia sering ngubungin loe " tanya shofia sambil menunggu pesanan mereka datang.
" nggak shof dia hanya beberapa kali ngubungin gue itupun hanya sekedar nanyain loe, kayaknya dia kecewa banget shof" shofia menarik nafasnya dalam dalam
" ya wajar lah laki loe marah siapa coba nggak marah jika tau pasangannya di sukai orang lain apalagi sampe ketemuan" ucap vania. dan pembicaraan mereka berhenti sejenak karena pesanan mereka datang.
" silahkan mba " ucap pelayanan itu sopan
" Oke makasih mba " jawab shofia
" kali ini biar gue yang traktir loe " kata shofia sambil meyuap makanannya ke dalam mulut
" wah istri bos sudah tajir nih "
" ah loe bisa aja " lalu mereka berdua menikmati hidangan di hadapan mereka sambil sesekali di iringi tawa kecil.
sedang Tanpa mereka sadari tampak dari jauh sepasang mata sedang memperhatikan mereka berdua.
" itu kan shofia sama siapa dia? " batinnya sambil memperjelas pandangannya
" ini kesempatan gue untuk bicara sama dia dasar wanita penggoda " batinnya lagi.
" baiklah nona stela saya kira penawaran anda cukup menarik nanti saya akan sampai kan pada atasan saya " ucap laki laki di depannya
" Oke saya tunggu kabar baiknya nanti jika bos anda deal saya akan langsung mengubungi atasnya saya " jawab stela lalu mereka berdua bersalaman. dan laki laki itupun pamit undur diri. sedang stela masih duduk di situ sambil terus menatap shofia dari kejauhan.
kembali ke meja shofia dan vania kali ini mereka telah selesai menikmati makan siang mereka.
" van gue ke toilet sebentar ya "
" ya jangan lama lama abis ini kita kan mau nonton "
" ya sebentar kok " jawab shofia lalu berdiri dari duduk nya dan melangkah menuju toilet.
shofia masuk ke kamar kecil sepuluh menit kemudian dia keluar dari kamar mandi tersebut lalu menuju wastafel.
__ADS_1
" loe shofia kan " sapa seseorang yang tiba tiba berdiri di sampingnya
" anda nona stela? kebetulan sekali kita ketemu di sini anda bersama siapa? " tanya shofia sopan
" bukan urusan loe gua sama siapa dasar perempuan penggoda..!, gua peringatin elo untuk menjauhi Rey karena dia milik gue gua sudah lama mengharap cintanya tapi tiba tiba loe datang "
" maaf anda tidak berhak menyuruh gue menjauhi mas Rey karena dia suami sekarang sudah menjadi suami gua "
" gua tau loe nggak benar benar cinta kan sama Rey loe nikah sama dia karena loe butuh duit kan buat biaya pengobatan nyokap loe!. gue akan beri loe duit berapa yang loe mau " ucap stela sambil mengeluarkan cek kosong dari dalam tasnya
" maaf nona gua tidak butuh dengan uang loe "
"cih jangan munafik loe, loe butuh uang kan gua akan kasih berapa ? 1 milyar dua tiga atau empat milyar loe tinggal bilang ke gua " ucap stela
" sebaiknya loe simpan uang loe gua nggak butuh karena suami gua sudah memberikan nya lebih dari cukup "
" loe jangan jual mahal..! asal loe tau loe nggak pantas untuk Rey liat aja penampilan loe kampungan banget dan liat wajah loe ckckck.! gua nggak tau kenapa Rey bisa jatuh cinta sama wanita penggoda kayak loe ! "
" hey jaga bicara loe ingat gua nggak ada urusan sama loe jadi permisi " ucap shofia lalu melangkah keluar dari toilet meninggalkan stela sambil menahan amarahnya yang berusaha dia tahan.
" sial..! berani dia ngelawan gua liat aja nanti apa yang akan gua lakukan ke elo" ucap stela dengan dendam amarah nya.
shofia kembali ke mejanya dengan wajah cemberut
" udah selesai kok lama banget? hey kenapa wajah loe kok cemberut gitu " tanya vania
" gua lagi kesel "
" kesel sama siapa sih ? loe abis ketemu ama siapa sih?
" nenek lampir "
" hah nenek lampir emang ada ya nenek lampir" tanya vania
" vir gua mau nanya dan loe jawab yang jujur "
" iya mau nanya apa? "
" penampilan gua kampungan ya? trus wajah gue kucel banget ya " ucap shofia
" kok tumben loe nanyain penampilan loe! jangan jangan loe kesambet jin toilet tadi?" tanya vania
" van gua serius, gua tadi ketemu sama stela taman mas Rey sekaligus rival gua "
" maksud loe? "
" iya dia suka sama laki gua dari dulu dan dia nggak Terima mas Rey nikahi gua dan dia bilang penampilan gua kampungan wajah gua kucel " jawab shofia dengan wajah cemberut nya.
" wah parah tu cewek, tapi klo di pikir pikir penampilan loe tu terlalu polos secara loe itu kan istri bos seorang CEO perusahaan besar jadi ya loe rubah lah sedikit penampilan loe yang agak tomboi ini supaya sedikit feminim"
" jadi menurut loe gua kampungan gitu? "
" eh nggak nggak loe tu cuman terlalu polos dan tomboi dan gue yakin dengan sedikit polesan loe akan terlihat sangat cantik" ucap vania
" klo begitu loe antar gue belanja perlengkapan make up dan juga pakaian untuk gua "
" Oke! trus gimana nontonnya? "
" nggak jadi kita shoping aja"
" Oke siap " lalu mereka bangkit dari duduk mereka melangkah menuju kasih dan shofia pun mengeluarkan kartu debetnya menyerahkan pada kasih counter tersebut.
****
jangan lupa like komen dan vote kalian ya para readers ku happy Reading 😘😘😘
__ADS_1