
sudah lima belas menit mereka duduk di bangku taman namun mereka sama sekali belum membuka suara.
" ehm pak ..! bapak mau ngomong apa ya? tadi bapak bilang mau ngomong sesuatu " ucap shofia memulai percakapan
rey menarik nafas panjang sebelum memulai bicara" begini kamu tau kan kyara adalah putri saya satu satunya dan saya sangat menyayangi dan mencintainya, dia adalah satu satunya sumber kebahagiaan saya. " Rey mulai bicara
" dan ini mengenai permintaannya beberapa hari yang lalu, saya memutuskan untuk mengabulkan permintaan nya "
" deg " jantung shofia tiba tiba saja berdebar
dia merasa was was, takut semua jadi satu
" jadi saya akan menikahi kamu demi kyara putri saya. dan saya harap kamu bersedia, kamu tenang saja saya akan menanggung segala kebutuhan kamu termasuk biaya kuliahmu " ujar rey
shofia masih membisu otaknya terasa membeku tidak mampu mencerna kalimat Rey barusan dengan baik
" saya berharap kamu tidak menolaknya dan satu lagi yang harus kamu ingat saya menikahi kamu karena putri saya bukan karena cinta jadi kamu jangan pernah berharap saya akan memperlakukan kamu layaknya seorang istri sungguhan " ucap Rey lagi
" apa menikah ? jadi aku harus menikah sama dia? ya Tuhan apa benar dia jodohku? apa harus seperti ini jalan jodohku ? menikah tanpa cinta? " batin shofia
" gimana ? apa keputusan mu! saya tidak punya waktu banyak jadi segera kasi saya keputusan! " ucap Rey
" beri saya waktu untuk berfikir pak Rey! " jawab shofia pelan
" oke tapi jangan lama lama dan saya minta besok pagi kamu sudah memberikan jawaban pada saya karena saya tidak suka menunggu"? ucap Rey lalu berdiri dan melangkah masuk kembali ke dalam gedung rumah sakit meninggalkan shofia yang masih duduk di kursi taman rumah sakit.
" ya Tuhan apa harus seperti ini jalannya..! dia bilang apa tadi besok pagi harus ngasi jawaban? dia kira mau ngajak kundangan apa? hey tuan Rey loe ngajak gue nikah bukan mau kondangan! " oceh shofia sambil memijat keningnya.
" jawaban apa yang harus gue kasi ? menolaknya? tapi gue nggak tega sama kyara apalagi tante widya, dia begitu baik sama gue, sudah membantu membiayai pengobatan mama, tapi klo gue menerima seperti apa jadinya pernikahan gue? " batinnya sambil menggigit ujung jarinya. pikiran dan hatinya berperang mencari jawaban yang akan di berikan esok.
" shofia..! loe masih di sini rupanya? " sebuah suara membuyarkan lamunannya
" eh van loe kok tau gue di sini? " tanya shofia sambil menggeser duduknya memberi ruang untuk vania
__ADS_1
" Iya tadi gua nanya sama pak Rey karena gua nggak liat loe balik bareng dia " jawab vania
" hey loe kenapa ? kok mata loe kayak sembab gitu ! loe abis nangis ya?" tanya vania penuh selidik
" emang loe dikapain lagi sama si manusia kutub? " kata vania lagi
shofia mengeryitkan dahinya tidak mengerti
" itu.. pak Rey dia ngapain loe? " vania mempertegas. shofia hanya menggelengkan kepalanya lalu menghambur memeluk vania sambil menahan tangisnya
" gua bingung van, gua harus gimana? " ucap shofia pelan
" emang loe bingung kenapa? cerita ama gua " kata vania sambil mengusap punggung shofia
shofia merenggangkan pelukan nya lalu dia menatap vania sejenak kemudian kembali memeluknya
" hey loe kenapa sih kok melo kayak gini? " tanya vania lagi
" pak Rey ngajakin gua nikah " ucap shofia pelan. kini giliran vania yang merenggangkan pelukan nya ditatapnya wajah sahabatnya itu
" trus apa jawaban loe? " tanya vania lagi
shofia hanya menggelengkan kepalanya " gua belum ngasi jawaban gue bingung.! " ucap shofia
" ya elu kenapa bingung sih..! secara ya pak Rey itu ganteng, mapan, kurang apa lagi coba? jadi klo loe nikah sana dia loe langsung dapat bonus ! " ucap vania bersemangat
" bonus..? " ulang shofia sambil mengeryitkan dahinya bingung
" iya loe dapat bonus...! bonus anaknya kyara..!" lanjutnya lagi
"ibarat kata ya..!kalo loe belanja di mall, loe ambil satu gratis satu " kata vania disusul dengan tawanya yang pecah
shofia memukul bahu sahabat nya " apaan sih loe gue serius nih! "
__ADS_1
" iya iya sory..! tapi bener apa sih yang kurang dari pak Rey? loe klo nikah sama dia hidup loe bakal terjamin trus masalah mama loe gua yakin pak Rey bakal memberikan yang terbaik buat mama loe, loe pingin mama loe cepet sembuh bukan? " terang vania panjang lebar
" iya gua tau tapi masalahnya pak Rey nggak mencintai gue "
" apa? "pekik vania
" ya ampun van loe bisa kecilin suara loe dikit nggak ..! ya Pak Rey nggak mencintai gue dia nikah hanya karena kyara yang minta dan melihat kondisi kyara seperti sekarang memaksa dia untuk mau mengikuti keinginan kyara " terang shofia dengan mata sendunya
" tapi ya shof dari novel novel yang gua baca cinta itu bisa datang karena biasa, nanti dengan seiringnya waktu gua yakini pak Rey bakal jatuh cinta ama loe! sekarang yang loe harus pikirkan adalah nasib loe dan mama loe juga kebahagiaan kyara, untuk sementara loe kesampingkan dulu perasaan loe " nasihat vania
"tapi apa gua bisa menjalani pernikahan tanpa cinta? "
" ccckkk sekarang gue tanya ama loe perempuan mana coba yang nggak jatuh cinta ama loe, perempuan mana coba nggak klepek klepek ama pesonanya pak Rey? biar kata dia udah beranak satu tapi masih tampan dan gagah seperti opa opa ..! gua klo diajak nikah saat ini juga ama dia, gue nggak bakal nolak " ucap vania
" itu ma loe, trus gimana dengan babang " lee min ho " loe ? " pancing shofia
" klo dia mah tetep di hati " jawabnya cengengesan sedang shofia hanya mampu menggelengkan kepala.
" trus menurut loe gua harus gimana? "
" loe Terima ajakannya untuk menikah paling tidak saat ini loe ada keluarga yang bakal jagain loe ada kyara dan juga tante widya yang menyayangi loe! "
" jadi gua harus Terima? " tanya meyakinkan lagi
" iya iyalah loe Terima, kata orang cinta itu akan datang dengan sejalannya waktu dan gua yakin nanti juga pak Rey bakal jatuh cinta ama loe. loe itu cantik dan hati loe juga baik, gua aja nih ya andai cowok mungkin gua juga udah jatuh cinta ama loe! "
" iiihh ogah gua, gua masih normal ya..! " ucap shofia sambil bergidik
" hey gua juga masih normal kali non..! ini andai, ah loe..! " lalu mereka pun tertawa bersama
" udah loe balik ke kamar anak loe! ntar dia bangun nangis lagi nyariin loe..! gua juga mau balik ke ruang jaga " usir vania
" ya udah gua balik ke kamar kyara dulu, makasih ya sudah ngasih saran ke gua, loe emang sahabat gua paling baik " ucap shofia lalu memeluk vania sebelum akhirnya mereka melangkah meninggalkan taman rumah sakit dan kembali memasuki gedung rumah sakit
__ADS_1
*************
segini dulu ya para reader's..! jangan lupa dukungannya like dan komentar kalian. happy Reading 😍😘😘😘